MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
QUALITY TIME WITH ANDRA


__ADS_3

Emma tiba di apartemen Andra saat malam hari, dia langsung menjatuhkan bokongnya duduk di sofa ruang tamu apartemen. Emma begitu lelah karena seharian menemani Mami Indira berbelanja. matanya menatap berderet-deret paperbag belanjaan di depannya.


"nona Emma, silahkan tehnya." ucap Vega memberikan secangkir teh hangat untuk Emma.


"terima kasih, Vega." ucap Emma yang menerima secangkir teh pemberian Vega.


"nona, apa mau mandi? saya akan menyiapkannya?" tanya Vega lagi, karena ini sudah malam maka dia menanyakan terlebih dahulu.


"tidak usah Vega, aku bisa sendiri nanti. tapi sepertinya aku tidak mandi ingin langsung beristirahat saja. kamu kembalilah ke kamar kamu, beristirahatlah besok akan menjadi hari yang melelahkan untuk kita." ucap Emma mengingatkan.


"baik nona Emma, saya kembali ke kamar." pamit Vega sambil berjalan keluar dari apartemen Andra.


Emma masih duduk santai menikmati secangkir teh hangat, dia sambil mengecek ponselnya karena seharian ini Emma tidak mengecek ponselnya sama sekali. Andra bahkan tidak menghubunginya sama sekali.


"Hi manis, kemana saja kamu?" sebuah pesan dari sahabatnya. Emma segera membalasnya karena pesan tersebut dikirim sudah satu jam yang lalu.


"Hi juga Qonita, aku hari ini habis menghadiri rapat membahas dessert untuk pernikahan dikeluarga Pradipta Wijaya." balas Emma.


"wah, kamu mendapatkan orderan spesial ini? kamu makin hari makin berbakat dan terkenal Emma? lihat saja nanti, nama kamu makin bersinar." balas Qonita memujinya.


"Ih, Qonita bisa saja ini juga semua berkat mas Farhan dan juga kamu yang selalu support aku selama ini." balas Emma lagi.


"karena kamu itu berbakat Emma, oh iya kapan nih traktirannya?" balas Qonita meminta.


Emma tersenyum membaca isi pesan dari Qonita sahabatnya itu tidak jauh-jauh dari kata traktiran.


"Iya besok, kalau aku sudah selesai dan menerima pembayaran." balas Emma terkekeh.


"asik makan-makan ini." pekik Qonita senang.


"tenang saja Qonita, ya sudah aku mau istirahat dahulu capek seharian tadi pergi berkeliling di pusat perbelanjaan, besok juga aku sudah mulai bekerja membuat desert pesanan." pamit Emma mengakhiri isi chatnya dengan sahabatnya tersebut.


selesai berbalas pesan dengan Qonita, Emma segera masuk ke dalam kamarnya. dia meninggalkan paperbag-paperbag tersebut di ruang tamu. Emma merasa sangat lelah jangankan mengangkut semua belanjaannya dia sudah tidak sanggup.


tepat pukul 1 dini hari Andra telah kembali, melihat belanjaan yang masih berada di ruang tamu dia pun tersenyum. Andra langsung membawa semua belanjaan itu dan memasukkannya ke dalam kamar, Emma. dia yakin sekali pasti saat ini Emma sangat kelelahan. terbukti dari dia tidak mengganti pakaiannya sebelum tidur.

__ADS_1


Andra membenarkan posisi tidur Emma, dan menyelimutinya. sebelum keluar dia juga mengecup dahi Emma cukup lama.


"mimpi indah sayang, I love You." bisik Andra lembut dan langsung meninggalkan kamar Emma.


Andra sendiri membutuhkan waktu istirahat sejenak malam ini. pagi hari saat Emma telah terbangun dari tidurnya dia melihat semua belanjaannya sudah berada di dalam kamar, seingatnya belanjaannya itu masih berada di ruang tamu.


"loh sudah berada di dalam kamar saja, apa mas Andra yang membawakannya?" batin Emma, dia mengabaikan masalah paperbag itu dan segera bergegas untuk mandi.


setelah selesai dengan mandinya kini Emma bergegas membuat sarapan, waktu Emma tidaklah banyak hari ini. Emma akan memulai membuat menu dessert di pernikahan Reina dan Sony.


"pagi mas." sapa Emma yang melihat Andra sudah rapi dengan pakaian kerjanya.


"pagi, sayang. apa hari ini sudah akan mulai membuat dessertnya?" tanya Andra ramah.


"Iya mas, kemungkinan aku pulang malam." ucap Emma memberitahu.


"nanti aku jemput kamu, hubungi aku pulang jam berapa." ucap Andra sambil memakan sarapannya, hari ini Emma hanya membuat sandwich dan kopi untuk dinikmati Andra.


