MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
NGIDAM MAKANAN TRADISIONAL INDONESIA


__ADS_3

Selesai membahas pekerjaan dan makan siang bersama, Andra mengajak Emma berbelanja oleh-oleh untuk keluarga besarnya. Emma begitu antusias memilih barang dan juga camilan untuk dia bawa sebagai oleh-oleh kali ini. Oleh-oleh yang dia cari di Jepang sudah dia kirim terlebih dahulu sewaktu dia mengetahui sedang mengandung.


"sayang, sudah besok lagi yuk belanjanya. ini sudah banyak dan kita sudah lama jalan-jalannya, kasihan anak kita, sayang." ucap Andra mengingatkan Emma agar tidak terlalu lelah.


"Ih, mas gak usah lebay aku masih semangat berbelanja sekalian kita makan malam di sini saja. aku ingin makan malam di restoran sana, mas." ucap Emma meminta sambil menunjuk ke arah lokasi restoran.


"ya sudah kita makan sekarang, tapi setelah itu kita harus segera kembali ke apartemen. ingat kamu sedang hamil tidak boleh banyak melakukan aktivitas, aku tidak ingin melihat kamu kelelahan. besok aku tidak ingin kamu kemana-mana cukup diam di apartemen saja." ucap Andra menasehati istrinya.


"baiklah, mas." ucap Emma sambil terus merangkul lengan suaminya dengan manja.


keesokan hari, pagi hari yang cerah membuat pagi Emma begitu berwarna. hidupnya sangat bahagia sebentar lagi dia akan segera kembali dan berkumpul dengan keluarganya setelah sekian lama berpisah. semenjak dia menikah dengan tujuan bulan madu berdua dengan suaminya selama 1 bulan, tetapi rencana itu harus kandas karena dia dinyatakan hamil. maka suaminya memilih memperpanjang liburannya di Dubai hingga dia dan janinnya kuat di ajak terbang kembali ke Jakarta.


setiap hari Emma dan Andra selalu melakukan aktivitas bersama. Andra tidak sungkan untuk membantu istrinya memasak dan bangun lebih pagi.


"Mas, dari tadi ponsel kamu berdering terus menerus." ucap Emma memanggil Andra.


"Iya, Mami menanyakan kapan kita kembali ke Jakarta, sudah lama kita tinggal di Dubai." jawab Andra menjelaskan.


"Mas, belum cerita bukan jika aku sedang hamil?" tanya Emma balik.


"belum itu akan menjadi kejutan bagi kedua orang tua kita, sayang. aku juga sudah meminta kepada adik kamu untuk mengajak orang tua kamu ke Jakarta." jawab Andra tersenyum bahagia sambil menatap wajah Emma.

__ADS_1


"terima kasih, mas." ucap Emma tersenyum lebar.


"apapun untuk kebahagiaan istri tercinta aku." ucap Andra sambil mengecup kening istrinya.


kini Emma dan Andra menikmati sarapan bersama, seperti hari-hari biasanya Andra dan Emma selalu bercengkrama bersama di meja makan.


"sayang, setelah ini aku akan keluar sebentar, kamu baik-baik di apartemen jangan keluar kemana-mana. ingat kemarin kamu seharian sudah jalan-jalan tanpa kenal lelah . saatnya kamu harus menurut kali ini, besok pagi-pagi sekali kita akan terbang ke Jakarta." ucap Andra tegas meminta kepada istrinya.


"Iya, iya mas. aku akan di apartemen saja hari ini. tapi mas Andra perginya juga jangan lama-lama." ucap Emma meminta dengan manja.


"gak sayang, sebelum jam makan siang aku akan kembali." ucap Andra segera dia raih tubuh istrinya untuk dia peluk dan cium tidak lupa juga dia mengelus perut istrinya dan menciumnya.


"baiklah jangan nakal dan hati-hati di jalan." ucap Emma mencubit hidung Andra gemas.


"Iya Papi, Papi tenang saja." ucap Emma yang menirukan suara anak kecil.


