MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
250 PCS DESSERT BOX


__ADS_3

"selamat pagi Mami." sapa Andra sambil mencium kedua pipi Mami tercintanya.


"pagi sayang, mari kita sarapan bersama." ajak Indira dengan suara lembutnya.


"kenapa ada Yuna, disini Mami?" tanya Andra terkejut seketika karena dia melihat Yuna menghampiri meja yang sama dengannya.


"Iya sayang, Mami sengaja ajak Yuna ke sini untuk bertemu dengan kamu. Mami ingin kamu bisa dekat dengannya." jawab Indira dengan tegas.


"Mami Andra pernah bahas tentang ini bukan?" tegur Andra dengan suara baritonnya.


"Mami tidak menjodohkan kamu Andra. Mami hanya ingin kalian dekat saja menjalani dahulu perkenalan kamu dengan Yuna. dia gadis cantik, baik dan pintar apa salahnya kamu mengenalnya sayang. Mami tidak akan memaksa kamu." penjelasan Indira pada putra tunggalnya.


"tante bisa saja, Yuna jadi tersanjung atas pujiannya." ucap Yuna seketika sambil tersenyum dan melihat Andra.


"Andra tidak biasa, Mi. silahkan Mami lanjutkan sarapannya, aku harus bekerja kembali." pamit Andra bangkit berdiri meninggalkan meja makan.


setelah Andra berpamitan dia langsung meninggalkan meja makan tersebut dan tidak jadi sarapan.


"Ya ampun, Andra!" pekik Indira marah dia terkejut atas sikap Andra.


Andra tidak mempedulikan teriakan Maminya, dia melenggang begitu saja dari meja makan. Andra tidak menyangka bahwa Maminya nekat untuk tetap menjodohkannya.


dia tidak ingin terikat dalam pernikahan bisnis yang rumit nantinya. sedangkan untuk saat ini hati Andra sudah terpikat akan kecantikan Amberly Kirana Putri Dhwizis.


"Andra tunggu!" teriak Rayken menghampiri Andra yang sudah keluar dari restaurant hotel tersebut.


"apa Ray? kamu sengaja menyuruh aku untuk menemui Mami aku, dan menemui Yuna di dalam sana?" tanya Andra penuh emosi pagi ini.


"Yuna! dia ada disini? aku sungguh tidak tahu Ndra, sungguh." jawab Rayken jujur.


"lalu kenapa di dalam sana ada Yuna, Ray?" geram Andra marah sambil mengepalkan tangannya.


"maaf Ndra, aku sungguh-sungguh tidak tahu akan hal itu." jawab Rayken lagi.


"Ya sudah, kita sarapan di luar saja." ajak Andra berjalan tergesa.

__ADS_1


sedangkan di dalam restaurant hotel tersebut nampak Yuna sedang mencoba sedang mendekati Nyonya Indira Pradipta Wijaya.


"tante, apa aku kurang menarik di mata Andra?" tanya Yuna memecahkan keheningan di meja makan.


"kamu sudah cantik Yuna. hanya saja Andra belum terbiasa, nanti tante pasti akan bicarakan dengan Andra. kamu tenang saja, sekarang kita sarapan dahulu." jawab Indira dengan senyuman.


"aku harus bisa menarik perhatian Andra bagaimana pun caranya. aku ingin menjadi nyonya muda Pradipta Wijaya." batin Yuna berambisi.


"kamu sabar saja Yuna. tante yakin, Andra pasti bisa menerima kamu dikehidupan nantinya." ucap Indira dengan senyuman menyakinkan.


Yuna hanya mengulas senyum di hadapan calon mertuanya.


Emma kamu istirahatlah sebentar, nanti kita lanjutkan lagi biar aku yang menghandle pekerjaan ini." ucap Farhan yang melihat Emma kelelahan.


"tidak apa mas. sebentar lagi kita selesai, lihat ini sudah jam berapa tidak banyak waktu, mas." jawab Emma mengingatkan.


"Iya aku tahu, Emma. tapi kalau kamu kelelahan bisa istirahat dahulu, ada aku dan lainnya yang akan mengurus semuanya." bujuk Farhan kembali.


Ya sudah, aku buat minuman sebentar yah, tolong jangan di buat berantakan." gurau Emma kepada Farhan.


