
Begitu sampai di kantor Andra di sambut oleh seluruh karyawannya, entah kenapa mereka merasa heran karena tidak pernah Andra membawa kotak bekal makan ke kantor dan melihat bos mereka tersenyum yang begitu tampan dan terlihat manis, sosok bos yang selalu terlihat dingin dan tegas hari ini sirna.
jarang sekali mereka melihat pemimpin perusahaan ini tersenyum bahagia pagi ini, Andra yang biasanya cuek saat para karyawan menyapa hari ini Andra menjawab sapaan mereka dengan senyum bahagianya.
selama 5 hari ini aku tinggal bersama Andra ada rasa bahagia, entah perasaan apa yang sedang menjalar di hati aku ini. pertama kali melihat dan bertemu dengannya yang aku tangkap dia seorang yang dingin, cuek hingga arogan.
pertama bertemu dan melayaninya di cafe pelangi biasa saja. tetapi saat aku menawarkan menu dia tidak membuka buku itu dan langsung memesannya, yang aku pikir mungkin sudah sering berkunjung disini jadi dia hafal semua menu yang ada di cafe ini tanpa melihat buku menunya. dan aku baru mengetahuinya dari Qonita sahabat aku bahwa dia seorang CEO di perusahaan besar dan pengusaha tambang batu bara dia pak Yosandra Regan Pradipta Wijaya dan di sebelahnya ada asisten kepercayaannya pak Sony, dan dia dahulunya memang sering berkunjung kemari. tapi selama hampir 6 bulan katanya dia tidak pernah berkunjung kemari baru hari ini dia berkunjung kembali.
__ADS_1
memang Qonita terlebih dahulu bekerja di cafe pelangi, aku ikut bergabung di cafe pelangi 6 bulan setelah Qonita bergabung. maka dari itu Qonita sudah hafal pelanggan langganan cafe pelangi.
beberapa hari kemudian pak Andra dan pak Sony berkunjung kemari ke cafe ini, seperti biasa aku menyambutnya, dan memilihkan tempat yang kosong, tapi entah kenapa pak Andra langsung memilih tempat pojokan sebelum aku memilihkannya, ya sudahlah aku ikuti kemauannya dimana pelanggan adalah rajanya. seperti biasanya dia langsung menyebutkan pesanannya, berbeda dengan pak Sony yang melihat menu terlebih dahulu. aku dan pak Sony terlibat percakapan tentang menu yang dia lihat. memang ada perubahan menu di cafe ini, terutama menu baru dessert box yang aku buat setelah disetujui oleh pemilik cafe ini yaitu Farhan.
saat aku sedang menikmati waktu istirahat aku dan mengisi tenaga lagi, tiba-tiba aku dikagetkan oleh Lisa teman kerja aku, yang mengatakan pak Andra marah, dia tidak mau dilayani oleh karyawan lain, dia meminta aku untuk melayaninya. kenapa harus aku? sedangkan biasanya juga tidak begitu. seketika rasa lelah aku hilang, ada rasa marah, dan sebal secara bersamaan, mau marah juga tidak bisa dia pelanggan tetap disini dan orang terkaya di Asia dan bisa saja dia menghancurkan cafe pelangi hanya aku kurang baik melayaninya. akhirnya aku mengalah dan menyingkirkan rasa kesal ini lalu melayaninya.
sebelumnya aku membuatkan dahulu pesanannya karena aku yakin kopi yang dia pesan sudah dingin, lalu aku mengantarkannya. tidak lupa aku tersenyum semanis mungkin di hadapannya. hal yang membuat aku terkejut tatapannya yang membuat bulu kudu ini berdiri sungguh sangat menakutkan. dan tidak disangka-sangka dia meminta aku jika setiap dia berkunjung di cafe ini aku yang melayaninya.
