MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
CURAHAN HATI EMMA


__ADS_3

Seperti janjinya sebelumnya, kini Emma tengah membuat makan malam untuk Andra. dia membuat berbagai menu hidangan makan malam dari menu pembuka hingga dessert. tidak lupa Emma juga membuat minuman yang segar untuk dinikmati. sudah hampir 2 jam lamanya Emma berada di dapur, akhirnya semua hidangan tersaji di atas meja makan. segera dia menyegarkan dirinya untuk menyambut Andra, calon suaminya.


hati dan pikiran Emma semakin hari semakin nyaman berada di samping Andra, perilaku yang dahulunya terlihat arogan dimatanya kini, Andra sudah berubah menjadi pria yang begitu lembut menjadi perhatian. kasih sayang dia curahkan hampir setiap hari membuat hati Emma berbunga-bunga, kebahagiaan kini meliputi hati dan pikirannya. seperti kata pepatah akan ada pelangi setelah ada badai.


Ya, pelangi itu telah muncul dan membuat kebahagiaan di diri Emma. Emma menunggu kepulangan Andra, dia sudah mengiriminya pesan bahwa dia akan pulang pukul 7 malam. Emma menunggu sambil melihat tayangan televisi, hidupnya berubah drastis saat mengenal Andra dan akan menjadi istrinya. kemewahan dan segala fasilitas yang Andra berikan membuatnya bersyukur. walau pernah ada gosip miring tentang Andra tapi dalam waktu singkat gosip itu telah hilang dengan sendirinya. Emma tahu bahwa yang menghilang semua berita buruk tentangnya adalah Andra sendiri. apapun yang Andra kehendaki semuanya akan terjadi.


Emma tidak menanyakan hal tersebut, takut jika dia menanyakan Andra akan khilaf lagi. dia selalu berusaha tidak menghiraukan berita-berita tentang Andra.


Ceklek!


pintu apartemen terbuka, menampakkan Yosandra Regan Pradipta Wijaya dengan senyum yang menawan. Emma menyambutnya dengan senyum semanis mungkin.


"mas, ingin langsung makan atau mandi dahulu?" tanya Emma yang kini sudah membawa tas kerja milik Andra.


Andra duduk di sofa sambil melihat film yang ditonton Emma.


"masih saja suka menonton film kartun?" tanya Andra terkekeh.


"film kartun itu lucu mas, bisa membuat kita tertawa dan bahagia." ucap Emma ikut tertawa.


"itu film untuk anak kita nanti." ucap Andra menggoda dengan senyum jahilnya.


Emma langsung mendaratkan cubitan di perut Andra.


"gak cuma anak kecil saja, sekali-kali mas juga harus menonton film kartun." gerutu Emma kesal.


"besok akan aku temani anak-anak yang menonton film kartun, sayang. aku akan menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab." ucap Andra tersenyum lebar.


"Iya iya aku percaya, asal sifatnya jangan seperti mas, nanti. sudah sekarang mas mau makan atau mau mandi dahulu, nanti keburu dingin makanannya?" tanya Emma terus membujuk Andra.


"makan dahulu sayang, aku lapar sekali?" ucap Andra sambil menepuk perutnya.


"Ya sudah ayo mas, aku sudah buatkan makan malam untuk kamu, mas." ucap Emma memberitahukan dengan hati senang.


tanpa aba-aba Andra langsung menggendong Emma ala bridal style menuju ruang makan. Emma yang kaget langsung berteriak.

__ADS_1


"Aaaaaa, mas Andra!" pekik Emma terkejut sambil meronta berusaha turun dari gendongan Andra.


"biar cepat sampai sayang." ucap Andra singkat sambil terkekeh.


"mas jangan begitu, bisa jantungan aku." protes Emma dengan wajah cemberut.


"itu tidak mungkin sayang." ucap Andra dan mendudukkan Emma di tempat duduknya, lalu Andra duduk di samping Emma.


"ini mas, makan dahulu yang ini. aku rasa mas sudah tahu makanan ini." ucap Emma sambil menyerahkan menu appetizer.


"hmm... chawanmushi." jawab Andra sambil menyendokkan makanan itu ke dalam mulutnya. Emma juga melakukan hal yang sama hingga makanan itu habis.


Kini Emma dan Andra beralih pada soup buatan Emma.


"ini cream of apple soup, dan ini grill chicken with mushed potatoes and sautee vegetable, minumannya aku buat pear lemon infused water biar segar." ucap Emma menjelaskan menu hidangan makan malam yang tersaji di atas meja makan.


"hmm... setelah ini aku harus rajin berolahraga agar lemak-lemak tidak membuat aku gemuk. aku bisa habiskan semua makanan ini, masakan kamu memang nomor satu, sayang." ucap Andra memuji sambil tersenyum jahil kepada Emma.


"Ya sudah, aku besok tidak usah memasak lagi. bukan urusan aku juga." ucap Emma sambil menikmati makan malamnya.


"terus kamu mau membuat aku kelaparan? aku becanda Emma." ucap Andra tertawa sambil mengelus pipi Emma dan tersenyum hangat.


"memangnya mas mau?" tanya Emma balik.


"jelas mau dong, siapa sih yang tidak mau masakan buatan kamu." jawab Andra tersenyum senang.


"baiklah tapi sekarang cepat habiskan makanannya, setelah ini masih ada satu menu dessert yang harus dihabiskan." perintah Emma kepada Andra.


"siap nyonya Andra." ucap Andra dengan suara baritonnya.


