Menjadi Istri Kedua Sang Presdir

Menjadi Istri Kedua Sang Presdir
18.


__ADS_3

Sinta dan Mia tertidur di kamar zahra , mereka semua kelelahan dengan jadwal yang padat..


untung saja masuk nya sore,jadi bisa tidur puas hingga siang..


bip bip bip,,, bunyi alarm jam weker yang bergetar di atas nakas . reflek terkejut dan langsung duduk seketika, mengerjapkan mata melihat jam berapa??? "ternyata sudah pagi. aku bergegas masuk ke dalam mandi untuk membersihkan tubuhku, supaya badan segar dan fresh.. aku menanggalkan semua pakaian dan menyalakan shower air dingin. karena mandi air dingin di pagi hari sangat bagus buat tubuh. aku menggosok-gosokan badan dengan sabun lalu bilas, aku mengambil handuk yang tergantung di pojok dekat pintu dan memakainya. aku membuka pintu kamar mandi lalu berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian santai. setelah memakai pakaian, aku memoles makeup tipis supaya tidak pucat.


"loh ra, kamu sudah bangun. " ucap Sinta menggosok-gosokan keduanya matanya.


"sudah kok daritadi malah, " ucapku sambil menyisir rambutku.


"yaudah aku mau ke kamarku dulu yahh ra, " Sinta pergi keluar kamar kosan ku dan bergegas untuk mandi dan berganti pakaian.


"emmm jam berapa ini, " Mia menggosok-gosokan kedua matanya yang masih terpejam. lalu ia melirik sekilas jam di atas nakas.


"hah udah jam 9 , kenapa aku gak di bangunin. " rengek Mia


"ya abis kamu tidur nya kaya kebo, " sindir Sinta.


"hehehehe yaudah aku mau ke kamar kosan ku dulu yahh, nanti aku kesini lagi. " tutur Mia berlari menuju kamar kosannya.


"ishh lama kali ini nunggu Mia, dia mandi apa tidur sih. " gerutu Sinta.


"sabar kak, paling bentar lagi Mia datang, " cicit ku.


baru saja di omongin, dia nya sudah datang.


"Hai guys, maaf ya lama. " Mia tersenyum bahagia


"bisa gak sih gak usah senyam senyum gak jelas. " Sinta mendengus kesal.


"ayo kita cari sarapan, " Sinta berjalan lebih dulu.


"ngapain cari sarapan, zahra punya stok makanan. " celetuk Mia


"ohh iya yak, sisa makanan semalam bisa kita hangatkan di microwave.. " Sinta menepuk jidatnya lupa.


"baru aku mau manggil kalian, ehh kalian udah kesini aja. " ucapku


"ayo kita sarapan, ini aku udah hangatkan sisa makanan semalam. " timpalku lagi.


lalu kami duduk lesehan dengan beralas kan karpet dan menikmati sarapan bersama.


"ohh iya, nanti kalian duluan aja yah. " ucap Mia tersenyum


"kok tumben sih, " ucap Sinta penuh selidik.


"apaan sih kak, gak ada apa-apa kok. "Mia mencoba menetralisir rasa gugupnya.


aduh gawat kalau kak Sinta tau, kalau aku lagi pedekate sama teman kak kelvin bisa di ledekin abis-abisan. " ucap Mia dalam hati.


"yaudah deh, nanti kita duluan. ya gak ra, " ucap Sinta.


"hah apa kak, ohh hari ini kayaknya aku ada urusan sebentar. " cicit ku,


alis Sinta bertaut heran, "kok tumben sih ra. " Sinta menatapku heran.


"emmm,,"kalau mau kak Sinta bisa pakai motorku kok. " aku menyodorkan kunci motorku ke kak Sinta.


"yaudah oke deh, tapi kamu hati hati ya ra, kalau ada apa-apa hubungi aku. " Sinta melambaikan tangannya duluan. lalu dia menyalakan motor zahra dan melaju ke jalan raya .


