MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
SARAPAN BERSAMA FARHAN


__ADS_3

"Cukup Andra, kamu sudah terlalu banyak minum, lebih baik kamu kembali ke hotel untuk istirahat. ingat besok pagi kita masih ada pekerjaan." ucap Rayken asisten Andra yang di Dubai.


Andra bangkit berdiri dari duduknya dan berjalan sempoyongan keluar dari bar tersebut, Rayken tetap setia menemani dan mengantar bosnya kembali ke hotelnya.


"sungguh kamu terlalu banyak minum, sebenarnya apa yang mengganggu pikiran kamu, Ndra? tapi aku salut dengan kamu sedang mabuk tapi kamu masih saja menolak wanita-wanita di dalam sana, biasanya kamu selalu membawa satu wanita untuk menghabiskan malam dengan kamu. ada yang berubah ternyata dari diri Andra." kata Rayken sambil melirik ke arah Andra yang telah tertidur di jok belakang.


"Nyonya Indira, selamat malam nyonya." sapa Rayken saat sesudah memasukkan Andra ke dalam kamarnya.


"selamat malam Rayken, bagaimana kabar kamu? sudah lama kamu tidak kembali, apa tugas kamu disini berat, Ray?" tanya Indira memberi perhatian pada asisten putranya.


"maaf nyonya sebenarnya tidak, tapi di sana sebenarnya sudah ada pak Sony yang mendampingi pak Andra, saya ditugaskan untuk mengawasi proyek yang ada di sini nyonya." jawab Rayken menjelaskan.


"apa anak aku mabuk kembali Ray? dasar kebiasaan buruk yang selalu tidak dia ubah, harusnya dia sadar sudah dewasa harus segera menikah untuk merubah hidupnya. malah masih suka minum-minuman tidak jelas. apa di dalam dia membawa perempuan?" tanya Indira penuh selidik.


"tidak nyonya, pak Andra memang mabuk tapi dia tidak membawa perempuan di dalam sana. dia menolak semua wanita yang mendekatinya bahkan banyak wanita yang sakit hati atas perkataan kasarnya." ucap Rayken menjelaskan kembali.


"hah... kamu serius Ray? kamu sedang tidak bercanda?" tanya Indira terkejut tidak mempercayainya.


"serius nyonya." jawab Rayken tersenyum tipis.


"kemajuan bagus, yah sudah aku mau ke kamar besok suruh Andra menemui aku." ucap Indira sambil bangkit berdiri dari duduknya.


"baik nyonya." kata Rayken menganggukkan kepalanya.


Rayken mengantarkan nyonya Indira sampai ke depan pintu kamar hotelnya, setelah itu Rayken segera kembali ke kamarnya sendiri.


"foto siapa ini? wanita yang sangat cantik, apa foto wanita ini yang membuat Andra mau berubah dan tidak ingin menyentuh wanita lain. sungguh hebat berarti wanita ini bisa mampu membuat Andra berubah. sebaiknya besok aku tanyakan saja." gumam Rayken sendirian di dalam kamarnya karena tidak sengaja menemukan selembar foto wanita cantik di dalam map milik Andra.


sedangkan dibelahan negara lain, Emma tengah berpikir akan semua perkataan Farhan tadi.

__ADS_1


"kenapa mas Farhan terus-terusan membujuk aku untuk meninggalkan mas Andra yah? apakah dia dahulunya ada masalah? mengapa makin kesini makin rumit saja membuat aku pusing saja. apa yang harus aku lakukan? apa aku harus mencari tahu siapa mas Andra? tapi harus mencari tahu dari mana?" gumam Emma bingung.


"hmm... aku ada ide mengapa aku tidak mencarinya di internet saja, pasti banyak berita tentang mas Andra. haduh dasar Emma, mengapa kamu bisa melupakan kemudahan internet." gerutu Emma dan menepuk keningnya sendiri.


saat ini Emma sudah berada di apartemennya dan dia sedang di dalam kamar yang dahulunya kamar Andra, walaupun di dalam lemari kamar itu masih ada pakaian milik Andra di dalamnya dan disebelahnya terdapat baju-baju yang Emma kenakan. Andra sudah menyuruh orang butik untuk membawa pakaian yang pas untuk Emma kenakan. entah dari mana Andra mengetahui ukuran bajunya, itu masih menjadi pertanyaan Emma saat ini.


"astaga aku ketiduran semalam waktu mencari tahu siapa mas Andra sebenarnya. tapi berita tentangnya hanya keberhasilan tentang bisnis yang dia peroleh saja, tidak ada berita buruk yang memberitakan tentang mas Andra, apa mas Farhan hanya membual saja agar aku meninggalkan mas Andra? sudahlah lebih baik aku mandi dan memasak saja untuk sarapan pagi ini." gumam Emma berbicara sendiri hendak menuju ke kamar mandi.


sebelum Emma beranjak masuk ke dalam kamar mandinya, dia mendengar ponselnya bergetar. segera dia meraih ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya sepagi ini.


