
Andra sampai di Indonesia saat menjelang pagi, dia langsung menuju villa yang di maksud oleh Rayken, tidak mengenal lelah dia mengendarai mobilnya sendiri tanpa Rayken atau sopir yang menemaninya.
"lihat Emma, aku pasti akan membawa kamu kembali! tidak ada yang bisa pergi dari Yosandra Regan Pradipta Wijaya begitu saja." gumam Andra sambil mengendarai mobilnya.
Andra mengambil ponselnya dan mengaktifkan kembali saat dia berada di dalam mobil, lalu dia menghubungi seseorang.
"buat perhitungan secara bertahap, lakukan pelan-pelan sampai semuanya jatuh dibawah kendali aku." perkataan Andra dengan orang diseberang telponnya.
setelah Andra menelpon langsung dia mematikan ponsel genggamnya. dia harus fokus dan cepat sampai sebelum Farhan menghasut Emma kembali.
"lihat Farhan kamu berurusan dengan siapa kali ini, tanggung semua akibatnya." geram Andra di dalam mobil sambil menyetir.
siang hari Andra sudah sampai di tujuannya, kebetulan villa milik Andra tidak jauh dari villa yang di tempati Emma.
"sebentar lagi kita akan bertemu Emma." gumam Andra lirih.
Andra terus melaju melewati villa dimana Emma menginap. dia ingin istirahat sejenak, melepas lelah karena perjalanan jauh dari Paris sampai puncak demi menemui gadis pujaan hatinya, dan membawanya kembali ke apartemen miliknya nanti.
"lihat kejutan besok pagi untuk kamu Emma, kita akan bersama, Farhan maupun yang lainnya tidak akan ada yang bisa merebut milik seorang Andra." batin Andra dalam hatinya.
sedangkan di Jakarta Mami Indira, dan Reina pergi bersama untuk berkunjung ke butik langganan keluarga dan memesan gaun pernikahan untuk Reina dan Sony.
"Reina, kamu pilihlah gaun yang kamu inginkan untuk pernikahan kamu nanti dengan Sony, atau kamu mempunyai desain gaun untuk pernikahan kamu. kamu bisa berkonsultasi dengan Sonya, dia designer andalan Mami." ucap Mami Indira dengan suara lembutnya.
"baik Mami, nanti aku lihat-lihat dahulu ada yang cocok tidak dengan aku. terima kasih Mami sudah terlalu baik dan perhatian dengan aku. aku sejak kecil tidak pernah mendapat perhatian dari seorang ibu, mengenal Mami Indira membuat aku bahagia." ucap Reina sambil terisak sedih.
Reina mengingat perih masa kecilnya dahulu. dia sudah ditinggal oleh ibunya dan harus diasuh oleh ayahnya seorang diri.
"maafkan Mami sayang, jangan menangis lagi yah! Mami akan selalu membahagiakan anak-anak Mami. kebahagiaan anak-anak Mami adalah yang utama. jangan pernah sungkan dengan Mami, anggaplah Mami ini Mami kandung kamu, sayang." ucap Mami Indira sambil memeluk Reina yang duduk di sampingnya mencoba menenangkan calon menantunya.
"Iya, Mami. terima kasih." ucap Reina sambil tersenyum dan menghapus air matanya.
setibanya di butik langganan Mami Indira, mereka di sambut oleh karyawan yang bekerja di sana. siapa yang tidak mengenal Nyonya Indira Pradipta Wijaya, semua karyawan disini mengenalnya dengan baik.
__ADS_1
"selamat siang Nyonya Indira rasanya sudah lama sekali tidak berkunjung kemari." ucap Lina asisten Sonya.
"siang Lina, saya tidak di Indonesia, Lina. perkenalkan ini calon menantu pertama di keluarga Pradipta Wijaya. dia ingin mencari gaun yang cocok untuk pernikahannya nanti." ucap Mami Indira sambil tersenyum.
"halo Lina, saya Reina." perkenalan Lina dan Reina.
"senang berkenalan dengan anda Reina, kami berterima kasih kepada kamu karena telah memilih dan mempercayai kami untuk merancang gaun pernikahan anda." ucap Lina tersenyum senang.
"tolong tunjukkan koleksi gaun untuk calon menantu aku ini Lina, mana Sonya?" perintah sekaligus tanya Mami Indira.
"baik nyonya, maaf ibu Sonya sedang berada di Jepang." jawab Lina asisten Sonya.
