MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
DI VILLA ANDRA


__ADS_3

"Mas." sapa Emma di belakang Andra.


Andra menoleh ke sumber suara, dan dia melihat Emma sudah berada di belakangnya. Andra kemudian menghampiri dan mengajak Emma berbicara.


"kenapa kamu meninggalkan apartemen, Emma? kamu lupa atau mau kabur dari aku?" tanya Andra dengan sorot mata yang tajam.


"maaf mas. aku tidak bermaksud untuk kabur dari apartemen." jawab Emma singkat.


"tidak kabur? kalau tidak kabur mengapa kamu bisa ada disini? apa yang membuat kamu bisa berada disini? kamu pikir aku tidak tahu apa yang kamu lakukan selama aku pergi?" ucap Andra marah sambil memperlihatkan foto-foto Emma yang berhasil di kirim oleh salah satu anak buahnya yang bernama Rocky.


seketika Emma kaget apa yang ditunjukkan oleh Andra. benar kata Farhan, Andra bukanlah orang sembarangan, dia tidak akan membiarkan orang yang sudah ada di dekatnya bebas begitu saja.


"jadi selama mas pergi, mas menyewa mata-mata untuk mengawasi aku?" tanya Emma terkejut.


"kamu tidak perlu kaget." sambung Andra lagi karena dia tidak mendapatkan jawaban apapun dari Emma.


Emma tetap diam tidak mampu berkata apa-apa lagi, dia bingung mau berbicara seperti apa lagi saat ini. entah mengapa hati Emma menjadi tidak tenang.


Andra berdiri lalu pergi dari hadapan Emma, sebelum dia benar-benar pergi dia berpesan kepada Emma.


"tunggu di villa ini, jangan kemana-mana!" kata Andra lalu bergegas pergi keluar.


Emma terduduk lemas di sofa ruangan ini. dia bingung apa yang akan dia lakukan nantinya, dia tidak habis pikir jika selama ini dia diikuti oleh orang suruhan Andra.


Emma mengambil semua foto-foto di atas meja itu dan melihatnya, bahkan fotonya bersama Farhan pun juga ada waktu di restoran milik sahabat Farhan dan waktu malam terakhir Emma makan malam bersama Farhan pun juga ada.


"apa yang harus aku lakukan?" gumam Emma bingung.


dia bersandar di sofa dan memejamkan matanya sejenak, dia bingung akan nasibnya nanti.


"astaga bagaimana nasib Santi yah! dan semua barang-barang aku. aku harus menemui Santi sekarang." batin Emma dan bergegas untuk keluar.


saat Emma membuka pintu dia teringat akan perkataan Andra barusan. seketika bimbang melanda hatinya, dia takut akan kemarahan Andra tapi dia juga khawatir akan keadaan Santi.


jika dia pergi sekarang dan Andra kembali tidak menemukannya pastilah Andra murka nantinya, dia kembali menutup pintu itu dan kembali masuk ke dalam. Emma bimbang antara menunggu Andra kembali atau pergi ke rumah bik Siti menanyakan Santi.


malam hari Andra baru kembali menemui Emma. dia masuk ke dalam mencari Emma tapi dia tidak menemukannya.


"kemana lagi wanita itu!" gumam Andra sambil mengacak rambutnya.


"Emma!" teriak Andra dari lantai atas.

__ADS_1


"Emma! kamu dimana!" seru Andra kembali dan berjalan turun dari lantai atas mencari keberadaan Emma.


Emma merasa ada yang memanggilnya, dia segera masuk ke dalam dan mengecek apakah Andra sudah kembali dan mencarinya.


"mas, mas Andra mencari aku?" tanya Emma ketika dia masuk dari pintu belakang.


"astaga, kamu dari mana?" tanya Andra heran.


"maaf mas, aku suntuk di dalam. aku dari taman belakang." jawab Emma menunduk, dia tidak berani melihat Andra langsung.


"siapkan makanan itu, aku mau mandi dulu." perintah Andra sambil menunjuk bungkus plastik di atas meja makan.


Emma segera menyiapkan makanan yang di beli oleh Andra, sedangkan Andra masih di lantai atas membersihkan dirinya.


tidak menunggu lama, akhirnya Andra turun juga. dia menuju meja makan yang dimana sudah tersaji hidangan makan malam untuknya dan Emma.


"ayo dimakan." ucap Andra menawarkan.


Emma hanya mengangguk dan segera duduk di depan Andra, dia segera mengambil makanannya dan makan dalam diam.


