MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
PART 1 BULAN MADU


__ADS_3

"kalian habis dari mana saja? Andra tahan dahulu berduaan dengan Emma. nanti setelah acara ini, kalian bisa sepuasnya berduaan." ucap Indira memarahi Andra dan Emma.


"hanya benerin gaun Emma, Mami." ucap Emma dengan senyum manisnya.


"Ya sudah, acara dansa sebentar lagi di mulai. kalian yang akan memulainya." ucap Indira memberitahu.


Alunan musik melodi yang begitu lembut dan lampu-lampu telah berubah, Andra melingkarkan tangannya di pinggang Emma. mereka berdansa sebegitu romantisnya. senyum mengembang di wajah Emma maupun Andra kebahagiaan yang mereka rasakan begitu dalam.


"aku berjanji akan selalu menjaga dan melindungi kamu, Amberly Kirana Putri Dhwizis." bisik Andra lembut sambil mereka terus berdansa. Emma semakin terbawa suasana dan tersenyum bahagia.


tepat pukul 10 malam acara telah usai. Emma sudah kembali ke dalam kamarnya sejak 10 menit yang lalu, dia segera berganti pakaian karena malam ini juga mereka segera terbang menuju pulau Kinan, tempat dimana mereka akan menghabiskan waktu beberapa hari di sana. pulau itu hadiah pernikahan termahal yang diberikan Andra kepada Emma.


saat sedang menunggu Andra yang entah dimana keberadaannya, Emma dikagetkan dengan suara yang begitu khas di telinganya.


"selamat Emma, semoga kamu akan senantiasa bahagia selalu, aku turut bahagia jika kamu bahagia." ucap Farhan yang kini tengah berdiri di hadapan Emma.


Emma mendongakkan kepalanya dan melihat wajah pria yang kini ada di depannya.


"mas Farhan!" ucap Emma tidak percaya.


"mas ada datang juga kemari?" tanya Emma lagi yang tidak mempercayai kehadiran Farhan. dia mengira bahwa undangan itu tidak akan sampai kepada Farhan.


"Iya Emma, aku datang kemari tadi di dalam aku tidak menemukan kamu, saat aku akan kembali ke kamar aku melihat kamu duduk disini. maka dari itu aku langsung menghampiri kamu." ucap Farhan dengan tersenyum.


"terima kasih mas Farhan sudah datang kemari, aku bahagia mas. maafkan keputusan aku ini! aku benar-benar mencintai mas Andra." ucap Emma, dia merasa tidak enak hati kepada Farhan.

__ADS_1


"sejauh apapun aku berlari dan menjauh, jika takdir aku bersamanya akan selalu kembali bertemu. aku berterima kasih kepada mas Farhan yang sudah selalu menolong aku, membimbing aku, hingga aku bisa meraih cita-cita aku. terima kasih sudah selalu berkorban untuk kebahagiaan aku. maaf jika aku selalu membuat mas Farhan kecewa dengan keputusan aku saat ini." ucap Emma dengan suara bergetar. inilah keputusannya, dia mencintai Andra dan sebisa mungkin akan menerima semua masa lalu Andra suaminya.


"berbahagialah! jangan sungkan jika kamu membutuhkan bantuan aku. aku akan selalu ada untuk kamu Emma. Kamu tetaplah adik aku sampai kapanpun itu, kamu tetap adik aku." ucap Farhan tersenyum bahagia.


"ehmmm..." Andra berdehem membuat istrinya dan juga Farhan kaget akan kehadirannya.


"sudah yang mengobrol, sudah waktunya kita segera berangkat Emma." ucap Andra yang langsung merangkul mesra istrinya.


"sekali lagi selamat Emma. Andra jaga selalu Emma." ucap Farhan memberikan nasehat bijaknya.


"tanpa kamu minta aku akan menjaganya selalu, dia sekarang sudah menjadi tanggung jawab aku." ucap Andra tegas kepada Farhan. Emma yang menyadari terjadi ketegangan antara suaminya dan Farhan segera mencairkan suasana.


