
Ketukan pintu kamarnya membuat Emma terjaga dari mimpinya, dia memandangi sekeliling dan ternyata hari sudah gelap. Emma segera beranjak dari ranjangnya dan membuka pintu kamarnya.
"Iya Alex, maaf aku ketiduran." jawab Emma dari dalam kamar.
"tidak apa nona Fani, ini sudah malam sebaiknya nona segera makan, untuk makan malamnya sudah saya siapkan dimeja makan. saya pamit untuk kembali ke villa saya." ucap Alex yang membangunkan Emma.
"hmm... terima kasih kembali Alex, beristirahatlah." ucap Emma tersenyum manis.
Alex berbalik dan berjalan meninggalkan rumah yang di huni Emma. jarak antara rumah dan villanya itu tidak jauh hanya berjalan kaki 7 menit saja akan sampai.
FLASHBACK ON
Farhan dengan sengaja sudah menyiapkan segala hal untuk Emma, mulai dari dokumen identitas baru dirinya hingga rumah untuk Emma tinggali nantinya. Farhan hanya ingin Emma meninggalkan Andra, dia tidak rela jika Emma mencintai Andra. menurutnya Andra bukan orang yang tepat untuk Emma.
"Malam ini aku akan menyerahkan kepada Emma bukti-bukti bahwa Andra bukanlah sosok yang tepat untuk dia cintai. gumam Farhan saat dia melihat barang bukti buruknya masa lalu seorang Andra. dengan bantuan dari Alex orang kepercayaan bagi Farhan, dia meminta Alex untuk membuatkan identitas baru untuk Emma. cepat atau lambat Emma akan meninggalkan Andra." batin Farhan.
"Alex aku ingin kamu membantu aku untuk membuatkan identitas baru untuk adik aku." ucap Farhan meminta.
Alex sempat bingung tentang Farhan yang menyebutkan kata "adik aku." setahu Alex adiknya Farhan sudah lama meninggal. Farhan yang mengerti kebingungan Alex langsung memberikan sebuah foto dan data diri Emma.
"dia karyawan aku di cafe, dia sudah aku anggap sebagai adikku, kepribadiannya hampir mirip pelangi. aku ingin melindunginya dari Andra." ucap Farhan menjelaskan.
"maksud kamu dia milik, Andra?" tanya Alex bingung.
"bukan, dia di sandera oleh Andra. Emma wanita polos baik hatinya, aku hanya ingin membebaskannya saja cepat atau lambat dia akan membutuhkannya." ucap Farhan sambil menyerahkan map yang berisi berkas Emma.
"baiklah akan aku buatkan sesuai permintaan kamu." jawab Alex menyanggupinya.
Kini Geovani Unaya Humairah, nama ganti dari Amberly Kirana Putri Dhwizis nama yang dipersiapkan oleh Farhan untuk mengelabuhi Andra. semua jauh-jauh hari telah dia persiapkan telah berjalan sesuai dengan keinginannya. kini Emma telah pergi dari Andra tinggal bagaimana dirinya menghadapi Andra yang jelas dia tidak akan menyerah untuk mencari keberadaan Emma saat ini.
FLASHBACK OFF
__ADS_1
Kini Andra tengah mengerahkan semua anak buahnya guna mencari dimana Emma pergi. Farhan pun tidak luput dari intaiannya dan pengawasannya.
"ada apa?" tanya Sony yang datang ke kantor Andra.
"tidak apa, bagaimana persiapan pernikahan kalian?" tanya Andra antusias.
"semua sudah beres diatur Mami. kamu tahu sendiri antusiasnya Mami atas pernikahan aku dengan Reina. kamu cepatlah menikahi Emma. minimal kenalkan dahulu ke Mami, agar tidak selalu dijodohkan dengan Yuna." ucap Sony memberikan saran.
Andra menyandarkan tubuhnya di sofa.
"entahlah Sony, sekarang Emma pergi dari aku. aku sedang mencarinya ini semua ulah Farhan, gara-gara dia Emma kabur dari aku." keluh Andra kepada kakaknya.
"kenapa bisa begitu, bukankah waktu di puncak dia bersama kamu? Andra, asal kamu tahu bahwa Mami dan Reina ingin memakai jasa Emma. Mami ingin Emma yang menghandle hidangan spesial di pernikahan kami. Reina juga begitu antusias berkenalan dengan Emma." jawab Sony memberitahu.
Sony menghembuskan napas beratnya, bagaimana bisa jika Emma tidak kembali tentu dia tidak tega kepada kekasihnya yang begitu berharap Emmalah yang menghandle menu dessert spesialnya.
