MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
SALAH TINGKAH


__ADS_3

Selesai membeli kebutuhan untuk pernikahannya, kini Emma dan Vega kembali ke apartemen Andra. Andra yang tidak bisa menjemput, membuat Emma harus kembali bersama kedua anak buah Andra.


"Vega setelah ini kamu beristirahatlah, aku juga ingin beristirahat." ucap Emma meminta dengan pengertian.


"apa nona Emma, besok nona Emma ingin pergi lagi atau di apartemen saja?" tanya Vega tiba-tiba.


"sepertinya aku hanya ingin beristirahat di apartemen saja, kita mampir dahulu ke minimarket dekat apartemen sini." ucap Emma lagi.


Emma teringat bahwa tadi pagi bahan makanan di dalam kulkas masih kosong. dia juga yakin Andra belum membelinya karena masih sibuk bekerja.


"kalian tunggu saja disini, biar aku dan Vega saja yang berbelanja." ucap Emma kepada kedua anak buah Andra.


Emma dan Vega masuk ke dalam minimarket dan berbelanja bahan-bahan makanan, mulai dari buah, sayuran, seafood hingga daging-dagingan. tidak ketinggalan Emma menyuruh Vega untuk berbelanja juga.


"kamu ambillah sekalian yang kamu inginkan, biar nanti sekalian aku yang membayar. anggap saja ini traktiran dari aku karena kamu sudah menemani aku seharian." ucap Emma menawarkan dengan ramah.


"itu memang tugas dan kewajiban saya sebagai asisten pribadi nona Emma." jawab Vega tersenyum.


"terima kasih Vega kamu selalu membantu aku." ucap Emma tersenyum senang.


setelah membayar semua belanjaannya Emma dan Vega kembali ke apartemen. barang-barang belanjaan juga sudah dibawa oleh kedua anak buah Andra untuk di letakkan di atas meja makan. tidak lupa Emma membelikan buah dan camilan untuk kedua anak buah Andra.


setelah kepergian Vega dan anak buah Andra, Emma langsung masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan badannya setelah seharian berkeliling dengan calon mertua dan berbelanja kebutuhan pokok sehingga membuat tubuh Emma letih. padahal dahulu dia selalu melakukan berbagai macam aktivitas yang menguras energi tapi tidak merasa begitu letih seperti ini.


aroma wangi masakan menggiurkan indera penciuman Emma. dia segera membuka matanya dan melihat jam di atas nakas samping tempat tidurnya.


"hah! sudah jam 8 malam." gumam Emma yang kaget melihat jam tersebut.


Ya, sehabis membersihkan badannya Emma merebahkan dirinya untuk beristirahat sejenak. setelah itu dia ingin menata semua belanjaannya yang masih dia biarkan diatas meja makan. tapi ternyata dia ketiduran hingga malam tiba. segera Emma bangkit berdiri dari tempat tidurnya, dia segera berlari menuruni anak tangga menuju lantai bawah dimana indera penciumannya mencium aroma bau harum masakan yang menggugah selera makannya.


"mas Andra." pekik Emma kaget melihat Andra yang masih mengenakan kemeja kerjanya dan memakai celemek untuk memasak sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"ketampanannya tidak luntur jika menggunakan celemek seperti itu." batin Emma dengan masih tersenyum.


"sudah bangun putri tidur?" tanya Andra tanpa memandang ke arah Emma karena dia masih sibuk mengolah masakannya.


"maaf mas, aku tertidur hingga malam." ucap Emma dengan memberikan senyumannya.


"tidak apa-apa sebentar lagi masakan aku juga sudah selesai, kamu tunggu saja di meja makan." perintah Andra lagi.


Emma berjalan melangkah pergi meninggalkan Andra sendirian di dapur, dia menuju ke meja makan dan duduk manis menunggu hidangan yang Andra buat selesai. tidak membutuhkan waktu lama bagi Andra untuk menyelesaikan masakannya.


"silahkan tuan putri di makan hidangan makan malamnya." ucap Andra sambil meletakkan sepiring spaghetti bolognese buatannya.


"hmm... sepertinya lezat sekali." gumam Emma melirik menatap Andra dengan senyuman.


"siapa dahulu yang memasak." ucap Andra tersenyum lebar.


"kenapa, mas tidak mengelola restoran bintang terang saja." tanya Emma sambil menikmati spaghetti bolognese buatan Andra.


