
"cantik sekali gelangnya, Qonita." ucap Emma dan segera memakainya.
sebuah surat terselip di dalamnya, segera dia membuka dan membacanya. Emma juga begitu penasaran akan isi surat tersebut, dia juga penasaran siapa yang memberikannya.
"mas Farhan." pekik Emma lirih, dia sangat terkejut kado indah itu pemberian dari Farhan.
Qonita mengangguk dan tersenyum, Emma memperhatikan sahabatnya dengannya bingung. Emma kembali membaca surat pemberian Farhan yang terselip di kotak kado tersebut. ada perasaan sesal di dadanya Emma tidak dapat berkata-kata lagi.
"Qonita sampaikanlah ucapan terima kasih aku kepada mas Farhan, kebaikannya selama ini tidak dapat terganti oleh apapun. aku bersyukur dapat mengenalnya dan menjadi adiknya." ucap Emma tersenyum bahagia.
"Iya Emma akan aku sampaikan besok kepada pak Farhan." jawab Qonita singkat.
hari sudah semakin larut malam, tibalah kini Qonita bersama Emma menikmati makan malam bersama, hidangan lezat telah tersaji di meja makan. Qonita tidak segan untuk mendorong kursi roda sahabatnya.
"Qonita aku merasa tidak enak sama kamu. kamu adalah tamu aku, tetapi kamu malah mendorong kursi roda aku." ucap Emma membuka suaranya terlebih dahulu.
"mengapa kamu menganggap aku orang lain, padahal aku menganggap kamu sahabat bahkan adik aku." tanya Qonita sambil mengeryitkan keningnya tanda dia bingung.
"kamu memang sahabat aku Qonita. selamanya kamu sahabat dan kakak aku, tapi kamu kemari untuk mengunjungi aku bukan untuk mendorong kursi roda aku, Qonita." jawab Emma, dia benar-benar tidak enak hati saat ini kepada sahabatnya.
"tidak masalah selama kamu bahagia, kamu jaga saja keponakan aku ini." jawab Qonita sambil mengelus perut Emma dengan tersenyum.
sesampainya di meja makan terlihat Vega melayani Emma seperti biasanya, dia dengan cekatan mengambilkan makanan yang diminta oleh Emma.
__ADS_1
"terima kasih Vega." ucap Emma dengan senyuman ramah.
"sama-sama ibu Emma, selamat menikmati makan malamnya. semoga rasanya sesuai dengan keinginan ibu Emma." ucap Vega mempersilahkan majikannya untuk menikmati makan malamnya.
"duduklah Vega, kita makan malam bersama." ucap Emma mengajak asistennya untuk menikmati acara makan malam bersama dengan sahabatnya.
"terima kasih ibu Emma. tapi anda makanlah dahulu, saya nanti makannya barusan saya habis makan kue. jadi perut saya masih kenyang." ucap Vega menolak secara halus, dia merasa tidak enak jika harus duduk dan makan bersama majikannya. apalagi sekarang masih ada tamu yang dia rasa spesial bagi majikannya.
"Ya sudah kalau begitu, kamu tetap jaga kesehatan Vega." ucap Emma sambil menikmati makan malam bersama sahabatnya.
"baik ibu Emma, silahkan menikmati makan malamnya. saya permisi." ucap Vega berpamitan, dia segera pergi meninggalkan Emma dan Qonita di meja makan.
Emma tersenyum dan mengangguk kemudian dia beralih kepada sahabatnya lagi.
"tanpa kamu minta aku sudah makan semuanya, lihatlah piring aku ini kamu memang benar-benar mengerti kesukaan aku Emma. terima kasih atas jamuan makan malam ini." ucap Qonita sambil memeluk sahabatnya.
"jangan seperti itu Qonita aku memang sengaja, karena aku tahu kamu menyukainya." ucap Emma dia tidak ingin sahabatnya sungkan di rumahnya sendiri.
