
Kini tiba saatnya dimana Emma dan Andra akan melangsungkan pernikahan. pagi-pagi sekali Emma sudah dibangunkan oleh Mamanya. Vega juga turut menyiapkan air hangat untuk mandi Emma tidak lupa juga dia sudah menyiapkan baju kebaya untuk acara sakral yang akan dilakukan tepat pukul 9 pagi ini.
"Emma, sayang buruan bangun dan mandi air hangat sudah disiapkan oleh Vega." ucap Inayah sambil mengguncang pelan tubuh Emma.
"Mama Emma masih ngantuk, semalam Emma tidak dapat tidur." ucap Emma sambil menarik kembali selimut yang membungkus dirinya. cuaca dingin yang membuatnya enggan keluar dari selimut tebal yang menghangatkan dirinya.
"Hei! sebentar lagi perias akan segera datang sayang, buruan bangun." ucap Inayah sambil menarik selimut yang membungkus tubuh Emma.
"Iya Mama, Emma bangun dan mandi sekarang." jawab Emma singkat.
Emma segera bangkit berdiri dari tempat tidurnya, sebelum dia berjalan menuju ke kamar mandi dia mencium pipi Mama Inayah dan segera beranjak masuk ke dalam kamar mandi. tidak membutuhkan waktu lama bagi Emma untuk mandi, segera dia melangkah keluar dan ternyata sudah ada MUA yang menunggunya.
"nona Emma silahkan sarapan dahulu, selagi perias nona mempersiapkan semuanya." ucap Vega yang menyerahkan sepiring nasi goreng spesial untuk Emma.
"terima kasih Vega." ucap Emma menerima sepiring nasi goreng spesial dan segera menyantapnya hingga tandas.
selesai dengan sarapannya, salah satu dari MUA menghampiri Emma.
"maaf nona Emma, boleh kami rias sekarang?" tanya perias pengantin dengan senyuman.
"Iya silahkan." jawab Emma, MUA langsung merias wajah Emma dengan cekatan dan handal.
tepat pukul 7.00 pagi Emma sudah selesai dengan riasannya dan pakaian kebaya pilihannya.
"Hi! Emma kamu cantik sekali, aku sampai tidak mengenali kamu. kamu adalah pengantin tercantik yang pernah aku lihat." puji Reina yang menghampiri Emma di kamarnya.
"tarik napas dan hembuskan hingga kamu tenang Emma, jika kamu sudah relax ayo kita keluar." ucap Reina menenangkan Emma.
Emma mengikuti saran dari Reina, serasa dia sudah tenang dan kegugupannya sudah sedikit berkurang. Emma di bantu Reina berjalan keluar dimana sebuah mobil mewah berhias bunga-bungaan telah menunggunya di halaman untuk menuju lokasi dimana acara sakral pernikahan dilangsungkan. walau jarak antara villa dan gedung pernikahan tidak jauh, tapi Andra telah menyiapkan hal yang istimewa untuk calon istrinya. Andra ingin sesuatu yang berbeda di acara pernikahannya.
"Emma ternyata Andra sangat romantis, ini keinginan kamu atau keinginannya?" tanya Reina disela-sela perjalanan menuju gedung acara resepsi pernikahan Emma.
"aduh Reina, aku sungguh tidak tahu jika aku harus menaiki mobil mewah ini, aku rasa ini keinginannya." ucap Emma sambil menahan tawanya.
Mobil pengantin yang Emma naiki sudah sampai di pintu masuk gedung acara, dia dibantu oleh Vega dan Reina turun. Emma menarik napasnya dalam-dalam sebelum berjalan memasuki gedung acara. Acara pernikahan pagi ini dibuat tertutup oleh Andra, hanya ada saudara terdekat yang hadir dalam acara sakral pagi ini. walau tertutup tetapi banyak pasang mata yang telah menunggunya untuk meliput pernikahan pewaris keluarga Pradipta Wijaya.
__ADS_1
saat Emma memasuki gedung acara, Andra takjub oleh kecantikan dan keanggunan Emma dibalut dengan kebaya yang sangat indah. senyum Emma seketika mengembang saat melihat pujaan hatinya berdiri disamping Papa Emma. kini Emma dan Andra sudah duduk di depan Papa Emma dan seorang penghulu. tepat pukul 8.15 pagi acara ijab kabul di mulai. Andra menjabat tangan Papa calon mertuanya.
"baik kita mulai saja sekarang, dengan mengucap bismillah hirohmannirohim." ucap Gibran Pramudya Dhwizis sambil menjabat tangan Andra dengan erat.
"saya nikahkan dan saya kawinkan ananda Yosandra Regan Pradipta Wijaya bin Yoga Pradipta Wijaya dengan putri saya yang bernama Amberly Kirana Putri Dhwizis dengan mas kawin dan seperangkat alat sholat tunai." ucap Gibran Pramudya Dhwizis.