"ada kamu kenapa harus aku? lagi pula kamu hanya mengolahnya dan memberi resep saja, biar koki yang mengelola sesuai arahan kamu." ucap Andra menjelaskan secara detail.


Andra meletakkan sendok makannya dan meletakkannya di atas piring yang berisi spaghetti bolognese buatannya, dia membuang napas panjangnya.


"iya, mana mungkin aku membiarkan istri aku bekerja keras, sedangkan aku sendiri sudah bekerja keras setiap hari. untuk apa dia harus bekerja juga! kamu hanya bertugas menemani aku kemanapun aku pergi!" ungkap Andra sambil terus memandangi, Emma.


Emma yang mendengar perkataan Andra barusan tersipu malu. bahkan dalam bayangannya saja dia tidak pernah bermimpi untuk menikah dengan seorang Andra yang memiliki paras tampan, seorang pebisnis muda yang handal dan terpandang. dia mengharapkan hanya merubah nasibnya dengan membuka usaha dan membahagiakan kedua orang tuanya.


"tapi aku sudah terbiasa bekerja keras setiap hari." ucap Emma dengan tatapan sendu ke arah Andra.


"kamu juga akan bekerja keras setiap hari setelah kita menikah, jadi apa gunanya kamu masih belajar di luar rumah tanpa aku." ucap Andra menjelaskan panjang lebar.


Uhukk.... Uhukk ... Uhukkk..

__ADS_1


Emma tersedak minumannya saat Andra berkata seperti tadi. Emma memelototkan matanya kepada Andra.


"aku sudah selesai makan aku ingin tidur kembali." ucap Emma ketus sambil beranjak pergi dari meja makan.


tawa Andra pecah melihat wajah Emma yang cemberut dan salah tingkah, Andra pun segera mengejar Emma.


Andra memeluk Emma dari belakang menghentikan langkahnya untuk masuk ke dalam kamar.


"kenapa sayang, kamu semakin lucu saat cemberut dan salah tingkah seperti ini." ucap Andra lirih di telinga Emma.


"apa-apaan sih mas, aku mau istirahat. lepaskan aku!" pekik Emma sambil menahan rasa malunya.


Andra bukannya melepaskan pelukannya justru semakin mengeratkan pelukannya, dia benar-benar menikmati momen kebersamaannya dengan kekasih pujaan hatinya yang sebentar lagi menjadi istri sahnya saat ini.


"Mas!" pekik Emma dengan suara tinggi.


"sssttt! jangan berisik, nikmatilah momen seperti saat ini." ucap Andra terus menggoda sambil mengecup dan menghirup wangi rambut panjang milik Emma.


"sudah sana mas mandi, nanti keburu malam setelah itu mas istirahatlah." ucap Emma tegas sambil melayangkan cubitan kecil di perut Andra.


"iya bawel, sekarang calon istri aku sudah mulai bawel seperti ini." ucap Andra sambil mencubit gemas hidung mancung kepunyaan Emma.


"sudahlah aku akan diam saja!" gerutu Emma dan mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Andra.


"Iya, iya... aku mandi kamu istirahat sana? selamat malam calon istri aku." jawab Andra gemas lalu mencium dahi Emma.


hati siapa yang tidak berbunga-bunga mendapatkan perhatian dan keromantisan seperti ini. Emma masih tersipu malu akan perilaku yang Andra berikan. berbeda dari apa yang dahulu dia terima dari perlakuan Andra. Andra yang sekarang jauh lebih romantis dan penuh kasih sayang.


"semoga kamu akan selalu seperti ini mas. buat hati ini selalu aman dan nyaman berada di dekat kamu. semoga ini adalah pilihan yang tepat untuk aku ke depannya." gumam Emma lirih di dalam kamarnya, dia memandangi cincin manis yang melingkar di jarinya, senyum Emma mengembang di bibir manisnya.


"Emma kamu akan selalu berada di dekat aku, tidak akan ada yang bisa merebut kamu dari aku dan sebentar lagi kita akan menikah!" batin Andra saat memperhatikan Emma yang berjalan masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Andra tersenyum bahagia bisa melihat pujaan hatinya bahagia. apapun yang akan membuat pujaan hatinya bahagia dia akan kabulkan kecuali perpisahan.


"Farhan, lihatlah sekarang Emma juga bahagia bersama aku. Emma yang memilih aku untuk menjadi pendampingnya." ucap Andra sambil berjalan melangkah pergi menuju masuk ke kamarnya dan segera membersihkan tubuhnya.


__ADS_2