
Sesuai janji Emma bahwa hari ini dia akan pergi jalan-jalan bersama Qonita, dia menyiapkan baju gantinya nanti agar tidak perlu repot-repot untuk pulang dan mengganti bajunya. tidak lupa Emma membawa bekal seperti biasa untuk makan siangnya nanti.
Pak nanti jemput jam 4 pas yah, terus langsung anterin saya jalan-jalan. saya ingin pergi nonton bersama sahabat saya." ucap Emma saat di dalam mobil hendak berangkat kerja.
"baiklah Emma." jawab sopir Emma saat ini.
sesampainya Emma di cafe pelangi dia segera meletakkan tas dan juga bekalnya di loker seperti biasa dan langsung memulai pekerjaannya. hari ini pekerjaannya sedikit berkurang sebab kemarin sore sempat sampai malam agar paginya pekerjaannya tidak terlalu banyak dan untuk menghilangkan rasa jenuhnya di apartemen sendirian selama Andra pergi.
"Emma kamu ada acara nanti malam?" tanya Farhan yang menemuinya di dapur.
"hmm.. nanti aku mau pergi dengan Qonita mas. memangnya ada apa?" tanya balik Emma.
"aku mau ajak kamu makan malam saja. Ya sudah kalau kamu ada acara, kalau besok bagaimana? ada yang ingin aku sampaikan juga sama kamu." ucap Farhan mengutarakan niatnya.
"Ya sudah besok malam saja, mas. aku sudah janji dengan Qonita bahwa aku mau menemaninya pergi nonton, tidak enak kalau mengingkarinya." ucap Emma menyetujui.
"baiklah ada yang bisa aku bantu Emma?" tanya Farhan menawarkan bantuannya.
"tidak usah cuma tinggal merapikannya saja ke depan, biar dibantu sama Sindy dan Banu yang membawanya." ucap Emma tersenyum.
tepat pukul 4 sore, sesuai rencana Emma dan Qonita sekarang mereka berjalan-jalan di salah satu pusat perbelanjaan untuk menonton film di bioskop tersebut.
"Emma kamu mau menonton apa, comedy, romantis, kartun atau horor?" tanya Qonita menarik perhatian.
"hmm.. terserah kamu saja, Qonita. aku bingung." jawab Emma sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
__ADS_1
"hmm... romantis saja yah, aku beli tiketnya kamu beli popcornnya." kata Qonita mengusulkan.
"baiklah kita ketemu lagi di kursi itu." jawab Emma bergegas mengantri untuk membeli popcorn.
setelah mendapatkan tiket dan popcorn mereka masuk dan memilih duduk di bangku tengah-tengah. mereka menonton dengan tenang, tidak terasa bagi mereka sudah waktunya keluar dari ruangan tersebut.
"aduh Emma so sweet banget pria tadi, coba aku bisa mendapatkan pria seperti di film tadi." ucap Qonita setelah mereka menonton.
"Iya Nit. semoga saja aku bisa mendapatkan pasangan seperti di film tadi. apakah bisa yah?" ungkap Emma berpikir.
"bukan kamu sudah mendapatkannya, kamu tinggal pilih pak Andra, atau pak Farhan. tapi aku pilih pak Farhan saja, sudah baik, care, murah senyum, tidak seperti pak Andra, dingin dan menakutkan." ucap Qonita dengan cengiran kudanya.
Emma pun tertawa mendengar penuturan sahabatnya itu.
"kamu belum mengetahuinya Qonita. mas Andra itu orangnya baik, kalau kita sudah mengenalnya." ucap Emma sambil tersenyum manis.
"masa sih Qonita. selama aku tinggal dengannya aku belum pernah melihat mas Andra seperti itu, dia hanya menghabiskan waktunya di dalam ruang kerjanya saja. hanya gosip semata kali, Qonita." pembelaan Emma terhadap Andra.
"aku sebagai sahabat kamu hanya mengingatkan saja, kamu harus lebih waspada dan berhati-hati, kita tidak tahu bukan apa yang terjadi di kemudian hari, aku hanya ingin yang terbaik untuk kamu, Emma." doa dan harapan Qonita pada sahabatnya.
"Emma, aku lapar nih. kita cari makan yuk, aku rasa sudah malam." ajak Qonita.
"baiklah kita makan di sana saja, aku pengen makan makanan Jepang." tunjuk Emma yang ada pada salah satu restoran di mall tersebut.
"boleh, sudah lama sekali aku tidak makan makanan ala Jepang." jawab Qonita tersenyum senang.
__ADS_1
akhirnya mereka berdua menuju restoran yang menyediakan makanan khas negeri sakura tersebut.
mereka memesan sushi, sashimi dan mochi sedangkan untuk minumannya mereka memesan Mugicha ( Mugicha ini termasuk pada varian teh, tetapi pembuatannya bukan dari daun teh hijau melainkan dari gandum bakar dan keunikannya bukan karena rasa melainkan khasiatnya.) dan ocha (ocha adalah salah satu jenis minuman yang bahan dasarnya terbuat dari daun teh hijau dan memiliki rasa yang cukup khas.)
"hmm... kita sekalinya jalan-jalan langsung boros yah, Emma." ucap Qonita mengeluh.
"tidak apa-apa Qonita. kita sekali-kali menikmati dan memanjakan diri dari hasil kerja keras kita sendiri, santai saja aku yang traktir kamu malam ini." ungkap Emma sambil menunggu pesanan makanan mereka datang.
"hah... kamu serius Emma?" tanya Qonita tidak percaya.
"Iya aku serius Qonita, mana pernah aku berbohong." tanya Emma balik.
"terima kasih Emma. kamu memang sahabat aku yang paling TOP deh." ucap Qonita tertawa senang.
makanan yang mereka pesan sudah tersaji di meja dan mereka menikmati makan malam dengan canda tawa dan kadang-kadang mereka saling bertukar makanan sekedar icip mencicipi.
"Neng Emma, tadi mas Andra menghubungi saya. katanya ponsel Neng Emma tidak dapat di hubungi." kata sopir yang mengantar Emma.
"Iya pak, ponsel saya habis baterainya jadi mati total. ada apa ya pak, tumben mas Andra mencari saya, apa dia akan pulang?" tanya Emma mengeryitkan dahinya.
"saya kurang tahu, Neng. saat saya mengatakan bahwa Neng Emma sedang jalan-jalan dengan sahabat Neng, langsung dimatikan oleh pak Andra." jawab sopir tersebut.
"baik pak terima kasih, biar nanti saya coba menghubungi kembali jika sudah sampai di apartemen." ucap Emma kembali.
"ada apa ya, mas Andra menghubungi aku. biasanya dia tidak pernah menghubungi aku. hanya sekali saja saat dia sudah berangkat ke Dubai, selebihnya tidak pernah sama sekali." pikir Emma lagi mengingat-ingat.
__ADS_1
begitu sampai di apartemen, Emma bergegas memasuki kamarnya dan mengisi daya ponselnya. sambil menunggu ponselnya terisi, dia membersihkan badannya mandi terlebih dahulu agar terasa segar dan fresh setelah seharian bekerja dan jalan-jalan bersama Qonita.