"aku pergi dahulu." pamit Andra sambil melangkah berjalan menuju pintu utama.


Emma mengantarkan suaminya sampai di depan pintu dan saat Andra sudah turun melalui lift apartemen, Emma segera mengunci dan menutup pintu apartemennya. dia kembali masuk dan segera membereskan piring kotor yang mereka gunakan untuk sarapan tadi. kini kandungan Emma semakin kuat dan besar, dia sangat bersyukur karena secepat ini diberikan keturunan.


sambil menunggu suaminya kembali ke rumah. Emma memilih bersantai dan membuat salad buah untuk dia nikmati. dia memilih melihat acara televisi tepat pukul 12 siang Emma segera beranjak dari tempat tidurnya dan segera membuat makan siang favorit Andra. sudah lama sekali dia tidak membuatkan makan siang untuk Andra. hari-hari biasanya jika jam makan siang Andra akan memesan makan siang untuk dinikmati di dalam kantornya karena hampir setiap hari Emma ikut ke kantor suaminya.

__ADS_1


siang ini Emma ingin menikmati makanan tradisional Jawa Barat. Emma akan membuat karedok, dia berharap suaminya akan menyukainya. tidak lupa dia juga membuat puding caramel sebagai dessertnya nanti. sedangkan untuk minumannya Emma membuat lemonade juice. Emma dengan cekatan memasak makanan dan minumannya dia sangat bahagia siang ini.


tepat saat suaminya kembali dari bekerja, semua hidangan yang dia buat sudah tersaji di atas meja makan.


"hmm... sepertinya ada yang tidak mendengarkan perkataan suaminya." ucap Andra sesampainya di apartemen dengan senyuman menawan menatap Emma.


"bukan tidak mendengarkan, mas. aku hanya ingin makan masakan tradisional, tahu sendiri disini cukup sulit mencari makanan tradisional Indonesia. makanya aku buat sendiri untuk makan siang kita." ucap Emma menjelaskan panjang.


"Ya sudah, besok pagi kita akan kembali ke Indonesia, kamu bisa makan makanan tradisional sesuka kamu. sepertinya ini memang sangat menggugah selera aku, apa ini namanya, sayang?" tanya Andra penasaran karena baru kali ini dia mencicipi makanan tradisional dari Jawa Barat yang Emma buatkan khusus untuk dirinya.


"ini karedok, karedok ini berisi sayuran mentah terus dicampur dengan sambal kacang. mas, coba deh pasti akan menyukainya." ucap Emma menjelaskan dengan terperinci sambil menyendok karedok dan menaruhnya di atas piring Andra.


Andra segera mengambil sendok makan dan mencoba memakan karedok buatan Emma. dia benar-benar menikmati sajian yang terhidang siang hari ini.


"hmm... ternyata enak sekali, sayang. hampir mirip salad. besok kamu boleh buat seperti ini lagi, sepertinya ini akan menjadi makanan menu favorit aku." ucap Andra senang sambil menyuapkan makanannya ke dalam mulutnya hingga tandas.


"mas, ada-ada saja. tapi syukurlah jika mas, menyukainya. besok aku akan membuatkan kembali setelah kita tiba di Indonesia." ucap Emma sambil tertawa melihat Andra makan dengan lahap.


setelah makan siang bersama, Emma bersantai bersama Andra di ruang tengah apartemennya sambil menonton televisi. sedangkan Andra juga menikmati momen seperti ini sambil terus mengusap perut istrinya, ini menjadi momen pertama dalam hidup Andra, yang awalnya dahulu enggan untuk berkomitmen tapi setelah bertemu dengan Emma dia menjadi ingin memiliki dan menikahi Emma dan hidup layaknya seperti pasangan pada umumnya.


Andra terus menerus mengusap perut istrinya dengan senyuman bahagia.

__ADS_1


"ada apa senyum-senyum sendiri, mas?" tanya Emma yang melihat dari tadi suaminya senyum-senyum sendiri.


__ADS_2