Menjadi Istri Kedua Sang Presdir

Menjadi Istri Kedua Sang Presdir
61.


__ADS_3

Amara begitu terkejut ketika axel menepis tangannya. Alisnya berkerut, dia tak percaya bahwa axel berubah. Amara meninggalkan axel sekitar 6 bulan tapi suaminya itu langsung berubah 180 derajat. Apa ini gara-gara pelakor itu. Yahh pasti karena dia, suaminya begitu kasar padanya.


"Sayang kamu kok berubah, apa ini ada sangkut pautnya dengan dia." Amara ingin memastikannya.


Axel yang semula menutup kedua matanya, kini matanya terbuka dengan sempurna. Lalu dia bangkit dan menatap istri pertamanya.


"Apa maksudmu??" Axel menatap tajam wanita cantik itu.


Hingga membuat Amara menelan saliva dengan susah payah.


"Aku tanya apa kamu menikah lagi di belakangku hmm." Amara mencoba menahan emosi yang bergejolak di dadanya.


Axel begitu terkejut, darimana Amara tau kalau dia menikah lagi.


"Axel jawab aku, apa benar kamu menikah lagi di belakangku. Dan tanpa persetujuan dariku hah." Bentak Amara dengan nafas yang memburu.


Dia sudah lama menahan semua ini, karena dirinya penasaran dengan sosok itu. Yahh sosok istri kedua itu.


"Jawab axel... Kenapa kamu diam saja hah." Amara semakin menjadi, wajahnya semakin merah karena terlalu emosi.


Axel seketika menegakkan badannya dan menatap lebih tajam lagi, begitupun Amara sekarang dia tak takut dengan tatapan tajam itu.


"Kenapa kamu mengkhianati pernikahan kita axel, aku kurang apa hah. Sampai-sampai kamu selingkuh dariku." Amara bangkit dengan berkacak pinggang dengan mata melotot.

__ADS_1


Axel yang semula hanya diam sambil mendengarkan semua amarah istrinya itu. Tapi tidak lagi, karena dari awal istrinya itu lebih memilih pergi di bandingkan mempertahankan rumah tangganya.


"Apa kamu sudah selesai, apa kamu gak sadar diri. Atau aku harus mengingatkan perkataanmu 6 bulan yang lalu." Axel mengucap setiap kata dengan penuh penekanan.


Deg


Jantung Amara berdetak kencang, ketika axel mengungkit masalah 6 bulan yang lalu. Amara langsung terdiam, dia beringsut ke bawah. Ketika suaminya itu membahas masalah yang waktu itu.


"Sekarang kamu sudah ingat apa kesalahanmu hmm." Jawab axel santai, tapi tatapannya seperti mengintimidasi seorang musuh.


Amara menatap wajah suaminya itu, lalu ia bangkit. Dari yang semula duduk kini dia berjalan menuju axel di sisi sofa.


"Apakah aku salah, kalau suamiku sendiri malah menikah lagi... Apa aku salah kalau aku belum siap untuk mempunyai anak. Karena kalau misalnya aku mempunyai anak, maka pekerjaanku akan berantakan." Ucap Amara lirih, dia mencoba untuk memegang tangan axel tapi langsung di tepis.


"Dan ahh ini." Axel melempar sebuah amplop ke hadapan Amara.


Amara mengernyitkan dahinya, menatap amplop itu. Dia ingin bertanya namun tak berani menatap mata suaminya itu. Dengan perlahan-lahan Amara membuka isi amplop itu dan betapa terkejutnya dia melihat semua foto-foto dirinya bersama orang lain. Yang tak lain dia adalah Jack.


Axel tersenyum sinis ketika melihat wajah pucat dari istrinya itu, dia dengan berani berselingkuh di belakangnya dan Amara melakukan hal gila dengan seorang pria di sebuah hotel dan apartemen milik pria itu. Yahh axel tau nama pria itu. Dia adalah Jackson atau yang di sapa Jack, dia adalah seorang pembisnis termuda sama seperti dirinya. Tapi Jack sangat tidak suka dengan axel, dia dan Jack bersaing di dunia bisnis.


