MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
EMMA JATUH SAKIT


__ADS_3

Setelah Sony mendapatkan informasi tentang nomor ponsel Emma dia mengakhiri panggilannya.


"bagaimana?" tanya Rayken antusias.


"sebentar aku hubungi Mami dahulu, Reina bilang hanya Mami yang menyimpan kartu nama pria yang bersama Emma." ucap Sony memberitahukan.


Andra mengeryitkan keningnya, dia bingung kenapa bisa bukan Farhan yang bersama Emma.


"bukan Farhan yang sekarang bersama Emma." tanya Andra kemudian.


"yang Reina bilang bukan." jawab Sony sambil menggelengkan kepalanya.


semua yang ada di ruangan itu bertanya-tanya, jika bukan Farhan lalu siapa lagi? bukankah setahu mereka hanya Farhan yang dekat dengannya.


Sony segera menghubungi Maminya untuk menanyakan nomor ponsel orang yang kini tengah bersama Emma .


"ada apa Sony?" tanya Indira pada putranya.


"Mami, Sony boleh minta kartu nama orang yang bersama Emma?" ucap Sony meminta.


"untuk apa Sony? ingat sebentar lagi kamu akan menikah dengan Reina, untuk apa kamu mencari wanita lain? ada hubungan apa kamu dengan Emma." tanya Indira mengeryitkan keningnya.


"Mami tunggu! Mami salah sangka sama aku, aku mempunyai pekerjaan untuk Emma. teman aku juga ingin memakai jasanya untuk menghandle untuk acara pernikahannya, aku tidak bisa menghubunginya Mami." ucap Sony berbohong.


"hmm... ya sudah nanti Mami kirim ya." ucap Indira sambil mengakhiri panggilan telponnya.


panggilan pun terputus dan Sony segera duduk memijit pelipisnya, dia nantinya akan dimarahi habis-habisan oleh Maminya. Mami Indira tidak akan tinggal diam dan percaya begitu saja.


"Andra, semua ini akan ada bayarannya!" ucap Sony tersenyum tipis.


"memang ada apa dengan Mami?" tanya Andra penasaran.


"tante Indira pasti curiga karena Sony menanyakan nomor ponsel Emma." tebak Rayken yang menahan tawanya.


"itu semua gara-gara Andra." keluh Sony.


"mambantu adik sendiri tidak apa, Sony." ucap Andra santai sambil meminum secangkir kopi yang dipegangnya.


"Alexander Anderson." ucap Sony lirih sambil membuka pesan dari Maminya.


"siapa dia?" tanya Andra ingin mengetahuinya.


"entahlah aku baru mengetahuinya." sahut Sony.


"serahkan kepada aku." celetuk Rocky yang mulai mengutak atik laptopnya.

__ADS_1


setelah menunggu lama, Rocky akhirnya menyerah mencari informasi tentang Alexander Anderson tersebut. semua data dan informasinya tidak dapat di akses ataupun dilacak.


"aku menyerah, orang ini bukan orang sembarangan." desah Rocky dia tidak akan sesulit ini untuk mencari tahu keberadaan Emma.


"siapa orang yang berani-beraninya bermain-main dengan aku." geram Andra yang terlihat frustasi.


Deburan ombak dan kicauan burung membuat suasana pagi Emma menyenangkan. dia bahagia berada disini. Emma menikmati sarapan di balkon rumahnya. rencananya hari ini dia akan menikmati liburannya sebelum kedai miliknya telah buka.


"selamat pagi, nona Fani." sapa Alex yang telah sampai di rumah milik Farhan.


"Pagi Alex, apa kamu sudah sarapan?" tanya Emma ramah.


"sudah nona Fani." jawab Alex lagi.


"Ya sudah sebentar lagi kita berangkat Alex. tempat mana yang menarik untuk aku berlibur?" tanya Emma penasaran.


"banyak nona seperti tirta gangga, pura uluwatu, gemitir garden, diamond beach nusa penida, dan masih banyak lagi nona." jawab Alex menjelaskan semua tempat-tempat wisata yang bisa dikunjungi Emma.


"baiklah aku akan siap-siap dahulu Alex." ucap Emma sambil menganggukkan kepalanya.


Emma langsung melangkah berjalan pergi menuju kamarnya meninggalkan Alex sendirian, dia bersiap-siap untuk pergi berwisata seharian. Emma ingin menikmati wisata yang ada di Bali.


Emma sangat antusias menikmati liburannya kali ini. pertama yang akan dia kunjungi adalah gemitir garden. Gemitir garden adalah taman bunga marigold atau calindunla adalah jenis bunga yang berasal dari Amerika tengah atau Meksiko. bunga ini memiliki nama latin Tagetes Erecta. marigold sendiri memiliki arti tiap sepanjang bulan karena bunga jenis ini selalu tumbuh di tiap awal bulan.


"Alex ini sangat indah sekali, aku sangat menyukainya." ucap Emma tersenyum senang.