"hmm... ya sudah, mas Farhan kami mohon pamit untuk pergi sekarang. terima kasih sudah hadir di acara resepsi pernikahan kami." ucap Emma dan segera menarik tangan suaminya untuk segera pergi dari hadapan Farhan.


"Andra, Emma kalian berhati-hati disana. untuk kamu Andra jaga selalu Emma, Papa mengandalkan kamu dan mempercayakan kepada kamu." ucap Gibran Pramudya Dhwizis.


"siap Papa, aku akan selalu mengingat pesan Papa, do'akan kami selalu Papa." jawab Andra senang.


"Papi bangga terhadap kamu, Ndra. jadilah pemimpin yang bertanggung jawab dan bijaksana dalam keluarga kamu. jangan samakan kehidupan rumah tangga dengan perusahaan, kamu harus bisa menjalankan peran keduanya." pesan Yoga Pradipta Wijaya.


sedangkan Inayah dan Mami Indira saling bergantian memeluk Emma. Mama Inayah bahagia karena putri pertamanya sudah memiliki pasangan dari seorang suami yang begitu menyayanginya. sedangkan Mami Indira bahagia karena dia memiliki dua orang putri dalam keluarganya, dia juga bahagia akhirnya Andra menikah dan menemukan pilihan yang tepat untuknya.


"Mama, Mami kami pamit dahulu." ucap Andra sangat sopan.


"Iya Andra, hati-hati dan lindungi Emma." pesan Mama Inayah.

__ADS_1


"hati-hati di jalan nikmatilah bulan madu kalian, bawa kabar bahagia jika pulang nanti." ucap Indira melepaskan putra dan menantunya.


"Emma jangan lupa nanti Kamu mampir ke rumah kami, aku menunggu kamu di sana!" ucap Reina meminta sambil memeluknya, dia juga merasakan kebahagiaan yang amat dia idam-idamkan.


"Pasti." jawab Emma tersenyum dengan penuh makna.


"kakak jaga diri kakak, hati-hati di jalan." ucap adik Emma.


"pasti itu, jaga selalu Mama dan Papa." ucap Emma memberi pesan kepada adiknya.


Emma dan Andra akhirnya telah berangkat ke bandara malam ini juga. mereka terbang menggunakan pesawat pribadi Andra. sedangkan kedua keluarga Emma dan Andra tidak dapat mengantarkan pasangan yang baru saja menikah karena waktu sudah terlalu malam. Andra juga melarang untuk diantarkan ke bandara.


setibanya di dalam pesawatnya, Andra segera membawa Emma ke dalam kamar di dalam pesawatnya. dia tahu bahwa Emma begitu lelah dengan acara seharian tadi.


"istirahatlah perjalanan kita sangat panjang." ucap Andra dan segera membawa tubuh Emma ke dalam pelukannya.


Ini adalah kali pertama bagi Emma melakukan perjalanan yang begitu panjang, hampir 15 jam mereka berada di dalam pesawat. mereka hanya transit sebentar dan melakukan perjalanan kembali. sebelum melakukan perjalanannya Andra singgah sebentar di apartemennya dan akan melanjutkan perjalanannya menggunakan helikopter saja dari pada perjalanan darat.


tepat pukul 9 waktu setempat Andra dan Emma telah sampai di pulau Kinan, pulau yang dipersembahkan sebagai hadiah pernikahan untuk Emma. pulau ini yang menjadi bukti cinta Andra kepada Emma dan menjadi bukti penyatuan mereka.


"indah sekali pulau disini, apa bisa berenang di pantai itu?" tanya Emma, dia begitu takjub akan suasana pulau Kinan.


"bisa, besok pagi kita akan berenang di sana. sekarang kita beristirahat dan menikmati malam panjang bersama." bisik Andra di telinga Emma, seketika Andra langsung menggendong istrinya ke dalam kamar.


malam ini adalah malam penyatuan kedua pengantin yang sedang kasmaran. malam yang panjang dan panas bagi keduanya. Emma telah melepas apa yang selama ini dijaganya kepada suaminya sekarang, malam yang penuh kebahagiaan bagi Emma dan Andra. tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Andra menyudahi permainannya dan membiarkan istri tercintanya untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2