Amara menoleh dan menatap manik mata biru laut itu, "Ii-ini TI-tidak BE-benar sayang, semua ini fitnah... Iya pasti fitnah." Amara mencoba mengelak dan tetap bersikukuh itu bukan dirinya. Tapi pada faktanya memang itu dirinya bersama pria lain.


"Ohh ya, yakin itu bukan kamu??" Axel menaikkan satu alisnya. Dia ingin tau seberapa jauh Amara berbohong.

__ADS_1


"Jadi yang pertama kali selingkuh itu kamu atau aku hah??" Bentak axel dengan mata yang menatap nyalang.


"Dan ahh ini, tolong tanda tangani. Dimas paksa dia untuk tanda tangan." Teriak axel dari dalam kamar.


Deg


Seketika Amara beringsut mundur, dia menggeleng-gelengkan kepala... Tidak.. Ini tidak benar.. Apa jangan-jangan axel akan menceraikannya... Tidak itu tak boleh terjadi.


Dimas pun segera masuk ketika di perintahkan oleh tuan mudanya itu.


"Nyonya Amara, anda jangan coba-coba kabur dari sini sebelum tanda tangani surat ini." Ucap dimas datar dengan sorot mata yang sama persis dengan axel.


"Aku gak akan tanda tangan, karena aku masih istri sah dari suamiku axel." , sanggah Amara.


"Cih jangan mimpi, aku akan menceraikanmu sekarang juga." Ucap axel lantang.


"Jadi cepat tanda tangan di surat itu." Timpalnya lagi.


Amara semakin berjalan mundur, tidak dia tak boleh bercerai dari axel. Karena dia tau siapa axel yang sebenarnya. Dia takkan melepaskan suaminya itu. Yahh takkan pernah, apalagi pelakor itu. Yahh dia harus menyingkirkan pelakor itu.


karena yang berhak menjadi nyonya di rumah ini hanya boleh dirinya, dia mencoba untuk menyakinkan diri bahwa hanya dirinya lah yang pantas menjadi nyonya di rumah ini. tapi axel tetap memaksa hingga dia terpaksa mengancam Amara supaya dia mau tanda tangani surat itu.


sebenarnya axel tak ingin kejadian ini terjadi, dan lebih parahnya lagi sebelum axel tau yang sebenarnya tentang perselingkuhan Amara. di saat itu zahra menggugat cerai dirinya juga. di saat itu juga axel semakin merasa frustasi. kedua istrinya, tidak hanya Amara yang akan di ceraikan. tadinya axel ingin meminta maaf kepada zahra, dia juga baru menyadari perasannya selama ini. bahwa dia benar-benar sudah jatuh cinta dengan istri keduanya itu. tapi nasi sudah jadi bubur. kini zahra semakin membencinya, dia juga tak mau bertemu dengan axel. bahkan uncle nya begitu marah padanya. dia juga mencabut semuanya termasuk proyek yang sebentar lagi rampung. axel begitu menyesal. yahh dia sangat menyesal karena telah menyia-nyiakan zahra selama ini, dan mengabaikannya juga. uncle juga menyuruh security untuk menghalangiku untuk bertemu dengan zahra. karena dia begitu kecewa, bahwa axel menikahi zahra hanya untuk sebuah ambisi.

__ADS_1


akhirnya surat itu sudah di tanda tangani oleh Amara dengan sedikit paksaan dan menyuruh dimas untuk mengusir Amara dari mansion ini. dia tak mau melihat wajah Amara, apalagi video dia yang berhubungan badan dengan pria lain. yang sangat mesra, selama enam bulan Amara juga. Amara jarang memberi dia kabar dan selalu alasannya sibuk, padahal dia sibuk dengan lelaki selingkuhannya itu.


__ADS_2