"loh kamu belum berangkat mi, " aku bertanya dengan alis mengerut heran. "

__ADS_1


"ohh anu aku lagi nunggu taksi ku datang, " ucap Mia gugup.


"ohh yaudah aku duluan yahh, mau ke minimarket dulu. nanti berkas-berkas laporan taruh aja di meja ku ya mi, kalau kamu duluan. " aku melambaikan tanganku ke arah Mia.


Mia menghela nafas, ia menghampiri mobil warna putih di tepi jalan, lalu ia masuk ke dalamnya.


brakk,, "pintu mobil tertutup.


"gimana sudah aman belum, " ucap seorang pria tampan yang duduk di kursi kemudi.


"sudah kok, mereka sudah pergi. " tutur Mia sembari memakai sabuk pengaman.


"hah syukur lah, aku takut ketauan tadi. "sambil menghela nafas saking gugupnya.


" kok jadi kak bima sih yang gugup, aturan aku yang gemeter di tatap sama kak Sinta tau. "rajuk Mia cemberut.


"Bima terkekeh melihat Mia cemberut seperti itu,"


iya dia adalah Bima, teman nya kelvin. dia lagi pedekate dengan Mia, ya walaupun sembunyi-sembunyi. takut ketauan kalau mereka sedang Backstreet.


"yaudah ayo kita jalan kak, " ucap Mia.


"oke, " Bima menyalakan mesin mobilnya dan bergerak menuju jalan raya.


di sisi lain, di minimarket. "


zahra sedang membeli snack dan makanan instan untuk di bawa ketempat kerja. supaya lebih praktis dan gak ribet untuk ke kantin. dia juga membeli untuk kedua sahabatnya. padahal tiap bulan selalu dikirimin uang oleh paman nya tapi dia hanya menggunakan nya seperlunya, sisanya tetap dia tabung.


aku meletakkan keranjang belanjaanku di meja kasir, lalu belanjaanku sedang di hitung oleh petugas kasirnya.


"totalnya jadi 300 ribu mba, " ucap petugas kasir minimarket nya.


"makasih, " ucapku tersenyum ramah. setelah itu aku keluar dari minimarket dan bergegas untuk menyetop taksi, baru saja aku mau menyebrang. Tiba-tiba saja mobil sedan berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi. mobil itu seperti menuju ke arahku, "kenapa kaki ini susah di gerakkan untuk melangkah, " batinku berucap.


Aaaaa,... "


braaakk... "


mobil itu menabrak tubuhku hingga aku jatuh tersungkur ke belakang. samar samar aku melihat orang-orang mulai berkerumun,,, dan aku melihat seseorang berpakaian jas hitam seperti menghampiriku. aku menggosok-gosokan mataku ingin memastikan siapa itu, namun naas pandanganku perlahan mulai kabur dan akupun pingsan.


"T-tuan G-gimana ini, kita menabrak seorang wanita " ucap sang supir gemetar.


"APA, KENAPA BISA. " bentak tuannya.


"bawa wanita itu masuk ke dalam mobil, " titahnya lagi..


"T-tapi tuan, di luar banyak sekali orang. " sang supir menundukkan kepala takut melihat tuanya marah.


"dasar payah, biar aku saja yang keluar. " ucap dia ketus.


cklek,,, "


pintu mobil pun terbuka, menampilkan sosok laki-laki tampan yang gagah dan rupawan dengan memakai kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya, dengan santainya dia berjalan menghampiri sosok wanita cantik yang jatuh pingsan,akibat kecelakaan itu, pelipis zahra robek dan harus segera di obati.. semua mata terpana melihat ketampanan yang sangat paripurna.


lalu ia kembali masuk ke dalam mobilnya.


"kenapa ringan sekali, " ucap pria itu dalam hati


"cepat jalan, kita kerumah sakit sekarang. " titah sang tuan.