Dret! Drett!



"mas Farhan? tumben pagi-pagi menghubungi aku, ada apa yah?" batin Emma saat mengetahui yang menghubunginya pagi ini adalah Farhan segera dia geser tombol berwarna hijau tersebut.


"halo iya mas, ada apa tumben pagi sudah menghubungi aku." jawab Emma sekaligus bertanya.


"tidak usah mas, hari ini aku harus bekerja pagi. ingat tidak kemarin, aku mendapatkan orderan dessert untuk di antar ke restoran teman kamu." ucap Emma mengingatkan.


"Iya aku ingat, makanya aku jemput kamu sekalian cari bahannya. kamu lupa kita belum mencari bahan-bahannya." balas Farhan menjelaskan.


"astaga aku lupa mas. maaf yah mas, yah sudah aku akan bersiap-siap dahulu." jawab Emma tergesa-gesa.


"Oke aku tunggu di bawah yah?" jawab Farhan sambil mengakhiri telponnya.


sambungan pun terputus dan Emma segera berkemas agar Farhan tidak menunggunya terlalu lama nantinya.


Farhan sebenarnya sudah di bawah saat menghubungi Emma tadi. dia sengaja datang lebih pagi supaya Emma tidak berangkat dahulu ke cafe pelangi. dia akan gunakan waktu ini sebaik mungkin sebelum Andra kembali.

__ADS_1


"Ya, ampun mas Farhan. aku minta maaf, aku lupa kemarin kita keasikan liburan. cukup tidak yah mas, waktunya nanti?" tanya Emma sambil berjalan tergesa mendekati Farhan.


"kamu tenang saja, pasti cukup. aku akan membantu kamu jangan pesimis." ucap Farhan sambil mengusap puncak kepala Emma.


"terima kasih mas, kamu selalu mambantu aku selama ini." ucap Emma tersenyum manis.


Emma dan Farhan bergegas masuk ke dalam mobil, tanpa mereka sadari ada mata yang selalu mengawasinya.


"mas Farhan kamu masuk dahulu yah, aku mau bicara dahulu dengan sopir yang di tugaskan mas Andra untuk mengantar jemput aku. nanti aku menyusul kamu ke mobil." ucap Emma meminta ijin.


"Ya sudah aku menunggu di mobil, jangan lama-lama nanti kesiangan." jawab Farhan sambil mengingatkan.


Emma menghampiri sopir yang di tugaskan untuk mengantarkan dia kemana saja oleh Andra, dan sedikit bernegosiasi dengan sopir tersebut. walau ada perdebatan sedikit akhirnya, sopir itu setuju dengan Emma.


"sudah Emma?" tanya Farhan saat Emma membuka pintu mobil penumpang depan.


"sudah mas, yuk kita berangkat sekarang keburu siang nanti." ajak Emma, karena dia takut jika dia tidak dapat mengerjakan pesanannya.


Emma tidak mau gagal dan membuat kecewa kepada pelanggannya, apalagi ini orderan pertama bagi Emma.


mereka sudah tiba di toko bahan kue, memilih bahan-bahan keperluan untuk dessert pesanannya.


"sudah semua, Emma? ada yang kurang tidak ini?" tanya Farhan untuk memastikan belanjaannya tidak kurang dan tidak ada yang terlewatkan.


"sudah mas, semua sudah komplit. pasti masih ada sisa nantinya, aku membeli sedikit di lebihkan sekalian buat stok cafe." ucap Emma memastikan Farhan.


"baiklah ayo kita bayar, setelah itu kita sarapan dahulu di seberang sana. itu bubur ayam terenak, Emma. kamu harus cobain." ajak Farhan dengan senang.


setelah membayar belanjaannya tadi dan menaruh barang-barangnya di dalam mobil, Emma dan Farhan menyeberangi jalan untuk membeli bubur ayam yang Farhan maksud, kebetulan Emma sudah lama tidak makan bubur ayam. tanpa mereka sadari tangan mereka bergandengan hingga sampai di warung bubur ayam.

__ADS_1


sedangkan orang yang bertugas untuk mengawasi dan mengikuti kemana pun Emma pergi sudah mengambil beberapa foto untuk dia laporkan kepada bos mereka yaitu Andra.


"sial, mengapa mereka begitu dekat seperti itu. ada hubungan apa mereka, tidak akan aku relakan Emma bersama kamu Farhan. Ingat Emma milik aku, lihat saja nanti, apa yang bisa aku lakukan?" geram Andra sambil mengepalkan tangannya hingga kubu-kubu jarinya terlihat memutih.


__ADS_2