MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
KADO UNTUK EMMA


__ADS_3

"Vega, apa kamu menghubungi mas Andra?" tanya Emma memutar bola matanya.


"maaf nona, Emma." ucap Vega sambil menunduk.


"Ya sudah tidak apa, Sherin aku kesana dahulu, besok jangan lupa kamu belanja kebutuhan kedai ya." ucap Emma mengingatkan Sherin karyawannya.


"siap nona Emma." ucap Sherin tersenyum senang.


"panggil Emma saja, tetap nama saya." ucap Emma tersenyum.


mereka tertawa bersama setelah itu Emma langsung menghampiri Andra.


"maaf mas, menunggu lama." ucap Emma tersenyum manis.


"tidak apa mau makan dahulu atau jalan-jalan." tanya Andra dengan senyuman manisnya.


seketika Emma menoleh ke arah Andra, dia tidak mungkin salah dengar bukan? pendengarannya masih sangat tajam. apakah mas Andra benar-benar telah berubah?


"kenapa? ada yang salah?" tanya Andra membuyarkan lamunan Emma seketika.


"eh tidak mas, hmm... lebih baik kita pulang saja, aku lelah ingin beristirahat, mas." ucap Emma mengalihkan perhatian dari Andra.


"kamu sakit Emma." tanya Andra, dia langsung mengecek keadaan Emma sambil menempelkan punggung tangannya ke dahi Emma.


sesampainya di rumah, Emma langsung masuk ke dalam kamarnya, dia membersihkan dirinya terlebih dahulu. selesai mandi Emma langsung beranjak tidur. namun, lagi dan lagi dia mendapatkan hadiah diatas ranjangnya. Emma membuka kado tersebut.


"gaun yang indah." gumam Emma kagum.

__ADS_1



melihat isi dari kado tersebut ada gaun, sepatu dan tas bermerk. dia tersenyum bahagia, seumur-umur Emma baru kali ini dia mendapatkan hadiah semacam ini.


Emma kembali melihat cincin yang kini melingkar di jari manisnya, ada perasaan bahagia melingkupi hatinya. namun, dia juga merasa takut jika kebahagiaan ini nantinya berubah menjadi sakit hati kembali.


"apa mas Andra benar-benar telah berubah? apa dia tidak main-main tentang hal ini." gumam Emma kembali.


Ceklek!



pintu kamar Emma terbuka menampakkan sosok pria yang kini tersenyum kepadanya. Andra menghampiri Emma di dalam kamarnya.


"mas Andra." ucap Emma terkejut melihat Andra sudah masuk berdiri di dalam kamarnya.


"ada apa? apa yang sedang kamu pikirkan Emma?" tanya Andra mengerutkan keningnya.


"bagaimana kedai kamu, lancar semuanya?" tanya Andra antusias.


"Iya mas, tadi lumayan rame pembelinya, lagi pula aku tadi hanya membuat dessertnya sedikit mungkin besok aku akan membuat stock lebih banyak." jawab Emma menjelaskan.


"bagaimana hadiah itu apa kamu suka?" tanya Andra tersenyum.


"terima kasih mas, aku suka. tapi jangan seperti ini juga, maksud aku jangan terlalu berlebihan membelikan aku barang-barang mahal seperti ini, mas. aku bukan seperti wanita-wanita yang selalu dekat dengan kamu." ucap Emma sambil menunduk, masih ada hati yang terluka dan belum bisa terobati apalagi untuk melupakannya. ingin dengan ikhlas dia menerima takdirnya namun, dia belum mampu. mengingat pengakuan dan bukti-bukti yang sudah ada membuatnya masih sakit hati dan kecewa.


Andra menaikkan alisnya bingung mendengar perkataan Emma, dia terlihat sangat frustasi tidak habis pikir bahwa Emma masih marah dan menyimpan sakit hati yang begitu dalam. semua perlakuan Andra belum mampu untuk mengobati rasa sakit di diri Emma.

