
Pemberitaan tentang Andra dan Emma telah tersebar, bahkan menjadi trending topik terkini. Andra yang selalu menutup hubungannya dengan kaum wanita dan kini dia telah membuat pengumuman akan wanita spesial di hatinya.
"Emma, kamu beneran telah di lamar oleh Andra?" tanya Qonita yang menghubunginya dari ponsel genggamnya.
"Iya Qonita, waktu masih di Bali mas Andra melamar aku. lusa aku akan pulang ke kampung halaman untuk menemui kedua orang tua aku." ucap Emma memberitahu kabar bahagianya.
"Oh, so sweet sekali kenapa kamu tidak memberitahu aku kemarin-kemarin?" ucap Qonita melayangkan protesnya.
"maaf Qonita bukan maksud aku untuk menyembunyikannya, tapi aku hanya ingin memantapkan hati aku dahulu." jawab Emma menjelaskan.
"apa pernikahan kamu akan kamu sembunyikan juga dari aku?" tanya Qonita sedih.
"Ya tidak Qonita, akan aku beritahukan kepada kamu. tunggulah kabar selanjutnya dari aku." ucap Emma menyakinkan sahabatnya.
"akan aku tunggu Emma kabar dari kamu." ucap Qonita senang.
bersamaan dengan itu panggilan pun berakhir. Emma hanya tersenyum mengingat sahabatnya begitu antusias dengannya. dari dulu Qonita memang menduga bahwa dia akan menikah dengan Andra.
"kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Andra yang menyaksikan Emma tengah melamun dan tersenyum sendiri.
"gak kok mas, barusan habis teleponan dengan Qonita. mas Andra sudah rapi saja." jawab Emma singkat, dia terkejut dengan kedatangan Andra yang tiba-tiba.
"ayo kita sudah ditunggu Mami." ajak Andra cepat menarik tangan Emma.
"iya sebentar mas, aku ambil tas dahulu." jawab Emma yang bergegas menuju ke kamarnya.
kini Emma dan Andra sudah berada di sebuah toko perhiasan mewah, mereka berdua akan memilih perhiasan yang akan digunakan untuk lamaran dan pernikahannya nanti. walau semalam hari yang melelahkan bagi Emma, tapi pagi ini dia harus mengunjungi toko perhiasan dengan Indira Pradipta Wijaya.
sedangkan Reina dan Sony menikmati bulan madunya sebelum mereka membantu mengurus pernikahan Andra dan Emma.
"bagaimana Emma, mana yang kamu suka?" tanya Indira yang sibuk memilih perhiasan-perhiasan yang cantik.
"sepertinya Emma ingin yang ini saja, Mami. bagaimana menurut, mas?" tanya Emma dengan senyuman manisnya.
"kalau kamu suka ambillah yang itu." jawab Andra tersenyum senang dengan tatapan sendu ke arah Emma.
"ini cantik Emma, kita ambil yang ini saja. Mami setuju dengan pilihan kamu." ucap Indira tersenyum bahagia.
sementara di cafe pelangi Farhan yang sudah mendengar dan membaca artikel tentang rencana pernikahan Emma dan Andra masih merasa belum ikhlas melepas Emma. hatinya begitu belum ikhlas jika Emma bersanding dengan Andra.
"Alex bagaimana ini? apa benar ini sudah akurat?" tanya Farhan pada orang kepercayaannya.
__ADS_1
benar pak Farhan itu ada video yang menyatakan bahwa sebentar lagi mereka akan menikah. dan saya mendapat kabar bahwa lusa keluarga Pradipta Wijaya akan berkunjung untuk menemui keluarga Emma." jawab Alex menjelaskan dengan singkat.
"atur waktu agar aku bisa bertemu dengan Andra." ucap Farhan memerintah.
"baik pak Farhan akan saya usahakan secepatnya." ucap Alex, dia bergegas meninggalkan Farhan sendirian.
Farhan ingin berbicara dengan Andra langsung, jika dia tidak bisa membiarkan Emma bertemu dengannya setidaknya apa yang menjadi pikirannya telah dia sampaikan kepada Andra. sampai saat ini Alex masih ditugaskan untuk mengawasi Emma dari jauh. walaupun penjagaan yang dilakukan oleh Andra sangat ketat tapi bagi Alex selalu bisa mendapatkan informasi mengenai Emma.
"pak Farhan apa sudah mendengar jika Emma akan menikah dengan pak Andra?" tanya Qonita yang melihat bosnya duduk termenung di meja kasir.
"ah, iya aku sudah membaca artikelnya bahkan sudah heboh di mana-mana. apa Emma memberitahukan perihal ini kepada kamu?" tanya Farhan penasaran.
"sudah pak, tadi pagi saya sempat menelpon Emma. dia cerita semuanya kepada saya." ucap Qonita menjelaskan dengan hati senang.
"bisa kamu tanyakan sekarang dimana Emma berada?" ucap Farhan meminta bantuan.
"baik pak." jawab Qonita singkat.
Qonita segera mengirim pesan kepada Emma, dia menanyakan dimana keberadaannya saat ini sesuai permintaan bosnya. semenjak mengetahui Emma telah di lamar oleh Andra, bosnya ini sering melamun entah memikirkan apa. tapi semenjak Emma sudah bersama Andra cafe ini semakin ramai pengunjungnya.
