MENIKAHI PRIA ANGKUH

MENIKAHI PRIA ANGKUH
PETAKA


__ADS_3

Di tempat lain Andra kebingungan mencari Emma, pasalnya dia tadi pagi masih melihat Emma di villanya. dia hanya meninggalkan sebentar, tapi saat dia kembali Emma sudah tidak berada di villanya.


"sial!" ungkap Andra sambil memukul setir mobilnya berkali-kali.


dia mencoba menghubungi Emma tapi ponselnya tidak aktif. Andra menghubungi anak buahnya untuk mencari Emma. dia menyelusuri tempat yang Emma datangi di air terjun, tapi hasilnya nihil. Emma tidak berada di sana.


"Emma kamu kemana?" gumam Andra di dalam mobilnya.


Dret! Dret!!


Ponsel Andra bergetar menandakan ada panggilan masuk, dia segera mengangkatnya siapa tahu itu Informasi keberadaan Emma.


"pak kami sudah menemukan Emma, dia sedang berada di pemandian air panas." ucap orang dari seberang telponnya.


"baik terima kasih." ucap Andra langsung mematikan sambungan telponnya.


Andra tahu pemandian air panas hanya berjarak dekat dengan air terjun ini. dia segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk menuju pemandian air panas tersebut.


tidak butuh waktu lama, Andra telah sampai dan dia segera mencari Emma di dalamnya. sorot matanya yang tajam langsung mengetahui keberadaan Emma.


Ya, Emma tengah berada dalam bahaya. dia di tarik seseorang untuk masuk ke dalam air itu. sedangkan anak dari penjaga villa juga tengah berusaha melepaskan dirinya sendiri dari orang-orang yang mencoba mencelakainya.


"sial!" geram Andra mengepalkan tangannya hingga kubu-kubu jarinya terlihat memutih.



Andra segera berlari menyelamatkan Emma dari laki-laki yang tidak punya adab tersebut. dia marah melihat Emma dengan polosnya berendam menggunakan pakaian seperti ini di ruang terbuka, apalagi di tempat umum yang tentunya banyak pasang mata yang melihatnya.


Andra segera menarik tangan Emma, dan mengeluarkan Emma dari dalam air, tidak segan-segan dia menghajar orang yang telah mencoba berbuat tidak senonoh terhadap Emma.


para anak buah Andra ikut membantunya, setelah Andra memastikan orang tersebut sudah tidak berdaya. dia memerintahkan kepada anak buahnya untuk membereskan agar tidak menggangu Emma dikemudian hari.


Andra segera memeluk tubuh Emma yang basah dan segera menggendong Emma untuk dia bawa ke dalam mobilnya. Emma hanya terisak dalam diamnya, dia tidak menyangka bahwa hari yang dianggapnya menyenangkan berubah menjadi bumerang dalam sekejap.


lagi dan lagi Andralah yang menolongnya. entah bagaimana nanti dia menyikapinya, yang jelas meminta maaf darinya akan sulit Emma dapatkan.


"pakai!" kata Andra sambil menyerahkan jaketnya agar dikenakan oleh Emma.


Emma menerimanya lalu memakainya. dia sungguh kedinginan dengan pakaian basah ini, dan dia juga merasa risih di perhatikan oleh Andra apalagi berada dalam satu mobil dengannya.

__ADS_1


"terima kasih mas." ucap Emma dengan menunduk, dia tidak berani menatap Andra saat ini.


berada di dekat Andra yang sedang marah membuat nyali Emma menciut, dia seolah merinding takut berada di dekat Andra, berasa berada di dunia lain.


Andra hanya diam, dia mencoba mengendalikan dirinya agar tidak ikut melukai Emma. dia hanya fokus mengemudi tanpa melihat bahwa Emma ketakutan berada di sisinya.


tidak butuh waktu lama Andra telah sampai di villanya.


"keluar!" ucap Andra lalu berjalan memasuki villa yang dia tempati.


Emma mematung di dekat mobil Andra. dia takut jika dia masuk pasti dia akan sulit keluar lagi dari dalam rumah itu. tapi jika dia tidak masuk pasti akan ada malapetaka kemarahan Andra di kemudian hari.


"Emma!" teriak Andra dari dalam villanya.


seketika tubuh Emma menegang mendengar seruan Andra dari dalam villanya.


