
"mau langsung mandi atau istirahat dahulu?" tanya Andra dengan menyerahkan sebotol air mineral untuk diminum oleh istrinya.
"aku ingin istirahat sebentar disini sambil menikmati matahari itu, mas." ucap Emma yang tengah duduk di sofa kamarnya.
Andra duduk di depan istrinya dan memijat kaki istrinya yang berada di pangkuannya. seperti kebiasaan rutin, jika selesai jalan-jalan Andra akan memijat kedua kaki istrinya dengan lembut.
"terima kasih, mas." ucap Emma sambil tersenyum lebar.
Andra memicingkan matanya dan menautkan alisnya atas ucapan Emma.
"terima kasih." ucap Andra mengulang perkataan Emma.
"Iya terima kasih sudah memilih aku untuk hidup bersama kamu. terima kasih sudah selalu menjadi suami siaga terhadap aku. apalagi saat aku hamil. jika aku tidak bisa tidur mas akan selalu menemani aku hingga aku tertidur, memijat kaki aku atau tubuh aku. aku merasa menjadi perempuan yang paling beruntung." jawab Emma penuh dengan syukur.
Andra tersenyum mendengar ungkapan hati istrinya. dia melakukan hal tersebut untuk membuat istrinya nyaman dalam masa kehamilannya. dia juga ingin menjadi suami idaman yang penuh perhatian terhadap istrinya. perjuangannya untuk mendapatkan cinta Emma begitu panjang dan berat sehingga setelah dia mendapatkannya tidak akan mensia-siakannya, dia akan selalu menjaga istrinya hingga kapanpun menjaga anak-anaknya kelak adalah impian besar Andra.
sementara di tempat lain, seorang pria sedang duduk sendirian di sebuah cafe miliknya. Ya, dia adalah Farhan.
POV FARHAN
adik aku pelangi telah lama meninggal akibat penyakit yang dia derita, sekian lama aku terpuruk karena kehilangan sosok adik yang aku sayangi kini aku menemukan pengganti adik aku pelangi.
__ADS_1
Amberly Kirana Putri Dhwizis sosok gadis lemah lembut, penuh kasih sayang, periang dan juga cerdas seperti pelangi semasa hidupnya. dia datang ke cafe aku saat pagi hari untuk melamar pekerjaan di sini. setelah aku wawancarai ternyata dia tiga bersaudara, dia anak pertama yang nekat pergi merantau untuk mengubah nasib hidupnya. dia juga rela berjauhan dengan keluarganya.
Emma bekerja dengan giat dan penuh tanggung jawab. setiap memandanginya, aku selalu teringat akan adik aku pelangi. sehingga aku lebih memilih bekerja di cafe dari pada di kantor. urusan kantor telah aku serahkan sepenuhnya kepada orang kepercayaan aku. hati ini menghangat saat melihat Emma berada di sekitar aku.
"Emma ayo istirahat, aku perhatikan kamu dari tadi bekerja tiada henti." kata aku saat itu menyuruhnya istirahat.
"hmm... pak Farhan, iya kebetulan cafe ini ramai sekali siang ini. tidak enak rasanya jika teman-teman aku kewalahan dalam melayani pengunjung nanti aku akan makan, pak." balas Emma menanggapinya dengan senyuman.
"tidak ada nanti-nantian ini sudah waktunya jam makan siang, letakkan itu dan segera kebelakang untuk istirahat ." ucap Farhan dengan tegas.
"baik pak." jawab Emma menganggukkan kepalanya.
aku juga mengikutinya ke belakang ingin mengajaknya makan di luar tetapi aku melihat dia mengeluarkan kotak bekal makanan, dia mengajak Qonita karyawan terlama aku.
"Eh pak Farhan, ayo makan pak kebetulan tadi aku makan banyak." ucap Emma menawarkan makan dengan ramah.
"pak Farhan makan lagi saja, masakan Emma enak sekali. sayang kalau ditolak pak." ucap Qonita ikut menanggapi.
