MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
QUALITY TIME DI RUMAH BARU


__ADS_3

"maaf mengganggu ibu Emma. Ibu Emma ingin makan atau minum apa biar saya siapkan?" tanya Vega yang menghampiri Emma di tengah dia berkumpul dengan keluarga besarnya.


"hmm... aku ingin salad buah saja, Vega." jawab Emma mengeryitkan keningnya sambil dengan senyuman.


"baiklah biar saya buatkan sekarang, apa ada lagi ibu Emma?" tanya Vega dengan senang hati.


"buatkan juga suami aku teh kesukaannya, sekalian bawakan juga air mineral ya, Vega." ucap Emma menambah pesanannya.


"baik ibu Emma di tunggu sebentar, akan saya buatkan dan ambilkan." jawab Vega tersenyum sambil segera berlalu meninggalkan Emma dan segera membuatkan pesanannya.


"wah, lagi pada kumpul di sini semua." ucap Andra yang kini ikut bergabung dengan istri dan kedua orang tuanya.


"Andra Papa titip putri Papa ya, Papa sama Mama besok pagi akan kembali pulang. Mela juga sudah mulai aktif kembali sekolahnya." ucap Gibran Pramudya Dhwizis meninggalkan pesan untuk menantunya.


"baiklah Papa, Papa tenang saja aku akan menjaga Emma dengan sepenuh hati. mana mungkin aku menyakiti istri aku ini, apalagi sekarang dia sedang mengandung anak aku." ucap Andra sambil tersenyum dan mengusap puncak kepala Emma yang berada duduk di sampingnya.


"Mami dan Papi juga malam ini akan kembali pulang ke rumah, tapi Mami janji akan sering-sering main ke rumah kalian. jaga kandungan kamu Emma jika ada apa-apa segera hubungi Mami." ucap Indira ikut berpamitan kepada anak dan menantunya.


"Iya Mami terima kasih sudah mau menginap di rumah baru kami." ucap Emma tersenyum senang.


obrolan ringan berlanjut hingga waktunya makan malam. mereka makan malam bersama di taman belakang rumah milik Andra. Andra sengaja menyuruh para pekerja membuatkan dekorasi untuk makan malam di halaman belakang rumahnya. suasana indah membuat suasana makan malam terkesan di hati. Emma tampak bahagia dengan kebersamaan keluarga di rumah barunya.


"mas terima kasih sudah membuat kesan hangat dan menyenangkan untuk malam ini. aku sangat bahagia sekali, terima kasih telah memilih aku untuk menjadi istri kamu, mas." ucap Emma lirih sambil terus memandangi suaminya dengan senyum manisnya.


"kamu akan selalu terkesan selama menjadi istri aku, ini sudah menjadi kewajiban aku untuk membuat bahagia istri aku." bisik Andra di telinga Emma dengan suara lembut sambil tangannya mengusap perut Emma.


"semoga kita akan bahagia selalu dan akan selalu bersama-sama hingga maut memisahkan." batin Emma dan tetap tersenyum kearah suaminya.


setelah kepergian mertuanya tadi malam, kini giliran Mama dan Papa yang akan kembali ke kampung halaman. hati Emma terasa sedih di tinggal pulang oleh kedua orang tuanya beserta adiknya. ingin rasanya menahan keluarganya untuk tetap tinggal di rumah ini menemani Emma. namun, pekerjaan Papa dan sekolah adiknya yang menjadi alasan kuat mereka harus pulang.


"sayang kamu baik-baik di sini, jaga kesehatan dan kandungan kamu." ucap Inayah menasehati Emma.


"Iya Mama, aku akan selalu ingat nasehat Mama dan Papa. kalian berdua juga jaga kesehatan di sana, maaf Emma tidak bisa mengantar kepulangan kalian semua." ucap Emma dengan wajah sedih.


"tidak apa Emma yang penting kamu sehat di sini, nanti Mama dan Papa jika ada waktu senggang kami akan berkunjung kembali kemari." ucap Gibran Pramudya Dhwizis menghibur hati Emma.

__ADS_1


"Iya Papa kami tunggu, jika Papa dan Mama akan kemari hubungi aku saja biar sopir aku yang menjemput kalian." ucap Emma sambil tersenyum lebar.


"Iya Andra kamu jaga Emma dan juga kandungannya, jaga cucu Papa. kami pulang dahulu." pamit Gibran Pramudya Dhwizis kepada Emma dan Andra.


"Iya Papa aku akan menjaga Emma dan calon cucu Papa. hati-hati di jalan." ucap Andra menyakinkan mertuanya.


setelah kepergian kedua orang tua Emma. Andra dan Emma kembali masuk ke dalam rumah, hari ini Andra bekerja siang hari. dia ingin menemani istrinya terlebih dahulu.


"mas tidak berangkat bekerja?" tanya Emma saat melihat suaminya malah berganti pakaian dan akan menuju ruangan olahraga.


"aku berangkat siang sayang, temani aku di ruangan fitness, aku ingin olahraga sebentar." ucap Andra mengajak Emma dan segera menggandeng tangan istrinya menuju ruangan olahraga.


Andra melakukan olahraga kurang lebih 1 jam lamanya. setelah selesai olahraga dia menghampiri istrinya yang tengah duduk sambil memakan buah segar yang disajikan oleh pelayan. Andra meraih botol minum di atas meja dan segera meneguknya hingga tandas.


