Menjadi Istri Kedua Sang Presdir

Menjadi Istri Kedua Sang Presdir
12.


__ADS_3

"Kamu yakin ra, bentar ya aku pesankan kamu makanan dulu." Jawabnya yang masih fokus dengan layar ponsel miliknya.


Aku menghela napas pasrah dan tak lama Mia menatap ke arahku , "tunggu ya ra, mungkin sekitar 15 menit atau 30 menit baru sampai sini. Aku cek di aplikasi nya kurirnya masih otw." Timpalnya lagi.


"Tapi apa gapapa Mia, aku tak enak." Tutur ku pelan.


Mia memukul lenganku pelan dan berdecak kesal mendengar ucapanku, "apasih ra, kayak sama siapa sih! Santai ra, kita ini kan sahabat."


"Serius aku mi, aku gak enak sumpah." Ungkap ku jujur.


"Udah deh, kalau gak enak kasih kucing atuh." Seloroh Mia tertawa terbahak-bahak.


Aku hanya mampu geleng-geleng kepala melihat tingkahnya yang bbobrok itu, tak lama suara ketukan pintu membuat kami berdua pun menoleh ke sumber suara.


Tok Tok Tok


"Masuk, " ucap aku dan Mia secara bersamaan.


Krek!!


Seseorang mendorong pintu itu dengan begitu keras sampai menggema di sudut ruangan. Terlihat seseorang berpakaian seragam security masuk sambil membawa satu kantong plastik yang sudah jelas itu adalah pesanan milik Mia.


"Permisi mba, ini adalah orderan delivery atas nama mba mia." Ucap seorang security itu dan menyodorkannya di atas meja. Mia pun menyodorkan uang 200 ribu ke hadapan security itu.


"Ini uang ya pak, saya minta tolong kasih uang ini ke kurir nya dan ahh sisanya untuk bapak saja." Ucap Mia ramah.


"Baik mba, kalau begitu saya pamit dulu. Permisi, selamat pagi." Sapanya ramah.


Mia pun berbalik badan dan menatap ke arahku, " Ayo ra di makan dulu, nanti takutnya gak enak kalau gak di makan cepat-cepat."


Aku pun mengambil satu kotak itu dan mulai membuka isi kotak itu dan mulai menyuapkan satu sendok ke dalam mulutku. Aku pun melahapnya sampai habis dan tak lupa mengucapkan rasa Terima kasihku padanya.


"Sekali lagi makasih ya mi, aku jadi gak enak loh." Ungkapku jujur.


"It's ok ra, yaudah aku mau habiskan makanan ku dulu. Kamu lanjutkan aja itu laporan yang tadi, katanya mah mau langsung di rekap lagi." Sahut Mia cepat.


Aku pun menganggukkan kepala dan fokus dengan layar komputer itu, jari jemariku begitu lincah di atas keyboard. Sekitar lebih dari 15 menit akhirnya laporan yang di minta telah selesai juga.


Aku pun menaruh laporan itu dan menandainya dengan kertas berwarna supaya aku tak lupa.


"Udah ra?" Tanya Mia bingung.


"Udah kok." Sambung ku padanya.


"Kok cepat kali, aku baru juga kelar makan. Lah kamu udah selesai aja." Ujar Mia merasa heran. Ia pun membuang sisa makanan tadi ke dalam tong sampah dan mulai mengerjakan pekerjaan yang sempat tertunda.


Tak lama seorang suster masuk dan meminta laporan yang tadi, aku pun menyodorkan map itu ke hadapan suster dan beliau pun pamit untuk segera keluar dari ruangan ini.


Sekitar lebih dari 4 jam lamanya, kami berdua berkutat di komputer masing-masing dan sampai tak terasa sudah waktunya pulang. Karena tadi aku dan Mia istirahat makan siang di dalam ruangan ini dan tak keluar sama sekali. Karena sisa makanan yang tadi masih ada.


"Ohh iya ra, kamu jadi kan daftar kuliah?" Tanya mia memastikan sekali lagi.