"saya terima nikahnya dan kawinnya Amberly Kirana Putri Dhwizis binti Gibran Pramudya Dhwizis dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai." ucap Andra dengan suara baritonnya.
"Sah ... sah ... sah ..." ucap para saksi yang menyaksikan proses ijab kabul Andra.
setelah penghulu membacakan do'a untuk kedua mempelai pengantin. Andra langsung menyematkan sebuah cincin di jari manis Emma dan setelah itu dia mencium kening Emma. Emma juga menyematkan cincin dijari Andra lalu mencium punggung tangan Andra dengan khidmat.
Rasa haru melingkupi pernikahan Emma dan Andra. tidak henti-hentinya ucapan syukur keluar dari sanak saudara Emma maupun Andra.
kini Emma sudah resmi menjadi istri dari Yosandra Regan Pradipta Wijaya. istri dari seorang CEO perusahaan besar ternama dan keluarga terpandang.
"I love you istriku." bisik Andra di telinga Emma.
Emma tersipu malu atas ungkapan Andra barusan. Andra tidak henti-hentinya mengungkapkan kata hatinya kepada Emma, dia begitu bahagia bisa memiliki Emma seutuhnya sekarang.
"jangan seperti itu Mami, itu sudah takdirnya!" jawab Emma disela-sela pelukannya.
"Emma, Andra selamat atas pernikahan kalian. Papi bangga sama kamu Andra." ucap Yoga Pradipta Wijaya sambil menepuk pundak Andra.
"terima kasih Papi." jawab Emma tersenyum bahagia.
"anak Mama sekarang sudah menjadi seorang istri, selamat atas pernikahan kalian. Mama do'akan kalian selalu hidup rukun." ucap Inayah memeluk Emma.
"terima kasih Mama, Emma sayang sama Mama. terima kasih sudah selalu membimbing dan mengajari Emma segala hal." ucap Emma tersenyum haru.
"putri Papa sudah dewasa, berbaktilah pada suami kamu sekarang. Ingat! hormatilah suami kamu jangan pernah melawan apa kata suami kamu." ucap Gibran Pramudya Dhwizis tersenyum lebar.
"Iya Papa, Emma akan selalu mengingat pesan Papa." ucap Emma sambil terisak, dia menangis haru dalam pelukan Papanya.
"Andra Papa minta mohon jaga putri Papa, jangan sakiti hatinya." ucap Gibran Pramudya Dhwizis memberikan pesan kepada Andra.
__ADS_1
"Siap Papa, Andra akan selalu membahagiakan Emma tidak akan ada tangis kesedihan adanya hanya tangis kebahagiaan, Andra janji Papa." ucap Andra antusias dengan senyuman bahagianya.
Gibran Pramudya Dhwizis tersenyum bahagia menyaksikan kesungguhan dari menantunya sekarang, dia bersyukur Emma mempunyai pasangan seperti Andra yang bertanggung jawab. acara telah usai kini Andra dan Emma kembali ke kamar pengantin yang sudah Andra pesan.
"sayang kamu mau kemana?" tanya Andra lirih.
"kita kembali ke villa bukan, mas?" jawab Emma singkat.
"kita kembali ke kamar yang sudah aku pesan." ucap Andra mengingatkan.
Emma hanya menurut saja, dia sangat lelah dan butuh istirahat. acara inti ada di malam hari, masih ada cukup waktu baginya untuk beristirahat siang ini. Andra yang mengerti jika istrinya lelah, tanpa aba-aba dia langsung menggendong Emma menuju kamarnya.
"Mas!" jerit Emma yang kaget saat Andra menggendongnya.
"diamlah! kita sudah menjadi suami istri sekarang, jadi jangan teriak-teriak." protes Andra ketus.
"tapi tidak dengan cara seperti ini, mas." ucap Emma tidak mau kalah, dia pun protes karena keterkejutannya.
Andra tidak menjawab pertanyaan Emma, dia terus berjalan menuju kamarnya. Andra baru menurunkan Emma saat dia sudah berada di dalam kamarnya.
"terima kasih, mas." ucap Emma sambil tersenyum manis.
"sama-sama sayang, mau aku bantu melepaskannya juga." jawab Andra antusias.
Emma melebarkan matanya kaget.
"No." pekik Emma yang langsung menjauh dari Andra.
Andra tertawa terbahak-bahak, dia mendekati istrinya dan mencubit gemas hidung istrinya.
"pikiran kamu mesum sekali, sayang? aku hanya menawarkan untuk membantu melepaskan mahkota yang ada di atas kepala kamu." ucap Andra sambil mencopot mahkota yang ada di kepala Emma.
Andra juga membantu menyisir rambut istrinya. Emma tersenyum bahagia dia merasa nyaman dengan segala perilaku Andra saat ini.
__ADS_1