MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
BERKAS EMMA


__ADS_3

"aku tahu kamu masih memikirkan wanita itu, tapi aku yakin kamu mampu bangkit kembali dan menata hidup kamu kembali. kamu berhak bahagia, Ndra. dengan melihat cara kamu memandanginya, menginginkannya, aku yakin kamu pelan-pelan akan mencintai Emma dan melupakan wanita dari masa lalu kamu. aku pastikan dia tidak akan muncul kembali di hadapan kamu." ucap Sony tanpa berpaling menatap Andra.


"lebih baik kita pulang, karena besok kita akan meninjau proyek baru." ucap Andra terburu-buru bergegas melangkah berjalan pergi dari ruangan meeting diikuti Sony dibelakangnya.


Ya, memang besok adalah hari terpadat bagi mereka berdua. setelah melakukan penerbangan dari meninjau proyek pembangunan, Andra dan Sony langsung melakukan meeting hingga siang hari sehingga membuat mereka lelah. satu yang terbayang di benak Andra, dia ingin segera kembali untuk dapat melihat Emma karena sudah hampir dua minggu mereka begitu sibuk untuk mengurus bisnis dan proyek.


"Laura aku ingin keluar sebentar, aku kembali 1 jam lagi." ucap Andra kepada sekretarisnya.


"baik pak." ucap Laura menganggukkan kepalanya.


Andra bergegas langsung berjalan melangkah menuju lift ternyata ada Sony yang menyusulnya.


"kamu mau kemana? mau menemui Emma?" tanya Sony penuh selidik.


"aku mau istirahat makan dan menyegarkan pikiran, kenapa kamu selalu menyangkutkan dengan aku yang selalu ingin bertemu dengan Emma?" jawab Andra kesal.


Andra berusaha mencoba menutupi perasaannya, yang memang sebenarnya dia ingin sekali bertemu dengan Emma.


mungkin dengan melihat senyum Emma mood Andra akan kembali pulih.


sesampai di cafe pelangi, seperti biasa Andra langsung disambut oleh pelayan di sana dan betapa beruntungnya dia dapat melihat senyum Emma yang pertama. dengan senyuman yang sangat manis Emma mempersilahkan Andra.


"selamat siang, selamat datang di cafe pelangi mari saya an-"


"aku ingin meja yang berada di pojok sana." ucap Andra memotong perkataan Emma yang langsung menyahut dan memilih tempat.


Andra berjalan langsung menuju meja tanpa melihat Emma, dan dia sempat membalikkan tubuhnya untuk memanggil Sony. namun, yang dilihatnya Sony mengajak Emma untuk berkenalan.


setelah sampai di mejanya Andra langsung memesan menu favoritnya secangkir Hot cappucino.

__ADS_1


POV ANDRA


begitu sampai di mejaku aku tahu Emma terlihat kesal terhadapku, tapi melihatnya seperti itu membuatnya semakin imut saja di mataku. setelah mendengar Sony memesan dessert aku baru menyadari bahwa cafe ini berubah begitu cepat dari menunya pun banyak yang baru. sebenarnya aku juga ingin mencicipinya, tapi aku gengsi untuk memesan kembali karena aku begitu ketus tadi, baiklah lain kali aku bisa mencobanya.


"silahkan pak pesanannya." ucap pelayan lain yang mengantarkan pesanan.


seketika Andra mendongakkan kepalanya, yang dia lihat ternyata bukanlah Emma yang mengantarkan pesanannya.


"kemana yang melayani aku tadi?" tanya Andra dengan suara tinggi.


"ma.. maaf pak sekarang waktunya Emma istirahat, berhubung shift 2 sudah hadir dan sudah bisa menghandle pekerjaannya." ucap pelayan menjelaskan sambil menunduk ketakutan.


"aku mau dia yang melayani aku." ucap Andra tegas sambil menggebrak meja membuat ketakutan siapapun yang berada di sana, dia sudah tidak peduli dengan banyak orang yang melihatnya.


"ba... baik pak!" ucap pelayan berpamitan segera meninggalkan meja Andra dan berjalan melangkah pergi untuk memanggil Emma.


"kamu kenapa Ndra, tidak biasanya kamu seperti ini. biasanya juga pelayan lain yang mengantarkan pesanan kita, tapi kenapa kali ini kamu begitu menginginkannya." ucap Sony menenangkan Andra yang terbawa emosinya.


"baiklah aku semakin mengerti, tapi kali ini tolong kontrol emosi kamu Andra. kamu selalu buruk bahkan tidak dapat mengontrol emosi kamu." ucap Sony berusaha mengingat dan menyadarkan bahwa mereka sedang ada di tempat umum.