Aku menghentikan ketikan ku dan menatap ke arahnya, "entahlah mi, aku bingung. Apa aku harus tunda dulu ya."


"Jangan ra, lebih baik kamu ambil aja jurusan itu. Lumayan kan ra, nanti gaji kita semakin bertambah." Kelakar Mia tertawa cekikikan.


Kami berdua pun memutuskan untuk ke Universitas yang di sebutkan oleh kak sinta tadi pagi. Lalu aku dan mia berpapasan dengan kak sinta yang ternyata mau ke ruangan kami berdua.


"Loh baru aja aku mau menyusul kalian, ehh malah ketemu disini. Ayo ahh kita langsung aja keluar dulu. Aku udah pesan taksi tadi." Kata kak sinta dan kami bertiga pun masuk ke dalam lift yang baru saja terbuka.


Sesampainya di lobby rumah sakit, kami bertiga pun segera keluar ke arah depan pintu masuk rumah sakit. Kak sinta mengecek ponsel miliknya untuk melihat apakah taksi yang dia pesan telah sampai atau belum dan ternyata sudah sampai , kami bertiga pun segera masuk ke dalam taksi itu. Dan menyuruh supir itu untuk mengantarkan kami ke tempat yang kami tuju.


Sekitar lebih dari 20 menit akhirnya sampai juga di Universitas x, kami bertiga pun turun dari taksi itu setelah kak sinta membayarnya. Kami bertiga pun berjalan ke arah gedung itu dan segera masuk ke dalamnya.


Sesampainya di dalam gedung kampus, aku membaca seksama brosur yang di berikan oleh petugas tadi. Setelah membaca isi brosur itu, aku pun memutuskan untuk mendaftarkan diri sebagai seorang mahasiswa baru. Dan kami bertiga akan di infokan tentang masalah ospek dan lainnya.


Aku pun tak lupa membayar pendaftaran awal untuk sebagai uang setoran awal masuk kuliah. Begitu pun Mia dan kak sinta juga sama. Setelah menyelesaikan administrasi, kami bertiga pun keluar dari gedung itu untuk segera pulang.


"kita mau kemana ini guys??" tanya Mia pada kami berdua.

__ADS_1


Aku dan kak sinta saling menatap satu sama lain dan sedetik kemudian kami berdua menganggukkan kepala menyetujui ajakan mia.


"setuju," Sahut aku dan kak sinta kompak.


Lalu mia pun mengedarkan pandangannya mencari makanan apa yang enak dan segar untuk menghilangkan rasa capek selepas abis bekerja. Mia pun menangkap sesuatu di kedua matanya itu dengan wajah berbinar sekali.


" ehh guys, gimana kalau kita makan bakso yang ada disitu?" tunjuk mia semangat 45.


"ehh boleh tuh, udah lama sekali gak makan bakso. Ayo kita meluncur kesana." Kak sinta menarik lengan kami berdua dan menuju ke penjual bakso dekat dengan kampus itu.


sesampainya di penjual bakso..


kami berjalan menuju kursi yang kosong, tak lama pelayan datang dengan membawa buku menu, Mia pun dengan semangat mencatat pesanan kami bertiga.


" di tunggu ya mba," Jawab pelayan itu ramah dan pergi dari meja kami bertiga untuk menyiapkan pesanan kami bertiga.


"Oh iya kalian tau gak, bakso disini viral banget loh. Waktu itu aku pernah nonton food vlogger di instagram, katanya bakso disini enak banget loh. Dan baru hari ini aku kesampaian makan disini." Ujar mia panjang lebar.


Sinta menaikkan satu alisnya menatap mia yang masih saja mengoceh itu, "masa sih, aku baru tau loh."


"Ya ampun kak, tempat ini tuh lagi viral banget tau. Apalagi sampai fyp di aplikasi tik tok." Jawabnya cepat.


"Aku belum pernah kesini, jadi gak tau rasanya seperti apa." Ungkap ku jujur.


"kamu harus wajib banget nyobain ini ra, pokoknya kita harus nyobain semuanya sampai perut kita gendut." Kelakar mia tertawa cekikikan.


