
"Emma yang bekerja di cafe pelangi?" tanya Sony menyipitkan matanya.
dengan semangat Reina menganggukkan kepalanya.
"Iya mas, mau yang mana lagi. ini bukan mas?" Reina menyerahkan ponselnya kepada Sony untuk menunjukkan foto Emma.
Sony menerimanya dan melihat bahwa di ponsel milik kekasihnya terdapat foto Emma yang tengah berbincang dengan Maminya. Ya tadi saat Emma berbincang dengan calon mertuanya dia sempat memotretnya dengan tujuan ingin memastikan kepada Sony bahwa Emma yang dimaksud benar-benar foto yang ada di ponselnya.
"kalian sudah bertemu?" tanya Sony penasaran.
"Iya mas, kemarin siang aku dan Mami bertemu di kedai kopi depan salon langganan Mami." ucap Reina lagi.
"jika kemarin siang Emma masih bertemu dengan Mami berarti Emma masih berada di Jakarta." batin Sony, dia juga menyelidiki kedai tersebut mencari bukti keberadaan Emma.
"namun, sayangnya kami hanya mengobrol sebentar karena Emma terlihat terburu-buru pergi. tapi yang pasti Emma bersedia untuk menghandle acara pernikahan kita besok." ucap Reina optimis.
"Emma mau pergi kemana?" tanya Sony menyelidiki.
"katanya mau pergi ke luar kota mas, ada kerjaan di sana." ucap Reina menjelaskan.
"Ya sudah kalau Emma bersedia menghandle di acara pernikahan kita nanti, apapun yang membuat kamu bahagia mas akan lakukan." ucap Sony sambil mengusap puncak kepala Reina.
Sony kemudian pamit untuk pergi ke kantor Andra, tapi sebelumnya dia akan ke kedai kopi yang dimaksud oleh Reina. dia akan mengecek kemana lagi Emma setelah keluar dari kedai tersebut.
tidak membutuhkan waktu lama bagi Sony untuk sampai di tempat tujuan, dia segera masuk dan meminta izin untuk melihat rekaman CCTV di parkiran depan. bisa saja dia meretas CCTV itu dari rumahnya, namun dia tidak melakukannya lebih memilih mengunjungi langsung tempatnya. dengan penuh perdebatan akhirnya Sony berhasil bisa melihat rekaman di luar kedai kopi tersebut. nihil, hasilnya tidak memuaskan baginya. Sony yakin CCTV diluar telah di rusak terlebih dahulu untuk menghilangkan jejak Emma. bagaimana mungkin rekaman tersebut tidak ada, dia juga melihat di dalam kedai tidak menampakkan Reina maupun Mami Indira di dalamnya.
"Sial, semua bukti keberadaannya sudah di hilangkan! hanya satu yang bisa melakukan itu semua, aku harus segera menemuinya." batin Sony penuh keyakinan.
Sony segera meluncur ke cafe pelangi dimana Farhan berada setiap hari. jika sekarang dia tidak ada di tempat berarti dia bersama Emma. hanya Farhanlah yang tahu keberadaan Emma.
Farhan tetap bersikukuh mengatakan tidak mengetahui keberadaan Emma saat ini. dia juga menunjukkan bukti bahwa dia juga sedang mencarinya. namun, Sony tetap yakin bahwa Farhan adalah dalang dari kepergian Emma saat ini.
Sedangkan di Bali kini Emma tengah sibuk menyiapkan pembukaan kedai miliknya, dibantu oleh Alex membuat Emma merasa tertolong. dia tidak habis pikir bagaimana jika benar-benar sendirian disini, walau awalnya dia menolak tapi dia juga merasa beruntung.
__ADS_1
"Alex terima kasih atas bantuan ini." ucap Emma tersenyum lega.
"sama-sama nona Fani ini sudah menjadi tugas saya." ucap Alex tersenyum lebar.
Emma segera melanjutkan pekerjaannya, sedikit demi sedikit dia berharap lukanya akan terobati. Emma berharap kehidupannya akan berjalan normal kembali.
"Alex apa mas Farhan baik-baik saja di sana? aku takut jika mas Andra melakukan hal buruk terhadap mas Farhan." tanya Emma khawatir.
"semuanya baik-baik saja nona Fani, semuanya aman terkendali." ucap Alex menyakinkan.
setelah membereskan ruko dan etalase untuk kue-kuenya, Emma ditemani Alex untuk menikmati senja di pinggir pantai. ada rasa rindu terhadap orang tuanya, tapi dia tidak bisa menemuinya. kini Emma harus terpisah jarak yang begitu jauh dari kediamannya. dia juga merindukan sahabatnya, ingin berbagi kisahnya tapi apalah daya yang bisa dia lakukan menunggu sampai situasi aman.
