Menjadi Istri Kedua Sang Presdir

Menjadi Istri Kedua Sang Presdir
46.


__ADS_3

tak lama kemudian pesanan mereka pun telah datang, dan menaruh makanan di meja satu persatu. mereka semua menikmati makanan di piring masing-masing. dan tak butuh waktu lama. makanan pun telah habis tak tersisa.


kelvin yang sedari tadi diam, kini ia ingin bertanya pada Bima. kok dia tau kalau orang itu adalah keponakannya dokter hendrik pemilik rumah sakit tempat dia bekerja.


"psst... bim... hoi.. bim.." bisik Kelvin di telinga Bima.


tapi justru Bima mengabaikan bisikan kelvin itu. ia sedang fokus memotong steak untuk kekasihnya itu.


kelvin yang kesal karena sahutannya tidak di dengar pun, dengan sengaja ia menginjak kaki Bima. sampai dia menjerit karena kesakitan akibat di injak kakinya oleh kelvin.


"apaan sih vin, ganggu aja orang lagi pacaran." gerutu Bima.


"kok kamu kenal dengan dia sih." kelvin menunjuk axel. dan Bima pun mengikuti arah yang di tunjuk kelvin.


"loh emang kamu gatau, dia keponakan nya dokter hendrik. malah satu rumah sakit waktu itu heboh loh pas dia datang ke rumah sakit kita." jawab Bima jujur.


"masa sih, kok aku gatau yahh." kelvin menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"ya kan kamu waktu itu, lagi nangani operasi pasien yang kecelakaan itu kan." jawab Bima cepat.


"ohh yang waktu itu." seru Mia.


"iya dek, waktu itu viral banget tau. sampai pada kepo kepingin tau wajahnya yang tampan itu." kata Bima lagi.


"ahh menurutku sih B aja sih." jawab kelvin.


di sisi lain...


di meja satu lagi..


tampak kucing dan tikus itu bertengkar cuma karena masalah sepele. hingga lagi-lagi harus sinta yang melerai keduanya.


"kalian bisa gak sih, kalau ribut. liat-liat dulu situasinya dimana." cibir sinta menggelengkan kepala.


"ENGGAK." jawab zahra dan axel cepat.


lalu mereka saling beradu pandang dan memalingkan wajahnya satu sama lain.


hingga sinta terkekeh melihatnya. sangat lucu untuk di goda.


"ahh iya sin nanti kamu datang ke acara pernikahanku yahh." pede axel.

__ADS_1


"heh siapa yang mau menikah denganmu." sentak zahra sengit.


"loh tadi aku kan yang ngomong, biar teman kamu. jadi saksi di pernikahan kita." axel dengan gemas mencubit pipi chubby itu.


"kamu ngapain megang-megang pipiku." zahra ingin melepaskan tangan itu tapi tak di hiraukan oleh axel. malah semakin gemas rasanya ingin di gigit aja itu pipi gembulnya.


"enak aja main gigit, emang aku bakpao apa." cebik zahra.


"sangat mirip." axel terkekeh. dan di balas pukulan maut dari zahra ke lengan axel. hingga dia mengaduh kesakitan.


"bar bar banget sih, nanti kalau sudah jadi istriku. di kurangin oke." axel menjawil dagu zahra.


sampai mendapat tatapan tajam dan kedua matanya yang melotot seperti mau keluar dari wadahnya.


tanpa di sadari, kelvin yang melihat pemandangan yang menyayat hati, hanya mampu tersenyum kecut. rasanya ia ingin bergabung ke meja sebelah situ daripada disini jadi nyamuk. oleh dua bucin yang ada di depannya ini.


"ahh nyesel banget aku duduk disini cuma jadi nyamuk." sindir kelvin.


Bima yang merasa tersindir pun mendelik dan menatap kelvin.


"heh siapa yang bucin, aku tuh sangat sayang sama pacarku tau." sanggah Bima dan kepala Mia ditaruh di pundak nya.


kelvin yang melihat pemandangan menyebalkan itu pun memutar bola matanya jengah.