"Iya nona Fani. ini memang wisata terindah apalagi diawal bulan seperti ini, bunga-bunganya akan bermekaran." ucap Alex senang menjelaskan.


setelah puas mengelilingi taman bunga ini, Emma melanjutkan perjalanannya ke tempat wisata selanjutnya. dia benar-benar merasa puas menikmati liburannya kali ini. berbeda dengan liburannya terdahulu, hingga malam telah tiba Emma baru sampai di rumahnya.


"Alex terima kasih sudah mengantarkan aku berlibur kali ini, kamu langsung pulang saja jangan lupa besok temani aku belanja kebutuhan kedai aku." ucap Emma sebelum turun dari mobil yang dikendarai Alex.


"baik nona Fani." ucap Alex mengangguk.


"ternyata enak menjadi orang lain daripada diri sendiri. menjadi Fani membuat aku bahagia tidak terhingga. bebas melakukan hal apa saja tanpa merasa takut." batin Emma sambil berjalan melangkah masuk ke kamarnya.


kini Emma sudah berada di dalam kamarnya, dia membersihkan dirinya sebelum beranjak untuk tidur malam ini.


esok paginya, sesuai rencananya yang akan pergi berbelanja kebutuhan bahan pokok kedainya harus dia tunda. Emma merasa kelelahan hari ini. Alex yang mengetahui hal tersebut dengan sigap memanggil dokter untuk memeriksa kondisi kesehatannya.


"bagaimana dengan kondisinya." tanya Alex kepada dokter yang tengah memeriksa Emma.


"nona Fani hanya kelelahan, cukup istirahat semua akan membaik, saya sudah meresepkan vitamin dan obat penurun panasnya." jawab dokter yang memeriksa Emma.


"baik terima kasih dokter." ucap Alex lagi.

__ADS_1


Dokter pun berlalu pergi meninggalkan rumah Emma. sementara, Alex langsung membuatkan bubur untuk sarapan Emma. dering ponsel, disaku celananya membuat dia terlonjak kaget. dia segera melihat siapa yang menghubunginya sepagi ini, ternyata itu dari Farhan.


"Halo pak Farhan." sapa Alex melalui ponselnya.


"bagaimana keadaan Emma di sana?" tanya Farhan.


"nona Fani sedang sakit hari ini, kata dokter dia kelelahan. dari awal nona Fani selalu bersemangat untuk memulai usahanya saya sudah mengatakan untuknya beristirahat dan terima jadi saja, tapi dia tidak mengindahkannya." ucap Alex menjelaskan.


"astaga, jangan buat dia kelelahan Alex. Ya sudah kamu rawat Emma, aku mempercayai kamu." ucap Farhan yang langsung mematikan sambungan telponnya.


sambungan telpon pun terputus Alex melanjutkan memasaknya, dia akan menjaga Emma dengan sepenuh hatinya.


Tok! tok! tok!


"nona Fani saya buatkan bubur, silahkan dimakan dahulu setelah itu minum obatnya." ucap Alex mengingatkan.


"Terima kasih Alex." ucap Emma lirih.


"nona Fani saya keluar dahulu, jika nona membutuhkan sesuatu bisa segera hubungi saya." ucap Alex sambil menaruh bubur di nakas dekat dengan tempat tidur Emma.


"Iya Alex." ucap Emma tersenyum manis.


Alex akhirnya keluar dari kamar Emma, dia memutuskan untuk ke kedai milik Emma. sebelumnya Emma sudah memesan beberapa peralatan untuk kedainya. maka dari itu Alex akan pergi ke sana.


"siapa yang menghubungi aku? apa Bu Indira?" gumam Alex saat melihat ada panggilan masuk.


"Halo siapa ini?" tanya Alex saat mengangkat panggilan telpon tersebut.


"maaf saya Reina apa saya bisa berbicara dengan Emma?" tanya Reina dari seberang telponnya.


"maaf, nona Reina untuk saat ini tidak bisa. Nona Emma sedang sakit, jadi dia harus beristirahat total. mungkin ada yang bisa saya sampaikan nanti?" jawab Alex jujur.


"sakit, sakit apa?" tanya Reina mengeryitkan dahinya.


"maaf, nona Reina jika tidak ada yang disampaikan saya tutup telponnya." balas Alex lagi.


Tunggu!


"baik bisa minta tolong sampaikan kepada Emma bahwa saya ingin bertemu untuk membicarakan menu yang akan dia buat nantinya." ucap Reina menjelaskan.


"baiklah nona Reina nanti akan saya sampaikan." ucap Alex dan langsung menutup panggilannya, dia merasa tidak akan aman jika berlama-lama menerima telepon dari keluarga Pradipta Wijaya.


Alex mematikan ponselnya dan menyimpannya kembali, dia tahu Andra tidak akan tinggal diam mengenai Emma. dia juga menyakini ini sebagian usaha menemukan keberadaan Emma.


"aku harus ekstra berhati-hati." gumam Alex lirih.

__ADS_1


__ADS_2