MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
DIANTAR PULANG ANDRA


__ADS_3

"Qonita... Nit aku tidak bisa pulang dengan kamu, aku di tunggu pak Andra. aku tidak bisa menolaknya Qonita." ucap Emma dengan hati-hati takut mengecewakan sahabatnya.


"tidak apa-apa Emma, aku perhatikan memang pak Andra tertarik sama kamu. santai saja aku tidak apa-apa pulang sendiri, lagi pula motor yang bawa aku." ucap Qonita sambil tertawa.


"maaf banget Qonita, aku tidak enak sama kamu. ini aku kasih uang buat kamu beli makan, tadinya aku berencana mau traktir makan, jadi kamu beli sendiri tidak apa-apa?" tanya Emma tidak enak pada sahabatnya.


"baiklah, sudah sana pak Andra sudah menunggu kamu." ucap Qonita sambil melihat Andra masuk kembali ke dalam cafe.


"Ya sudah, ini uangnya. Bye Qonita." pamit Emma melambaikan tangannya.


Karena takut Andra akan marah karena sudah menunggu terlalu lama, dia langsung menghampiri Andra dan mengucapkan kata maaf karena sudah menunggunya terlalu lama. tidak ada sepatah kata apapun yang diucapkan dari Andra di saat Emma sedang menjelaskan.


tentu dia merasa kesal karena harus menunggu Emma di depan pintu terlalu lama, Andra tidak pernah harus menunggu seperti itu biasanya dia yang di tunggu. sekarang ini demi seorang wanita dia rela menunggu dan akhirnya dia juga tidak betah dan menyusulnya kembali.


di dalam mobil tidak ada sepatah kata pun yang di ucapkan dengan Emma di dalam mobil tersebut. tidak menunggu waktu yang lama mereka sampai di depan kontrakan sederhana Emma.


"terima kasih pak Andra, sudah mengantarkan saya pulang." ucap Emma dan langsung turun dari mobil.


begitu Emma turun dan menutup pintu mobil, Andra langsung melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Emma. lagi-lagi dia tidak menjawab perkataan Emma dan itu sukses membuat Emma merasa jengkel.


"dasar pria dingin seperti kulkas diajak ngomong diam saja, tidak merespon seperti ngomong sama patung." gerutu Emma dalam hati.


tidak selang beberapa lama Qonita sampai juga di rumah saat Emma sedang membuka pintu.


"kamu baru sampai Emma." tanya Qonita sambil mendorong masuk motornya ke dalam garasi dan menutupnya kembali.


"Iya Nit, barusan saja. ayo buruan masuk kita istirahat." ucap Emma mengajak sambil menarik tangan sahabatnya.

__ADS_1


"tidak ada yang mau kamu ceritakan sama aku malam ini." ucap Qonita menggoda.


"apa yang mau di ceritakan Qonita. gak usah ngarang deh, aku mau mandi lalu beristirahat." ucap Emma sambil bergegas masuk ke dalam kamarnya.


setelah Qonita membersihkan badannya, dia langsung masuk ke dalam dapur mengambil peralatan makan dan menatanya di meja makan lalu memanggil Emma.


Tok! tok! tok!


"Emma ayo makan dahulu, isi perut baru istirahat. tadi aku beli pecel ayam langganan kita, lengkap dengan sambal kesukaan kamu." ucap Qonita dari depan pintu kamar Emma.


"iya Qonita, sebentar. nanti aku menyusul di meja makan." jawab Emma karena dia sedang mengeringkan rambut panjangnya.


tidak butuh waktu lama Emma muncul dan berkata.


"wah sedapnya, terima kasih Qonita kamu memang sahabat the best aku." ucap Emma tersenyum bangga.


"Iya Nit, pak Andra menyebalkan sekali. ini saja tadi aku mengucapkan terima kasih dan meminta maaf karena tadi dia menunggu aku terlalu lama tidak di respon sama sekali, bahkan aku turun dari mobilnya dia langsung melaju begitu saja. tapi tunggu dahulu dia tahu dari mana alamat rumah kita Qonita?" ucap Emma menjelaskan panjang lebar.


"mungkin saja kamu yang memberitahu, tapi kamu lupa Emma." ucap Qonita mengingatkan.


"serius Qonita, aku tidak memberitahukannya. di dalam mobil kami hanya ditemani keheningan saja, dia tidak mengeluarkan sepatah kata apapun. ucap Emma menjelaskan dengan singkat.


"aneh sekali Emma, tapi apa yang tidak mungkin untuk seorang Andra. apa kamu lupa Andra siapa? tidak lupa bukan dia siapa? apa pun bisa terjadi sesuai keinginannya Amberly Kirana Putri Dhwizis." ucap Qonita sepemikiran.


"memang benar, tapi biarkan saja lebih baik kita segera istirahat. ingat besok kita kembali bekerja." ucap Emma sambil bangkit berdiri dari duduknya lalu mencuci tangannya.


"baiklah bu supervisor yang cantik, eh salah nyonya Emma." ucap Qonita yang terus menggoda.

__ADS_1


"kamu ini suka sekali menggoda aku, apa kamu tidak capek? aku ke kamar dahulu, selamat malam Qonita." pamit Emma meninggalkan Qonita yang sedang cekikikan di dapur.


"sebentar lagi kamu juga jadi nyonya Andra, Emma." teriak Qonita dari dapur.


dan itu sukses membuat Emma dibuat cemberut dan Emma kembali membuka kamarnya dan berkata.


"berkhayalnya tidak usah tinggi-tinggi atit." ucap Emma membalas.


setelah mengucapkan itu Emma kembali menutup pintu kamar dan langsung beristirahat agar besok pagi dia kembali bugar.


sesekali biar dia tahu enak saja menyuruh orang menunggu lama di depan pintu, di suruh cepat jangan lama-lama malah asik mengobrol sama temannya." gerutu Andra kesal sesaat sesudah dia mengantarkan Emma pulang ke rumahnya.


tapi kasihan sekali dia terlihat kesal sekali dan terus mengoceh tidak karuan. biarlah biar tahu siapa aku sebenarnya.


Dret! Drett!


ponsel Andra bergetar, muncul di layar kaca nama yang tidak asing, dia bergegas mengangkat telpon genggamnya.


"halo Mami." sapa Andra.


"Andra kamu sudah 3 malam tidak pulang ke rumah, apa tidak rindu sama Mami kamu ini Nak?" tanya Indira dari seberang telponnya.


"Iya Mami, ini Andra segera pulang. Andra sedang menyetir, Mami aku sayang tunggu saja" ucap Andra merayu.


"baik Mami tunggu kamu pulang, Andra." ucap Mami dan memutuskan sambungan telponnya.


aku harus pulang malam ini agar Mami tidak mencari dan menghubungi aku terus.

__ADS_1


__ADS_2