MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
SHOPPING KE PUSAT PERBELANJAAN


__ADS_3

"jadi kapan kalian akan menikah?" tanya Yoga Pradipta Wijaya antusias.


"setelah aku menemui orang tua Emma, jadi setelah acara pernikahan Sony kalian wajib ikut dengan aku untuk menemui kedua orang tua Emma." jawab Andra antusias dengan senyuman lebar.


makan malam pun berlangsung dengan khidmat, keluarga pak Yoga Pradipta Wijaya menjamu Emma dengan penuh kehangatan. Yoga Pradipta Wijaya sendiri tidak pernah memandang status sosial di keluarganya, dia juga tidak mempermasalahkan asal usul Emma. bagi Yoga Pradipta Wijaya kebahagiaan keluarga dan anak-anaknya adalah hal yang utama baginya. apalah arti status sosial jika keluarganya atau anak-anaknya tidak bahagia.


pagi ini Emma ditemani Vega menghadiri rapat untuk membahas menu yang akan Emma buat. Andra telah menyiapkan orang-orang khusus untuk membantu kelancaran pekerjaan Emma. hingga pukul 12.00 siang rapat ini telah usai. Andra meminta Emma untuk makan siang bersama.


"Emma." panggil Reina yang ternyata sudah menunggunya juga. Emma yang mendengar dan melihat langsung berjalan melangkah menuju meja yang dimana sudah ada Reina duduk menunggunya di sana.


"nona Reina, senang bertemu dengan nona." ucap Emma sambil berpelukan hangat dengan Reina.


"Emma panggil nama aku saja, kita sebentar lagi bakal jadi saudara." ucap Reina tersenyum manis.


"Tapi nona-"


"ssssttt Reina." ucap Reina memotong pembicaraan Emma.


"baiklah Reina." ucap Emma sambil tersenyum, dia merasa masih kaku memanggil dengan sebutan nama.


"nah begitu dong, kita tunggu Andra dan mas Sony sebentar lagi. mereka masih meeting bersama semua pesanan makanan sudah disiapkan oleh Andra. kamu sangat beruntung Emma, Andra begitu menyayangi kamu. kamu juga bisa merubahnya menjadi pribadi yang lebih baik." ucap Reina menjelaskan senang.


"mas Andra ternyata telah menyiapkan semuanya? tapi entahlah Reina aku sendiri masih bimbang dengan sikapnya yang sering berubah-ubah. tapi selama aku tinggal bersamanya dia selalu memperlakukan aku dengan baik. aku juga tidak melihat hal-hal buruk tentangnya. Ya, semoga dia benar berubah." ucap Emma penuh dengan harapan.


"aku yakin dia sudah berubah Emma. mas Sony sendiri juga mengakuinya, percayalah padanya." ucap Reina menyakinkan sambil menggenggam tangan Emma.


"terima kasih Reina, aku bahagia bisa mengenal kamu." ucap Emma tersenyum sambil membalas mengeratkan genggaman tangan Reina.


"kalian sedang membicarakan aku?" ucap Sony yang ternyata telah tiba bersama Andra.


Andra mengecup puncak kepala Emma dan setelah itu langsung duduk di sampingnya.


"hmm... sekali-kali mumpung aku punya teman sekarang." ucap Reina sambil menatap Sony dengan senyum manisnya.


"Emma bagaimana hasil meeting tadi?" tanya Andra sambil merapikan anak rambut Emma.

__ADS_1


"aman, semuanya lancar terima kasih sudah mempersiapkan meeting untuk aku, mas." ucap Emma sambil menatap Andra dengan tersenyum.


"tidak masalah, ya sudah kita makan saja aku hanya punya waktu sebentar setelah itu harus kembali meeting lagi, dan kemungkinan aku akan pulang larut malam." ucap Andra panjang.


"aku juga sama dengan Andra Reina, jadi kamu pulang ke rumah Mami saja." ucap Sony memberikan saran.


"Iya, mas lagi pula aku nanti mau pergi dengan Mami. Emma, habis ini kamu ikut dengan aku ya, Mami tadi berpesan agar aku juga mengajak kamu." ucap Reina mengajak Emma.


"maksudnya Reina." ucap Emma melebarkan matanya seolah tidak percaya.


"Iya Mami Indira mengajak kita untuk menemaninya, berhubung Mami Indira tidak memiliki nomor ponsel kamu. makanya dia berpesan kepada aku habis ini kita langsung pergi." ucap Reina dengan senyuman manisnya.