Emma dan Qonita makan malam bersama dengan penuh canda tawa, kebahagiaan hari ini tidak akan dia lupakan. jarang sekali suaminya memperbolehkan orang lain masuk ke dalam rumahnya. rumah milik Andra cukup ketat dari segi pengawasan dan penjagaannya. untuk hari ini dia akan benar-benar berterima kasih kepada suaminya atas waktu yang dia berikan, dia memang merindukan bercengkrama dengan sahabatnya ini.
"Emma aku pulang dahulu, ini sudah malam kamu juga harus segera beristirahat. aku tidak mau jika kamu nanti kelelahan dan aku bisa kena marah oleh suami kamu." ucap Qonita dengan cengiran kudanya.
__ADS_1
"jangan berlebihan Qonita, aku justru bahagia sekarang. kapan kamu libur, biar kamu di jemput oleh sopir aku untuk main kemari lagi. kita habiskan waktu kita seharian." ucap Emma tersenyum bahagia.
"hmm... minggu depan nanti kepastiannya aku hubungi kamu lagi, sekarang aku pamit pulang dahulu pasti suami kamu sebentar lagi segera pulang dari kantor, aku pamit ya." ucap Qonita senang sambil melambaikan tangan ke arah Emma.
"Iya terima kasih sudah mau menemui aku." ucap Emma sambil membalas lambaian tangan Qonita.
"sama-sama Emma terima kasih juga jamuan makan malamnya, aku pamit." ucap Qonita lagi sambil membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil.
setelah berpelukan dan cipika-cipiki, Qonita melangkah masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkannya kembali ke kontrakannya. Emma mengantarkan Qonita hingga sampai di teras depan rumah.
begitu mobil yang ditumpangi Qonita keluar dari gerbang. Emma meminta Vega untuk mengantarkannya kembali ke kamarnya, dia akan menunggu suaminya pulang di dalam kamarnya saja.
hingga tengah malam tiba Andra baru pulang dari kantornya, dia segera masuk ke dalam kamarnya untuk menemui istri tercintanya. dia sangat merindukan istrinya, sudah seharian dia tidak bersama istri tercintanya. melihat istrinya tengah tertidur lelap membuatnya tersenyum bahagia. sebelum mendekati Emma dia lebih memilih membersihkan tubuhnya dahulu, dia mandi dan berganti pakaian barulah dia mendekati istrinya. Andra merebahkan tubuhnya di samping Emma, memeluk dan mencium perut Emma berulang kali. Emma merasa terganggu dan segera dia membuka matanya.
"mas kapan pulang, maaf aku ketiduran." ucap Emma sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.
"sudah tidak apa, bukannya aku tadi bilang jangan menunggu aku pulang? aku juga tadi sudah bilang bahwa aku akan pulang larut malam, istri aku tidak boleh begadang. ingat jaga kesehatan kamu dan calon anak kita." ucap Andra tertawa melihat reaksi istrinya merajuk membuatnya gemas, segera dia melingkarkan tangannya diatas perut istrinya membelainya dengan penuh kelembutan.
"jangan marah sayang, jika kamu marah malah membuat aku semakin gemas saja." ucap Andra terkekeh.
"taulah mas, aku mengantuk jangan ganggu aku." ucap Emma dengan mimik wajah cemberut.
Andra semakin mengeratkan pelukannya ditubuh istrinya, tidak berselang lama dengkuran halus membuat Emma berbalik memandangi suaminya.
__ADS_1
"kamu terlihat sangat lelah hari ini, mas maafkan aku." ucap Emma lirih sambil memandangi wajah tampan suaminya. kini wajah Andra sedikit ditumbuhi bulu-bulu halus yang membuat kewibawaannya semakin terpancar.
tetaplah menjadi Yosandra Regan Pradipta Wijaya suami aku, jangan seperti Andra yang dahulu aku kenal. selamat malam suami aku, Papi dari anak aku." bisik Emma begitu pelan dan lembut, segera dia mendaratkan kecupan di dahi suaminya.