MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
MAKAN MALAM DI TAMAN BUNGA


__ADS_3

Emma turun dari lantai atas bertepatan dengan Andra yang juga sudah rapi dengan pakaiannya. Andra melempar senyum menawannya kepada Emma dan Emma juga membalas senyumnya.


Andra membawa Emma ke taman belakang, Emma takjub akan keindahan taman tersebut. taman ini sudah disulap begitu romantis.


"kamu menyukainya Emma?" tanya Andra yang menarik tempat duduk untuk Emma tempati.


"suka mas, aku baru tahu jika dibelakang rumah ini ada taman bunga yang indah seperti ini." ucap Emma tersenyum bahagia.


"tidak hanya taman bunga, disebelah sana masih ada kebun buah. buah-buahan disini kebanyakan di petik langsung di perkebunan sana." ucap Andra menunjuk ke arah kebun buah tersebut.


"apa bisa aku memetik buah sendiri?" tanya Emma dengan senyum gembira.


"tentu Emma, jika kamu menginginkannya besok pagi kita akan berkebun bersama." jawab Andra mengajak.


"terima kasih mas." ucap Emma senyumnya mengembang saat Andra mengizinkannya untuk memetik buah sendiri besok pagi, dia akan bangun lebih pagi untuk mengunjungi kebun buah milik Andra.


mereka makan malam bersama, makan malam yang tidak kalah dengan makan malam sebelumnya. Andra benar-benar menyiapkan makanan kesukaan Emma. dia ingin membuktikan bahwa kini dia telah berubah. hanya Emma yang dia inginkan. makan malam telah usai, kini Emma dan Andra duduk bersama di gazebo taman.


"Emma maafkan semua kesalahan aku selama ini, aku memang bukan orang bersih, tapi aku pastikan bahwa aku memang menyukai kamu seorang." ucap Andra sambil menatap Emma dengan intens.


"tidak usah meminta maaf kepada aku mas, aku sudah memaafkan kamu. tapi maaf, aku belum bisa menerima seutuhnya, beri waktu untuk aku berpikir kembali untuk menjatuhkan pilihan aku terhadap kamu. beri aku keyakinan bahwa kamu sudah berubah." ucap Emma dengan tatapan sendu.


Andra berkali-kali mengecup punggung tangan Emma. dia tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mengecup tangan Emma.


"sudah malam, ayo kita masuk." ucap Andra mengajak Emma dan mengantarkan Emma hingga ke pintu kamarnya.


"selamat beristirahat besok kita bertemu kembali." pamit Andra sambil mencium kening Emma.

__ADS_1


pagi hari sesuai perkataan Andra semalam, kini Emma dan Andra berkebun di pagi hari. Emma begitu antusias memetik beraneka ragam buah-buahan. sudah lama Emma tidak merasakan berkebun seperti ini. dahulu waktu berada di rumahnya, dia sering berkebun memetik buah dan sayuran. rencana hari ini Emma ingin membuat sesuatu dari bahan buah-buahan ini, sudah banyak macam yang ingin dia buat hari ini.


"mas aku sudah selesai memetik buah-buahan ini." ucap Emma sambil menunjukkan keranjang buah yang sudah penuh.


"kamu mau buat apa dari buah-buahan itu Emma?" tanya Andra antusias.


"pokoknya mas tunggu hasilnya saja, aku akan mengelola aneka buah-buahan ini menjadi makanan yang enak." jawab Emma dengan senyuman manisnya.


"aku selalu percaya sama kamu Emma, aku yakin buah-buahan itu akan kamu sulap menjadi hidangan yang istimewa." ucap Andra tersenyum senang.


Kini pernikahan Sony dan Reina akan segera berlangsung. persiapan pernikahan ini sudah hampir 99 persen selesai. Reina tampak bahagia bukan karena akan ikut menjadi keluarga Pradipta Wijaya, tapi dia bahagia akan menikah dengan Sony yang telah mencuri hatinya.