********


Flashback on


***********


axel yang gusar di kursi kebesaran nya, ia tampak tak fokus dengan pekerjaan yang ada di depan matanya. hingga jo masuk ke dalam pun ia merasa gelisah sendiri. jo yang melihat mengernyitkan dahinya bingung. ada apa dengan tuan mudanya itu. kok gelisah sekali.


"ini laporan yang ada minta tuan." jawab jo.


dan axel pun menerima laporan itu. betapa terkejut nya. akhirnya gadisnya mau tanda tangan juga. ia tersenyum senang. sampai-sampai bibirnya melengkung dengan sempurna. hingga memperlihatkan gigi-giginya yang putih .


seketika suasana axel berubah cerah, ia tersenyum geli ketika gadis itu tau. bahwa dia telah di jebak pasti ekpresi wajahnya sangat menggemaskan. ahhh rasanya udah gak sabar pengin cepat-cepat ketemu.


tidak lama kemudian jo masuk lagi ke dalam ruang tuan mudanya itu. jo merasa heran melihat perubahan di wajah sang majikan. entah kenapa seperti ada bunga-bunga bertebaran di atas kepala tuan mudanya itu. ya ampun apa ini efek dari nona zahra bisa mengubah suasana hati tuan mudanya. jo menggelengkan kepala.


"jo tolong batalkan semua meetingku hari ini dan ayo kita ke rumah sakit untuk bertemu dia." jawab axel semangat.

__ADS_1


seketika jo melongo melihat sikap tuannya. ia terperangah tak percaya melihat perubahan dalam sekejap mata. ia dengan pasrah menganggukkan kepala. dan mengikuti perintah dari atasan itu.


dengan langkah lebar dan mood yang bagus. axel berjalan menuju lift khusus dan segera masuk ke dalamnya.


dan sesampainya di basement. axel dan jo segera masuk ke dalam mobil. dan melaju menuju tujuan mereka yaitu rumah sakit.


setibanya di rumah sakit, axel seperti melihat sosok yang tak asing. dia menyipitkan kedua matanya ingin memastikan penglihatan matanya. apa benar itu gadisnya. ternyata benar memang dia. baru saja axel ingin keluar dari mobil. tetapi urung ketika melihat seorang lelaki menghampiri dia dan temannya itu. entah kenapa melihat kedekatan mereka. ada rasa gak suka di hatinya. entah kenapa dia seperti cemburu tapi segera di tepis.


dia pun menyuruh jo untuk mengikuti mobil yang ada di depannya. ternyata lelaki itu mengantarkan zahra dan sinta temannya ke kampus. axel bernafas lega. ia akan balik lagi ke sini dan memastikan lelaki itu akan kesini lagi apa engga. axel memerintahkan jo untuk balik lagi ke kantor. dan mobil pun melaju cepat menuju perusahaannya.


#########


Flashback off


#########


dan sekarang dia berada disini bersama gadisnya. ia melirik pria itu dan benar saja. dia menatap zahra tanpa berkedip. ada rasa gak suka ketika miliknya di lirik lelaki lain. ia tidak rela, ia tidak suka. ia harus Cepat-cepat mempersunting gadis yang ada di depannya ini. agar tidak ada satu lelaki mana pun yang dekat-dekat dengan dia.


axel sangat senang menggoda gadis yang cemberut itu. dengan gemas ia mencubit pipi chubby itu dan rasanya pengin sekali gigit itu pipi.


di sisi lain...


di sebuah apartemen...


amara baru saja terbangun dari tidurnya.. ia melirik jam di atas nakas ternyata sudah pagi.


tring.. tring... tring..


ponsel amara berbunyi, dia melirik siapa yang menelpon ternyata dari sang manager.


dengan malas ia menggeser tombol hijau itu dan menempelkan di daun telinganya.


"hmm iya kenapa"


*******


"oke oke aku akan kesana"


panggilan telepon pun di matikan oleh amara.


dengan langkah gontai ia menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.

__ADS_1


selepas mandi ia berganti pakaian. dan segera pergi dari apartemen . ia segera keluar dari lobby apartemen menuju jalan raya. untuk menyetop taksi. dan ia pun masuk ke dalamnya menuju tujuannya.


__ADS_2