
"baiklah Emma karena hari sudah larut malam, mari aku antarkan kamu pulang." ucap Sony memberikan penawaran.
"tidak usah repot-repot kak, aku pulang naik ojek online saja yang sudah aku pesan, lagi pula aku tidak langsung pulang ada yang ingin aku beli sebelum pulang." ucap Emma karena memang dia ingin membelikan Qonita makan malam terlebih dahulu. Emma yakin temannya itu belum makan malam.
"tidak apa-apa Emma ini sudah larut malam biar aku antarkan kamu pulang." ucap Sony memaksa.
"tidak usah kak, ini juga masih jam 9.30 malam aku sudah terbiasa setiap harinya pulang dari kerja saat shift 2 pulang jam segini." ucap Emma menolak dengan halus.
setelah sekian lama berdebat akhirnya Sony memutuskan pulang tanpa mengantar Emma. mereka berjalan keluar dari cafe, Emma dan Sony pun berpisah. Emma menaiki ojek online yang sudah dia pesan, sedangkan Sony langsung ke parkiran melangkah berjalan menuju mobilnya dan segera pulang. dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan malam.
"habis dari mana kamu Sony? kenapa baru pulang? mana Andra?" tanya Indira yang memergokinya.
"malam Mami aku sayang, aku baru bertemu dengan seseorang. aku kira Andra sudah pulang karena kemarin malam dia tidur di apartemen. biar nanti dia aku hubungi." ucap Sony memberikan informasi.
"Ya sudah kamu bersih-bersih dulu sana, Andra memang kebiasaannya tidak pernah berubah." gerutu Mami kesal.
"baik Mami, aku ke kamar dulu." ucap Sony tersenyum.
sementara di tempat lain ada seseorang yang sedang menikmati minuman yang dia pesan tadi dengan kesendiriannya. pria tampan yang memiliki kharismatik yang luar biasa banyak wanita mendekati yang ingin menjadi teman kencannya, tapi entah mengapa mereka semua ditolaknya. dia ingin sendiri dan tanpa ingin diganggu.
__ADS_1
"Hai Andra sendirian saja, ada masalah apa?" ucap Rocky yang baru datang.
"aku sedang pusing dan jenuh karena seharian bekerja, jadi aku ingin menikmati malam ini sebentar saja." jawab Andra sambil menikmati segelas minuman yang baru saja dia tuang ke dalam gelasnya.
"tidak mau mencoba yang lain?" tanya Rocky menawarkan.
"no, aku tidak tertarik." jawab Andra singkat.
"tumben kamu sudah berubah, apa ada wanita yang bisa merubah sikap kamu sekarang? kamu tidak menyukai jeruk makan jeruk bukan?" tanya Rocky terbahak.
"lebih baik aku pulang saja, aku sudah sangat lelah dengar ocehan kamu." ucap Andra sebelum meninggalkan ruangan tersebut.
Pagi hari yang cerah tidak menyurutkan kedua sahabat itu untuk bekerja sama membereskan rumah sebelum bersiap-siap berangkat bekerja.
"Emma sudah siap belum? sudah siang ini?" tanya Qonita sambil merapikan pakaian yang dikenakannya.
"Iya Qonita aku sudah siap, bekal sudah kamu bawa?" ucap Emma mengingatkan.
"sudah aku bawa bekalnya, ayo berangkat." ucap Qonita dengan semangat.
__ADS_1
sesampai di cafe pelangi, Emma dan Qonita langsung bekerja sesuai dengan bagiannya masing-masing. Emma sibuk membuat dessert box yang biasa di pajang di etalase cafe dekat kasir, agar memudahkan customernya untuk memilih dan melihat-lihat aneka ragam kreasi dessertnya dan mengambilnya jika ada yang memesan. tidak lupa Emma mengajarkan teman satu teamnya membuat berbagai dessert juga karena Emma kini bekerja dengan 4 orang yang ditugaskan khusus untuk membantu pekerjaannya.
Farhan sungguh-sungguh memperlakukan Emma dengan baik, dia tidak mau melihat Emma terlihat lelah. walau kadang dia sendiri ikut juga membantu jika cafe terlalu ramai. namun, akhir-akhir ini dia jarang sekali ke cafe karena dia harus mengerjakan usaha lainnya. makanya semua urusan cafe dia percayakan pada Emma yang menerima tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.
"Emma, di depan ada pak Andra." ucap Qonita memberi tahu dan menyusul ke dalam.
"baiklah aku akan segera keluar, kalian teruskan dahulu." ucap Emma sambil melangkah berjalan bergegas keluar.
"selamat siang pak Andra silahkan menunya, mau memesan apa hari ini?" tanya Emma sambil tersenyum manis.
"air mineral dan salad buah saja, tidak pakai melon." ucap Andra dengan wajah datar.
"aku mau waffle dan mochachino." ucap Sony sambil tersenyum.
"baik pak, ditunggu sebentar pesanannya saya permisi dahulu." ucap Emma lagi sambil tersenyum ramah.
Emma berjalan pergi meninggalkan meja di mana mereka memesan menu makanan dan segera membuatkan pesanannya lalu meyajikannya di meja mereka. Emma masih ingat kata-kata Sony tempo hari jadi hari ini, dia memenuhi janjinya kepada Sony atau yang dia panggil kakak untuk melayani dengan riang dihadapan Andra.
bukan maksud lain hanya agar Andra mau membuka hatinya kembali dan menjalani hari-hari yang menyenangkan dan meninggalkan kebiasaan buruknya serta agar Andra menghilangkan sifat arogannya, dia takut jika itu membawa bencana di lain waktu. selama Sony masih bisa berada di samping Andra dia akan membereskan apapun yang ingin mencelakai adik tersayangnya yang telah menjadikan Sony seperti sekarang.
Ya, inilah balas budi Sony untuk keluarga Andra, karena mereka Sony mampu menjalani hidupnya yang entah bagaimana ketika Sony kecil harus merasakan pahitnya kehidupan. bahkan dia harus rela makan dari makanan sisa. tidak jarang dia harus tidur beralaskan kardus. Orang tua yang dulu menyayanginya hanya meninggalkan dirinya begitu saja di pemukiman kumuh bersama nenek yang menjaganya.
__ADS_1
walau akhirnya nenek yang menjaga Sony kecil tutup usia untuk selama-lamanya, dan tinggallah Sony sebatang kara. tidak butuh waktu lama dia menemukan kebahagiaannya kembali. Ya, dia diangkat menjadi anak orang kaya dan ternyata itu orang tua Andra yang telah dia selamatkan saat ada motor yang hampir menabrak Andra kecil. semenjak itu kehidupan Sony kecil diwarnai penuh canda tawa dan kebahagiaan.