MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
MENGENALKAN EMMA


__ADS_3

Uhuukk... uhukk...uhukkk...


mendengar penuturan Andra barusan membuatnya terbatuk karena terkejut. Emma begitu kaget bahwa Andra akan mengenalkannya kepada keluarganya. Ya, walaupun Emma sudah mengenal siapa orang tua Andra bapak dan ibu Pradipta Wijaya sebelumnya, tetapi malam ini dia akan dikenalkan oleh anaknya kembali.


ada rasa khawatir dan takut di dirinya Emma. dia menyadari bahwa dia hanyalah seorang dari kalangan biasa.


"kamu tidak apa-apa?" tanya Andra khawatir karena melihat wajah Emma yang begitu pucat.


"aku tidak apa-apa, mas." jawab Emma berbohong, sebenarnya dia sangatlah terkejut.


"maaf mas Andra sebelumnya, apa mas yakin akan mengenalkan aku?" tanya Emma ragu mengeryitkan dahinya.


"kenapa tidak, semua sudah aku atur, Emma." jawab Andra dengan wajah datar.


"tapi-"


"ssssttt... jangan membantah kamu tenang saja, tidak usah khawatir seperti itu." ucap Andra yang memotong pembicaraan Emma, dia menatap intens dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Emma yang ada di depannya.


"setelah acara pernikahan Sony selesai, baru kita segera mengunjungi kedua orang tua kamu. untuk membicarakan tentang pernikahan kita selanjutnya." ucap Andra kembali sambil membenarkan anak rambut Emma.


"apa harus secepat itu?" tanya Emma gugup.


"aku tidak mau membuang waktu aku lebih banyak lagi untuk mencari kamu terus menerus." ucapan Andra sambil terkekeh.


"Ya sudah mas aku ingin istirahat, Vega kemana mas?" tanya Emma segera bangkit berdiri untuk mencari Vega.


"Vega ada di kamar sebelah, selagi ada aku di apartemen ini dia tidak berhak masuk kedalam sini." ucap Andra menjelaskan.


Sementara di tempat lain disebuah cafe terlihat Alex dan Farhan membahas tentang Emma. Farhan sudah mengetahui bahwa kini Emma telah di lamar oleh Andra sewaktu di Bali. Farhan benar-benar tidak menyangka bahwa semua yang dia lakukan akan menjadi seperti ini. Farhan berpikir bahwa Emma merubah penampilannya dan namanya semuanya akan baik-baik saja. hingga kini Farhan sangat susah untuk menghubungi Emma. dia hanya bisa mengandalkan Alex sebagai perantaranya. hanya Alex yang dapat berdekatan maupun menghubungi Emma.


"pak Farhan maafkan atas semua kesalahan saya. saya telah lalai menjaga nona Emma." ucap Alex saat berhadapan dengan Farhan, dia juga merasa gagal menjalankan perintah dari bosnya tersebut.


"tidak apa Alex semua sudah terlewatkan, kini Emma sudah di lamar oleh Andra. aku rasa sebentar lagi Andra akan menikahi Emma." ucap Farhan penuh frustasi.


"saya sempat menanyakan langsung kepada nona Emma, bahwa dia sendiri belum tahu bagaimana nantinya. dia juga masih ragu terhadap pak Andra.


"Alex apa kamu bisa mengatur waktu aku untuk bertemu dengan Emma? nomor Emma yang kamu berikan tidak dapat aku hubungi sama sekali, bahkan aku mengganti nomorpun hasilnya sama saja." ucap Farhan meminta.


"saya akan mencoba sebisa mungkin pak Farhan. maaf sebelumnya, nona Emma sudah berada di Jakarta. maka dari itu saya juga kembali ke Jakarta." ucap Alex menundukkan kepalanya.


