
"semua masakan aku sudah tertata rapi di meja makan, semoga mas Andra menyukainya. aku belum mengetahui apa yang dia suka dan apa yang tidak dia suka. lebih baik aku mencari tahu agar aku tidak salah dalam membuat masakan." ucap Emma lirih.
Emma menunggu Andra sambil membereskan peralatan yang sudah dia dipakai masak tadi. ketika Emma sedang asik mencuci peralatan memasaknya dia di kagetkan dengan suara Andra.
"mas Andra, maaf saya tidak tahu mas sudah berada disini." ucap Emma terkejut.
"Ayo makan, aku malam ini akan pulang ke rumah Mami, tapi besok pagi aku akan kemari lagi mengantarkan kamu bekerja." ucap Andra memberitahu.
Emma menurut dan segera duduk di samping Andra. Andra mengambil nasi, lauk, dan sayur lalu mencicipinya sedangkan Emma terlihat was-was dia takut masakan yang dia masak tidak enak.
"maaf mas Andra bagaimana rasa masakannya? maaf saya tidak tahu makanan kesukaan mas apa, jadi saya buat yang saya biasa masak mas." ucap Emma dengan suara lirih.
"enak Emma, ayam goreng makanan favorit aku. aku pemakan segalanya, jadi kamu tidak usah khawatir asal jangan terlalu pedas saja." ucap Andra sambil menyendok makanan di piringnya.
"syukurlah mas terima kasih, jika mas menyukainya. aku akan mengingatnya mas." ucap Emma tersenyum.
"besok jangan lupa buatkan aku sarapan, aku akan sarapan bersama kamu disini. kamu tidak apa-apa bukan tidur disini sendirian?" tanya Andra dengan perasaan senang.
"tidak apa mas, aku terbiasa tidur sendiri. besok pagi aku akan membuatkan mas sarapan. apa mas mau saya buatkan bekal siang?" jawab Emma kembali.
"boleh buatkan sekalian." jawab Andra tersenyum sambil mengusap puncak kepala Emma.
Emma hanya membalas dengan senyuman manisnya. setelah makan selesai Emma meminta Andra untuk mencicipi dessert yang dia buat tadi, karena ini perdana buatan Emma.
"mas mau mencoba dessert ini? ini biskvitena torta. dessert ini dibuat dengan cream custard yang creamy, malt susu dan diberi tambahan rasa seperti coklat, vanila atau rasa lainnya. setelah selesai biasanya bisa ditambahkan almond, kenari atau daging kelapa muda hingga rasanya lebih gurih dan enak." ucap Emma memberikan penjelasan.
"Ini dessert yang enak kamu memang ahlinya." ucap Andra terkagum.
"terima kasih mas, aku buat dessert ini yang pertama kali buat mas Andra." ucap Emma tersenyum manis.
Andra tersenyum bahagia mendengar perkataan Emma tersebut.
"Emma aku pergi dahulu, segeralah istirahat besok pagi aku kemari lagi." ucap Andra sambil berpamitan untuk pulang ke rumah Maminya.
__ADS_1
"Iya mas Andra hati-hati di jalan." jawab Emma yang mengantarkan Andra sampai pintu utama apartemennya.
Andra sebenarnya ingin tetap tinggal dengan Emma di apartemennya. namun, untuk saat ini tidaklah mungkin, nanti pasti ada waktunya dia akan bersama dengan Emma sepanjang hari.
setelah Andra pergi, Emma langsung membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor yang dipakainya tadi.
"sunyi juga tidak ada mas Andra disini, kalau ada Qonita pasti akan seru." gumam Emma sambil menata semua peralatan makannya yang sudah di bersihkan.
Dret! Drett!
"halo Qonita ada apa?" tanya Emma karena yang sedang menghubunginya sekarang sahabatnya.
"aku kangen kamu Emma. dikontrakkan sepi tidak ada kamu, ada hubungan apa kamu dengan pak Andra?" tanya Qonita dari seberang telponnya.
"aku tidak ada hubungan apa-apa dengan pak Andra." jawab Emma menjelaskan.
"tapi tidak mungkin, apa yang kamu sembunyikan bersama dengan pak Andra? apa jangan-jangan kamu sudah menikah dengannya Emma, kamu saja menyebutnya dengan sebutan mas Andra." tanya Qonita penuh selidik.
"sebenarnya aku hanya balas budi saja kepada mas Andra, karena dia sudah menolong aku waktu itu. waktu itu aku sempat dikepung oleh para preman, mungkin kalau mas Andra tidak menolong aku entahlah sekarang aku masih hidup atau tidak. makanya aku selama 2 hari 2 malam berada di apartemennya mas Andra, Nit. aku diminta olehnya untuk menjaga apartemennya, sebagai balas budi aku kepadanya yang sudah menolong nyawa aku, Nit." ucap Emma memberi penjelasan panjang dan lebar, akhirnya dia menceritakan semua kepada Qonita. hanya poin intinya saja tidak yang lainnya.
