
"bukankah ini perjalanan menuju bandara? mengapa mas Andra membawa aku ke bandara." batin Emma dalam hatinya.
Andra terus menggandeng tangan Emma hingga kini dia duduk di dalam privat jet milik Andra. di dalam pesawat ini sungguh terlihat lebih elegant dari pesawat milik Farhan yang pernah membawanya pergi dari Jakarta.
perjalanan yang menurut Emma begitu panjang dan melelahkan, dia baru menyadari bahwa tujuan mereka saat ini adalah Bali. dimana selama ini dia bersembunyi, Andra bahkan tidak melepaskan sedetikpun tangan Emma dari genggamannya.
kini sampailah Emma disebuah rumah yang begitu megah, tidak tanggung-tanggung lagi penjaga rumah ini begitu banyak, belum para pelayan di dalam rumah itu.
"selamat datang mas Andra." ucap salah satu pelayan di rumah itu.
semua berbaris rapi dan menundukkan kepalanya hormat saat mengetahui pemilik rumah telah tiba. Andra membalas hormat mereka dengan anggukkan kepalanya saja.
"semua yang ada di rumah ini, perkenalkan wanita disamping saya dia adalah nyonya rumah ini. tolong hargai dan hormati, layani dengan sebaik-baiknya. jika aku mendengar keluhan saja darinya, kalian semua akan tanggung sendiri akibatnya!" ucap Andra begitu mengintimidasi.
Emma memandang bingung kepada seluruh penghuni rumah ini dan juga Andra. Andra membawa Emma menaiki anak tangga menuju lantai atas.
Ceklek!
pintu kamar terbuka menampakkan kamar yang begitu indah, sentuhan kamar ini bernuansa putih, semakin dia memasuki kamar tersebut semakin takjub melihat design kamar tersebut.
"istirahatlah Emma, nanti malam kita akan makan malam bersama. persiapkan diri kamu." ucap Andra sambil mengecup puncak kepala Emma.
Emma yang diperlakukan istimewa bagai seorang princess oleh Andra, hanya bisa diam. jantungnya berdetak begitu cepat, Andra melangkah pergi meninggalkan kamar tersebut.
setelah menerima perlakuan seperti itu Emma diam tidak bergerak, otaknya kesulitan mencerna perbuatan yang dilakukan oleh Andra.
__ADS_1
"Ya, tuhan apalagi ini. Ini lebih menakutkan dari yang sebelumnya." gumam Emma lirih sambil melihat suasana dari jendela kamar tersebut.
"apakah aku akan terjebak kembali oleh mas Andra? apakah aku bisa bebas seperti sebulan yang lalu? apa kabar dengan kedai aku nantinya?" batin Emma yang mengganggu pikirannya.
Emma tidak membayangkan akan menjadi seperti apa nantinya, kedai yang mulai dia rintis sebulan terakhir terancam akan tutup selamanya. impiannya akan sirna seketika. dia belum siap menghadapi hal yang menakutkan itu.
apa kata kedua orang tuanya jika Emma tidak membuka kedai lagi, padahal kedai itu adalah impiannya sejak dahulu. orang tuanya begitu senang dan bahagia mendengar jika Emma telah berhasil membuka kedai impiannya. lelah dengan keadaannya saat ini, Emma memilih untuk beristirahat sejenak.
Emma terbang saat mendengar ketukan pintu kamarnya, dia segera membuka pintu kamar untuk melihat siapa yang mengetuknya.
"maaf nona saya membangunkan istirahat anda. perkenalkan saya Vega asisten pribadi nona Emma saat ini." ucap Vega menjelaskan.
Emma yang baru terbangun dari tidurnya dan mendapati ada seseorang yang mengatakan bahwa dia adalah asisten pribadinya membuatnya linglung sejenak.
"maksudnya?" tanya Emma bingung.
"saya ditunjuk oleh mas Andra untuk menjadi asisten pribadi nona saat ini. segala kebutuhan yang dibutuhkan oleh nona Emma akan saya siapkan dan layani." ucap Vega panjang.
