MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
KUNJUNGAN EMMA KE RUMAH ANDRA


__ADS_3

"baiklah tapi aku harus tahu dimana dia tinggal selama di Jakarta dan mengurusi pernikahan kamu. aku tidak akan melepaskannya begitu saja." ucap Andra dengan berat hati menganggukkan kepalanya.


"itu terserah kepada kamu, tapi biarkan Emma menjalankan pekerjaannya." ucap Sony menasehati.


"hubungi aku jika Reina akan bertemu dengan Emma. aku akan menemuinya juga." ucap Andra meminta.


"baiklah Andra, tapi jangan kacaukan pertemuan Reina untuk membahas kepentingan pernikahannya." ucap Sony mengingatkan.


kini satu bulan telah berlalu sesuai janjinya dengan Reina dan Bu Indira bahwa hari ini mereka akan bertemu. Emma berangkat ke Jakarta sendirian menggunakan pesawat komersil. sesampainya di Jakarta Emma telah di tunggu oleh Alex, dan Alex yang akan mengantarkan Emma bertemu dengan keluarga Pradipta Wijaya.


"selamat siang nona Fani." sapa Alex tersenyum lebar.


"Alex, aku takut." itulah kata pertama yang keluar dari mulutnya, dia benar-benar cemas dan gelisah jika harus bertemu dengan keluarga Pradipta Wijaya. selama tinggal di Bali hidup Emma aman-aman saja bahkan hidupnya sangat bahagia.


menjalani bisnis yang dia kelola, membuat Emma lupa akan semua masalah yang dia hadapi. bisnis yang dia bangun sudah mulai banyak peminatnya. bahkan baru-baru ini dia mengangkat seorang karyawan untuk membantunya.


"tenanglah nona, nona harus bisa bersikap biasa. tenang dan jangan terlihat kaku." ucap Alex menenangkan.


"baiklah Alex." jawab Emma membuang napasnya.


tidak membutuhkan waktu lama bagi Emma telah tiba di kediaman Pradipta Wijaya. berkali-kali Emma menelan salivanya gugup, jantungnya berdegup kencang.


"nona Fani kita telah sampai." ucap Alex memberitahu.


Emma menarik napasnya sekali lagi.


"Alex tunggu aku, jangan jauh-jauh dari aku." ucap Emma sambil turun dari mobil.


Emma melangkah pelan memasuki kediaman keluarga Pradipta Wijaya. sekali lagi Emma menarik napasnya lalu membuangnya sebelum menekan tombol bel rumah tersebut.


saat pintu besar kokoh tersebut dibuka di sana menampakkan Reina, dan Emma pun tersenyum ramah. Reina yang terlihat bingung hanya mematung memandanginya. mengerti akan kebingungannya Reina dengan buru-buru Emma mengenalkan dirinya.


"selamat siang nona saya Geovani Unaya Humairah. saya ditugaskan oleh nona Emma untuk menggantikan pertemuannya kali ini." ucap Emma sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Ouw Emma tidak bisa hadir?" tanya Reina tercengang.


"betul nona, nona Emma ada keperluan mendadak jadi saya yang mewakilinya. tapi tenang saja besok tetap nona Emma yang akan membuat secara langsung." ucap Emma dalam penyamarannya sebagai Fani.


Reina mempersilahkan masuk ke dalam rumah. di dalam sudah menunggu Yoga Pradipta Wijaya beserta Indira Pradipta Wijaya tidak ketinggalan Sony dan Andra yang masih di dalam ruangan kerjanya. Andra akan keluar nanti jika Emma telah tiba.


"Mami perkenalkan ini Fani orang kepercayaan Emma, katanya Emma berhalangan hadir." ucap Reina memperkenalkan Fani kepada Indira.


"maaf sebelumnya perkenalkan saya Geovani Unaya Humairah. saya yang menggantikan nona Emma untuk pertemuan kali ini, bukan maksud untuk ingkar tapi kebetulan nona Emma ada urusan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan." jelas Emma panjang.


"tapi nanti yang membuat kamu atau Emma langsung?" tanya Indira penasaran.


"kalau masalah itu nona Emma yang akan membuatnya sendiri." ucap Emma menerangkan.


tidak berselang lama Sony dan Andra turun dari lantai atas, seketika pandangan Emma tertuju pada sosok laki-laki yang selama ini dia hindari, Emma tidak menyangka bahwa akan bertemu hari ini.


mata Emma bertemu dengan mata Andra mereka menatap satu sama lain. Emma segera sadar dari lamunannya dan segera membuang pandangannya dari laki-laki dihadapannya. Emma gelisah ditatap oleh Andra secara intens dan terus menerus. dia bingung akan melakukan apa sekarang ini. yang dia ingat dia harus bermain cantik agar tidak ketahuan jika dia saat ini menyamar sebagai Fani.