Ya, Andra memang memiliki masalah dalam dirinya. dia selalu bersikap arogan dan sulit untuk menerima hal yang tidak dia inginkan.


"silahkan pak pesanannya, maaf tadi digantikan oleh teman saya karena saya sedang istirahat untuk makan siang." ucap Emma meminta pengertian.


"mulai besok aku mau kamu yang selalu melayani aku, bukan pelayan lain." ucap Andra dengan tegas sambil meminum secangkir kopi yang dipesannya.


"baik pak." ucap Emma dengan kesal tanpa membantah.


Andra memperhatikan Emma, dia memang melihat lelah di raut wajah Emma. bahkan dia masih ingin terus melihat Emma terlihat dimatanya.

__ADS_1


"kamu bisa saja berbohong dan mengelak dari aku Andra, tapi tidak kali ini setelah aku menyaksikan sendiri sikap kamu barusan, wajah kamu terlihat bahagia jika melihat Emma dan kamu terlihat kesal saat aku mengajak Emma berkenalan tadi. kamu tidak mungkin mengelak dan berbohong lagi kepada kakak kamu ini, Ndra." ucap Sony menegur.


"aku tidak tahu Son, aku baru saja melihatnya tapi aku terpesona jika melihat senyumnya yang selalu terbayang semenjak pertama kali aku melihatnya." jawab Andra dengan jujur, dia berpikir dari mana Sony bisa tahu kalau dia melihat Emma.


entah perasaan apa yang dirasakan Andra saat ini, bahkan dia merasakan perasaannya berbeda saat melihat Emma dahulu dengan saat ini, Andra berulang kali mencoba berbicara menjelaskan kepada Sony.


"yang lalu biarlah berlalu, jangan kamu ingat kembali lupakanlah dia. wanita itu tidak pantas kamu ingat kembali lanjutkan hidup kamu, lihatlah ke depan ada gadis secantik Emma yang jauh lebih baik dari wanita itu atau Emma untuk aku saja aku pun tidak mungkin menolaknya." ucap Sony terkekeh menggoda Andra adiknya tersebut.


"jangan macam-macam kamu Sony." ucap Andra dengan tatapan mata tajam.


"Hahahaaa.. santai Andra, mana mungkin aku mengambil kebahagiaan adik aku ini. kalau kamu bahagia aku juga ikut bahagia begitu juga dengan Mami." ucap Sony sambil memperhatikan perubahan diraut wajah Andra.


"segera habiskan dessert itu, kita akan meeting kembali hari ini. dessert itu buatan Emma, dia yang membuat seluruh dessert yang dijual di cafe ini." ucap Sony sambil memutar bola matanya, dia yakin Andra tidak mendengar perkataannya karena sibuk memandangi Emma tanpa berkedip.


"sesekali menggoda Andra tidak masalah jarang-jarang Andra bisa di ajak bercanda seperti ini, walaupun dia kasihan melihat Emma karena sikap Andra yang begitu Arogan. lihatlah seketika wajah Andra merona dan sangat bahagia, tidak akan aku biarkan kamu larut dalam kegelapan Ndra." batin Sony sambil memandangi Andra yang sedang melahap dessert buatan Emma.


entah mengapa hari ini hati Andra terasa bahagia, dia belum pernah sekalipun merasakan kebahagiaan melihat seorang gadis yang mempesona walaupun dia sering melihat wanita manapun tapi tidak seperti saat dia bertemu Emma.


Emma gadis manis yang membuat seorang Andra yang memiliki sikap dingin, cuek dan arogan bisa membuat debaran berbeda di hati Andra setiap kali dia memandangnya.


"ehm ada yang lagi jatuh cinta rupanya, diketuk-ketuk pintunya tidak menyahut ternyata sedang melamun membayangkan Amberly Kirana Putri Dhwizis." ucap Sony terus menggoda sambil terkekeh.


"ada apa kakak aku yang tampan?" tanya Andra setelah lamunannya sirna karena kedatangan Sony yang masuk tiba-tiba.


"ternyata jatuh cinta membuat orang menjadi gila, ini silahkan kamu lihat berkas yang aku bawa pasti kamu tambah bahagia." ucap Sony sambil menyerahkan amplop berwarna coklat.


"aku yakin dia akan bahagia melihat isi dalam amplop coklat milik Emma." batin Sony tersenyum senang.


"apa ini? sepertinya bukan berkas tentang pekerjaan." tanya Andra penuh selidik.

__ADS_1


"buka dan bacalah kamu akan tahu semuanya, ini surprise buat kamu, aku bekerja untuk kamu dan akan memudahkan kamu juga. Ya sudah aku kembali dulu keruangan aku." ucap Sony berpamitan sambil keluar dari ruangan Andra.


__ADS_2