"Emma, kamu hebat bisa mendapatkan orderan segini banyaknya dalam sekejap. aku bangga terhadap pencapaian kamu, Emma." ucap Qonita saat sedang menata dessert box itu ke dalam tas khusus.


"terima kasih, Nit. kamu selalu mendukung aku, kamu sahabat terbaik yang aku punya." ucap Emma sambil tersenyum manis.


"harus Emma." balas Qonita sambil berpelukan dalam kebahagiaan.


saat semuanya sudah siap Emma dan Farhan mengantarkan pesanan itu bersama.


"kamu begitu bahagia sekali Emma." ucap Farhan sambil mengemudi membelah jalanan ibukota yang padat.


"aku bahagia sekali, mas. tanpa kamu, aku tidak mungkin mencapai seperti saat ini." ucap Emma dengan senyumnya.


setelah mereka mengantar pesanannya, Farhan mengajak Emma untuk beristirahat makan siang terlebih dahulu sebelum mereka kembali ke cafe pelangi.


mereka makan bersama sambil bercanda dan tertawa bersama. Ya, sejenak menghilangkan penat sehabis terforsir tenaga mereka membuat cukup banyak dessert box dalam waktu singkat. untung saja banyak yang mau membantunya.

__ADS_1


"mas Farhan, bagaimana kalau kita bawakan makanan juga, kasihan mereka sudah capek-capek membantu aku." tanya Emma dengan senang.


Ya sudah, kamu pilih saja makanan untuk mereka, biar mereka semakin bersemangat." ucap Farhan tersenyum lebar.


"kamu memang cantik Emma, hati kamu lembut dan baik peduli terhadap sesama. kamu harusnya tidak terjebak di dalam percintaan Andra. kamu harusnya mendapatkan yang lebih baik darinya." batin Andra sambil menatap wajah Emma.


setelah semuanya dibayarkan oleh Farhan mereka bergegas kembali ke cafe pelangi, dan memberikan kejutan sedikit terhadap rekan kerja Emma.


"Wah, ternyata ada traktiran nih." ucap Banu saat melihat Emma dan bosnya membawa kardus makanan.


"Iya, ini semua buat kalian yang sudah bekerjasama hari ini menyelesaikan orderan. kalian dapat satu-satu yah." ucap Emma dengan lembut.


"sering-sering saja kamu mendapatkan orderan seperti ini agar kita-kita dapat traktiran, Emma." ucap Banu dengan PD.


"hahahaaa semoga saja yah." balas Emma sambil tertawa.


"makanya kalian semangat mempromosikannya biar Emma dapat orderan banyak jadi kalian kecipratan bukan?" ucap Farhan menimpali.


"siap pak bos." jawab Banu semangat.


"Ya sudah, saya kembali ke ruangan dulu." pamit Farhan sambil berlalu memasuki ruang kerjanya.


"Emma, kamu beruntung sekali mendapatkan pria-pria baik saat ini, aku iri dengan kamu, Emma." ucap Qonita tersenyum.


"kamu juga mendapatkan pria baik Qonita, buktinya kamu akan segera menikah bukan?" tanya Emma kembali.


hhe hhee hheee iya sih, Emma. tapi bukan tetap saja kamu yang beruntung." jawab Qonita dengan bahagia.


"rezeki sudah ada yang mengatur, Qonita. nikmati saja." ucap Banu menimpali.


"kalian ini seperti kucing dan tikus selalu bertengkar setiap bertemu, sudah sana istirahat makan. biar aku yang menggantikan menjaga kasir." kata Emma yang pusing jika mendengar sahabatnya ini bertengkar.


"Iya iya bu bos cantik, terima kasih yah atas traktirannya." ucap Qonita menggoda.


"dasar kalian ini, sudah sana cepat." usir Emma seketika, agar mereka segera memakan makanannya dan meninggalkan Emma sendirian.

__ADS_1


"huft pusing lama-lama mendengar mereka bertengkar tiap bertemu, tapi lumayan untuk hiburan saat ini. mas Andra juga tidak menghubungi aku lagi. hmm... sesibuk itukah kalau orang berbisnis. kenapa aku jadi kepikiran tentang mas Andra."batin Emma dalam hatinya.


__ADS_2