MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
PERTOLONGAN ANDRA


__ADS_3

"Ya sudah nanti aku temani kamu ke cafe. kalau debat sama kamu tidak akan ada habisnya. lagi pula pak Farhan kemana sudah hampir 2 minggu dia tidak menampakkan diri di cafe." ucap Qonita marah.


"kalau aku tahu sudah aku suruh dia berangkat kerja. aku berangkat sendiri saja, tidak akan sampai malam Nit, kamu istirahat saja soalnya nanti juga ada kurir yang antar pesanan aku, kamu jagain rumah saja." ucap Emma terkekeh.


"Ya sudah aku di rumah, jangan pulang larut malam Emma. kamu juga butuh waktu buat istirahat. badan kamu bukan robot." ucap Qonita mengingatkan.



Tin! tin! tin!



"Emma ayo naik, ngapain kamu disini?" ucap Farhan mengagetkan Emma.


"mas Farhan? kamu sudah kembali? tadi ban motornya kempes akhirnya aku dorong sampai bengkel sana, aku mau ke cafe." jawab Emma menjelaskan sambil mendorong motornya.


baiklah kamu segera naik, bareng aku ke cafe. aku juga mau ke cafe. bilang saja nanti kamu ambil lagi motor kamu." ucap Farhan menawarkan tumpangan.


"Oke mas, sebentar." jawab Emma singkat sambil menyerahkan motornya di bengkel.


setelah Emma meninggalkan motornya di bengkel. Emma bergegas masuk ke dalam mobil Farhan dan melanjutkan perjalanan menuju ke cafe. sebenarnya tidak terlalu jauh jarak bengkel ke cafe, karena Emma ingin cepat-cepat sampai akhirnya dia menyetujui tawaran Farhan.


"Emma kamu tidak mengambil cuti, kamu belum pernah libur bukan selama aku pergi? maafkan aku Emma sudah merepotkan kamu. tanggung jawab kamu semakin besar disaat aku tidak bisa mengunjungi cafe." ucap Farhan menawarkan kabar baik.


"tidak apa-apa mas, aku senang menjalaninya dapat belajar mengelola dan bertanggung jawab sama pekerjaan. memang begitu sulit di awal, tapi aku menikmatinya mas. aku justru berterima kasih sudah di perbolehkan belajar oleh kamu." ucap Emma sambil tersenyum.


"terima kasih Emma kamu sudah membantu aku, pekerjaan aku akhir-akhir ini sangatlah sibuk jadi aku lebih fokus dahulu di kantor." ucap Farhan memberi penjelasan, dia merasa tidak enak pada Emma.


"Iya mas, tidak apa-apa aku mengerti kesibukan mas Farhan. aku akan mengambil cuti tapi nanti tidak sekarang, mungkin cuti agak lama karena aku berencana akan pulang menemui orang tua aku." ucap Emma memberikan pengertian.

__ADS_1


"baiklah Emma, kapan pun kamu mau ambil cuti saja. aku akan ijinkan, kalau perlu aku akan mengantarkan kamu sekalian pulang nanti." ucap Farhan menyetujui.


"terima kasih mas, sudah sampai ayo kita masuk. aku ingin mengecek team aku sudah sejauh mana mereka membuat dessertnya." ucap Emma sambil melangkah berjalan masuk menuju pintu cafe.


Farhan menjawab dengan senyuman saat semua karyawan cafe menyapanya. itulah kebiasaan Farhan hanya orang-orang tertentu saja yang dia akan bicarakan, memang bos rata-rata begitu. tapi sudahlah karyawan cafe tidak mempermasalahkannya mereka bekerja juga mendapatkan gaji lumayan.


"selamat pagi semuanya, bagaimana lancarkan?" sapa Emma pada staff cafe.


"pagi juga Emma, tenang saja semua berjalan lancar, kami sudah dapat menghandle pembuatan dessert-dessert box ini. terima kasih sudah mengajarkan kami." ucap teman Emma tersenyum ramah.


"Iya sama-sama, mari aku bantu kita akan buat lebih banyak untuk hari ini, karena aku mungkin hanya sebentar. jadi membuat dessertnya sekalian untuk sampai malam." ucap Emma membimbing semua teamnya.


"baik ibu Emma." ucap semua teman-teman satu team Emma secara serentak.


Lalu mereka tertawa bersama-sama, itulah kebiasaan mereka bekerja di buat happy jadi tidak terasa lelahnya bekerja hari ini.



Andra dengan ganasnya menghajar para preman yang menghadang Emma. ketika sampai tadi pagi dia langsung bergegas menuju kantor dan dalam perjalanan tidak sengaja melihat Emma sedang ketakutan oleh preman yang mengepungnya. seketika Andra mulai terpancing emosinya ketika salah seorang menarik tangan Emma dan hal tidak diduga terjadi.


"masuk!" perintah Andra kepada Emma saat sudah mengalahkan preman tersebut.


Emma menuruti perkataan Andra lalu masuk ke dalam mobil bersama Andra. bola mata Emma melihat ada lebam disudut bibir Andra. Emma merasa bersalah, tapi untuk membuka suara pun Emma tidak berani, nyalinya langsung menciut dengan sikap dingin arogannya Andra.


"turun!" perintah Andra dan seketika itu Emma tersadar dari lamunannya.



tunggu!

__ADS_1


"ini dimana, bukan rumah aku." ucap Emma karena bingung untuk pertama kalinya.


"apartemen aku, cepat turun!" ucap Andra dengan suara baritonnya.


"tidak! aku mau pulang. antarkan aku pulang sekarang." ucap Emma meminta.


Andra bergegas memutar dan membuka pintu samping dan langsung menggendong Emma, dia tidak mempedulikan teriakan Emma. Emma semakin malu begitu banyak pasang mata yang melihatnya dalam keadaan seperti ini, akhirnya dia pun diam dan menutup matanya menahan malu yang teramat sangat. tidak sadar Emma sudah berada di dalam hunian mewah milik Andra, karena dia memejamkan matanya. akhirnya Emma refleks menjerit.


"Aww sakit!" teriak Emma yang diturunkan di lantai apartemen mewah Andra.


walaupun lantai apartemen di lapisi karpet tebal tetap saja sakit karena langsung dijatuhkan begitu saja. Andra langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan dirinya meninggalkan Emma yang sedang menahan sakit di ruang tamu. Andra begitu sangat kesal melihat perbuatan Emma yang dinilainya sangat ceroboh dan sangat membahayakan dirinya sendiri.


"sok berani." batin Andra di dalam kamarnya.



Emma yang dibuat kesal atas perilaku Andra hanya bisa menggerutu dalam hati, tapi dia kagum akan ruangan mewah milik Andra.


"sangat nyaman." batin Emma tersenyum.


entah sudah berapa lama Emma melihat-lihat semua koleksi yang ada di dalam ruangan tersebut hingga matanya melihat mini kitchen, langkah kakinya terus melangkah untuk berhenti di sana.


"apa pak Andra suka memasak sendiri?" batin Emma sambil mengeryitkan keningnya.


Emma tidak sengaja membuka pintu dan pintu itu ternyata ada balkon yang memperlihatkan suasana pemandangan kota yang ramai.


"aku pikir ini jendela ternyata balkon, indah sekali pemandangan sore lewat atas sini. pasti hunian mewah begini harganya begitu mahal, mana mungkin aku bisa memiliki seperti ini." gumam Emma.


setelah cukup menikmati suasana keindahan lewat balkon samping, dia kembali masuk hendak mencari Andra. tapi yang dicari ternyata belum keluar juga dari kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2