MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
RINDU DESSERT BUATAN EMMA


__ADS_3

Pagi ini Emma dan Andra fitting baju pengantin bersama. Emma begitu anggun dengan gaun pernikahan pilihannya. Andra terpana melihat kecantikan calon istrinya yang menggunakan gaun pengantin.


"aduh anak Mami cantik sekali, gaun yang kamu pakai terlihat pas dan anggun, sayang." puji Mami Indira saat menyaksikan calon menantunya mencoba gaun pernikahannya.


"Mami bisa saja, memang rancangan Sonya yang bagus Mami." ucap Emma tersipu malu.


Andra dengan diam-diam mengambil foto Emma yang tengah mencoba gaun pengantinnya dan menjadikan foto tersebut sebagai wallpaper ponselnya. Andra tersenyum memperhatikan layar ponselnya yang telah berubah.


"Andra bagaimana gaun pengantin Emma? dilihat dong jangan hanya ponselnya saja yang diperhatikan!" omel Mami Indira yang kesal melihat Andra lebih memperhatikan ponselnya.


Andra yang ditegur langsung melihat ke arah Maminya.


"bagus Mami cantik." ucap Andra dengan wajah datarnya.


"Hufh! punya anak lelaki kaku amat sih!" gerutu Indira dengan suara lirih.


"sudah Mami, mas Andra juga sudah mengomentari gaun pengantin ini. mungkin ada pekerjaan yang harus dia selesaikan." ucap Emma membela Andra sedangkan yang dibela tersenyum tipis mendengar pembelaan dari pujaan hatinya.


setelah puas mencoba gaun pengantin kini Andra dan Emma berpisah, Andra melanjutkan aktivitasnya untuk pergi bekerja ke kantornya sedangkan Emma bersama Indira pergi ke salon. sedangkan Vega dengan setia menemani Emma kemanapun dia melangkah, tidak ketinggalan Andra juga tetap menyediakan anak buahnya untuk mengikuti Emma pergi kemana saja.


Emma menikmati rangkaian perawatannya di salon langganan Indira Pradipta Wijaya. sungguh roda kehidupan kini berputar bagi Emma. Emma yang dahulu di haruskan bekerja keras agar dapat menikmati hidup dengan bahagia dan dapat membahagiakan kedua orang tuanya harus berjuang meraih mimpinya. dan kini mimpi itu telah terwujud, walaupun jauh di seberang sana tapi sedikit demi sedikit usaha itu semakin ramai peminatnya.


apalagi sekarang dia akan resmi menikah dengan pengusaha muda dan sukses. menikah dengan seorang Yosandra Regan Pradipta Wijaya adalah suatu anugerah baginya yang patut dia syukuri. tidak pernah terpikirkan sedikitpun bagi Emma berpikir untuk menikahi seorang pengusaha seperti Andra.


"Emma Mami rindu dessert buatan kamu, boleh kamu buatkan untuk Mami?" tanya Indira yang sangat menginginkan dessert box Emma.


"baiklah Mami, hari ini Emma akan buatkan dessert untuk Mami. bagaimana kalau sehabis pulang dari sini kita belanja, sekalian Emma akan masak untuk makan malam bersama di rumah Mami." ucap Emma tersenyum lebar.


"baiklah Mami setuju nanti kita buat makan malam bersama, Mami juga akan menghubungi Reina dan Sony agar nanti malam mereka datang." ucap Indira tersenyum penuh kebahagiaan.


sesuai dengan kesepakatan tadi, kini Emma bersama Indira berbelanja bahan untuk membuat dessert dan menu makan malam.


"Mami ingin masak apa malam ini?" tanya Emma yang bingung saat memilih bahan masakan.


"Mami ingin masak sayur lodeh kesukaan Papi, kalau Andra biasanya ayam lada hitam dan untuk Sony udang mayonaise." ucap Indira menjelaskan.

__ADS_1


"baiklah Mami Emma ke area seafood dan daging-dagingan ya, untuk bahan dessertnya sudah Emma persiapkan." ucap Emma dan bergegas berjalan melangkah menuju tempat dimana seafood dan daging berada. sedangkan Indira masih memilih sayur dan aneka buah-buahan.


Emma dan Indira asik berbelanja kebutuhan untuk makan malam mereka, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh kedatangan Yuna yang juga sedang berbelanja di sana dan menghampiri mereka.


"tante Indira, tante sendirian?" tanya Yuna menghampiri Indira.


"Oh ada Yuna disini, enggak! tante tadi dengan Emma, dia masih membeli daging dan seafood, kamu masih di Jakarta Yuna?" tanya Indira tetap tersenyum walau dirinya gugup.


"Emma? jadi Emma sudah sebegitu dekat dengan keluarga Pradipta Wijaya? apa hubungan Andra dan Emma benar-benar serius?" batin Yuna sungguh dibuat penasaran, dia harus mencari tahu semuanya.


"Iya tante, Yuna masih ada urusan di Jakarta. kabar Andra bagaimana tante?" tanya Yuna penuh selidik.


"Andra sebentar lagi mau menikah, maaf tante tidak bisa memaksa Andra. dia sudah punya pilihannya sendiri, terima kasih kamu sudah begitu baik Yuna." ucap Indira Pradipta Wijaya dengan senyuman mengembang sambil mengusap bahu Yuna.


