
"kamu menyuruh saya untuk mengambil tas kamu? kamu saja belum bayar aku sudah main perintah, kamu tidak tahu aku siapa?" tanya Andra dengan wajah datar.
"Ya ampun kenapa sial sekali hari ini bertemu dengan berandalan dan masih harus menghadapi pak Andra yang sangat menyebalkan. percuma tampan tapi sifatnya sangat menjengkelkan seperti ini." gerutu Emma dalam hatinya.
sambil menarik napas panjangnya Emma menjawab pertanyaan Andra.
"maaf pak Andra, saya tahu dan sangat tahu siapa pak Andra sebenarnya, tapi juga salah pak Andra sendiri. kenapa pak Andra main gendong saya segala jadi tas saya tertinggal di mobil pak Andra. dan pak Andra seenaknya menjatuhkan saya di lantai, memangnya tidak sakit apa? harusnya pak Andra juga meminta maaf ke-" ucap Emma terpotong karena Andra.
"sssttt.... kamu ini ternyata gadis cerewet sekali, sekali bicara seperti kereta tidak ada ujungnya. siapa yang menyuruh kamu tertidur dalam gendongan saya? kamu menikmati aku gendong? kamu pikir kamu tidak berat?" ucap Andra menjelaskan panjang sambil mengeluh.
"harusnya pak Andra bisa menaruh saya atau menjatuhkan saya di sofa hingga saya tidak merasa sakit. saya tidak tidur dan tidak menikmati gendongan pak Andra. tapi saya malu jadi pusat perhatian banyak orang. kalau pak Andra mendengarkan saran saya dan langsung mengantarkan saya pu-" lagi dan lagi perkataan Emma terpotong karena Andra beranjak pergi meninggalkan Emma.
"tunggu pak Andra mau kemana, kita belum selesai membahas permasalahan ini." teriak Emma sambil berdiri.
"saya capek, dan saya malas mendengarkan ocehan kamu. saya mau istirahat." ucap Andra melangkah pergi meninggalkan Emma sendirian.
__ADS_1
Emma melototkan matanya karena dia terkejut atas jawaban Andra. dia berpikir Andra akan mengantarkannya pulang, setelah tersadar dari keterkejutannya Emma buru-buru mengejar pria pemilik hunian ini. tapi sungguh sial hari ini bagi Emma, saat dia mencapai di depan pintu kamar tiba-tiba pintu di tutup seketika oleh Andra, dan membuat Emma terbentur pintu kamar.
"Aduuuhhhh sakit sekali kepala aku dasar manusia tidak berperikemanusiaan, main tutup pintu sembarangan. tidak berpikir apa kalau mengenai orang." ucap Emma dia mengomel di depan pintu kamar Andra.
sebenarnya Andra mengetahui Emma terbentur pintu kamarnya tapi dia menepis rasa kasihan itu terhadap Emma. entah alasan apa dia berbuat seperti itu, karena Andra saat ini merasa kesal, lagi dan lagi Emma memintanya untuk diantarkan pulang olehnya. tidak bisakah dia menginap dan menemaninya malam ini saja, karena Andra merindukan senyum manis gadis itu.
bukan senyum yang dia dapat melainkan pertengkaran yang dia dan Emma hadapi sekarang. Andra bukanlah sosok yang mudah mengalahkan ego dan ambisinya, dari pada dia meladeni pertengkarannya dengan Emma yang tidak kunjung usai dan membuat dia terlepas kendali mendingan dia memasuki kamarnya dan menenangkan dirinya sendiri untuk sementara waktu, biarlah Emma sendirian sementara ini. jika dia sudah dapat mengendalikan dirinya dia akan keluar menemui Emma dan melihat keadaannya.
mungkin besok pagi dia akan mengantarkan Emma pulang ke kontrakannya. dia hanya ingin bersama Emma malam ini. hanya sebentar saja, di dalam kamar Andra merenungi sikapnya terhadap Emma malam ini.
Emma menangis entah meruntuki kesialannya hari ini, entah apa yang akan dia lakukan mencoba untuk keluar dia juga tidak bisa. pintunya terkunci hanya Andra saja yang bisa membukanya. sedangkan Andra tidak memberikan kejelasan apapun dan meninggalkan Emma dengan luka di dahinya. Emma meringkuk di sofa tempat dia menonton dan entah sudah berapa lama dia menangis dan akhirnya dia pun tertidur karena lelah menangis.
setelah cukup untuk menenangkan dirinya di dalam kamar, Andra akhirnya keluar dan mencari Emma. dia akan meminta maaf karena membuat Emma terluka, dia yakin Emma akan marah setelah ini. melihat Emma meringkuk di sofa dengan air mata yang mengering di pipinya membuat Andra merasa bersalah, dia pun mengecek Emma dan menemukan memar di dahi Emma. Andra segera mencari kotak obat dan mengoleskan obat pada dahi Emma agar besok pagi memar itu hilang. setelah mengobati dahi Emma
Andra mengangkat tubuh Emma untuk dia pindahkan ke kamar agar Emma tertidur dengan nyaman. Andra memindahkan Emma dan meletakkan di kasur king sizenya dengan hati-hati agar tidak membangunkan tidur nyenyak Emma.
__ADS_1
"maafkan aku Emma, maafkan kesalahan aku dan keegoisan aku ini. aku tahu cara ini salah tapi aku berjanji untuk selalu melindungi Kamu." gumam Andra di samping Emma.
sebelum keluar Andra mencium Emma dengan lembut dan meninggalkan Emma yang tertidur di kamarnya.
Andra tidak bisa tidur setelah kejadian tadi dia memilih menghabiskan malamnya di ruang kerjanya. entah karena kelelahan Andra akhirnya tertidur di sana.
keesokan harinya Emma terbangun dari tidurnya dan dia pun terkejut kenapa dia berada di dalam kamar Andra, seingatnya dia tertidur di sofa depan. Emma mengecek seluruh pakaiannya ternyata masih lengkap dan masih utuh seperti sebelumnya. dan tidak lupa dia melihat di cermin untuk melihat di dahinya apakah memar dan ternyata dahinya sudah tidak memar.
"sepertinya sudah diobati." batin Emma yang masih berdiri di depan cermin.
Emma bergegas melakukan ritual mandi pagi dengan cepat agar pemilik kamar belum masuk. setelah mandi dia pun keluar hendak mencari Andra, tapi dia tidak menemukannya di mana pun. Emma berpikir mungkin dia masih tertidur di kamar sebelahnya.
"kenapa pak Andra memindahkan aku tidur di kamarnya sedangkan hunian ini memiliki 2 kamar, bukannya aku bisa dipindahkannya di kamar tamu ini?" batin Emma kebingungan.
Emma memutuskan membuat sarapan seperti biasa yang dia lakukan di kontrakannya. dia melihat isi kulkas dan mencari bahan untuk dia olah pagi ini. dia butuh tenaga untuk menghadapi kenyataan ini. Emma memutuskan membuat soto ayam spesial untuk Andra. walaupun semalam dia terlihat kejam hingga membuat Emma terluka tapi dia masih memiliki sisi baiknya yaitu mengobati lukanya dan memindahkan dia tidur di kamarnya. kamar yang sangat nyaman menurut Emma. tidak bisa dia bayangkan jika dia sampai pagi tetap dibiarkan tertidur di sofa pastinya pagi ini dia bangun dengan badan yang terasa sakit semuanya. dan untungnya lagi dahinya juga sudah diobati jadi tidak terasa nyeri lagi. maka pagi ini dia membuatkan sarapan spesial sebagai bentuk terima kasihnya.
__ADS_1