"Ya ampun bagaimana ini?" gumam Emma, dia bingung antara masuk atau kabur saja ke villanya sendiri.


tapi kalau dia kabur pasti Andra akan mengejarnya.


dengan langkah pelan tapi pasti akhirnya Emma berjalan memasuki villa yang di tempati oleh Andra.


PRANK!



"masuk Emma!" perintah Andra sekali lagi.


Andra muncul dari dalam dengan tatapan yang begitu menakutkan bagi Emma.


"suka dengan menjadi pusat perhatian bagi orang-orang mata keranjang di luar sana! cepat masuk dan ganti baju kamu!" ucap Andra begitu dingin dengan tatapan yang tidak bisa Emma artikan.



tap... tapi baju aku-"



"di dalam sudah ada baju untuk kamu." ucap Andra memotong perkataan Emma.

__ADS_1


Emma melangkah masuk ke dalam villa milik Andra dengan gusar, dia juga bingung kemana dia akan berganti pakaian.


"naiklah ke atas, kamar utama ada di atas." ucap Andra yang tahu Emma sedang bingung.


Emma segera naik ke atas menuju kamar yang Andra maksud tadi.


"diatas sini hanya ada satu ruangan, berarti aku harus masuk ke dalam sini." gumam Emma lirih.


dengan pelan tapi pasti Emma membuka pintu kamar tersebut, saat terbuka Emma begitu kaget akan ruangan kamar villa ini.


"mengapa tidak mendengarkan aku Emma!" ucap Andra yang sudah berada di belakangnya.


Emma kaget dan berbalik, dia sudah mendapati Andra di belakangnya.


"sejak kapan Andra sudah berada di atas sini? bukankah dia tadi masih di bawah? mengapa dia tidak mendengar langkah kaki Andra?" batin Emma dalam hati.


Andra semakin dekat dengan Emma, dan Emma berjalan mundur tanpa dia sadari. bahkan saat ini Emma sudah berada di dalam kamar ini.


Andra dengan cepat langsung menutup pintu kamar dan menguncinya. Emma semakin takut akan perbuatan Andra.


"Mas." ucap Emma, entah kenapa semua kalimat yang ingin dia keluarkan terasa tersangkut di tenggorokannya.


"kenapa kamu tidak pernah mendengarkan aku Emma?" ucap Andra memarahinya.


"apa kamu sudah memamerkan tubuh kamu di tempat umum? apa yang ada di dalam otak kamu Emma? aku kira kamu wanita baik-baik yang berbeda dengan wanita lainnya, tapi siapa sangka aku salah menilai kamu!" sambung Andra kembali.


"maksud mas apa? mas pikir aku wanita murahan yang suka menebar pesona begitu?" tanya Emma terisak.


Andra mencekal tangan Emma begitu kencang, menelisik setiap wajah Emma. Emma semakin takut akan perbuatan Andra.


"mas sakit!" ucap Emma yang menahan sakit di lengannya.


Andra menghempaskan tubuh Emma hingga terjatuh di atas kasur kamar itu.


"segera bersihkan tubuh kamu dan ganti pakaian kamu, aku tunggu di bawah." ucap Andra lalu pergi meninggalkan Emma yang menangis di kamar tersebut.


Emma tidak menyangka Andra akan berbuat seperti itu, menuduhnya yang bukan-bukan padahal dia tidak ada maksud apapun saat dia ingin berendam tadi. dia hanya ingin menghabiskan waktu yang tersisa saat liburan ini. dia ingin menjauh sebentar dari Andra, tapi bukan menjauh justru dia sekarang bertemu dengan Andra kembali.


Emma segera membersihkan dirinya dan mengambil dress yang ada di walk in closed tersebut. seketika ingatannya tertuju pada Santi. bagaimana nasib Santi saat dia dibawa oleh Andra tadi. Santi juga sama dengannya, kami berdua sama-sama menjadi korban.

__ADS_1


"aku nanti akan ke rumah bik Siti, aku ingin menanyakan kondisi Santi." gumam Emma lirih.


Emma bergegas turun dari kamar itu untuk menemui Andra. dia sudah menunggu Emma di pinggir kolam, dia juga sudah berganti pakaian dengan pakaian santai.


__ADS_2