Sinta pun memukul lengan mia dengan begitu kencang sampai ia meringis kesakitan, "apa sih kak, kebiasaan deh." Sewot mia kesal.


"Udah ihh, kamu tuh berisik banget tau gak mia. Gak enak tau, ini tuh orang-orang pada merhatiin meja kita terus." Bisik sinta kesal dengan sifat mia itu.


Tapi mia cuek saja dan tak peduli dengan ucapan dan sindiran orang-orang, "toh disini juga dia makan kok, gak hanya numpang ngobrol aja. Kan kita juga disini sebagai pembeli. Ya wajar atuh, pembeli adalah raja."


Tak lama pesanan kami pun telah datang dan pelayan yang tadi pun menaruhnya di atas meja, kami pun mulai mengeksekusi makanan itu. Aku melirik mia yang terlihat begitu lahap, apalagi kak sinta juga sama saja.


Aku hanya mampu geleng-geleng kepala saja melihat cara makan mereka berdua yang menurutku sangat cepat seperti mau ambil gaji saja. Dan aku pun mulai menyuapkan satu bakso itu ke dalam mulutku.


"Ya lumayanlah ya, gimana kamu ra? Suka gak sama makanan ini." Tanya kak sinta padaku.


Aku pun meletakkan sendok dan garpu ketempat semula dan menatap ke arah mereka berdua, "jujur ini tuh sangat enak, aku baru kali ini makan bakso."


"Tuh kan apa aku bilang, pasti di jamin bikin nagih." Puji mia mengacungkan kedua jempolnya itu.


Kak sinta memutar kedua bola matanya melihat sikap mia yang terlalu berlebihan pake banget. Selesai makan tak lupa kami bertiga pun pergi menuju kasir untuk membayar semua pesanan kami.


"Kalian gak ingin beli lagi apa?" Tanya mia mencoba meracuni kedua temannya itu.


"sepertinya aku skip aja deh, kenyang banget ini." Keluh sinta menepuk-nepuk perutnya yang sedikit membuncit itu.


"Yakin skip nih, aku mah mau nambah lagi ahh." Goda mia menaikkan satu alisnya itu.


Plak!


Sinta memukul lengan mia begitu kencang, ia pun langsung meringis akibat kena pukulan maut itu.


"Kak sin, sakit tau ihh." Kesal mia mendengkus kesal, Sinta bukannya marah ataupun tersinggung. Dia malah tertawa cekikikan.


Aku yang menyaksikan tom and Jerry itu hanya mampu geleng-geleng kepala aja.


"Ohh iya aku dengar-dengar ada yang di angkat loh." Sindir mia, ekor matanya melirik ke arah Sinta yang lagi minum pun tiba-tiba saja ia langsung terbatuk-batuk mendengar ucapan mia.


Uhuk! Uhuk! Uhuk!


Aku pun menoleh ke arah kak Sinta yang terbatuk-batuk, dan aku pun menepuk-nepuk punggung nya, "Kak sin gapapa, pelan-pelan kak."


"Ahh iya ra, makasih ya." Ucap Sinta meneguk minumannya.


Mia menahan tawa melihat Sinta salah tingkah seperti itu. Sinta mendelik tajam melihat mia yang menertawakan dirinya.


"Oh iya besok kan shift siang nih, gimana kalau aku nginep di kosan kalian." Usul mia berbinar.

__ADS_1


"wah boleh tuh, ide bagus mia. nanti akan ada pasar malam dekat kosan ku." Sahut Sinta cepat.


"ohh ya, pasti banyak jajanan enak, yaudah nanti ke kosan ku dulu yahh mau ambil bajuku dulu." seru Mia yang melahap bakso untuk yang kedua kalinya. Entah sejak kapan ia sudah pesan lagi untuk kedua kalinya.


"Pasar malam apa itu kak?" tanyaku polos menatap ke arah mereka berdua.


"ya ampun ra, kamu gatau pasar malam," Tutur Mia merasa heran.


"kan zahra gak pernah kemana-mana, wajar dia gatau pasar malam." Sambung Sinta.