Ya ampun Emma, aku tidak menyangka kamu mengalami kejadian seperti itu, harusnya aku selalu menemani kamu, tapi kenapa aku membiarkan kamu pergi sendirian." ucap Qonita menyesal setelah mengetahui kenyataannya.
"tidak apa Nit, aku sekarang baik-baik saja, hanya saja kita sekarang tidak satu rumah kembali. kamu kalau mau main kemari boleh Qonita, mas Andra sudah memberikan ijin." ucap Emma memberitahu kabar baik.
"serius kamu Emma, aku boleh mengunjungi kamu? aku beruntung sekali Emma bisa dekat dengan pak Andra yang notabenenya seorang pria tampan, cakep serta kaya raya, hanya sifatnya saja yang dingin dan arogan. banyak wanita yang ingin dekat apalagi tidur di apartemennya tapi selalu di tolaknya mentah-mentah. kamu justru mendapatkannya secara instan dan cuma-cuma." ucap Qonita dengan suasana hati yang riang gembira.
"kamu Nit, ada-ada saja. ini sudah malam besok kita kembali bekerja lagi, sampai ketemu besok Qonita." ucap Emma sambil memutuskan sambungan telponnya.
setelah sambungan telponnya terputus Emma menaruh ponselnya di meja samping tempat tidurnya, dia tidak bisa memejamkan matanya karena memikirkan Andra.
"kenapa aku jadi memikirkannya terus, tapi mas Andra memang tampan dan kaya raya. dia pengusaha top se-Asia. sudah muda pintar, berbakat dan terkenal. senyumnya juga manis. wanita mana yang tidak mau menjadi pendampingnya, hanya takdir yang bisa menjawab semuanya." pikir Emma.
__ADS_1
entah jam berapa Emma tertidur, karena pagi ini dia bangun kesiangan.
"aduh sudah pukul 6 pagi, aku kesiangan bangun. aku harus bergegas membuatkan sarapan dan bekal makan siang untuk mas Andra." gumam Emma yang masih duduk di ranjangnya.
Emma bergegas masuk ke dalam kamar mandi, dia mandi dengan tergesa-gesa. setelah mandi Emma bergegas membuatkan sarapan untuknya dan Andra. tidak lupa Emma juga membuatkan bekal makan siang untuknya, Qonita dan Andra.
Emma hanya membuat sarapan pancake blueberry cheese dan susu hangat. untuk bekal makan siang dia membuat ayam geprek, cah sawi jamur, dan perkedel kentang lalu dia kemas ke dalam kotak bekal makan siang tidak lupa Emma membawa buah sebagai dessertnya nanti. karena tidak mungkin dia membuat dessert untuk bekal Andra.
"akhirnya sudah selesai juga masakan aku. sarapan dan makan siang sudah ready tinggal membawanya saja, semoga mas Andra menyukainya." ucap Emma penuh semangat.
"siapa yang tidak menyukai masakan buatan Emma?" ucap Andra yang ternyata sudah duduk di meja makan.
Emma terkejut karena tidak menyangka ternyata Andra sudah berada di apartemennya.
"astaga mas Andra kapan masuknya membuat aku kaget saja." ucap Emma mengomel.
"aku sudah datang dari tadi, kamu saja yang tidak memperhatikan. mana kopi aku?" ucap Andra dengan santai.
"Iya tunggu sebentar ini mau aku buatkan mas." ucap Emma dengan wajah cemberut.
Andra tersenyum melihat tingkah raut wajah Emma yang dia anggap menggemaskan.
mereka makan dalam diam, dan selesai makan segera Andra mengantar Emma bekerja. dia juga ada meeting pagi ini membahas kerugian perusahaan yang disabotase di Italia dan sedang ditangani oleh Sony.
"Emma mungkin nanti aku jemput kamu terlambat. kamu pulang saja dahulu bersama Qonita, karena hari ini aku akan sangat sibuk sekali." ucap Andra membuka mulutnya terlebih dahulu.
"Iya mas, tidak apa-apa biar nanti aku pulang bersama dengan Qonita saja." ucap Emma tersenyum lebar.
Emma sangat senang, akhirnya dia bisa kembali bercengkrama dengan Qonita lagi di kontrakan walaupun mungkin hanya sebentar.
"mas Andra ini bekal makan siang untuk kamu, sesibuk apa pun kamu sempatkan untuk memakannya." ucap Emma dengan lembut dan tersenyum.
"baiklah kamu juga hati-hati dalam bekerja." balas Andra sambil mengambil kotak makan yang diberikan Emma.
__ADS_1
Andra melajukan mobilnya menuju kantor dengan hati yang berbunga-bunga diliputi rasa bahagia. dia merasa moodnya bagus dalam bekerja karena dari tadi melihat senyum manis Emma. boleh dikatakan Andra sedang jatuh cinta pada sosok gadis manis yang sekarang menempati apartemennya.