MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
KAPAN MENIKAH ?


__ADS_3

"mengapa terlihat aneh sekali dia, memangnya apa ini? perasaan aku tidak pernah memintanya mencari hal-hal yang tidak penting. apa ini berkas tentang Emma?" gumam Andra sambil membuka amplop coklat yang diberikan Sony.


seketika mata Andra terbelalak lebar, saat dia melihat apa isi dari dalam amplop coklat tersebut.


"terima kasih Sony, kamu selalu tahu apa yang membuat aku bahagia. informasi ini sangat berguna untuk aku tanpa aku menyuruh, kamu sudah mengetahui apa yang aku inginkan." batin Andra sambil tersenyum membaca informasi yang diberikan Sony.


Tok! tok! tok!


"maaf pak, sudah di tunggu oleh nyonya di meja makan." ucap salah satu pekerja di rumah tersebut.


"hmm.. sejak kapan Mami ada di rumah sudah pulang dari Jepang, kenapa Sony tidak memberitahu aku kalau Mami akan pulang secepat ini, bukankah perjalanan bisnis Papi masih lama di luar negeri." batin Andra penuh tanda tanya.


setelah selesai membersihkan badannya Andra bersiap-siap untuk segera turun menemui wanita cantik yang melahirkannya, terlihat disudut bibir Maminya senyum yang mengembang saat dia menghampirinya.


Ya, orang tua Andra sering melakukan perjalanan untuk mengurus bisnisnya ke luar negeri hingga berbulan-bulan, bahkan hanya pulang sesekali saja itupun tidaklah lama paling lama hanya 2 minggu saja. makanya Andra terbiasa hidup mandiri untung ada Sony jadi dia tidak merasa kesepian di rumah besarnya karena Andra lebih sering tidur di rumah daripada di apartemennya.


"pagi Mami." sapa Andra sambil mencium kedua pipi Maminya.


"pagi kesayangan Mami, Ayo sarapan Mami sudah buatkan menu kesukaan kamu sayang. Mami rindu dengan anak nakal Mami kenapa tidak pernah menghubungi Mami?" tanya Mami sambil mengambil piring dan menyendokkan makanan di atasnya.


"maaf Mami, aku sedang sibuk sekali hampir setiap hari aku selalu lembur dengan Sony. kalau Mami tidak percaya tanyakan saja pada Sony." jawab Andra sambil menikmati hidangan sarapan buatan Maminya.


"selamat pagi Mami, pagi Ndra, Papi mana Mi? tanya Sony sambil mencium kedua pipi Indira.


"Papi kamu juga sebentar lagi turun sayang, kedua anak Mami semakin dewasa kapan kalian akan segera menikah?" tanya Mami yang tiba-tiba membuat Andra terkejut.


Uhukkk! uhukk! uhuk!


Andra seketika langsung terbatuk karena sedang asik meminum kopi, karena pertanyaan Maminya membuat dia kaget.

__ADS_1


"Mami aku rasa Sony saja yang segera Mami suruh menikah karena dia lebih tua dari aku." ucap Andra tegas yang masih malas membahas soal pernikahan yang dia rasa masih mustahil.


"kamu seharusnya segera menikah Andra, agar Papi kamu segera rehat dari dunia bisnis. Papi dan Mami sudah tua ingin menikmati masa tua di rumah dengan kehadiran cucu yang banyak agar rumah ini ramai, itu berlaku juga untuk kamu Sony." ucap Yoga, tatapannya langsung mengarah ke Sony yang sedang tersenyum dan seketika Sony langsung mendelik tidak percaya pada ucapan Papi angkatnya tersebut.


setelah mereka selesai sarapan bersama. Andra langsung pergi ke kantor. seperti biasa ketika masuk loby semua karyawan langsung mengucapkan salam yang hanya diangguki oleh Andra sebagai jawaban.


"Laura masuk ke ruangan aku." perintah Andra kepada sekretarisnya.


Laura mengikuti Andra dari belakang, sesampainya di ruangan dia menerangkan agenda hari ini yang harus di kerjakan, setelahnya Laura menyerahkan berkas yang harus dia tandatangani.