Tiiing!
"apa kamu tidak ingin mengunjunginya aku? apa tidak ingin mengunjungi tempat kerja kamu yang dahulu? dimana kita setiap hari selalu bersama Emma?" tanya Qonita menahan rindu kepada sahabatnya.
"aku merindukan kamu bahkan aku ingin sekali bertemu dengan kamu dan mas Farhan. namun, kamu tahu sendiri kemarin aku masih sibuk bahkan badan aku terasa remuk, Qonita." balas Emma panjang.
"jika ada waktu luang kemarilah sebelum kamu benar-benar menjadi istri pak Andra." ucap Qonita meminta.
"baiklah Qonita besok aku atur waktunya, ya sudah aku kembali bekerja dahulu, Bye." ucap Emma mengakhiri sambungan telponnya.
"kirim pesan dengan siapa?" tanya Andra yang mengagetkan Emma.
"ah mas Andra, ini sama Qonita dia ingin sekali berjumpa dengan aku." jawab Emma dengan hati-hati.
"kamu ingin menemuinya?" tanya Andra lagi.
"jangan ditanya seperti itu mas. Qonita adalah sahabat aku satu-satunya selama aku di Jakarta, jelas aku ingin menemuinya." ucap Emma dengan senyuman manisnya.
"setelah kita pulang dari lamaran bertemu dengan kedua orang tua kamu baru bisa menemuinya. ingat sebentar lagi kita akan segera menikah. aku tidak mau menunda-nunda pernikahan kita." ucap Andra mengingatkan.
"Iya mas, aku juga sudah kangen kedua orang tua aku. sudah lama aku tidak berjumpa dengannya." ucap Emma dengan sedih, memang sudah lama dia tidak berjumpa dengan Mamanya. dia terlalu sibuk bekerja dan menyelesaikan masalah dengan Andra.
__ADS_1
"mas apa boleh untuk beberapa saat aku berada di sana?" tanya Emma takut dengan jawaban yang akan di berikan oleh Andra.
"kamu akan tinggal di sana?" tanya Andra balik.
"aku hanya merindukan keluarga kecil aku mas? untuk beberapa hari saja?" ucap Emma memohon dengan tulus, dia memang sangat merindukan Mamanya, ingin bermanja-manja dengan Mamanya.
"baiklah aku beri kamu satu minggu, ingat setelah itu aku akan menjemput kamu dan segera mengurus pernikahan kita." ucap Andra tegas dengan suara baritonnya.
"terima kasih mas." ucap Emma, senyumnya mengembang karena mendapat izin dari Andra.
kini tiba saatnya Emma berangkat ke kampung halamannya. Andra beserta rombongannya mengendarai mobil pribadinya.
"Emma, anak Mama sudah kembali." ucap Inayah senang dengan sorot mata yang berbinar.
"iya Mama, Mama sehat?" jawab sekaligus tanya Emma.
"silahkan masuk bapak dan ibu." ucap Gibran Pramudya Dhwizis Papa dari Emma.
Orang tua Emma sudah menyiapkan semuanya saat Emma mengatakan akan pulang bersama calon suaminya.
"terima kasih." ucap Yoga Pradipta Wijaya yang mengikuti tuan rumah masuk ke dalam.
"maaf jamuannya hanya ala kadarnya, kami sebenarnya kaget akan berita dan pemberitahuan Emma." ucap Gibran Pramudya Dhwizis yang membuka percakapan.
"Jodoh mana ada yang tahu pak. kami selaku orang tua Andra, juga cukup terkejut akan permintaan anak kami." ucap Yoga Pradipta Wijaya sambil tersenyum bahagia.
Acara lamaran Andra dan Emma berjalan lancar, tanggal pernikahan juga sudah dibahas dan ditentukan. Andra juga memberikan izinnya untuk Emma menikmati liburannya di kota kelahirannya. tidak ketinggalan Andra meminta Vega tetap mengikuti Emma. Emma tidak keberatan akan hal itu, yang terpenting baginya bisa menikmati kebersamaan dengan Mamanya.
"aku pulang dahulu, ingat jangan berbuat aneh-aneh selama liburan kamu." ucap Andra, dia sebenarnya tidak ingin berjauhan dengan Emma, namun demi kebahagiaan gadis pujaan hatinya Andra merelakan Emma tinggal sebentar di kediaman kedua orang tuanya.
"Iya mas, hati-hati di jalan. kabari aku jika sudah sampai." ucap Emma memberi pesan.
"pasti sayang." ucap Andra sambil mengecup puncak kepala Emma.
"Papi, Mami terima kasih atas kunjungannya. hati-hati di jalan." ucap Emma dan langsung dipeluk oleh Indira Pradipta Wijaya.
"Iya sayang, kamu jaga diri ya. Mami pamit kembali ke Jakarta." ucap Indira dengan senyum anggunnya.
"Emma selamat atas pertunangan kamu, akhirnya kita bisa menjadi saudara." ucap Reina yang langsung memeluk Emma dengan senyum bahagia.
"Mami sepertinya Sony dan Reina tidak bisa ikut pulang ke Jakarta hari ini. Sony akan mengajak berlibur Reina disini.
__ADS_1