"pergilah nanti Vega dan anak buah aku juga ikut menemani kamu juga!" ucap Andra dengan santai.


Emma yang mendengar itu menendang kaki Andra dan memelototkan matanya seolah tidak percaya akan perkataan Andra.


"Awww! tidak ada yang salah bukan?" pekik Andra sambil bertanya balik.


Emma hanya mengerucutkan bibirnya, dia merasa kesal dengan sikap posesif dari Andra. Reina dan Sony menahan tawanya melihat pasangan kekasih yang ada di depannya.


"biar aman." jawab Andra cepat.


"Andra bukannya sudah ada Mami dan Reina?" tanya Sony belum cukup menggoda adiknya.


"itu masih belum aman buat Emma." jawab Andra memutuskan.


Emma hanya mendesah pasrah akan kelakuan Andra, kalau sudah seperti ini tidak mungkin lagi baginya untuk menolak. apapun keputusan yang telah di buat oleh Andra tidak ada yang bisa menolaknya.


Emma dan Reina akhirnya pergi bersama dengan Indira Pradipta Wijaya, dia terlihat bahagia.


"Mami, bahagia sekarang bisa pergi bersama-sama dengan putri-putri Mami." ucap Indira tersenyum senang.


"Mami bahagia, Reina juga bahagia Mempunyai Mami yang begitu baik." ucap Reina tersenyum bahagia. Emma yang menyaksikan semuanya hanya tersenyum lebar.


"Emma, Mami berterima kasih kepada kamu. karena kehadiran kamu Andra bisa berubah sekarang." ucap Indira lagi.

__ADS_1


"mas Andra berubah karena usahanya sendiri, bukan karena Emma, bu." ucap Emma dengan penuh kehati-hatian, dia masih belum terbiasa ditengah keluarga Pradipta Wijaya.


"Emma jangan panggil Mami dengan sebutan itu. sekarang kamu menjadi anak Mami, jadi mulai sekarang panggil Mami saja ya, sayang." ucap Indira penuh kelembutan.


"baik bu, maksud Emma Mami." ucap Emma pelan dengan perasaan tidak menentu.


kini mereka bertiga telah sampai di sebuah butik yang mana disanalah Reina memesan gaun pernikahannya. Reina ingin mengecek gaun itu sekali lagi. sedangkan Mami Indira menyuruh Emma untuk memilih gaun untuk dikenakan dipernikahan Reina nanti.


"Mami Emma sudah banyak gaun di apartemen mas Andra. jadi Emma rasa tidak usah saja Mami." tolak Emma halus.


Ya, memang sebenarnya Andra telah menyiapkan begitu banyak baju dan juga gaun-gaun pesta maupun gaun sehari-hari untuk Emma.


"tidak ada penolakan Emma." ucap Indira sambil menarik tangan Emma untuk mencari beberapa gaun.


"mba tolong carikan saya gaun sepasang yang cantik untuk putri kedua saya." ucap Indira meminta kepada penjaga butik tersebut.


"baik nyonya." ucap penjaga butik tersebut dan dia langsung mencari gaun-gaun yang cocok. sedangkan Mami Indira masih saja terus menggandeng tangan Emma.


Vega asisten Emma hanya mengikutinya dari belakang, dia juga mencari baju yang cocok buat Emma.


"maaf Bu Indira, silahkan di coba gaun yang ini." ucap Vega sambil menyerahkan dua gaun berwarna putih dan pink.


"itu bagus, cobalah Emma." ucap Indira meminta dan diangguki oleh Emma.


Emma membawa gaun tersebut untuk dicobanya.


"bagus gaun yang putih." ucap Mami Indira dan diangguki oleh Reina.


"tapi jas ini, Mami?" tanya Emma bingung karena dia tidak tahu ukuran jas untuk Andra.


"ini cukup untuk Andra Emma." ucap Indira membesarkan hati Emma.


"Mami yakin?" tanya Emma dengan keraguan.


"tenang saja Emma, mba bungkus yang ini ya?" ucap Mami Indira kepada pelayan butik tersebut.

__ADS_1


selesai dari butik Mami Indira mengajak Reina dan juga Emma berkeliling di pusat perbelanjaan. lagi dan lagi Emma hanya pasrah menerima pemberian Mami Indira. mulai dari perhiasan, tas, sepatu jam tangan dan perawatan salon, dia tahu semua itu tidaklah murah.


__ADS_2