"hmm... aku baru ingat, minggu depan adalah pernikahan Sony, dan Emma yang menghandle semua menu dessert di pernikahan tersebut. aku rasa akan lebih mudah untuk aku menemui Emma." ucap Farhan dengan penuh keyakinan.


selama Andra sudah menemukan Emma, selama itu pula perusahaan yang dia kelola berjalan dengan aman dan stabil.


setelah kepergian Alex, Farhan lalu memanggil Qonita. Qonitalah sahabat satu-satunya Emma yang paling dia percayai. mana mungkin selagi dia di Jakarta tidak menyempatkan dirinya untuk bertemu dengan sahabatnya itu.

__ADS_1


Tok! tok! tok!


"masuk." ucap Farhan dari dalam ruangannya.


"maaf pak Farhan, ada perlu apa memanggil saya." tanya Qonita bingung.


"Qonita duduklah dahulu, ada yang ingin aku bicarakan kepada kamu." ucap Farhan ramah mempersilahkan duduk.


Qonita duduk di hadapan Farhan, dia juga penasaran kenapa dia dipanggil ke ruangan bosnya ini.


"Qonita apa Emma menghubungi kamu kembali?" tanya Farhan membuka suaranya terlebih dahulu.


"hmm... satu minggu yang lalu sih pak, dia berkata bahwa akan terbang ke Jakarta. memangnya ada apa, pak?" tanya Qonita penasaran.


"apa Emma mengajak kamu untuk bertemu selama dia di Jakarta?" tanya Farhan penasaran.


"tidak pak, Emma hanya bilang kalau dia ke Jakarta untuk menghandle dessert di acara pernikahan keluarga Pradipta Wijaya." ucap Qonita menggelengkan kepalanya.


"hmm... jika kamu bertemu dengan Emma hubungi aku ya, aku ingin ikut bertemu dengannya." ucap Farhan antusias.


"baik pak Farhan, saya permisi dahulu ingin kembali ke depan." pamit Qonita kepada Farhan sambil beranjak berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Farhan sendirian di ruang kerjanya.


sepeninggal Qonita Farhan menghubungi Alex. ingin menanyakan dimana Emma tinggal sekarang ini.


"Alex kamu sudah tahu dimana Emma tinggal?" tanya Farhan dari balik telpon genggamnya.


Farhan menghembuskan napasnya dengan kasar, dia tidak menyangka akan sesulit ini menemui Emma semua akses sudah di tutup oleh Andra.


"Ya sudah Alex terima kasih." ucap Andra dan langsung mematikan ponselnya.


panggilan pun berakhir, Farhan hanya pasrah tidak dapat bertemu dengan Emma. dia tidak mungkin meminta kepada Andra untuk bertemu. jelas-jelas Andra akan menolaknya, apalagi sekarang Andra dihatinya. dia juga sudah bertunangan dengan Andra.


tepat pukul 9 malam Andra dan Emma sudah berada di rumah keluarga Pradipta Wijaya. Andra menggandeng mesra Emma. Emma yang cantik dengan balutan gaun berwarna putih dengan sepatu berwarna senada ditambah rambut yang dahulu di cat kini dia rubah kembali dengan warna hitam. begitu juga dengan Andra yang mengenakan setelan kemeja putih lengan panjang dan jas berwarna hitam terbalut di tubuh maskulinnya, sehingga Andra terlihat sangat tampan malam ini, mereka terlihat sebagai sepasang kekasih yang serasi di mata orang yang memandangnya.


"malam Mami." sapa Andra yang melihat Maminya sedang duduk di ruang tengah bersama Reina.


"Andra akhirnya kamu pulang juga, Mami kira kamu lupa dengan rumah ini." ucap Indira sambil berjalan melangkah menghampiri putra tunggalnya dan memeluk tubuh Andra.


"mana mungkin Andra lupa dengan wanita cantik satu ini yang telah melahirkan Andra." ucap Andra sambil tersenyum menggoda Maminya.


"jangan menggoda Mami kamu, dia milik Papi." ucap Yoga yang tiba-tiba turun dari lantai atas.


