MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
MAKAN MALAM KELUARGA PRADIPTA WIJAYA


__ADS_3

Andra panik saat mengetahui bahwa Emma meninggalkan apartemennya dengan membawa baju-bajunya. dia mencoba menghubungi anak buahnya yang bertugas memantau segala aktivitas Emma tetapi tidak ada jawaban.


"sial kemana Emma pergi, aku harus segera kembali dan mencegah Emma pergi. aku akan membuat perhitungan dengan kamu Farhan." geram Andra sambil tangannya terkepal karena menahan amarah yang membuncah di dadanya.


selesai rapat Andra bergegas meminta Rayken untuk menyiapkan pesawatnya sekarang juga.


"Andra kita bisa terbang nanti jam 5 sore." laporan Rayken saat ini.


"tante Indira meminta kamu untuk pulang kakak kamu Sony juga akan kembali dengan kekasihnya. kamu tidak mau mengikuti acaranya?" tanya Rayken lagi, kerena dia hanya melihat Andra berdiam diri.


"aku tidak tertarik biarkan Sony yang mewakili aku, aku sudah menghubunginya tadi. aku akan mencari Emma." ucap Andra sambil memainkan ponsel genggamnya.


Rayken tersenyum dan memberikan sebuah kabar yang membuat Andra terkejut.


"datanglah ke villa di puncak, kamu akan menemukan Emma di sana." kata Rayken sambil menepuk pundak Andra.


"kapan serius, Ray?" tanya Andra menatap ke arah Rayken mencari jawaban di sana.


"sejak kapan aku berbohong kepada kamu, maafkan aku telah lancang mencari tahu keberadaan Emma dan menyadap ponsel Emma tanpa kamu perintah. aku tahu masalah kamu ada pada Emma." ucap Rayken lagi.


"kamu memang sahabat aku yang paling baik, tidak salah aku memilih kamu untuk menjadi orang kepercayaan aku." ucap Andra dengan sorot mata berbinar senang.


tepat pukul 5 sore Andra dan Rayken terbang menggunakan pesawat pribadinya. penerbangan yang memakan waktu cukup lama bagi Andra. dia tidak sabar untuk segera mendarat di Indonesia dan segera menghampiri Emma.


sementara di tempat lain seorang gadis belia baru saja sampai ke tempat tujuannya, dia menyewa sebuah villa yang berada di tengah kebun teh. dia ingin menikmati dan menenangkan dirinya sementara waktu. dia ingin menghapus rasa yang dia miliki terhadap Yosandra Regan Pradipta Wijaya.


"aku harus bisa menghapus rasa ini. aku tidak boleh mencintainya, aku harus mewujudkan semua cita-cita aku. demi kebahagiaan orang tua aku dan adik-adik aku." gumam Emma sambil membuang napasnya.


Emma menikmati malam hari dengan melihat bulan dan bintang yang bersinar terang malam ini.


"udaranya makin malam makin dingin. lebih baik aku istirahat, besok pagi jalan-jalan pasti menyenangkan." batin Emma dalam hati.

__ADS_1


Emma memang sengaja tidak mengaktifkan ponselnya, karena dia benar-benar ingin menikmati waktunya untuk sejenak tidak ingin di ganggu oleh siapapun.


sementara dikediaman keluarga Pradipta Wijaya malam hari ini mengadakan sebuah pesta kecil, terlihat Sony dengan kekasihnya menghadiri acara makan malam yang dibuat oleh Maminya, tapi sayangnya Andra tidak menghadiri acara tersebut. dia memilih tetap tinggal di Paris untuk menyelesaikan pekerjaannya.


"Sony apa kabar?" sapa Yuna yang ikut menghadiri undangan acara tersebut.


"kabar baik Yuna, kamu bagaimana?" tanya balik Sony.


"kabar aku baik, lebih baik dari sebelumnya." jawab Yuna dengan senyumnya.


"perkenalkan ini Reina, tunangan aku." kata Sony sambil mengenalkan kekasihnya pada Yuna, teman masa kecilnya.


Yuna menjabat tangan Reina dan mengulas senyumnya sesaat.


tidak hanya Yuna saja yang menghadiri acara makan malam tersebut, tetapi keluarga besar Yuna juga turut hadir.


