
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, kini Emma dan Andra telah tiba di Jakarta. Rayken selaku tangan kanan Andra sudah menunggu di pintu keluar bandara dengan beberapa pengawal yang dia bawa untuk menjaga Andra dan Emma. setelah ini Andra akan mengajak Emma ke rumah yang telah di persiapkan untuknya tidak lupa Andra juga telah meminta dokter pribadi keluarga Pradipta Wijaya menunggu di rumah barunya untuk memeriksa kandungan Emma.
perjalanan darat dilanjutkan dengan menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam lamanya. Emma tetap semangat untuk menemui keluarganya. Andra sudah mengatakan bahwa kedua orang tua Emma telah tiba di Jakarta. begitu pula Vega asisten pribadi Emma telah menunggu di rumah.
"kamu terlihat bahagia sekali, sayang." ucap Andra sambil mengecup puncak kepala istrinya yang merebahkan kepalanya di dada bidang milik Andra.
"Iya mas, bagaimana aku tidak bahagia jika saat ini aku akan bertemu dengan Mama dan Papa tidak hanya itu Papi dan Mami. aku sudah tidak sabar memberikan kejutan, mereka semua pasti akan bahagia sekali. setelah ini aku juga akan mengunjungi sahabat aku Qonita. aku merindukannya." ucap Emma bahagia terharu, dia akhirnya bisa sampai ke tanah air bersama dengan suami tercintanya.
"No, selama seminggu kamu akan diam di rumah. ingat kamu habis melakukan perjalanan yang cukup jauh kamu sedang hamil." ucap Andra mengingatkan dengan suara baritonnya yang terdengar tegas namun lembut di telinga Emma.
Emma mengambil napasnya pasrah, dia paham akan hal yang dikatakan suaminya. tetapi dia merasa baik-baik saja, tidak merasakan apapun. dia juga sudah merindukan Qonita sahabatnya dan juga Farhan yang sudah dia anggap sebagai kakak. karena berkat bantuan Farhan dia bisa membuka usahanya sendiri dan karena kebaikan Farhan juga dia bisa mengembangkan bakatnya. Emma tidak mungkin melupakan jasa Farhan maupun Qonita yang selalu memberikan dukungan disaat susah dan senang.
"sayang, aku mengatakan hal seperti itu karena aku tidak ingin kamu dan anak aku jatuh sakit, aku tidak akan rela jika terjadi sesuatu pada kalian berdua. kalian berdua adalah hidup aku saat ini, aku harap kamu akan mengerti." ucap Andra meminta pengertian kepada Emma.
"baiklah, mas." ucap Emma dengan lesu, dia sangat amat bersemangat ingin sekali bertemu dengan sahabatnya tetapi keinginannya dipatahkan begitu saja oleh suami tercintanya. dia juga paham akan kekhawatiran suaminya yang begitu mencemaskan kesehatan dan juga kandungannya.
"mas ini rumah siapa?" tanya Emma yang kini tengah bingung mengapa suaminya tidak membawanya kembali ke rumah mertuanya tetapi malah membawanya ke rumah yang asing baginya.
"ini rumah kita, ini hadiah pernikahan untuk istri tercinta aku." bisik Andra dengan senyuman menawannya.
"jadi tidak tinggal di rumah Mami?" tanya Emma yang terlihat masih bingung.
"tidak kita akan hidup mandiri, jika kita rindu Mami kita akan mengunjunginya. rumah Mami tidak begitu jauh dari rumah kita, sayang." ucap Andra tersenyum lebar sambil mengelus puncak rambut kepala Emma.
Andra membantu istrinya turun dari dalam mobil dan menggandeng tangannya untuk segera masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"selamat sore pak Andra dan ibu Emma." sapa Vega yang menyambut kedatangan Emma dan Andra.
"sore juga Vega senang bisa bertemu kembali dengan kamu!" ucap Emma dengan senyumannya sedangkan Andra hanya mengangguk dan menuntun pelan Emma menuju kamarnya.
malam ini keluarga besar akan datang sesuai permintaan Andra. ada waktu sedikit untuk Emma untuk beristirahat dan di periksa oleh dokter pribadi.