sudah hampir 5 hari pak Andra tidak berkunjung, aku pun hanya fokus membuat orderan dessert box yang semakin hari semakin banyak peminatnya. saat aku sedang asik bergurau dengan teman-teman aku untuk menghindari rasa jenuh bekerja seharian, aku dikejutkan saat Qonita menghampiri aku bahwa di depan ada pak Andra. Ya otomatis aku harus segera ke depan dan melayaninya sesuai Permintaannya dan permintaan pak Sony, karena aku sempat bertemu dengannya di cafe mawar untuk membahas permintaan pak Andra, dan yang membuat aku terkejut bahwa pak Sony adalah saudara pak Andra walaupun bukan saudara kandung.
__ADS_1
penilaian pertama dari cerita pak Sony yaitu pak Andra orang yang baik dan peduli pada keadaan sekitar, itulah penilaian aku saat itu. yang membuat aku bingung kenapa sifatnya berbeda sekali dengan yang di ceritakan pak Sony saat itu.
saat waktunya aku pulang dan aku lihat pak Andra masih berada di dalam cafe, aku akhirnya menunggunya selesai. tiba-tiba pak Andra memanggil aku dan ternyata dia meminta aku untuk pulang bersamanya, sejenak aku ragu tapi akhirnya aku menyetujuinya juga karena dari tatapannya jelas tidak bisa di tolaknya. aku berpamitan kepada Qonita bahwa aku tidak jadi pulang dengannya karena di tunggu oleh pak Andra, dan memberinya uang untuk membeli makanan karena tadi aku berjanji akan mentraktirnya. tapi ternyata pak Andra kembali masuk mencari aku lagi, dengan tatapan yang sulit diartikan, sejujurnya aku malu karena menjadi pusat perhatian para pengunjung cafe ini. aku bergegas mengikuti pak Andra ke dalam mobilnya, dan tidak lupa mengucapkan kata maaf berulang kali karena telah menunggu aku terlalu lama. tapi apa yang aku dapatkan jangankan dia menerima maaf dari aku, berbicara saja tidak, apalagi menoleh melihat aku sejenak pun juga tidak dia hanya fokus menyetir saja, di dalam mobil ini hanya ada keheningan dan aku memutuskan tidak mengajaknya berbicara kembali karena pasti hasilnya juga sama saja.
saat aku sedang melamun aku dikagetkan atas perkataan pak Andra yang menyebutkan bahwa aku telah sampai di depan rumah dan aku melihat sekeliling ternyata benar aku sudah di depan kontrakan aku, tidak lupa aku mengucapkan terima kasih dan meminta maaf kembali dan lagi-lagi tidak ada respon apa pun. aku bergegas turun dari mobilnya tidak mau membuatnya semakin kesal terhadap aku. setelah aku turun dia langsung melajukan mobilnya aku hanya membuang napas saja.
tapi aku heran dari mana pak Andra mengetahui alamat kontrakan aku, seingat aku tadi aku belum menyebutkan alamat kontrakan ini. saat aku sedang bingung aku melihat motor Qonita memasuki pekarangan rumah ini dan membuat aku sedikit melupakan masalah dengan pak Andra.
setelah aku membersihkan diri dan aku keluar kamar menuju meja makan dan makan bersama Qonita sambil bercanda riang, aku memutuskan untuk menceritakan semua kejadian yang aku alami barusan di dalam mobil tadi. Qonita juga merasa heran tapi apa yang tidak mungkin bagi pak Yosandra Regan Pradipta Wijaya, semua yang tidak mungkin pasti akan mungkin terjadi.
__ADS_1
di dalam benak aku apa jangan-jangan pak Andra diam-diam menyelidiki tentang aku, tapi untuk apa dia mencari tahu tentang aku? aku hanya pelayan cafe biasa, aku berasal dari kota terpencil yang datang ke ibukota untuk mencari pekerjaan untuk mewujudkan cita-cita aku, tidak ada yang spesial di dalam diri aku.