MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
BERKUNJUNG KE RUMAH REINA


__ADS_3

"terima kasih,sayang." bisik Andra dan segera membawa Emma ke dalam pelukannya. mereka tertidur begitu pulas setelah kelelahan.


sinar mentari dan kicauan burung-burung di sekitar huniannya membuat Emma seketika terbangun, Emma memerhatikan wajah Andra yang tertidur lelap.


"terima kasih, mas." bisik Emma dan segera bangkit untuk menyegarkan dirinya.


Emma masih melihat Andra tertidur, dia memilih keluar kamar dan mencoba mengecek apakah ada bahan untuk mereka makan. Emma terkesima melihat isi kulkas yang begitu penuh dan lengkap. Andra telah menyiapkan segalanya untuk mereka selama berada di pulau ini, dengan hati riang. Emma segera membuat menu untuk sarapan mereka berdua.


"hmm... wangi sekali, sayang?" ucap Andra yang kini sudah bergabung dengan Emma di dapur.


"tentu saja buat suami aku." ucap Emma dengan wajah berbinar bahagia.


"mengapa kamu meninggalkan aku?" tanya Andra dengan wajah cemberut.


"mas, kalau aku menunggu kamu bangun kita tidak akan segera sarapan. aku sangat lapar sekali, tenaga aku sudah habis terkuras oleh kamu semalam." ucap Emma melayangkan protesnya.


"tapi kamu menikmatinya, harusnya kamu membangunkan aku dan kita mandi bersama." bisik Andra dengan sensual.


"mas, sudah jangan macam-macam, segera duduk dan mari kita nikmati sarapannya. setelah itu aku ingin melihat-lihat sekitar." ucap Emma, dia mencoba menyembunyikan rasa gugupnya terhadap Andra.


"bagaimana kalau aku memakan kamu juga." ucap Andra menggoda.


Emma langsung mencubit perut suaminya.


"jangan aneh-aneh, sekarang sarapan dahulu." ucap Emma dan segera berjalan menuju meja makan. Andra tertawa melihat tingkah laku istrinya, dia begitu amat bahagia pagi ini.


selesai sarapan bersama Emma dan Andra berjalan-jalan bersama menikmati suasana sekitar pulau yang begitu luas dan indah menurut Emma. Emma yakin jika pulau ini harganya amat sangat mahal. entah bagaimana caranya Andra bisa membeli pulau seperti ini.

__ADS_1


Emma dan Andra puas menikmati jalan-jalan mereka dengan penuh canda tawa meluapkan rasa bahagianya bersama, siang hari Andra memutuskan mengajak Emma untuk kembali ke rumahnya.


keinginan untuk beristirahat pun terabaikan. Andra dan Emma mengulang permainannya hingga sore hari.


"tidurlah sejenak, sayang." ucap Andra setelah melihat Emma tertidur, Andra segera pergi membersihkan tubuhnya agar terlihat lebih segar. dia memilih menunggu istrinya sambil bekerja dan memeriksa beberapa berkas yang dikirim oleh sekretarisnya.


waktu telah semakin malam, saat Emma terbangun dari tidurnya dia mendapati ranjang disampingnya telah kosong.


"kemana mas Andra pergi?" gumam Emma lirih.



selesai aktivitasnya di kamar mandi, Emma beranjak mencari suaminya. bau harum masakan yang begitu menggoda untuk dinikmati tercium di indera Emma. perutnya seolah meronta ingin segera diisi dengan makanan sesegera mungkin, dia sudah tahu bahwa yang memasak suaminya. dengan senyum yang mengembang segera dia menghampiri suaminya.


"Mas, kenapa tidak membangunkan aku? aku bisa memasakkan makan malam untuk kamu." ucap Emma yang kini sudah berdiri di samping suaminya.


"sudah dong, aku lapar." ucap Emma sambil tersenyum, Andra yang menyaksikan tingkah lucu istrinya mengulas senyum menawan.


"duduk saja dahulu sebentar lagi selesai!" ucap Andra yang sedang dimasak makanannya.