"Iya pak, sebentar aku ambilkan piringnya." ucap Emma dan segera dia bangkit bangun berdiri dari duduknya mengambilkan piring kosong untukku.
melihat masakan yang tersaji di depan aku, sungguh perut ini memberontak ingin segera diisi.
__ADS_1
"ini pak piringnya, silahkan dinikmati makannya. hanya makanan sederhana saja." ucap Emma sambil menyendokkan nasi beserta lauk pauk ke atas piring kepunyaanku yang barusan dia ambilkan.
kami makan siang bersama, masakan Emma sungguh nikmat sekali, aku bisa merasakan bahwa pelangi hadir dalam hidup aku lagi lewat Emma. aku berjanji akan selalu menjaga Emma sampai kapanpun. tidak akan aku biarkan dia terluka atau menderita.
diam-diam aku menyelidiki semuanya, ternyata Emma mempunyainya mimpi yang cukup besar selain membahagiakan kedua orang tuanya dan juga kedua adiknya. dia ingin mempunyai cafe sendiri untuk mencukupi kebutuhannya.
saat dia membuat dessert dia memberikan kepada aku. aku mencicipinya dan aku menikmatinya, sengaja aku meminta lagi dan aku bawakan untuk Mama. ternyata respon Mama sungguh membuat aku bahagia. Mama menyarankan aku untuk menambah menu di cafe ini dan Emmalah yang akan menghandlenya.
akhirnya kerjasama dengan Emma berjalan lancar. Emma terus mengembangkan kemampuannya sehingga membuat cafe pelangi semakin berkembang. aku sangat bahagia membuat dia menjadi bagian dalam hidup aku saat ini.
kebahagiaan ini tidak berjalan lama. Yosandra Regan Pradipta Wijaya telah mengambil orang yang paling aku sayangi. dia membuat hidup aku harus merasakan kehilangan kembali seorang adik. aku juga telah membantu menyembunyikan Emma tetapi tidak bertahan lama.
kini Emma telah memilih menikah dengan Andra. Andra telah menjadikannya istri bahkan aku begitu sulit untuk menghubungi Emma. setelah mereka menikah aku lebih menyendiri terlebih dahulu menenangkan hati dan pikiranku, ada rasa cemas dan bahagia bahwa Emma telah menikah. aku cemas karena suaminya adalah Yosandra Regan Pradipta Wijaya. lelaki yang tidak memiliki tanggung jawab dan arogan, lelaki yang tidak memiliki belas kasihan sama sekali.
aku mendengar bahwa Emma telah kembali ke Jakarta bersama Andra dan ternyata dia telah mengandung, membuat aku penasaran dan ingin bertemu memastikan keadaannya. lagi dan lagi aku tidak dapat menghubunginya. hingga aku harus mencari informasi melalui Qonita sahabat dekatnya.
"pak Farhan besok aku ingin meminta izin untuk pulang lebih awal, aku diundang berkunjung ke rumah Emma. aku sangat merindukannya, aku ingin mengetahui keadaannya." ucap Qonita penuh binar kebahagiaan.
"baiklah Qonita, kamu boleh pulang lebih awal besok, sebelum kamu berangkat ke sana besok keruangan aku dahulu, ada yang ingin aku titipkan." kata aku kepada Qonita.
"baiklah pak." balas Qonita sambil tersenyum senang.
aku segera mengambil hadiah yang ingin aku berikan sejak lama, hadiah yang aku desain khusus untuknya. aku sengaja memesannya secara khusus karena aku ingin dia selalu mengenang aku dan mengingatku.
__ADS_1
aku segera membungkusnya dan akan aku berikan kepada Qonita agar bisa sampai kepada Emma. bukan aku tidak mau menemuinya secara langsung, tetapi aku tidak dapat menemuinya karena suaminya. Andra selalu menyimpan rapat alamat rumahnya, bahkan alamat di Bali pun dia tidak ada. kedai yang di Bali pun telah di handle oleh adik Emma sendiri.
aku hanya dapat berharap Emma selalu dalam keadaan baik-baik saja, semoga Andra tidak menyakiti Emma. semoga dia dapat berubah dan menyayanginya menjadi suami bertanggungjawab terhadap Emma.