Andra sesekali melirik kearah Emma yang tengah menikmati makannya. ada rasa bahagia bisa bertemu dengannya, tapi ada rasa kesal, kecewa, marah juga terhadap Emma. entah apa jadinya jika dia tidak menyusul Emma sampai kepemandian tadi siang.


selesai makan Emma membersihkan peralatan kotor dan dia segera menemui Andra di taman belakang. dia sebenarnya takut meminta izin dari Andra, tapi dia harus mencobanya.


Andra hanya menoleh sesaat untuk melihat Emma, dan dia kembali fokus pada ponselnya.


Emma duduk di samping Andra dia menarik napas panjang sebelum berbicara pada Andra kembali.


"mas Andra, bolehkah aku kembali ke villa tempat aku menginap?" tanya Emma ragu, dia begitu ketakutan.


"aku juga khawatir akan keadaan Santi, mas." sambung Emma kembali.


"dia baik-baik saja." jawab Andra tanpa menoleh ke arah Emma.


"Tapi-"


"tidak ada bantahan Emma, tetap berada disini! jangan kemana-mana tanpa izin dari aku!" ucap Andra memotong perkataan Emma.


Emma kini hanya pasrah saja, dia akhirnya memilih beranjak dari taman dan segera masuk ke dalam. percuma jika berbicara dengan Andra jika dia masih marah.


"jangan mencoba untuk kabur lagi Emma." ucap Andra memperingati.

__ADS_1


"aku hanya ingin masuk ke dalam mas, aku lelah ingin istirahat." jawab Emma tanpa menoleh.


dia masuk ke dalam salah satu kamar yang berada di bawah dan segera menguncinya dari dalam. dia merebahkan tubuhnya di atas kasur dan mencoba untuk tidur saja malam ini.


tidak berapa lama Andra masuk ke dalam, saat dia akan menaiki tangga matanya menangkap salah satu kamar yang berada di bawah lampunya menyala. Andra kembali turun dan mencoba mengecek kamar tersebut.


"apa Emma berada di kamar ini?" batin Andra sambil mengeryitkan dahinya.


Tok! tok! tok!



"Emma, apa kamu berada di dalam? kamu jangan macam-macam dengan aku." teriak Andra berusaha mencoba mengetuk pintu tersebut tapi terkunci dari dalam.


"Iya mas, aku yang di dalam." sahut Emma dari dalam kamar.


"ngapain kamu di kamar ini keluar! buka pintunya Emma! kalau tidak pintu ini akan aku dobrak!" geram Andra dari balik pintu kamar yang ditempati Emma.


"aku mau istirahat mas, aku lelah. apa maunya mas Andra ini?" gerutu Emma dari dalam kamar.


akhirnya Emma mengalah dan dengan kesal membuka pintu kamarnya.


Ceklek!



Andra menarik tangan Emma dari kamar tersebut dan membawanya naik ke kamar atas, dia tidak peduli dengan teriakan Emma dan tetap menariknya ke lantai atas. Andra membuka kamar yang tadi dipakai Emma lalu membawanya masuk ke dalamnya.


"kamu tidur di kamar ini." perintah Andra dengan wajah datar.


"aku tidak mau, aku mau tidur di bawah saja." ucap Emma kesal.


"kenapa? kamu takut dengan aku Emma?" tanya Andra sambil mengangkat dagu Emma hingga kini tatapan mata mereka bertemu.


"mas aku-"


"kamu kenapa? buang jauh-jauh pikiran kotor kamu Emma, jika aku mau sudah aku lakukan terhadap kamu tadi." ucap Andra lalu berjalan keluar dari kamar itu meninggalkan Emma sendirian.


Emma langsung menghirup napas panjang dan membuangnya berkali-kali, baru kali ini dia memandang Andra sampai kesulitan untuk bernapas, dia segera membuka pintu balkonnya dan segera menghirup udara malam ini. jantungnya seakan berhenti berdetak jika berdekatan dengan Andra.


"Ya Tuhan, apa yang aku pikirkan tadi." gumam Emma sambil memandang langit malam dari atas balkon.

__ADS_1


"Emma tutup jendelanya dan segera tidur! kalau tidak aku akan wujudkan impian kamu malam ini!" ucap Andra yang sudah berada di ambang pintu kamarnya.


seketika Emma berbalik dan mendapatkan Andra yang berdiri dengan membawa sesuatu di tangannya.


__ADS_2