"baik tuan, " ucap sang supir menyalakan mobilnya dan melaju menuju ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


sesampainya di rumah sakit, sang supir membukakan pintu untuk tuannya. lalu ia meng'gendong wanita cantik itu, dan berjalan menuju lobby rumah sakit. ia memanggil suster untuk segera mengobati luka yang ada di pelipis wanita itu.


"Sus, tolong tangani wanita ini. " titahnya


"baik tuan, suster pun mendorong brankar ke hadapan pria itu, lalu ia membaringkan tubuh wanita itu dan di dorong oleh suster untuk segera di tangani. sesampainya di ruang ICU, dokter pun segera masuk untuk melakukan operasi, "


"maaf tuan, anda tidak boleh masuk. " ucap sang dokter.


pria itu menganggukkan kepala,, dan menunggu di luar.


setelah lebih dari setengah jam lampu indikator ICU menyala itu menandakan bahwa operasi nya berjalan lancar,


cklek,, "


pintu terbuka, dokter itu menghampiri tuan muda dari keluarga Valdemar.


"bagaimana kondisinya dok, " ucap sang tuan muda.


"begini tuan muda, kondisinya baik-baik saja, hanya kondisi pelipis nya saja yang robek. dan sudah di jahit, jadi untuk sementara ini pasien belum sadar dari obat bius. jadi akan di pindahkan di ruang rawat, " tutur sang dokter.


"baiklah segera di urus, kalau perlu kamar yang VVIP. " ucap tuan muda tegas


"ohh iya dok, nanti asisten saya yang akan urus semuanya. " timpal nya lagi.


dokter pun memerintahkan suster untuk membawa pasien itu ke kamar VVIP yang di perintahkan oleh tuan muda dari keluarga Valdemar.


iya dia adalah axel Valdemar, dia adalah presdir dari perusahaan raksasa yang terkenal di seluruh dunia. cabang nya ada di mana-mana, baik yang di lokal maupun yang mancanegara. karena itu keluarga nya sangat terpandang dan terkaya di kota ini maupun di luar negeri.


"axel pun segera pergi dari sana, karena dia harus kembali ke perusahaan untuk melakukan meeting yang sempat tertunda.


beberapa jam kemudian, seorang wanita cantik mengerjap-ngerjapkan kedua matanya, hingga kelopak matanya terbuka sempurna. dia bingung kenapa bisa berada di rumah sakit.


"nona sudah bangun, " ucap seorang pria tampan duduk di sofa dengan memegang tablet nya..


"aku dimana???", kenapa bisa aku di rumah sakit. " ucap zahra linglung.


"nona mengalami kecelakaan, tapi tenang saja tidak serius kok. hanya luka kecil di dahi nona, " ucap pria itu lagi..


"maaf kamu siapa yahh," tanya zahra sembari memegang dahinya yang pusing akibat terbentur aspal.


"ohh iya sampai lupa, " perkenalkan nama saya jo. saya asisten tuan muda axel, "tutur asisten jo.


" tuan axel??? " zahra mengerutkan kening nya bingung.


"nona tidak usah bingung, tuan axel sudah membayar semua biaya perawatan di rumah sakit ini. " ucapnya, lalu ia berjalan menghampiriku dan menyodorkan selembar kertas .


"ini apa kak, " ucap zahra bingung.


"ini adalah cek, dan ini adalah bentuk tanggung jawab dari tuan muda axel . " tuturnya pelan.


"oh iya kalau nona mau makan sudah tersedia di meja makan, " ucap asisten jo.


astaga betapa terkejut aku, melihat makanan yang seperti nya mahal tersaji di meja makan.


"emmm,," Asisten jo. A-apa ini buat aku semua, "tutur ku pelan.


lalu asisten jo menganggukkan kepala membenarkannya,,,


" kalau gitu saya harus pamit nona, " jo melirik jam di pergelangan tangannya dan berpamitan untuk segera pergi dari sana.


aku reflek menganggukkan kepala, dan menatap punggung pria itu.

__ADS_1


__ADS_2