"aku akan membantu kamu, aku tidak ingin membuat Reina kecewa." jawab Sony lirih.
"kamu bisa check melalui ponselnya." ucap Sony lagi.
"ponsel Emma aku yang bawa." keluh Andra.
Emma memang sedang marah kepadanya, tapi dia tidak menyangka bahwa Emma bisa kabur dari pengawasannya. setelah melihat CCTV di apartemennya, ternyata dia mengelabuhi pekerjanya hari itu, dan kabur lewat pintu darurat.
"kalau Emma masih ada di kota ini, pasti akan segera ditemukan, aku pergi dahulu." pamit Sony dan segera keluar dari ruangan Andra.
kali ini Sony juga harus bekerja keras menemukan keberadaan Emma, dia tidak ingin membuat kecewa kekasihnya di hari bahagianya esok. kebahagiaan Reina itulah yang paling utama.
jika Sony tidak ada janji menemani kekasihnya berbelanja dia akan terjun langsung mencari Emma. hari ini Reina meminta Sony untuk menemaninya berbelanja kebutuhan pernikahannya dan memantau gedung resepsi pernikahannya nanti.
"siang Mami, maaf membuat kalian menunggu." ucap Sony yang baru datang di cafe pelangi dimana Mami dan kekasihnya makan siang disini.
__ADS_1
"kamu habis dari mana saja Sony." tanya Indira saat Sony sudah berada duduk bersama.
"maaf Mami aku habis ada meeting bersama Andra." bohong Sony, dia tidak mungkin menceritakan bahwa dia sedang membahas kepergian Emma.
Ya sudah, ayo kita berangkat." ucap Mami Indira tergesa.
perjalanan sekitar 20 menit lamanya mereka tempuh. Reina begitu bahagia, sebentar lagi dia akan menikah dengan kekasihnya. lelaki yang membuatnya jatuh hati untuk pertama kalinya, membuatnya merasa nyaman dan damai di samping Sony.
"mas aku bahagia sebentar lagi kita akan menikah, aku mendapatkan kamu dan mempunyai seorang ibu yang selalu sayang terhadap aku." ucap Reina mengutarakan kebahagiaannya.
"Mami juga bahagia akhirnya Mami punya anak perempuan dan memiliki teman untuk menemani Mami shopping." ucap Mami Indira tersenyum senang.
Mereka pun tertawa bahagia, inilah hari-hari yang ditunggu-tunggu selama ini.
setelah memesan tempat pernikahan dan memilih WO yang akan menangani dekorasi pernikahannya, mereka kembali ke rumah utama. Indira langsung beristirahat dan Reina juga beristirahat di dalam kamar Sony.
"Reina kamu ingin tidur disini atau di apartemen saja. nanti kemungkinan aku harus lembur dengan Andra, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan." ucap Sony memberikan pilihan pada kekasihnya.
"berarti mas tidak pulang?" tanya Reina lagi.
"pulang tapi entah jam berapa, besok kita sarapan bersama setelah itu kita liburan sebentar." ucap Sony mengajak.
"Ya sudah aku disini saja tidak apa mas." jawab Reina senang.
"maafkan aku berbohong kepada kamu Reina. aku hanya tidak ingin membuat kamu kecewa dengan harapan kamu itu, sebisa mungkin aku akan mewujudkan keinginan kamu." batin Sony yang duduk di sofa kamar.
Sony berencana mencari keberadaan Emma. bukan hanya untuk adiknya tapi juga untuk kekasihnya, harapan Reina begitu besar mana mungkin dia akan mengecewakannya. Sony sendiri juga tidak tahu ada masalah apa sebenarnya hingga Emma pergi menjauh dari Andra. berbagai pikiran negatif memenuhi pikirannya saat ini. dia tahu sifat adiknya seperti apa, tidak memungkiri pikiran itu melintas di otaknya.
"mas aku bahagia sekali bisa bertemu dan akan menikah dengan kamu, aku merasa menjadi wanita yang paling beruntung semua keinginan aku dipernikahan ini sudah lengkap, mas. ini akan menjadi hari yang benar-benar spesial untuk aku, Emma juga sudah menyetujui akan menghandle dessert di pernikahan aku nanti." jawab Reina tersenyum lebar.
mendengar nama Emma disebut Sony mengeryitkan dahinya, masalahnya yang dia tahu kini Emma tengah pergi entah kemana.
__ADS_1
"Emma yang bekerja di cafe pelangi?" tanya Sony menyipitkan matanya.