"mas Andra sedang ada di ruangan pribadinya. mas Andra bilang akan menemui nona Emma nanti malam. maka dari itu biarkan saya untuk membantu menyiapkan segala sesuatunya untuk nona." ucap Vega lagi.
tidak ingin terjadi masalah kembali, Emma menganggukkan kepalanya. Emma menyuruh Vega untuk masuk ke dalam kamarnya.
"Vega sebenarnya aku masih bingung mengenai hal ini, tapi ya sudahlah nanti aku akan berbicara dengan mas Andra." ucap Emma bingung dengan cengiran kudanya.
"nona Emma saya sangat berterima kasih sekali sebagai asisten pribadi nona Emma. saya sangat membutuhkan pekerjaan ini, untuk membiayai pengobatan adik saya dan gaji disini cukuplah besar untuk saya." ucap Vega mengiba.
Emma yang mendengar penuturan Vega terenyuh hatinya, dia juga pernah merasakan diposisi yang sama.
"baiklah Vega aku akan menerima kamu, kalau boleh tahu adik kamu sakit apa?" tanya Emma antusias.
__ADS_1
"semenjak kecelakaan adik saya tidak bisa menggerakkan kedua kakinya, saya membutuhkan uang untuk biaya terapi agar dia kembali pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa." ucap Vega menjelaskan.
"maaf Vega aku tidak tahu semoga lekas sembuh, ya sudah aku pergi mandi dahulu Vega." ucap Emma sambil tersenyum menenangkan Vega dan beranjak dari ranjangnya.
Emma mandi dan berendam sejenak melepaskan penat dalam tubuhnya, tidak membutuhkan waktu lama bagi Emma untuk mandi.
"nona Emma pakailah gaun ini." ucap Vega sambil memberikan gaun pada Emma.
Emma langsung menerima gaun yang diberikan oleh Vega. semuanya ternyata sudah disiapkan oleh Vega asistennya, lalu dia memakai semua rangkaian skincarenya dan berhias tipis tidak lupa Vega membantunya menata rambut Emma.
"nona sungguh cantik sekali." puji Vega saat dia sudah selesai mendandani Emma.
"kamu bisa saja, Vega. terima kasih sudah membantu saya kali ini." ucap Emma tersenyum.
Emma beranjak berdiri dari duduknya dan berjalan pergi menuju turun ke lantai bawah untuk mencari Andra. semua pekerja yang melihat Emma langsung dengan sigap menundukkan kepalanya sebagai tanda hormatnya. Emma membalas dengan senyum yang menawan.
"nona Emma mas Andra masih berada di ruang kerjanya, sebentar lagi juga akan segera selesai, apakah nona menginginkan sesuatu selagi menunggu mas Andra?" tanya Vega menawarkan.
"hmm... aku ingin minum teh hangat saja, Vega." jawab Emma tersenyum manis.
"baik tunggu sebentar." ucap Vega, dia langsung meminta pelayan untuk membuatkan teh hangat dan menyajikannya diruang tengah.
Emma menunggu Andra sambil menikmati teh hangatnya, sesekali dia juga membaca majalah yang dia temukan di rak buku samping televisi.
"sudah siap?" ucap Andra sambil berjalan melangkah ke arah dimana Emma sedang menunggunya.
Emma yang mendengar suara Andra refleks menoleh kebelakang, dia mendapati Andra dengan setelan jas yang mana warna jas itu sama dengan gaun yang digunakan dengan Emma.
melihat senyum dan ketampanan Andra membuat Emma meleleh, entah bagaimana lagi perasaannya saat ini. Andra langsung meraih tangan Emma dan menggandengnya, jantung Emma kembali lagi berdetak lebih cepat.
__ADS_1
apakah dia sudah bisa menerima Andra kembali? apakah dia masih mencintai Andra? Emma masih belum bisa memastikan bagaimana isi hatinya saat ini.