
"maaf, Pih. aku belum menghubungi Andra, dari semalam aku sudah mencobanya berkali-kali, tapi sama saja tidak bisa." keluh Sony.
"Oh iya, Reina nanti Mami akan kenalkan kamu kepada Emma. orang yang membuatkan dessert semalam, siapa tahu kamu cocok dan bisa menggunakan menu Emma untuk menghandle menu khusus dessert darinya." ucap Mami Indira tersenyum senang.
"di cafe pelangi, Mi?" tanya Sony seketika, karena dia terkejut mendengar nama Emma, yang dia tahu Emma adalah pekerja di cafe pelangi milik Farhan.
"Iya Sony, kamu sudah mengenalnya ternyata, Mami penasaran waktu itu dengan dessert box yang kamu bawakan dahulu, terus kemarin Mami datangi ke cafenya dan mengobrol dengannya, dessert yang kemarin itu buatannya." ucap Mami Indira sambil tersenyum bahagia.
"itu dessert yang terenak, Mi. Reina mau menemuinya, siapa tahu dia mau mengajari Reina membuat aneka dessert dan kue tapi tidak pernah kesampaian." jawab Reina dengan antusias.
"hmm... benarkan dugaan aku sayang. Mami aku yang cantik ini sudah mempunyai rencana untuk berkeliling dengan kamu, jika lelah tinggalkan saja Mami." ucap Sony bercanda menahan tawanya sambil melihat ke arah Maminya.
semua tertawa bersama mendengar perkataan Sony, sungguh menggambarkan keluarga bahagia. sedangkan Indira hanya menggerutu atas sikap anaknya.
sementara di kota lain terlihat Emma yang sedang menikmati suasana paginya yang indah. sudah dari dahulu Emma menginginkan suasana tenang dan damai seperti ini.
"hmm... suasana pagi yang sejuk dan indah disini." gumam Emma yang menikmati suasana pagi hari di perkebunan teh tersebut.
Emma berjalan-jalan di sekitar kebun didekat villa yang dia sewa untuk beberapa hari kedepan. dia akan menikmati dan menenangkan dirinya sebelum Andra kembali dari perjalanan bisnisnya. setelah Emma merasa puas menikmati pagi sambil berjalan-jalan dia memutuskan untuk membeli sarapan dan beberapa bahan pokok untuk dia masak nanti di villa.
Emma kembali ke villanya dan beristirahat sejenak.
"capek sekali berkeliling di kebun teh ini. sepertinya jika aku tinggal disini akan menyenangkan." gumam Emma sambil menikmati teh yang dia buat sendiri.
__ADS_1
"selamat pagi, Neng. perkenalkan saya bik Siti istri dari pak Yatno penjaga villa ini, saya yang bertugas membersihkan villa ini." ucap bik Siti dengan senyuman ramah.
"selamat pagi, bik. saya Emma senang bisa berkenalan dengan bik Siti." jawab Emma dengan senyumnya.
"Iya neng, jika neng Emma membutuhkan sesuatu bisa mengunjungi saya dibelakang villa ini rumah no.1 cat putih." ucap bik Siti sambil menunjukkan ke arah rumah bercat putih tersebut.
"bik Siti mau bersih-bersih ya? besok saja kalau mau bersih-bersihnya, tadi sebagian sudah saya bersihkan." ucap Emma sambil tersenyum.
"besok biar saya saja, neng. nanti dikira saya malah enak-enakan menerima gaji buta tidak bekerja kalau ketahuan sama pemiliknya." ucap bik Siti takut.
"maafkan saya bik. saya tidak tahu, semalam saya tidak bisa tidur jadi saya bersih-bersih saja, sudah kebiasaan di kontrakan bik." ucap Emma penuh penyesalan.
"Ya sudah tidak apa-apa, neng Emma. tapi besok-besok jangan lagi yah! biar saya yang mengerjakan. Neng Emma sudah sarapan, kalau belum saya bisa membuatkan sarapan sekalian." ucap bik Siti memperingati.
"ada neng, disini ada air terjun, kalau neng Emma tidak keberatan nanti biar anak saya Santi yang mengantarkannya, tidak jauh dari sini. kalau naik kendaraan 15 menit sampai." terang bik Siti.
"benarkah bik? wah asik nih, besok anak bik Siti ajak kemari. temani aku ke sana, kalau hari ini aku lelah tadi habis keliling kebun teh itu, bik." ucap Emma penuh antusias.
"baik neng Emma nanti saya sampaikan kepada anak saya. ada yang perlu saya bantu lagi, neng?" tanya bik Siti kembali.
"tidak bik. bik Siti pulang saja, hari ini aku mau istirahat dan bersantai di villa saja." ucap Emma lagi.
"baik neng Emma, besok pagi saya akan datang kemari dengan Santi anak saya. permisi neng Emma." pamit bik Siti lalu keluar dari villa tersebut.
__ADS_1
Emma memutuskan untuk mengaktifkan ponselnya sebentar untuk mengecek jika ada sesuatu yang penting. semua pesan masuk ke Emma rata-rata pesan itu dari sahabatnya Qonita dan juga Farhan. dia membaca pesan tersebut tanpa membalasnya. di tengah-tengah pesan yang di baca ada satu pesan yang membuat hati Emma berdebar, pesan itu dari Andra.
"astaga, apa mas Andra menyadari jika aku pergi dari apartemen itu." gumam Emma terkejut.
Emma memilih untuk tidak membuka pesan dari Andra dan memutuskan untuk mematikan kembali ponselnya.
"apa yang harus aku lakukan terhadap, mas Andra? apa aku bisa bersikap manis lagi kepadanya? mengapa menjadi rumit seperti ini setelah mas Farhan memberitahukan semuanya kepada aku?" keluh Emma di kamarnya.
Emma merenung di kamarnya, dia berpikir apa yang akan dia lakukan setelah kembalinya dari sini. tidak mungkin dia kembali ke rumah orang tuanya, tidak mungkin dia meninggalkan karirnya yang baru dia mulai.
tidak mungkin dia meninggalkan semua impiannya sejak dahulu, ini kesempatan yang Emma tunggu-tunggu sejak lama. Emma sudah menantikan ini cukup lama, pengorbanan waktu Emma tidaklah sebentar.
sampai sadar dia tertidur sampai sore, dia lelah karena semalam tidak bisa tidur dan paginya dia mengelilingi perkebunan teh disini. Emma segera bangun dan melihat jam sudah pukul 3 sore.
"ternyata aku tidurnya nyenyak sekali, tidak terasa sudah sore saja." gumam Emma sambil beranjak dari tempat tidurnya.
Emma segera membersihkan dirinya dan menuju dapur untuk memasak makan malamnya hari ini. dia memasak sup iga untuk dia nikmati malam ini dengan cuaca yang dingin di daerah ini.
tanpa Emma ketahui di depan villanya ada orang yang sedang memperhatikannya.
"aku merindukan kamu, Amberly Kirana Putri Dhwizis!" ucapnya pelan dan langsung melajukan kembali mobilnya menuju villa yang tidak jauh dari villa yang Emma tempati.
__ADS_1