__ADS_1


"apa yang harus aku lakukan lagi untuk kamu Emma?" batin Andra dalam hatinya yang begitu frustasi, selama ini dia tidak pernah melakukan hal-hal seperti yang dia lakukan terhadap Emma. Andra hanya memberikan uang begitu saja dan mereka akan menerimanya dengan senang hati.


"Sony aku ingin bertanya sesuatu dari kamu?" ucap Andra sambil mendekatkan ponsel genggamnya di telinganya.


"apa tentang Emma?" tanya Sony dari seberang telponnya, dia sudah menduga bahwa ini ada sangkut pautnya dengan Emma.


"apa yang kamu lakukan untuk meluluhkan hati Reina sehingga dia mau menikah dengan kamu?" tanya Andra dengan suara datar.


terdengar gelak tawa dari Sony, dia tidak habis pikir oleh adiknya ini. sebegitu cintakah Andra terhadap Emma.


"sudah cukup Sony kamu menertawakan, aku meminta pendapat kamu!" ucap Andra menaikkan suaranya.


"maaf, maaf Andra. kamu ini menaklukkan satu wanita saja kesusahan. padahal kamu dahulu mudah menaklukkan wanita-wanita bayaran itu." ucap Sony terkekeh.


"Emma berbeda dari para wanita lainnya, aku sudah melamarnya tapi dia masih saja ragu terhadap aku." ucap Andra cepat.


"aku pernah bilang, Emma itu wanita baik-baik. aku rasa wajar saja jika dia merasa ragu terhadap kamu setelah apa yang dia lakukan dari kamu. bersabarlah dan terus memanjakan dia. buat dia senyaman mungkin berada di dekat kamu. satu lagi jangan sering-sering kamu menoreh luka di hatinya, ingat selalu kontrol emosi kamu jangan sampai kelepasan." ucap Sony menasehati.


"terima kasih Sony." ucap Andra lalu memutuskan sambungan telponnya.


Andra mengakhiri panggilannya terhadap Sony. dia masih memikirkan perkataan Sony barusan. malam harinya Andra meminta kepada Vega untuk menyiapkan makan malam di taman belakang. dia yakin jika Emma belum pernah berkeliling rumah ini. dia akan mengajaknya dinner di taman belakang rumah ini. di belakang rumah ini adalah taman bunga yang sangat luas dan ada juga kebun buah. Andra meminta para pekerjanya untuk menanam berbagai bunga di taman belakang karena dia tahu bahwa Emma menyukai beraneka ragam bunga.


sedangkan untuk taman buah sendiri, memang Andra menyukai buah yang langsung dipetik sendiri, maka dari itu berbagai macam buah ada di taman belakang rumah ini. rumah ini adalah rumah pribadi Andra, jika dia ada pekerjaan di Bali dia akan berada di rumah ini.


Andra menyibukkan dirinya di ruang kerjanya, dia terus memantau pekerjaannya dari jauh. dia belum mau kembali jika Emma tidak ikut kembali.


malam harinya Vega menyiapkan gaun untuk dikenakan Emma. dia menyiapkan gaun berwarna krem dan belt untuk melengkapi penampilan Emma di dinner nanti, tidak ketinggalan Vega juga sudah menyiapkan sepatu flatshoes dengan warna senada.

__ADS_1


"Vega mengapa kamu menyiapkan gaun ini untuk aku, memangnya ada acara apa lagi malam ini?" tanya Emma yang masih bingung dengan baju pilihan asistennya.


"maaf nona Emma, ini permintaan mas Andra untuk mengajak dinner bersama malam ini. maka dari itu saya menyiapkan gaun ini silahkan dipakai nona Emma." ucap Vega tersenyum sambil menyerahkan gaun tersebut untuk dikenakan Emma. Emma menerimanya dan segera memakainya.


__ADS_2