"Iya tante Indira, tidak apa Andra punya pilihan sendiri. semoga selalu bahagia pernikahan mereka. kapan mereka menikah tante?" tanya Yuna dengan senyum dipaksakan, walaupun hatinya tidak rela, tetapi dia harus terlihat bahagia atas pernikahan Andra.


"bulan depan Yuna, nanti undangannya akan segera menyusul. kamu datang ya? bukannya kamu sahabatnya Andra sejak kecil." ucap Indira tersenyum mengingatkan.


Yuna hanya mengangguk dan tersenyum, ada banyak pertanyaan yang dia pikirkan. hatinya masih bergemuruh menahan api cemburu dan amarah. dia bahkan terlalu bahagia saat Indira Pradipta Wijaya meminta kembali memperbaiki hubungannya dengan Andra. namun, kini sebuah tamparan keras bagi Yuna saat mengetahui Indira justru mengenalkan dirinya dengan wanita lain sebagai calon menantu di hadapannya.


"Mami sudah semuanya dibeli?" tanya Emma yang menghampiri Indira dibagian sayur-sayuran.


"Iya Mami semuanya sudah Emma beli." jawab Emma singkat.


"Yuna, tante dengan Emma duluan ya. keburu sore nanti." pamit Indira tersenyum ramah.


"Iya tante Indira, besok kapan-kapan aku mampir ke rumah." ucap Yuna mengangguk tanda menyetujui.


"Iya sayang, salam untuk Papi dan Mami kamu di rumah." ucap Indira bergegas pergi meninggalkan Yuna yang masih berdiri mematung.


setelah berpamitan dengan Yuna. Indira dan Emma bergegas pergi menuju antrian di kasir dimana Vega sudah mengantri dari tadi. selesai membayar semuanya, mereka bergegas kembali ke kediaman rumah keluarga Pradipta Wijaya.


Emma sebenarnya penasaran dengan Yuna, dia ingin menanyakan langsung kepada Mami Indira tapi dia segan. sejak pertama bertemu di lobby hotel di mana acara pernikahan Reina dan Sony membuatnya gelisah, sepertinya ada hubungan lain antara Yuna dan Andra dahulu.


"apa mereka dahulu mempunyai hubungan dekat? apa Yuna adalah mantan dari mas Andra?" batin Emma dalam hati.

__ADS_1


sebuah tepukan mendarat di bahunya menyadarkannya dari lamunan.



"kamu kenapa melamun saja?" tanya Indira kepada kekasih putranya tersebut.


"ehh, gak Mami. Emma hanya kepikiran dengan kedai di Bali." jawab Emma berbohong.


"tenang saja sayang, setelah kalian menikah boleh kok kamu ke Bali, sekalian bulan madu jangan khawatir Andra menempatkan orang untuk mengawasi kedai kamu." ucap Indira mwngulas senyum sambil memegang tangan Emma.


Emma beristirahat sebentar untuk melepaskan penat di tubuhnya. dia menyegarkan dirinya sebelum melangkahkan kakinya turun ke lantai bawah untuk memulai aktivitasnya menyediakan makan malam untuk keluarga Pradipta Wijaya. aroma wangi parfum Andra masih tercium di dalam kamarnya padahal kamarnya sudah lama tidak dia tempati.


Emma mengenakan dress warna soft blue dan menguncir rambut panjangnya agar tidak menggangu waktu memasak makanan. Emma segera bergegas turun dari kamar Andra berjalan menuju dapur untuk membuat dessert terlebih dahulu.


"nona, nona sedang apa di dapur seperti ini?" tanya salah satu pelayan di keluarga Pradipta Wijaya.


"hmm... saya hanya ingin memasak. Mami Indira sudah memberikan izin." jawab Emma dengan suara lembut.


"Baiklah mari saya bantu nona, kebetulan pekerjaan saya sudah selesai semuanya." ucap pelayan lagi memberikan bantuan.


"bantu saya menyiapkan bahan-bahannya ya." ucap Emma sambil menunjuk ke arah tempat penyimpanan bahan makanan.


kini Emma tengah menyiapkan bahan untuk pembuatan creme brulee dessert. dia fokus membuatkan hidangan penutup dengan hati-hati. Emma ingin hidangan penutup ini membuat semua orang bahagia menikmatinya.


selesai membuat menu penutup, kini Emma beralih membuat hidangan makan malam. Vega pun turun tangan, dia turut membantu Emma di dapur.


"harum sekali Emma hingga tercium sampai kamar Mami." ucap Indira memuji calon menantunya.


"Ah Mami bisa saja, coba Mami cicipi dahulu sudah pas atau belum rasanya." jawab Emma sambil menyusun hidangan makan malam tersebut.


"pasti enak Emma, Mami sudah yakin itu. dessertnya sudah kamu buat sayang?" tanya Indira mengingatkan.


"sudah Mami, pokoknya sudah beres semuanya." jawab Emma tersenyum puas.


"wah, pada masak-memasak aku telat datang ya, Mami?" tanya Reina menggoda.

__ADS_1


"pengantin baru tinggal duduk manis saja." ucap Emma seketika terdengar tawa canda mereka bersama.


"Iya benar kata Emma Reina. Mami mengundang kalian untuk makan malam bersama. lain kali kita buat acara bakar-bakar sepertinya asik ya?" ucap Indira selalu ada saja ide untuk menyatukan kebahagiaan keluarganya.


__ADS_2