Emma duduk dan menunggu masakan yang sedang diolah oleh suaminya, dia merasa seperti ratu yang dimanjakan. Andra benar-benar memanjakannya. Emma dan Andra makan malam dengan diiringi canda dan tawa. kebahagiaan benar-benar terpancar dari kedua pengantin baru tersebut.


tidak terasa hampir seminggu lamanya mereka berada di pulau Kinan menikmati hari-hari bersama, traveling dan berenang dan segala aktivitas mereka lakukan bersama.


"sayang kamu ingin pergi ke mana lagi kali ini?" tanya Andra disaat mereka tengah menikmati suasana malam di pinggir pantai.


"aku ingin menemui Reina lagi, lalu pergi ke Jepang. lalu kembali ke Bali." ucap Emma yang kini berada di pelukan suaminya.

__ADS_1


"baiklah, besok pagi kita berkemas untuk kembali ke kota untuk mengunjungi Reina. aku dengar kini dia sedang hamil." ucap Andra memberitahu kabar bahagia.


"iya mas, Reina sempat mengatakan kepada aku, dan dia berharap aku segera menyusulnya. maka dari itu aku segera mengunjunginya kesana." ucap Emma menjelaskan.


"segeralah tumbuh di dalam sini." ucap Andra sambil mengusap perut Emma.


pesawat pesanan Andra telah tiba sesuai jam yang di pesan oleh Andra. dengan berat hati Emma, meninggalkan pulau yang begitu indah, asri dan nyaman baginya. selama ini tinggal di pulau ini, Emma benar-benar menghabiskan masa-masa indah berdua.


"ada apa masih ingin tinggal di sini?" tanya Andra yang melihat Emma begitu berat meninggalkan pulau kinan.


"pulau yang asri dan indah banyak kenangan yang tertinggal di sini, tapi mana mungkin akan tinggal disini terus mas?" ucap Emma dengan senyumannya.


"kerjaan kita tidak disini mas, sudah ayo kita berangkat sekarang." ucap Emma dan segera keluar dari dalam kamarnya.


kamar dimana menjadi saksi kehidupannya dimulai, awal dari kebahagiaan yang dia jalani saat ini. perjalanan tidak membutuhkan waktu, Emma dan Andra telah tiba dikediaman Reina sangat antusias menyambut kedatangan Emma di rumahnya.


"Emma aku merindukan kamu? apa kabar?" tanya Reina saat melihat Emma telah tiba.


"kabar baik Reina, do'akan saja. bagaimana kandungan kamu?" tanya Emma balik.


"semuanya sehat Emma, suami aku sangat overprotektif kepada aku." keluh Reina dan mendapat tawa dari Emma.


Andra dan Sony sedang berbincang di gazebo belakang rumahnya, entah apa yang mereka bicarakan yang jelas kini Emma dan Reina tengah becanda ria di ruang keluarga. Emma bercerita banyak tentang pulau Kinan yang dia tempati hampir selama satu seminggu.


"kamu sangat beruntung memiliki Andra, aku yakin kamu sangat bahagia. jangan sungkan jika kamu ingin bercerita tentang apapun kepada aku, kita sekarang sudah menjadi keluarga. aku sekarang tidak merasa kesendirian lagi, Emma! Oh iya, bagaimana dengan kedai kamu di Bali?" tanya Reina antusias.


"semua berjalan lancar, Vega juga sesekali mengecek di sana. aku sangat beruntung bisa memiliki Vega sebagai asisten aku. aku sangat mempercayainya dan dia bisa diandalkan, aku jadi tenang meninggalkan kedai aku." ucap Emma tersenyum lebar.

__ADS_1


tidak terasa waktu telah berjalan begitu cepat. kini Emma dan Andra berpamitan kepada Reina dan Sony karena mereka akan melanjutkan liburannya. tujuan selanjutnya Andra akan mengajak Emma mengunjungi saudaranya di Jepang sekaligus mengabulkan keinginan istri tercinta. perjuangan panjang kini Emma tempuh lebih dari 10 jam di dalam pesawat.


__ADS_2