"entah mengapa mood aku hari ini hilang setelah sarapan dan membahas tentang pernikahan, di ruangan meeting pun aku tidak fokus mendengarkan presentasi. untung saja ada Sony yang dapat aku andalkan jadi tidak membuat aku pusing." batin Andra dalam hatinya.


"kamu kenapa lagi, Andra?" tanya Sony khawatir.


"aku lagi tidak mood aku mau ke cafe saja." ucap Andra bangkit berdiri dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan Sony sendirian.


"aku ingin Emma yang melayani aku." ucap Andra pada pelayan yang menghampirinya.


"maaf pak, Emma sedang pergi dengan pak Farhan hari ini." ucap pelayan cafe.


Deg!


"apa Emma sedang pergi dengan Farhan! kemana mereka pergi? dan mengapa harus bersama Emma?" gumam Andra yang langsung bangkit berdiri membalikkan tubuhnya dan langsung berjalan pergi meninggalkan cafe.


"Arghhhh...." teriak Andra di dalam mobil dan memukul setir berulang kali. hatinya bergemuruh entah rasa sakit apa yang dia rasakan.


Andra melajukan mobilnya segera meninggalkan parkiran cafe, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemennya. setelah sampai di apartemen, Andra mengambil rokok serta mengambil koleksi minuman di pantry. dia langsung menegak minuman itu dengan kasar.


Dret! Dret!!

__ADS_1


ponsel Andra bergetar, segera dia mengangkatnya tertera di layar ponsel nama Rocky yang menghubunginya.


"Halo, ada apa kamu menghubungi aku?" tanya Andra yang tangan kanannya masih memegang gelas minumannya.


"kamu dimana? mari kita ke club di sana ada Galang, dan Denny juga di sini. kamu sudah lama tidak mengunjungi sahabat kamu ini." ucap Rocky dari seberang sana.


"baiklah aku akan kesana." ucap Andra sambil mengakhiri panggilan telponnya.


"Hai Andra kemana saja kamu sudah tidak pernah terlihat, apa ada simpanan di apartemen kamu hingga tidak pernah sekalipun kamu terlihat di club ini?" sapa Rocky dengan senyuman lebar.


"mungkin ada penghangat di apartemen yang menghangatkan sepanjang hari." ucap Galang tertawa terbahak.


"aku sibuk bekerja, sehingga tidak ada waktu untuk hal-hal yang tidak berguna." jawab Andra singkat.


"kamu biasanya hampir setiap malam selalu kumpul bersama kami, tapi kenapa sekarang hampir tidak pernah. apa pekerjaan kamu yang semakin sibuk menjadi alasan hingga melupakan kami." ucap Rocky penasaran.


"apa kamu punya banyak masalah? ceritakan kepada kami mungkin ada yang bisa kami bantu?" ucap Denny menawarkan bantuan.


Ya, mereka semua bertiga sahabat Andra yang selalu kompak, siapa yang tidak mengenal mereka semua. saat Andra mendapatkan masalah bahkan dia sempat frustasi memikirkan Mita mantan kekasihnya yang ternyata hanya memanfaatkan kekayaannya yang dipakai hanya untuk bersenang-senang dan ingin menjatuhkan perusahaan keluarganya oleh perintah Xander pimpinan XA Crop musuh dari perusahaan milik keluarga Andra.


walaupun balas dendam Andra belum berhasil kepada Xander tapi setidaknya perusahaannya yang ada di Dubai sudah jatuh ke tangan Andra berkat bantuan ketiga sahabatnya tersebut.


"Hmm.. rupanya kamu di sini, setelah kamu aku cari di cafe pelangi tidak ada." ucap Sony yang datang menyusul.


"sepertinya saudara kamu ini sedang frustasi Sony, lihatlah dia menghabiskan minuman 2 botol sekaligus." ucap Rocky yang masih terus berdiri di samping Andra.


"entahlah, aku dari tadi di kantor menyelesaikan pekerjaan dan dia berkata ingin ke cafe tempat untuk makan siangnya. aku mencarinya kesana tapi tidak ada, ternyata dia di sini." ucap Sony sambil memainkan ponsel genggamnya.


"baiklah aku pergi sebentar, kalau perlu bantuan hubungi aku." pamit Rocky sambil berjalan pergi meninggalkan ruangan tempat kumpul mereka.

__ADS_1


__ADS_2