"Reina, siapa dia?" tanya Sony yang menjatuhkan bokongnya duduk di samping kekasihnya.


"maksudnya?" tanya Sony bingung menautkan alisnya atas perkataan Reina.


"Emma berhalangan hadir Sony! masa seperti itu tidak paham." ucap Yoga Pradipta Wijaya menyambung.


"Iya mas Emma tidak bisa datang kemari, awalnya aku juga kaget tapi setelah mendengar penjelasan dari Fani aku mengerti." ucap Reina tersenyum.


tidak henti-hentinya Andra menatap lekat wanita dihadapannya, dia merasa bahwa wanita ini adalah Emma, wanita yang dia cari selama ini. senyum tipis terlukis di bibir Andra. Emma yang merasa terus ditatap begitu gelisah, rasanya dia ingin segera keluar dari rumah ini dan kembali lagi ke Bali.


"maaf nona Reina kalau boleh saya tahu bagaimana konsep pernikahannya?" tanya Emma gugup untuk mengalihkan pandangan Andra yang terus menatapnya dari tadi.


Reina menjelaskan konsep pernikahannya, dia juga menginginkan menu dessert yang spesial tentunya. apalagi Yoga Pradipta Wijaya seorang pengusaha dan mantan dewan. jadi semua yang akan hadir adalah orang-orang penting semuanya rekan bisnis Andra, Sony dan Yoga Pradipta Wijaya sendiri banyak yang mereka undang dalam acara pernikahan ini.


"baiklah nona Reina nanti saya akan sampaikan dengan nona Emma. kalau begitu saya pamit pulang dahulu." ucap Emma sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


"Fani dimana Emma berada sekarang?" tanya Andra sebelum Emma melangkah pergi.


seketika Emma menegang mendengar pertanyaan itu dari Andra. dia juga bimbang ingin mengatakan dimana keberadaannya.


"maaf pak Andra, nona Emma meminta kepada saya untuk tidak mengatakan dimana dia berada saat ini. maaf saya tidak bisa memberitahukan keberadaannya." ucap Emma tegas.


"kami adalah pelanggannya dan bagaimana jika dia ingkar? kemana kami mencarinya jika semua tidak tahu keberadaannya." tanya Andra dengan suara baritonnya.


Emma mengambil napas panjang dan membuangnya.


"maaf pak Andra setahu saya nona Emma tidak akan ingkar akan janjinya, dia telah menyetujuinya menghandle di acara pernikahan, nona Reina. saya pastikan di acara nanti berjalan lancar sesuai keinginan, nona Reina." jawab Emma dengan tenang dan menatap tajam ke arah Andra.


"jangan permalukan keluarga kami!" ucap Andra tersenyum simpul karena dia mengenal tatapan itu.


"saya jamin pak Andra, saya rasa pertemuan ini sudah selesai, kalau begitu saya permisi dahulu." ucap Emma tersenyum sungkan, dia pamit kepada Yoga dan Indira.


"sampaikan salam kami kepada Emma." ucap Indira tersenyum.


Emma membalasnya dengan senyum dan segera melangkah pergi meninggalkan rumah keluarga Pradipta Wijaya, dia langsung masuk ke dalam mobil yang dimana Alex sudah menunggunya. Emma mengambil napasnya mengisi paru-parunya yang terasa kosong.


"bagaimana nona Fani, apa ada masalah?" tanya Alex antusias.


"mas Andra ada di dalam rumah itu Alex, entah dia mengenali aku atau tidak." ucap Emma gelisah.


"saya merasa dengan penampilan anda yang sekarang pak Andra tidak mengenali anda." jawab Alex dengan santai.


"semoga saja Alex, apa mas Farhan sibuk hari ini?" tanya Emma yang dari tadi terus gelisah.


" tidak nona Fani kebetulan pak Farhan menghubungi saya, jika dia ingin bertemu dengan anda di restoran Cerry malam ini. jadi nanti pukul 8 malam saya akan kembali menjemput anda." ucap Alex memberitahu kabar baik tersebut.


"baik Alex, terima kasih." ucap Emma lagi.


setelah kepergian Emma Andra langsung kembali ke dalam ruang kerjanya dan menghubungi Rayken. dia meminta Rayken untuk menyelidiki Geovani Unaya Humairah. Andra yakin jika Fani adalah Emma. Emma mencoba menyamar dan mengganti identitasnya. jika itu benar adanya berarti itu semua ulah Farhan. dia juga akan dengan mudah menemukan dan menaklukkan Emma kembali. Andra tersenyum puas melihat kehadiran Emma seorang diri di kediaman keluarga Pradipta Wijaya.

__ADS_1


"tunggulah kehadiran aku Emma." gumam Andra di dalam ruang kerjanya.


__ADS_2