Emma tersipu malu, akan kata-kata Andra barusan. ucapan itu membuat jantungnya berdebar. usai menu makan malam selesai, kini Emma membereskan meja makan dan segera mengeluarkan dessert yang dia buat tadi.


"ini mas, chocholate pudding with vla vanila menu dessert kita malam ini." Emma menghidangkan dessert tersebut di hadapan Andra. Andra tersenyum dan menerima hidangan penutupnya.


walau Andra kurang suka makanan manis, tapi dia tetap menerima dan memakan dessertnya yang sudah dibuat oleh calon istrinya. dia harus bisa menghargai masakan calon istrinya.

__ADS_1


"pantas saja kedai kamu di Bali maju sangat pesat, hidangan yang kamu buat sungguh sangat nikmat, sayang. pantas Papi mempercayai kamu untuk mengelola restoran satu-satunya milik Papi. restoran yang dia rintis dari nol." ucap Andra yang lagi dan lagi memuji Emma sambil tersenyum.


"hahahaha.. mas serius?" tawa Emma seketika pecah mendengar penuturan Andra.


Andra menganggukkan kepalanya sambil menikmati dessert buatan Emma.


"mas, aku merasa tidak bisa menerimanya kalau begitu. itu restoran besar yang sudah terkenal, dan itu usaha Papi yang pertama. aku takut mengecewakan Papi." ucap Emma mendadak berpikir keras mengeryitkan keningnya.


"hei Emma sayang, no? kamu harus bisa membuktikan kepada Papi bahwa kamu sanggup, aku yakin kamu bisa. ingat Papi memberikan kamu 1 tahun untuk fokus kedai milik kamu yang berada di Bali. setelah itu kamu harus menerima tawaran Papi." ucap Andra panjang lebar.


"tapi..."


"ada aku disamping kamu, aku yakin kamu bisa dan mampu, sayang. aku akan selalu mendukung kamu dan membantu kamu, percayalah!" ucap Andra memotong perkataan Emma, dia terus menggenggam tangan Emma, menyalurkan ketenangan bagi Emma.


"sekarang jangan pikirkan itu dahulu, fokus pada pernikahan kita yang sebentar lagi. aku tidak mau kamu terbebani saat pernikahan kita, masih lama waktunya sayang?" sambung Andra lagi, dia juga yakin kalau Emma mampu mengelola restoran itu menjadi lebih maju dan lebih besar lagi.


Emma adalah orang yang pekerja keras, jadi tidak masalah jika nantinya dia mengelola restoran tersebut. Andra percaya akan kemampuan Emma.


"Iya mas, tidak terasa sudah memasuki dua minggu lagi kita akan segera menikah." ucap Emma sambil membuang napas panjangnya.


selesai menikmati makan malam bersama, Emma memilih bersantai di balkon samping dapur sambil menikmati gemerlap bintang-bintang dan cahaya bulan yang menyinari malam hari ini. Andra yang telah selesai mandi berencana menemui Emma di kamarnya tapi saat membuka pintu kamar itu kosong, tidak ada orang di dalamnya. Andra mencari Emma di setiap ruangan dan ternyata dia menemukan pujaan hatinya tengah duduk sendirian memandangi gelapnya langit malam.


"kamu sedang apa Emma?" tanya Andra yang menghampiri Emma dan menjatuhkan bokongnya duduk di samping kursi Emma.


"hanya melihat bulan dan bintang mas." jawab Emma singkat.


"Kamu tidak bisa berbohong sayang, ada yang kamu pikirkan? kamu bisa menceritakannya kepada aku." tanya Andra yang memandang wajah Emma dengan sorot mata penuh keingintahuan.


"Gak mas, aku hanya mencari hiburan saja." ucap Emma dengan senyum tipis.


Emma menghembuskan napas panjangnya, lalu dia memberanikan diri membuka suaranya.


"mas, apa tidak masalah jika mas menikahi aku? aku hanya seorang karyawan cafe sebelumnya, dan aku dari keluarga biasa berbeda dengan, mas?" tanya Emma secara jujur, ingin sekali mengabaikan yang ada di pikirannya tapi hatinya mengatakan untuk mengungkapkan apa yang dia pikirkan.


"Hati, sikap, dan kelembutan kamulah yang membuat aku jatuh cinta. kesederhanaan hidup yang kamu pilih membuat aku kagum. awalnya aku menolak perasaan ini waktu kita bertemu tapi seiring berjalannya waktu perasaan ini tidak dapat berbohong. aku mencintai kamu apa adanya, tanpa memandang kamu siapa. bagi aku kamu adalah pelangi yang memberikan warna dalam kehidupan aku. Janganlah berpikir hal yang tidak ada gunanya, sayang. aku sudah mengatakan bahwa kamu adalah milik aku, milik Yosandra Regan Pradipta Wijaya. tidak akan ada orang yang bisa memisahkan kita." ucap Andra sambil menarik tubuh Emma ke dalam dekapannya dan memeluknya erat.

__ADS_1


Ya baru kali ini Andra mengungkapkan isi hatinya selama ini, sekuat apapun dia mencoba untuk melupakannya tapi pikiran itu selalu menghampirinya. Emma juga tahu bahwa keluarga Pradipta Wijaya tidak ada yang memandang berbeda dari kalangan mana saja. bagi keluarga Pradipta Wijaya semua sama tidak ada yang dibeda-bedakan.


cukup lama Emma berada di dalam pelukan Andra, dia menikmati setiap hembusan napas Andra dan aroma wangi parfum milik Andra yang sangat menenangkan.


__ADS_2