"Ya sudah, Reina pilihlah gaun yang kamu inginkan, aku mau lihat-lihat baju dahulu." pamit Mami Indira tersenyum.
Reina dan Mami Indira berpisah untuk melihat gaun dan pakaian masing-masing. Reina mencoba beberapa gaun yang direkomendasikan oleh Lina.
"Lina, aku ingin gaun model ini tapi untuk bagian depannya aku mau yang seperti ini, dan untuk warnanya aku ingin warna biru. bisakah kamu membuatnya?" tanya Reina antusias.
"dengan senang hati Reina. mari kita duduk di sana aku akan membuatkan desainnya untuk kamu." ucap Lina sambil menunjuk pada kursi tunggu tamu.
"Reina sudahkah kamu menentukan gaun yang akan kamu kenakan?" tanya Mami Indira yang sudah berada di ruang tunggu tamu.
"sudah Mami, ini baru akan dirancang oleh Lina." jawab Reina senang.
"tunggu sebentar nyonya Indira, sebentar lagi akan selesai." ucap Lina sambil meneruskan gambarnya.
sambil menunggu rancangan gaun yang dibuat Lina, Mami Indira dan Reina terlibat percakapan tentang konsep pernikahannya nanti.
"maaf nyonya Indira dan Reina, saya menyela pembicaraan anda. saya hanya ingin menyerahkan rancangan gaun yang diinginkan Reina. silahkan di lihat jika kurang pas akan saya perbaiki lagi." ucap Lina yang menyerahkan gambar rancangan gaun milik Reina.
"hmm... gaunnya cantik sekali Reina pasti sangat cocok dengan kamu." ucap Mami Indira memuji.
"aku setuju rancangan gaun ini, Lina." ucap Reina senang sambil menyerahkan gambar sketsa pada Lina kembali.
__ADS_1
"baik, mari saya ukur dahulu." ajak Lina.
Reina mengikuti Lina untuk mengukur badannya agar segera bisa di buatkan gaunnya dalam waktu yang tidak begitu banyak. sebenarnya untuk pernikahan yang akan di gelar 2 bulan lagi. setelah semuanya cukup Mami Indira dan Reina meninggalkan butik itu lalu menuju ke cafe pelangi guna bertemu dengan Emma.
sesampai di cafe pelangi Mami Indira dan Reina langsung di sambut oleh Qonita.
"selamat datang bu, silahkan menunya." ucap Qonita sambil menyerahkan buku menu.
"aku pesan mesclun salad, lemon squash dan Jasmine tea." ucap Reina kepada Qonita.
"baik kak, sedangkan ibu ingin pesan apa?" tanya Qonita kepada Indira.
"saya pesan tuscan panazella, pear cooler dan dessertnya blueberry cheese biscoft." ucap Indira tersenyum ramah.
"baik bu, silahkan di tunggu sebentar." ucap Qonita sambil mengambil buku menunya.
"hmm... Iya, bisakah saya bertemu dengan Emma?" tanya Indira.
"maaf bu, Emma sedang cuti untuk beberapa hari kedepan." jawab Qonita cepat.
"kira-kira kapan Emma kembali?" tanya Indira lagi.
"saya rasa senin depan, Emma kembali bekerja. apa ada yang penting? biar saya sampaikan kepada Emma." tanya Qonita dengan ramah.
"tidak, besok saja saya kembali menemuinya." jawab Indira tersenyum.
"baik bu, saya permisi dahulu." ucap Qonita meninggalkan mereka.
Qonita segera bergegas meninggalkan meja tersebut dan segera membuat pesanannya.
"sayang sekali, Emma sedang cuti. jadi Mami tidak bisa mengenalkan kamu kepada Emma, Reina." ucap Mami Indira pada Reina yang sedang menunggu pesanannya.
"tidak apa, Mami. lain waktu juga bisa, lagi pula aku disini sampai pernikahan kami." jawab Reina dengan senyumannya.
__ADS_1
"semoga besok kita dapat menemuinya, apa kamu setelah menikah akan kembali lagi ke Italia Reina?" tanya Mami Indira sambil menikmati segelas pear cooler.
"Iya Mami, pekerjaan mas Sony di sana, lagi pula aku harus kembali mengajar. jadi kami tidak bisa untuk tinggal disini. tetapi tenang saja Mami aku dan mas Sony akan sering-sering datang mengunjungi Mami." ucap Reina sambil menyakinkan Indira calon Mami mertuanya.