" hehehe, au minta maaf ya ra, aku kira kamu sudah pernah kesana." Kata mia merasa tak enak hati padaku.


"iya aku ngerti kok mia, " Ucapku pelan.


Sinta geleng-geleng kepala melihat mia yang sudah makan untuk kedua kalinya, "loh kapan kamu pesannya mia. Kok aku gak tau ya." Sinta menggaruk tengkuknya yang tak gatal


Tapi mia hanya nyengir, menunjukkan giginya yang putih itu, "baru aja kak, abisnya kalian berdua kalau udah ngobrol fokus banget sih." Seloroh mia tertawa.


Sinta memutar kedua bola matanya jengah, "apasih gak jelas deh."


"Sekalian atuh mi, kebiasaan deh. Kalau makanan aja gercep banget." Kesal Sinta lagi.


"Iya-iya ini aku pesenin kok, tunggu ya ehh tapi jangan lupa traktirannya ya." Mia mengedipkan sebelah matanya dan berlari ke arah kasir untuk pesan untuk kedua kalinya.


Sinta mendengkus kesal, "dasar, giliran traktiran aja gercep."


Aku hanya terkekeh melihat kak Sinta marah-marah seperti itu, tak lama mia pun kembali dan duduk di kursinya lagi.


"Sudah aku pesannya ya."


Tak lama pesanan yang kedua pun telah datang, dan menaruhnya di atas meja. Dengan senang hati aku pun makan lagi untuk yang kedua kalinya, begitu pun kak Sinta juga melahapnya dengan begitu fokus.


"Ahh kenyang banget tau." Keluh mia menepuk-nepuk perutnya yang rata itu.


"siapa suruh nambah lagi," cibir Sinta sewot


"hehehe," Mia nyengir tanpa dosa. Dan tetap melanjutkan makannya lagi.


kami pun melanjutkan makanan yang di beli, daripada mubazir kan sayang kalau gak di makan juga. Kami bertiga pun menghabiskan makanan yang ada di mangkuk masing-masing, hingga habisnya tersisa.


"oh iya abis ini kita kemana lagi guys? Tanya mia yang mulutnya penuh makanan.


Sinta mengangkat kedua bahunya, " Entahlah sepertinya pulang aja yuk capek nih."


" ishh gak asik ah," Cibir Mia memutar kedua bola matanya malas.


" nah aku setuju." Aku mengacungkan dua jempol ku pada kak Sinta.


Mia menghela napas dan menyambar tisu yang ada di depannya itu, " Yaudah iya deh iya, ehh tapi aku takut gak bisa jalan saking kenyang nya gimana dong." Rengek mia.


"siapa suruh ngajakin kita mukbang coba, udah tau makan bakso aja kenyang. lah ini di sodorin suruh nambah lagi, gimana perut ga kenyang." Kesal Sinta.


"ya abisnya aku penasaran banget ihh, katanya mah ini tuh lagi viral banget." Sanggah mia.


"yaudah lain kali gak usah nambah sekaligus, takutnya ga kemakan kan mubazir. ya gak ra." kak Sinta menyenggol lenganku. aku menganggukkan kepala saja menyetujui ucapannya itu.


"udah cepetan itu habiskan makanan kamu mia." Titah Sinta lagi.


"iya-iya, bawel banget sih." gerutu Mia kesal.


Lalu kami pun menunggu mia yang masih aja makan, aku pun meneguk minuman ku yang sisa sedikit.


"Tapi ke kosan ku dulu ya, mau ambil baju. Please," Pinta mia menggunakan jurus andalannya yaitu puppy eyes.


"Iya cerewet kali." Sungut Sinta.


Mia bukannya takut, justru dia tertawa cekikikan, aku pun yang melihat tingkah bobrok nya pun hanya mampu geleng-geleng kepala.


"Ya ampun Mia, kebiasaan deh tertawa gak jelas." Sinta semakin kesal dan lagi-lagi Mia malah semakin tertawa cekikikan.

__ADS_1


__ADS_2