"makanlah yang banyak, sayang." ucap Andra tersenyum saat melihat istrinya sedang menikmati buah segar yang disajikan.


"hmm... sebenarnya aku ingin makan sushi, mas." ucap Emma meminta yang sudah berada di dekat Andra, dia tadi sempat melihat majalah yang menampilkan aneka olahan makanan Jepang.


"ya sudah, biar dibuatkan oleh koki rumah ini saja. kamu tinggal menunggunya, aku jamin rasanya tidak kalah enak dengan yang di restoran." ucap Andra tersenyum senang sambil mengecup kening istrinya.


"baiklah aku akan meminta tolong kepada Vega untuk menyiapkan makan siang nanti di dekat kolam renang." ucap Emma bersemangat.


Emma tersenyum bahagia dan memeluk Andra tetapi belum lama dia memeluk suaminya Andra segera melepaskan pelukannya.


"mas mandi dahulu sana, kena keringat juga aku jadinya." gerutu Emma dengan wajah cemberut.


Andra tertawa lepas melihat sikap istrinya yang seperti anak kecil sedang merajuk, istrinya sendiri yang memeluknya, istrinya pula yang marah.


"kita mandi bersama saja kalau begitu, sayang." ucap Andra mengajak sekaligus menggoda Emma.


Emma melebarkan bola matanya tanda tidak setuju akan perkataan Andra barusan.



"enggak! mas mandi sendiri saja, sana buruan mandi lalu kita nonton acara televisi favorit kita sebelum makan siang." ucap Emma sambil mendorong tubuh suaminya dengan gemas.

__ADS_1


"Iya istri aku yang mulai bawel." ucap Andra terkekeh, dia mencubit hidung mancung milik istrinya dengan gemas.


Andra segera menggandeng tangan Emma keluar dari ruangan olahraga dan meminta Emma menunggunya di dalam kamar saja. selagi dia mandi dan bersiap untuk berangkat bekerja karena ada meeting Emma menyiapkan pakaian kerja suaminya dan menaruhnya di atas ranjang mereka, dia juga tidak lupa memilih dasi yang pas untuk suaminya.


"hmm... kenapa repot seperti itu sayang? aku menyuruh kamu istirahat." ucap Andra saat dia sudah selesai mandi memasuki kamarnya yang melihat Emma sedang sibuk menyiapkan pakaian kerjanya.


"astaga mas, ini hanya aktivitas biasa saja tidak berat hanya ringan. aku jenuh berdiam diri terus, ini tidak akan mempengaruhi kandungan aku, mas." jawab Emma membujuk suaminya.


"habis aku berangkat ke kantor, kamu terus istirahat." perintah Andra dengan tegas.


"Iya mas, ya sudah ayo kita turun sepertinya sudah siap makan siang kita." ucap Emma mengajak Andra bergegas turun ke lantai bawah.


"Iya ayo kita turun sayang, hati-hati." ucap Andra sambil menggandeng tangan Emma erat menuruni anak tangga menuju lantai bawah rumahnya.


Emma menggandeng tangan suaminya dengan semangat, senyum mengembang menghiasi bibirnya siang hari ini. hidangan yang Emma minta telah tersaji tertata rapi di atas meja makan yang akan mereka gunakan untuk makan siang.


"silahkan pak Andra dan ibu Emma." ucap Vega mempersilahkan majikannya untuk menempati meja makan yang sudah penuh dengan hidangan Jepang terutama sushi permintaan Emma.


"terima kasih Vega." ucap Emma ramah dengan senyuman manisnya.


Andra dan Emma segera mencicipi hidangan yang sudah tersaji dihadapan mereka. Andra memang sengaja memperkerjakan seorang chef di rumah mereka, jika sewaktu-waktu Emma ingin menikmati hidangan yang tidak mudah didapatkan, atau jika tengah malam Emma mengidam ingin makan-makanan yang beragam dia tidak kesulitan lagi untuk mencari makanan yang di minta oleh istrinya.


"bagaimana menurut kamu sayang?" tanya Andra dengan suara lirih di telinga Emma.


"hmm.. nikmat rasanya hampir mirip dengan yang aku makan sewaktu di Jepang, aku sangat menyukainya mas." jawab Emma senang sambil menyuapkan sushi ke dalam mulutnya, dia memakan dengan lahap semua sushi yang tersaji di atas meja makan.


"jika kamu menginginkan sesuatu tinggal bilang saja pada Vega, agar dia yang bilang kepada chef di rumah ini untuk membuatkannya." ucap Andra sambil menikmati makan siang bersama istri tercintanya yang jarang sekali dia bisa memiliki waktu spesial seperti saat ini.


"terima kasih suami aku." ucap Emma tersenyum bahagia.


"apa? coba ulangi lagi sayang?" ucap Andra menggoda Emma disela-sela makan siang mereka.


"Mas." ucap Emma dengan nada kesal.


"bukan itu tadi." jawab Andra terus menggoda sambil menikmati sushi hingga tandas.

__ADS_1


"Iya iya, terima kasih suami aku." ucap Emma mengulang lagi, dia sangat malu untuk kali ini.


"sama-sama istri aku." ucap Andra dengan senyum menawannya, dia segera meraih tangan Emma dan mengecupnya singkat.


__ADS_2