
Sinta berjalan menuju bagian administrasi ingin menanyakan apakah zahra sudah boleh pulang, dia juga ingin menanyakan kepada dokter yang menangani zahra apa ada luka yang serius atau tidak. ternyata dokter yang menangani zahra adalah teman nya sewaktu SMA dulu. sama seperti kelvin juga teman sekolah nya dulu.
"Hai rik, gimana apa zahra boleh pulang. " tanya Sinta kepada Riki.
"emm aku lihat dulu laporan medisnya sin, " tutur riki.
"baiklah kita ke ruang rawat teman kamu ini, " riki dan Sinta berjalan menuju ruang rawat zahra.
tok tok tok.. " pintu diketuk
riki dan Sinta masuk ke dalam, menuju brankar zahra .
"selamat siang, zahra gimana kondisinya?? " tanya dokter Riki.
"baik dok, sangat baik. " ucap zahra tersenyum.
"apa ada keluhan, atau ada yang kamu rasa sekarang. " ucap Riki tersenyum ramah.
"hanya pusing sedikit kok dok, sama nyeri saja." tutur zahra.
"baiklah, maaf yahh saya mau periksa dulu. " tutur dokter Riki pun mengambil stetoskop yang ada di saku bajunya dan memeriksa tubuh zahra apa kondisinya cukup bagus atau tidak .setelah lebih dari 5 menit pemeriksaan pun selesai.
"oke baiklah, setelah saya periksa. kondisi kesehatan kamu bagus zahra cuma saya mau ngasih kamu nasihat agar menjaga luka nya tidak terbuka. " tutur dokter Riki ramah.
"baik dok, apa saya sudah boleh pulang. " tanya zahra.
dan di angguki oleh dokter Riki, zahra tersenyum bahagia mendengar dirinya boleh pulang.
"ohh iya untuk biaya perawatan kamu selama disini sudah di lunasi semuanya, " ucap sang dokter lagi.
"baiklah saya rasa itu saja, semoga kamu cepet sembuh dan siap untuk bekerja lagi. " tutur dokter Riki.
"loh kok dokter tau saya bekerja disini juga, " ucap zahra merasa heran.
dokter riki hanya mampu tersenyum dan pamit undur diri, karena dia harus memeriksa pasien lain.
"kak sin kok dokter itu tau kalau aku juga bekerja disini, " tanya zahra.
"entahlah ra, aku juga heran Riki tau darimana kamu juga kerja disini . " ucap Sinta Menggidikan bahu.
"iya ya, kok dokter tampan itu tau kalau zahra bekerja disini juga, " timpal Mia
dari awal dokter Riki masuk, Mia sama sekali tidak berkedip saking terpesona nya melihat senyum manis itu sampai lupa kalau dia sudah punya kekasih disini. ya walaupun sembunyi-sembunyi, dari kedua sahabat nya itu.
"ohh iya kalau kamu mau pulang, tunggu kita balik kerja dulu okay.. " ucap Sinta.
"sepertinya aku gak pulang bareng kalian deh, " ucap Mia.
__ADS_1
"kamu mau kemana emang, kok tumben. " tanya Sinta penuh selidik.
"emmm ada deh, RAHASIA. " ucap Mia mengedipkan sebelah matanya.
Mia melirik jam di pergelangan tangannya,sudah waktunya untuk pulang sebentar lagi..
"yaudah aku balik ke ruangan ku dulu okay, " timpal Mia lagi. dan melambaikan tangannya dengan wajah berseri-seri.
"kak kamu ngerasa aneh gak sih sama Mia akhir-akhir ini, " ucapku pada kak Sinta.
"iya kamu benar ra, seperti ada yang di sembunyikan dari kita. " Sinta membenarkan ucapan zahra.
"yasudah aku balik keruanganku dulu, okay. nanti pas pulang kerja aku kesini lagi, " Sinta menepuk bahuku dan bergegas pergi dari sini.
"huft akhirnya aku boleh pulang juga, ehh tapi biaya pengobatanku sudah di bayar sama tuan muda itu. " ucapku.
"uang ini apa harus aku kembalikan yahh, tapi aku mau kembalikan uang ini dimana. alamat nya saja aku tidak tahu, " ucapku dalam hati sambil menghela nafas.
di sisi lain"
di dalam kamar yang begitu luas, sepasang suami-istri itu baru saja melakukan aktivitas olahraga di ranjang yang membuat tubuh menjadi berkeringat dan mereka masih tertidur pulas. hingga suara ketukan pintu membangunkan sang empunya.
tok tok tok,, "
"tuan muda sudah waktunya makan siang, " ucap salah satu pelayan mengetuk pintu berkali-kali tapi tidak ada sahutan di dalam.
buru buru axel memakai baju dan celananya yang berserakan kemana-mana, dan menutupi tubuh polos sang istri . axel berjalan menuju pintu dan segera membukanya.
ceklek,,, "
"makan siang sudah siap tuan muda, " ucap sang pelayan menundukkan wajahnya.