"baik Papi, Andra juga sudah punya pendamping sendiri." ucap Andra kemudian menghampiri Emma yang masih berdiri mematung melihat keharmonisan keluarga Pradipta Wijaya.


Yoga, Indira beserta Reina menatap Andra yang menghampiri Emma. Emma yang dipandang sedemikian rupa begitu gugup. Andra yang paham akan kegugupan Emma dia melemparkan senyum mencoba menyakinkan Emma bahwa semuanya akan baik-baik saja.

__ADS_1


"percayalah dengan aku Emma." bisik Andra di telinga Emma dengan lembut.


Emma tersenyum sambil menganggukkan kepala mendengar perkataan Andra yang menenangkan itu.


"Mami inilah pilihan Andra yang selama ini aku cari." ucap Andra sambil menggenggam tangan Emma lalu menariknya mendekati Maminya.


"Emma." pekik Indira terkejut.


"selamat malam bu Indira Pradipta Wijaya." ucap Emma tersenyum manis, dia pun mencium punggung tangan Indira.


"Iya Mami, Mami sudah kenal bukan dengan Emma?" jawab Andra tersenyum lebar.


"Iya, lalu maksud kamu apa Andra?" tanya Indira yang masih bingung dengan maksud anaknya.


"bisa jelaskan kepada kami semua Andra?" tanya Yoga dengan tegas.


Reina yang sudah paham akan semuanya hanya bisa tersenyum menyaksikan perkenalan ini. dia sudah diberitahu oleh Sony sebelumnya, jadi Reina tidak merasa kaget. dia justru malah mendukung Andra dan Emma untuk bersatu.


Andra duduk di samping Emma tanpa melepas genggaman tangannya sedikitpun. hal itu justru membuat Emma sedikit tenang berhadapan dengan Yoga dan Indira.


"Mami, Andra memilih Emma sebagai pendamping Andra. aku akan menikahinya sebentar lagi." ucap Andra menyampaikan niat baik kepada Indira.


"kamu serius dengan perkataan kamu Andra?" ucap Indira, dia terkejut atas perkataan Andra.


"apa Andra pernah berbohong Mami?" tanya Andra balik.


"jadi Andra ingin menikahi Emma?" tanya Yoga Pradipta Wijaya.


Indira tersenyum lebar, tidak disangka di raut wajahnya terpancar kebahagiaan.


"akhirnya anak Mami laku juga, Mami kira selama ini kamu hanya suka main-main atau-" ucap Indira sengaja menggantung perkataannya.


"Mami kira aku suka sesama jenis makanya aku tidak menikah-menikah dan selalu menolak perjodohan dari Mami." ucap Andra mengerucutkan bibirnya.


gelak tawa memenuhi ruangan keluarga kediaman Pradipta Wijaya bahkan Sony yang baru saja bergabung ikut tertawa, siapa sangka Maminya mempunyai pemikiran seperti itu.


"Emma apa kamu dipaksa oleh Andra?" tanya Yoga Pradipta Wijaya dengan tatapan penuh tanya.


"jelas tidak Papi, Andra tidak memaksa Emma." jawab Andra dengan secepat kilat.


"Mami sebenarnya ingin menjodohkan kamu dengan Emma saat itu, tapi jika lagi dan lagi Mami menjodohkan kamu tentunya kamu akan menjauh terus dari Mami." ucap Indira menambahkan.


"Iya Andra sebenarnya Mami sudah lama ingin menjodohkan kamu dengan Emma, hanya saja kata Mami kamu selalu menolak wanita-wanita pilihan Mami." ucap Reina menyahuti.


"tapi tanpa dijodohkan Andra bisa mendapatkan Emma." ucap Andra senang, dia pun tersenyum bahagia.

__ADS_1


"akhirnya kalian bersatu juga." ucap Sony menggoda.


Emma tersipu malu berada di tengah-tengah keluarga Pradipta Wijaya, dia sangat bersyukur dan tidak mengira bahwa dengan mudah keluarga Andra dapat menerima kehadirannya.


__ADS_2