"beristirahatlah dahulu sebentar lagi dokter akan datang dan mengecek kandungan kamu." ucap Andra sambil mengecup kening istrinya.
"Iya mas, tapi aku ingin mandi dahulu. lengket semua tubuh ini setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan." ucap Emma bergegas dia segera menuju masuk ke dalam kamar mandi tapi terhalang oleh Andra.
"Ya sudah kamu tunggu dahulu, aku siapkan air hangatnya." ucap Andra tersenyum penuh perhatian.
Emma mengangguk dan tersenyum, dia begitu bersyukur mendapatkan suami yang begitu perhatian. sejak dirinya diketahui hamil, Andra begitu siaga dan sigap terhadap apapun yang dia butuhkan. bahkan ketika dia merasa lapar di tengah malam, Andra dengan sigap memasakkan makanan untuknya. Andra juga tidak pernah lupa membuatkan susu hamil dan selalu mengingatkan untuk meminum vitamin. bahkan jadwal pemeriksaan kandungan Emma Andra sangat tahu, dia yang selalu ingat terlebih dahulu jika akan memeriksa kandungan.
"Haa... mas juga mau mandi? aku mandi sendiri saja. mas pasti mau modus." ucap Emma cemberut sambil mengerucutkan bibirnya.
"modus sama istrinya sendiri tidak apa-apa, kita sudah sah menjadi suami istri." ucap Andra dengan mengedipkan matanya menggoda Emma sambil terkekeh.
"Ihh masih saja mesum, ya sudah ayo mandi. ingat hanya mandi saja aku juga masih lelah." ucap Emma dengan nada suara penuh penekanan.
"Iya aku paham sayang, mana mungkin aku membuat kamu semakin kelelahan kasihan anak aku juga." ucap Andra sambil mengelus perut istrinya dengan sepenuh hati.
selesai mereka mandi bersama Emma merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menunggu suaminya untuk beristirahat juga di sampingnya.
Ceklek!
__ADS_1
Andra terlihat masuk ke dalam kamar bersama dengan seorang dokter, dia mempersilahkan kepada dokter untuk memeriksa kesehatan istrinya dan juga calon bayinya.
"sayang perkenalkan ini dokter Aluna yang akan memantau kondisi kesehatan kamu dan juga anak kita yang ada di kandungan kamu." ucap Andra memperkenalkan dokter pribadi keluarga Pradipta Wijaya ke Istrinya.
"selamat sore dokter Aluna." sapa Emma dengan senyuman manisnya.
"sore juga ibu Emma, bolehkah saya memulai pemeriksaan?" tanya dokter ramah.
"silahkan dokter." ucap Andra mempersilahkan dokter untuk memulai memeriksa istri dan juga anaknya.
tidak membutuhkan waktu lama bagi seorang dokter Aluna untuk memeriksa kondisi Emma dan juga calon bayi di dalam kandungan Emma.
"semuanya sehat tekanan darah ibunya normal, denyut jantung bayi juga normal tidak ada yang perlu di cemaskan. banyak makan makanan bergizi, minum vitamin dan juga susu ibu hamil jangan sampai ketinggalan. semoga sehat selalu lancar sampai persalinan nanti." ucap dokter Aluna menjelaskan dengan terperinci.
"Amin, terima kasih dokter Aluna." ucap Emma tersenyum bahagia.
"sama-sama ibu Emma ini sudah menjadi tugas saya sebagai seorang dokter." jawab dokter Aluna mengangguk sambil tersenyum.
"terima kasih dokter, bulan depan akan saya bawa istri saya kontrol ke rumah sakit." ucap Andra dengan wajah bahagia.
"iya pak Andra, saya akan senang menunggu kedatangan pak Andra beserta ibu Emma ke rumah sakit, kalau begitu saya pamit, permisi." ucap dokter Aluna lalu melangkah pergi keluar dari kamar Emma di temani oleh Vega asisten pribadi Emma.
sepeninggal dokter Aluna, Andra merebahkan tubuhnya di samping istrinya. dia juga ingin beristirahat sejenak sore ini.
__ADS_1