"Mami terima kasih atas semuanya yang Mami berikan kepada aku." ucap Reina tersenyum bahagia di hadapan Indira.


"sama-sama Reina, Mami sangat bahagia bisa mendapatkan anak perempuan yang bisa mengerti keinginan Mami. ingat ya, jangan lama-lama menunda kehamilan. Mami ingin segera menimang cucu." ucap Indira sambil tertawa.


Reina yang mendengar perkataan Sony hanya tertunduk malu, pipinya merah merona. seketika Reina langsung mencubit perut Sony yang berada di sampingnya.


"Awwww." teriak Sony yang seketika mendapatkan gelak tawa dari Maminya.


"kalian ini ada-ada saja. oh iya, bagaimana dengan Emma? kapan dia akan pulang ke Jakarta." tanya Indira.


"aman Mami, aku sudah menghubungi Emma kemarin. mungkin minggu depan dia sudah berada di Jakarta." jawab Sony cepat.


"Sony ingatkan Andra di hari pernikahan kamu untuk pulang. Mami merasa anak itu akan sulit pulang, Mami sudah menyerah menjodohkan dia dengan anak-anak teman Mami." ucap Indira kesal, yang sudah pasrah akan kelakuan Andra.


"tenang saja Mami, Andra tidak akan lupa, bahkan minggu depan dia juga sudah akan kembali ke Jakarta. mungkin akan membawa calon menantu untuk Mami." ucap Sony mengejutkan sambil menatap ke arah Indira.

__ADS_1


"kamu serius Sony? Mami harap seperti itu." ucap Indira dengan senyuman, dia berharap Andra akan segera menikah.


"mungkin Mami, kita doakan saja." ucap Sony tersenyum senang.


Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, kini Emma dan Andra kembali ke Jakarta. Emma menyerahkan kedai sementara waktu oleh salah satu karyawannya. kini kedai miliknya semakin ramai dan Emma sudah mempekerjakan banyak karyawan.


"Sherin aku percayakan kedai ini kepada kamu selama kurang lebih seminggu. aku dan Vega akan kembali ke Jakarta untuk menghandle pesanan di sana." ucap Emma kepada Sherin karyawan yang pertama kali dia angkat dan dia percayakan.


"baik nona Emma, saya akan menerima tanggungjawab ini dengan sebaik mungkin." ucap Sherin menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.


"begitu ada sesuatu hubungi saya atau Vega segera, besok pagi saya akan berangkat ke Jakarta." ucap Emma berpamitan.


Pagi hari sesuai jadwal yang sudah Andra buat, kini mereka semua terbang ke Jakarta menggunakan pesawat pribadi milik Andra.


"mas bolehkah setelah tiba di Jakarta aku menemui Qonita, aku rindu sekali dengannya." tanya Emma yang kini sedang duduk di samping Andra.


"nanti aku temani." jawab Andra sambil terus memandangi laptopnya. Andra masih sibuk mengecek pekerjaannya yang belum selesai semalam.


Emma mencibir kesal terhadap Andra, bisa-bisanya dia tidak mengizinkan Emma untuk bertemu dengan sahabatnya sendiri. apa mas Andra masih berpikir dia akan kabur kembali? bahkan selama satu bulan ini dia sudah sedikit menerima kehadiran Andra kembali di hatinya, mungkin masa lalunya yang buruk dan sekarang Andra benar-benar telah berubah.


Emma bersama Andra telah sampai di Jakarta dan langsung berangkat ke apartemen Andra. malam harinya dia akan mengunjungi rumah orang tuanya bersama Emma, dan berencana mengenalkan Emma kepada keluarga besarnya.


"Emma istirahatlah, karena nanti malam kita akan ke rumah kedua orang tua aku." ucap Andra menyakinkan.


"maksud mas ke rumah keluarga Pradipta Wijaya?" tanya Emma membulatkan matanya terkejut.


"Iya malam ini ada acara makan malam bersama. sekalian aku akan mengenalkan kamu kepada keluarga aku." ucap Andra lagi.

__ADS_1


__ADS_2