"aku bersama Vega saja mas. mas selesaikan saja pekerjaan mas." tolak Emma secara halus karena dia tahu pekerjaan Andra pasti sangat banyak.


"hmm... tidak ada penolakan Emma!" ucap Andra tegas sambil memasukkan satu potong roti sandwich buatan Emma.


"kamu shopping besar-besaran Emma?" tanya Andra antusias.


"hmm... semua ini diajak oleh Mami, gak cuma aku yang Mami belikan tapi Reina juga dibelikan bahkan anak buah yang mas suruh menemani aku, semua kewalahan membawakan belanjaan kami." ucap Emma panjang lebar.


"jangan heran melihat Mami khilaf belanja, apalagi sekarang dia mendapatkan anak perempuan yang siap-siap diajak shopping. jika kamu merasa lelah tolak saja permintaan Mami." saran Andra kepada kekasihnya.


"Iya mas, sudah mau jam 6 aku berangkat dahulu ya." pamit Emma yang sudah rapi bersiap berangkat.


"mas antarkan kamu ya." ucap Andra memberikan penawaran.


"tapi mas-"


"ssssttt tidak ada tapi-tapian, ayo segera berangkat." ucap Andra yang masih memandangi Emma yang malah berdebat pagi-pagi yang tentu saja, dia jelas akan kalah dan akhirnya hanya menurut saja.

__ADS_1


"baiklah mas, aku ambil tas dahulu." pamit Emma yang bergegas memasuki kamarnya dan mengambil tasnya, tidak lupa dia merapikan make-upnya sebentar sebelum keluar kamar.


Andra terus menggandeng tangan Emma hingga lobby apartemen. banyak pasang mata yang memperhatikannya bahkan tidak jarang mereka merasa iri bisa di perlakukan spesial oleh Yosandra Regan Pradipta Wijaya.


Emma masih disibukkan oleh aktivitasnya saat dia dikagetkan oleh seseorang yang memeluknya dari belakang.


"kenapa belum istirahat ini sudah hampir sore?" tanya Andra yang datang menghampiri Emma dari arah belakangnya.


"aku belum sempat mas, tapi sebentar lagi sudah hampir selesai." ucap Emma tersenyum.


"sudah tinggalkan dahulu, masih banyak yang akan menggantikan kamu, Vega kamu handle semuanya sebentar ya." ucap Andra kepada Vega asisten Emma.


"baik pak Andra." ucap Vega dengan senang.


Andra seketika langsung menarik tangan Emma keluar dari ruangan tempat dia membuat pesanan.


"Mas-" ucap Emma menggantung perkataannya.


Emma tidak jadi menyuarakan isi hatinya, melihat tatapan tajam dari Andra, hatinya sudah menciut. lebih baik mengikuti kemauannya dari pada harus menerima akibatnya. ini adalah kesempatan yang sangat bagus baginya, jadi dia tidak akan mensia-siakan pencapaiannya selama ini.


Emma bingung karena Andra membawanya ke salah satu kamar hotel yang ada di dekat gedung pernikahan Reina.


tunggu!


"mas, kita mau apa disini? katanya mau pulang?" tanya Emma masih bingung.


"kamu tidak usah berpikir aneh-aneh sayang, perjalanan dari sini ke apartemen butuh waktu 3 jam. lebih baik kita menginap disini. nanti malam juga Mami dan Papi akan menginap juga disini. Reina dan Sony juga sebenarnya juga sudah ada disini, ini adalah salah satu hotel milik Papi." ucap Andra menjelaskan panjang lebar agar Emma mengerti.


"buruan makan, baju-baju kamu sudah ada di dalam koper pink itu, baju yang akan dikenakan besok sudah ada di dalam lemari." ucap Andra menunjuk ke sebuah koper besar berwarna pink.


"bagaimana mas tahu?" tanya Emma penasaran, karena kemarin dia membeli beberapa baju juga.


"kamu belum mengenal aku sayang, sudah cepat habiskan makanan kamu, setelah itu beristirahatlah. aku mau membersihkan badan terlebih dahulu." ucap Andra berpamitan lalu pergi keluar dari kamar Emma.


"mas, mas gak makan?" teriak Emma karena Andra keburu keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"aku sudah makan tadi di kantor, sayang." jawab Andra yang akhirnya menghilang dari pandangan Emma.


setelah mendengar jawaban dari Andra, kini Emma menyantap hidangan yang telah tersaji di hadapannya. cacing di dalam perutnya sebenarnya telah meronta-ronta sejak tadi, tapi dia mengabaikannya sebab pekerjaannya masih terlalu banyak.


__ADS_2