"tolong siapkan saja makanan untukku dan istriku dan bawa ke kamar, " titah axel dingin.
"baik tuan muda. " pelayan itu pamit undur diri untuk segera turun untuk menyiapkan makanan tuannya itu.
axel segera menutup pintu kamarnya dan berjalan menuju ranjang, untuk membangunkan sang istri.
"sayang, ayo bangun " tutur axel lembut sembari menepuk-nepuk lengan sang istri.
"emmm bentar lagi sayang, aku masih mengantuk. " ucap amara manja.
axel menghembuskan nafas pasrah, lalu ia segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang gerah dan lengket.
suara ketukan pintu terdengar dari luar, membuat amara mau tidak mau membuka kelopak matanya dan segera bangun dari tidurnya dengan perasaan begitu kesal. ia meraih baju kimono tidur yang berserakan di lantai. lalu ia memungutnya dan memakainya dengan cepat. dan berjalan menuju pintu dan membuka nya.
ceklek,,, "
__ADS_1
pintu terbuka menampilkan sosok wanita yang begitu cantik bak model dengan memakai baju kimono tidur yang membuat kecantikannya berkali-kali lipat lebih cantik,walaupun tanpa riasan.
"ada apa, " jawab amara ketus.
"maaf nyonya, ini saya bawakan makan siang untuk nyonya dan tuan muda. " ucap pelayan itu pelan.
"ohh taruh saja di dalam, " ucap amara ketus sembari membukakan pintu kamarnya dan mempersilahkan pelayan itu untuk menaruh makanan nya di atas meja.
setelah pelayan itu menata makanannya, ia langsung pamit undur diri untuk segera pergi dari sana karena ia mendapat tatapan tajam dari istri tuannya itu.
"huft merepotkan sekali, " gerutu amara
ia lalu berjalan ke sisi ranjang menunggu sang suami selesai mandi.
ceklek,,, "
pintu kamar mandi pun terbuka, seorang pria tampan berjalan ke arah istrinya dengan memakai handuk yang melilit di pinggang nya menampilkan bentuk badan yang nyaris sempurna .
"loh sayang kamu sudah bangun, " tutur axel.
amara menatap suaminya tanpa berkedip, melihat pemandangan indah di depan matanya. ia lalu memalingkan muka ke samping. membuat axel terkekeh dengan gemas.
"ohh ayolah sayang, kita baru saja melakukan nya. " bisik axel di telinga sang istri.
amara langsung memukul lengan suaminya itu yang sangat mesum.
axel terkekeh, lalu ia berjalan menuju walk in closet untuk memakai pakaian. ia membuka lemari pakaian untuk mengganti pakaian santai. ia memilih kaos dan celana santai.
lalu ia berjalan menghampiri istrinya, namun istrinya itu tidak ada di ranjang. axel Menggidikan bahu, mungkin saja amara sedang mandi. jadi ia berjalan menuju sofa dan memulai makan siangnya, tidak lama kemudian istrinya baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan bathrobe.
"sayang kemarilah, kita makan siang dulu. " ucap axel menyuruh istrinya untuk mendekat.
amara melangkah menuju ke arah suaminya itu, ia lalu duduk di sebelah sang suami.
"kamu ingin aku suapi sayang, " axel mengerlingkan sebelah matanya.
amara memukul lengan suaminya itu, "ishh,,mesum." cebik amara.
"ayo kita makan, " axel lalu menyodorkan piring yang berisi nasi dan lauk pauk ke istrinya itu.
mereka pun menikmati makan siang dengan begitu romantis.
"sayang hari ini aku akan ada meeting dengan klien, mungkin aku akan pulang malam. " tutur axel.
"apa kamu gak bisa batalkan meeting nya hari ini saja, aku baru saja pulang tapi kamu akan pergi lagi. " rajuk amara bersidekap dada sembari memalingkan mukanya.
axel terkekeh, "baiklah aku akan minta jo untuk menggantikanku meeting dengan klien, apa kamu puas. " axel menggenggam tangan istrinya itu.
__ADS_1
amara tersenyum bahagia, ia lalu mengecup pipi sang suami. "Terima kasih sayang, i love you, " bisik amara dengan nada menggoda.
axel meraih kedua pipi sang istri lalu mengecup bibir sang istri lembut tapi Lama-lama menuntut hingga tanpa sadar, amara reflek membuka mulut nya memberi axel leluasa untuk menyesap bibir sang istri dengan begitu lembut.