"tante Andra kemana? apa Andra tidak akan datang?" tanya Yuna menghampiri Indira.


"aku berharap Andra hadir tante." keluh Yuna saat ini.


"berdoalah Yuna, tapi aku sudah menghubungi Rayken tentang acara keluarga ini." balas Indira dengan senyum lembutnya.


"acara makan malam pun dimulai, tapi tidak ada tanda-tanda akan hadirnya Andra di acara tersebut.


"Andra tidak hadir, gagal sudah rencana aku." batin Yuna saat acara makan malam tersebut.


makan malam ini tidak ada yang spesial hanya murni makan malam biasa dan merayakan hari ulang tahun pak Yoga Pradipta Wijaya dengan sederhana.


setelah makan malam usai, obrolan pun berlanjut antara para orang tua. sedangkan Yuna hanya melihat dan mendengarkan tanpa minat. rencana yang sudah dia buat berantakan saat mengetahui pujaan hatinya tidak hadir dalam acara tersebut.


Yuna memilih keluar dari ruangan itu dan memilih duduk di taman depan sendirian.

__ADS_1


"tahu begini, aku tidak akan ikut serta datang ke sini. lebih baik aku menyusul Andra ke Paris dan menjalankan misi aku di sana." gerutu Yuna yang tanpa sadar ada orang yang menghampirinya.


"apa kamu mencintainya?" tanya Sony yang sudah ada di hadapannya saat ini.


"itu bukan urusan kamu!" jawab Yuna dengan wajah cemberut.


"aku hanya memastikan saja." ucap Sony memutar bola matanya.


Yuna terdiam tidak menjawab ataupun melihat ke arah Sony.


"hapus rasa itu karena kamu tidak akan pernah bisa bersanding dengan Andra. dan jangan mencoba mengganggu atau mengusiknya jika kamu dan keluarga kamu ingin tetap berada di zona nyaman. aku tahu apa yang ingin kamu lakukan!" ucap Sony dengan senyuman sinis.


"hmm... jangan sok tahu dan jangan pernah menghalangi aku!" ucap Yuna lalu pergi meninggalkan Sony yang masih memandanginya.


"aku pastikan kamu tidak akan pernah mencapai keinginan kamu itu, Yuna." gumam Sony dengan senang tipis.


setelah acara selesai Indira mencoba menghubungi anaknya kembali tapi lagi dan lagi ponsel Andra tidak dapat di hubungi.


"astaga, kemana anak itu, Rayken juga tidak dapat di hubungi." gumam Indira kesal.


"ada apa sayang, kamu terlihat kesal seperti itu. apa ada hubungannya tentang anak kita yang tidak ikut hadir di acara ini? biarkanlah dia menyelesaikan pekerjaannya di sana, jangan mengganggunya." tanya Yoga Pradipta Wijaya yang sudah berdiri di sampingnya.


"aku hanya ingin tahu dimana dia sekarang, bahkan nomor ponselnya saja tidak aktif." jawab Indira dengan suara lembut.


"biarkanlah sayang Andra sudah dewasa dia juga mempunyai pekerjaan yang padat, tentunya dia akan sibuk sayang, sudahlah." ucap Yoga Pradipta Wijaya menenangkan istrinya.


"betul Mami, Andra sedang mengurus pekerjaannya. tahu sendiri jika Andra ada perjalanan bisnis dia tidak akan kembali sebelum pekerjaannya selesai bukan? dia tidak suka jika harus bolak-balik ke luar negeri." ucap Sony ikut angkat bicara dengan orang tuanya.


"tapi kasihan Yuna, dia sudah berharap bisa bertemu dengan Andra." ucap Indira sambil memperhatikan Yuna yang sedang duduk sendirian di taman depan.


terlihat Yoga Pradipta Wijaya menghela napas panjangnya, dia mulai paham dan tahu sekarang apa yang tengah istrinya ini sedang rencanakan. dia tidak mungkin menyetujui rencana istrinya ini, karena bagaimanapun bisnis tetaplah bisnis.

__ADS_1


__ADS_2