"Alex, akan sampai kapan aku seperti ini?" keluh Emma sambil memandang laut lepas di hadapannya.
"sampai pak Andra tidak mencari nona Fani kembali dan untuk masalah nona, yang sudah terlanjur menerima tawaran dari ibu Indira, saya minta nona Fani tetap berpenampilan seperti ini. bilang saja bahwa anda orang kepercayaan nona Emma, dengan begitu anda akan tetap aman." ucap Alex mengingatkan.
"baiklah Alex aku setuju dengan itu, tapi aku takut jika nanti aku bertemu dengannya. aku rasa mas Andra tidak akan menyerah begitu saja." ucap Emma cemas.
"tenang nona Fani itu nanti saya yang akan mengatur." ucap Alex menerangkan.
Alex hanya mengangguk tanda mengerti, dia tahu mungkin ini berat bagi Emma. tapi dia harus melewatinya jika tidak harus bertemu kembali dengan Andra. Rencana yang sudah di buat oleh Farhan tidak boleh sia-sia belaka.
sesampainya di rumah Emma langsung mandi dan akan membuat makan malam untuk dirinya, dia membuat nasi goreng untuk menemaninya malam ini.
"masak sendiri, dimakan sendirian juga." gumam Emma di meja makan.
selesai dengan makan malam Emma langsung membuat coklat panas untuk dia nikmati untuk bersantai.
"rumah yang nyaman, mas Farhan memilih tempat tinggal. aku tidak menyangka akan merepotinya sampai detik ini, apa aku bisa membalas semua kebaikannya." gumam Emma lagi.
sementara di tempat lain Andra, Sony dan Rayken tengah berkumpul tidak terlupakan ketiga sahabatnya juga ikut berkumpul di kantor Andra, mereka tengah membahas kepergian Emma.
"Andra sepertinya jika kamu sabar menunggu, Emma akan kembali dengan sendirinya. biarkanlah dia menenangkan dirinya dahulu." ucap Sony memberikan saran.
__ADS_1
"maksud kamu apa Sony?" tanya balik Andra.
"Andra kemarin Reina dan Mami bertemu dengan Emma dan dia menerima tawaran dari Mami dan Reina untuk menghandle menu dessert di acara pernikahan aku. itu berarti dia akan kembali dengan sendirinya, setahu aku Emma tidak pernah mengingkari janjinya." ucap Sony berbicara panjang.
"Reina bertemu dimana?" tanya Rocky yang penasaran.
"mereka bertemu di kedai kopi dekat salon, dan aku sudah mengeceknya tapi-" Sony menjeda perkataannya.
"tapi jejaknya sudah dihilangkan, aku rasa Emma dilindungi dan sudah tahu apa masalahnya. kata Reina dia ada pekerjaan diluar kota sekarang." ucap Sony menjelaskan.
"Farhan!" geram Andra tangannya mengepal menahan emosi.
siapa lagi yang berani melindungi orang yang dicari oleh Andra, jika bukan Farhan. Farhan selalu menginginkan untuk Emma menjauh darinya, dirinya yang membuat Emma mengetahui seberapa hina masa lalunya.
"Andra! jangan gegabah." sergah Sony, saat mengetahui adiknya akan pergi.
"benar, Ndra. kita juga harus berhati-hati, kita tidak tahu bagaimana rencana mereka tahan emosi kamu." ucap Rocky membenarkan perkataan Sony.
tangan Andra mengepal kuat hingga kubu-kubu jarinya memutih menahan emosi.
"kita selidiki Farhan terlebih dahulu, aku rasa tidak mungkin jika dia melakukannya sendirian pastinya dia meminta tolong kepada orang lain juga." ucap Rayken akhirnya membuka suaranya sekaligus memberikan sarannya.
"kalau Emma yang menghandle di acara pernikahan Sony berarti dia akan membuat janji bertemu kembali, dan otomatis Reina memiliki nomor ponsel Emma." ucap Galang.
"benar kata Galang, coba kamu hubungi Reina Sony!" ucap Rayken lagi.
Sony akhirnya menghubungi kekasihnya untuk menanyakan nomor ponsel Emma. memang seharusnya Reina mempunyai nomornya untuk berkomunikasi tentang acaranya nanti.
"Halo Reina kamu sedang sibuk?" tanya Sony.
"tidak mas, ada apa?" tanya balik Reina dari seberang telponnya.
__ADS_1
"Reina apa kamu mempunyai nomor ponsel Emma? aku ada kerjaan untuknya tapi nomor ponsel yang dahulu tidak aktif." tanya Sony lagi.
"maaf mas, aku tidak mempunyainya. Tapi Mami mempunyai kartu nama orang yang bersama Emma.