MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
NGIDAM MAKAN GURAME


__ADS_3

Sesampainya di kebun Andra memetikkan buah yang di minta istrinya tanpa mengeluh, dengan semangat Andra memetik buah-buahan.


"buah apalagi yang kamu mau sayang?" tanya Andra sambil mengelus puncak kepala Emma.


"cukup mas, ini sudah banyak untuk makan malam kita nanti." jawab Emma senang sambil memasukkan semua buah-buahan ke dalam keranjang buah yang dia bawa.


"baiklah sekarang kita bawa ke rumah, ini sudah sangat sore." ucap Andra sambil mendorong kembali kursi roda yang dinaiki Emma.


saat Emma dan Andra melewati kolam ikan, tiba-tiba Emma memintanya berhenti sejenak, dia memperhatikan ikan-ikan yang sedang diberi makan oleh pekerja.


"mas, aku ingin makan ikan gurame bakar sambal mangga. bukan tadi juga ada mangga mudanya, kamu jadi memetik mangga muda yang aku minta bukan, mas?" tanya Emma dengan wajah penasaran.


"Iya ini sudah ada mangga mudanya yang baru saja mas petik, sayang." jawab Andra tersenyum senang.


"Ya sudah aku mau makan malam pakai yang tadi, mas." ucap Emma meminta, dia merajuk manja kepada suaminya.


"tolong tangkapan ikan gurame yang jumbo, lalu berikan kepada chef rumah ini. bilang kepadanya suruh masakan ikan gurame bakar sambal mangga, ini mangga mudanya." ucap Andra memerintah kepada salah seorang pekerja yang ada di kolam ikan miliknya.


"baik pak Andra." ucap pekerja itu dan segera mengambil keranjang buah yang dibawa oleh Emma tadi.


Andra kembali mendorong kursi roda Emma ke arah teras dekat kolam renang, di sana juga sudah ada pesanan istrinya.


"apa anak aku rewel di dalam sini?" tanya Andra sambil mengelus perut Emma.


Emma menggelengkan kepalanya karena dia tengah meminum juice buahnya. Andra terus mengusap perut Emma dengan lembut.

__ADS_1


sesuai permintaan Emma sore tadi, kini sudah terhidang gurame bakar sambal mangga dengan buah mangga muda yang menggugah selera makannya. Emma dengan semangat mengambil potongan ikan dan memakannya, terutama sambal mangganya.


"sayang pelan-pelan makannya, mau pakai nasi atau kentang saja?" tanya Andra sambil menikmati makan sorenya dengan hidangan favorit istrinya.


"hmm... mau kentang saja, mas." jawab Emma sambil memasukkan satu potongan ikan gurame bakar ke dalam mulutnya.


Andra dengan cekatan mengambilkan kentang goreng dan menaruhnya di atas piring istrinya, dia tersenyum melihat istrinya yang sedang menikmati makan malamnya dengan lahap.


"pelan-pelan ini minumnya, kamu menyukainya?" tanya Andra tersenyum senang melihat respon istrinya yang memakan semua hidangan makan malam mereka hingga tandas.


"tentu mas ini enak sekali, mas cobalah." ucap Emma menawarkan sambil dia menyantap makan malamnya dengan lahap.


"tidak kamu saja yang memakannya, aku makan ini sepertinya sangat asam sekali." ucap Andra menggelengkan kepalanya.


"gak mas, ini enak gak asam kok cobain sedikit saja." ucap Emma meminta sambil menyuapkan sesendok nasi beserta lauk ikan gurame bakar sambal mangga ke dalam mulut Andra.


"bagaimana enak bukan mas?" tanya Emma saat Andra telah selesai dengan minumnya.


"sudah cukup, sekali saja aku makan seperti itu. apa kamu tidak merasa asam sama sekali?" tanya Andra heran membulatkan matanya menatap wajah Emma.


"tidak ini enak kok." jawab Emma singkat sambil meneruskan makannya.


"jangan terlalu banyak makan asam sayang, nanti kamu sakit perut." ucap Andra memperingati istrinya.


"iya tenang saja mas, jangan khawatir." tanya Emma tersenyum lebar.

__ADS_1


Andra menggelengkan kepalanya mendengar perkataan istrinya barusan, setahu dia bahwa semua keinginan ibu hamil wajib dituruti dan tidak boleh dibantah.


"mas besok aku ingin jalan-jalan, bolehkah aku mengunjungi Qonita. selama berada di Jakarta aku belum mengunjunginya." tanya Emma meminta izin Andra untuk menemui sahabatnya.


ini adalah topik yang Andra tidak suka, jika istrinya mengunjungi Qonita maka dia akan datang ke kontrakannya dahulu. malah bisa jadi akan ada Farhan di sana, dia tidak mau jika sampai istrinya kembali berhubungan dengan Farhan.


"biar Qonita saja yang datang ke rumah ini, kamu tidak usah pergi kemana-mana. biar besok sopir yang menjemput Qonita sahabat kamu." ucap Andra mengambil keputusan mendadak karena rengekan istri tercintanya.


"baiklah mas, aku akan bilang kepada Qonita nanti. terima kasih sudah memberi izin Qonita boleh menemui aku di rumah ini, mas." ucap Emma tersenyum lebar, dia lega sekarang karena sebentar lagi akan berjumpa dengan sahabatnya.


"kenapa tidak? asal kamu bahagia, tetap di rumah jangan pergi kemana-mana. besok aku ada pekerjaan mungkin hingga malam kamu baik-baik di rumah." ucap Andra memberikan alasannya.


"Iya mas, terima kasih." ucap Emma tersenyum senang.


selesai makan malam Andra mengajak istrinya untuk beristirahat, tidak lupa dia mengingatkan kepada istrinya untuk meminum vitaminnya.



keesokan paginya, pagi hari yang cerah. secerah hati Emma. bagaimana tidak bahagia, akhirnya dia dapat menemui sahabatnya siang nanti. sudah sekian lama tidak bertemu membuat Emma merindukan sahabatnya. Rindu akan kebersamaannya selama ini. semenjak dia menikah hingga saat ini barulah dia akan bertemu kembali, selama ini mereka hanya melepas rindu dengan video call saja.


Emma meminta chef rumah ini untuk membuatkan hidangan spesial. hidangan yang disukai oleh sahabatnya. sebenarnya dia ingin membuatkannya langsung, hidangan yang akan disajikan oleh sahabatnya. tetapi Andra melarangnya dan mengancam tidak akan memperbolehkannya menemui Qonita. dengan terpaksa dia menuruti permintaan suaminya. setelah Andra berangkat bekerja dia ditemani Vega duduk di ruang keluarga sambil membaca. Vega menyiapkan camilan dan minuman untuk Emma.


"Vega bolehkah aku jalan saja dari pada aku menggunakan kursi roda, aku masih kuat untuk jalan sendiri. aku lelah duduk terus menerus di kursi roda ini." ucap Emma meminta.


"maaf ibu Emma jangan melakukan hal itu. jika pak Andra mengetahui hal itu, dia akan marah kepada saya. saya masih membutuhkan pekerjaan ini." jawab Vega mencegah Emma.

__ADS_1


dengan berat hati Emma mendesah kecewa tetapi dia masih memikirkan nasib asistennya, dia merasa tidak nyaman dengan semuanya. berkali-kali dia menjelaskan kepada suaminya tetapi suaminya menolak dengan mentah-mentah. rumah ini menggunakan lift untuk naik dan turun dan tentunya itu tidak membahayakan baginya. suaminya ini sangatlah berlebihan dalam memperlakukannya.


__ADS_2