Menjadi Istri Kedua Sang Presdir

Menjadi Istri Kedua Sang Presdir
16.


__ADS_3

"akhirnya selesai juga, " Mia merebahkan kepalanya di meja kerja nya..


"iya yah akhirnya selesai juga , " timpalku. sembari merentangkan kedua tanganku ke udara..


rasanya pegal sekali pundak ku, aku menepuk-nepuk nya supaya pegal itu hilang tapi percuma masih tetap sakit.


"nanti pulang kita ke minimarket dulu ra, " tutur Mia


"oke, " aku membereskan berkas berkas yang berantakan lalu merapikannya lagi ke box nya.


"laper lagi ra, " rengek Mia


"sama aku juga laper, " ucapku


"yaudah ayo kita turun ke kantin, " ajak Mia


"ehh tunggu dulu, kak Sinta katanya mau bareng. " ucapku pada Mia.


tok tok tok


ceklek,,, " pintu pun terbuka. aku dan Mia menoleh dan ternyata yang di tungguin datang juga.


" nah panjang umur nih anaknya datang, " sindir Mia.


Sinta menaikan satu alisnya bingung, "loh kalian kenapa. " tanya Sinta.


"gpp kok, kita lagi nunggu kak sin. " ucapku tersenyum.


"ahh masa sih, pasti kalian abis ghibahin aku yahh. " tebak Sinta.


"dih pede sekali anda, " cibir Mia.


"biasa aja kali gak usah sewot, " ketus Sinta gak mau kalah.


"sudah sudah baru ketemu kok berantem, " tutur ku menengahi mereka berdua.


"ayo kita pulang, bentar lagi kita kuliah kan. nanti kita ke loker dulu yahh mau ambil tas, " imbuh Sinta.


"oke, " ucap kami berdua.


kami bertiga pun bergegas keluar untuk pulang. tiba tiba ponselku berbunyi.


triing,,, " aku melirik notif pesan dari nomor tidak di kenal.


[selamat sore nona zahra, saya andre asistennya tuan Tio. ingin mengatakan sesuatu, kalau ponsel dan motor listrik nya lagi di jalan menuju kosan nona] ," tutur asisten pamanku.


hah apa??? " jadi beneran yang di katakan paman Tio beberapa hari yang lalu. " ucapku tak percaya.


saking terkejut nya, aku sampai gak bisa berkata apa-apa . baru saja aku mau membalas pesan, kak Sinta menepuk bahu ku. aku menoleh pada kak Sinta.


"kamu kenapa ra, kok wajah kamu pucet gitu. " ucap Sinta heran


"emm anu kak yang aku pernah cerita ke kakak itu, ternyata beneran di kirimin tau. " tutur ku berbisik ke telinga kak Sinta.


"hah benarkah itu ra, wah enak dong jadi kita gak usah naik taksi terus setiap hari. " Sinta tersenyum senang mendengar nya.


"ada apa sih, kalian kok bisik-bisik gitu. aku kan kepo pengin tau. " ucap Mia penasaran.


"ada deh, rahasia. ya gak ra, " Sinta menyenggol lenganku dan aku menganggukkan kepala setuju..


"ishh kalian curang main rahasia-rahasia'an segala," cibir Mia merajuk


"nanti juga kamu tahu mi, " Sinta menepuk-nepuk bahu Mia dengan tenaganya.


"awww,, sssshh.. " sakit tau kak sin, " cebiknya kesal.

__ADS_1


tiinggg,, pintu lift pun terbuka. kami bertiga segera masuk ke dalamnya.


"tunggu, " seseorang berlari dan menahan kami untuk menutup liftnya.


"ya ampun vin, kamu pake segala lari-larian gitu sih. " ucap Sinta


"tau nih udah seperti di kejar-kejar setan aja, " cibir Mia


hosh,, hosh,, hosh,, " sebentar aku tarik nafas dulu. " kelvin berucap dengan nafas yang tak beraturan.


"nih kak di minum dulu, " aku menyodorkan air mineral ke kak kelvin.


"kelvin membuka tutup botol minum nya dan mulai meneguk nya. "glup,, glup,, glupp,," ahhh lega nya tenggorokan ku. " ucap kelvin menghabiskannya hingga abis.


"ohh iya aku lupa mengucapkan terima kasih padamu, air mineral punya kamu sudah aku habis kan. "ungkap kelvin merasa gak enak


"gpp kok kak, lagian itu masih baru belum di buka sama sekali, " ucapku tersenyum


ahh manisnya, bisa bisa aku diabetes melihat senyumnya. "kelvin berucap dalam hati.


doorr,, " Mia meng'kagetkan kelvin yang melamun


"ishh kebiasaan deh mi, gak usah bikin orang kaget. " gerutu kelvin.


"abis melamun aja sih, " cibir Mia


"siapa juga yang melamun, " sanggah kelvin.


"ohh iya kalian abis ini mau kemana, " tanya kelvin lagi.


"kami mau ke kampus vin, " Sinta yang menjawab..


aku harus membalas pesan dari asisten kak andre, aku mulai mengetik pesan.


[maaf kak andre, tapi zahra lagi gak ada di kosan, abis pulang kerja zahra mau ngampus dulu. apa kak andre mau nunggu atau mau pulang, terserah kakak], " pesan ku pun terkirim, lalu centang biru berarti sudah di baca.


[tidak apa-apa saya akan menunggu, nona pulang jam berapa?? apa saya jemput nona di kampus], " ucap andre.


aku pun membalas pesan kak andre, "


[baiklah, paling sekitar jam 7 malam zahra pulang kak]."


"nama kamu zahra kan, " ucap kelvin.


aku tersentak kak kelvin memanggilku, "I-iya kak," jawabku gugup.


tiiing,,, " pintu lift pun terbuka..


"ayo ra, " kak Sinta menarik tanganku, dan bergegas keluar dari lift.


"yaudah vin kita duluan yahh, " Sinta menepuk bahu kelvin.


kelvin bergeming.... "tak bergerak sama sekali.


buru buru kelvin mengejar mereka bertiga..


sin, Sinta, " teriak kelvin. lalu Sinta menoleh


"kenapa, " kata Sinta


"emm anu gimana kalau kalian bareng sama aku aja, aku bawa mobil kok.. " tutur kelvin.


"bukannya beda arah yahh, " Sinta menyela dan menatap kelvin penuh selidik.


"wah beneran nih kak kelvin mau anter kita ke kampus, " ucap Mia girang.

__ADS_1


"I-iya, sekalian saja kan satu arah. "ucap kelvin terbata-bata.


kami bertiga pun kompak menganggukkan kepala.. baru saja sampai parkiran, ada seseorang yang memanggil. kami pun menoleh dan betapa terkejut nya, ada seorang wanita cantik menghampiri kami semua.


" Hai vin, kamu mau pulang yahh. " ucap Della memanja.


"hmmm ya menurut mu, " ucap kelvin datar


"emmm anu vin, aku gak bawa mobil. boleh gak aku nebeng sama kamu, " ucap Della dengan penuh harap.


"gak bisa,mobilnya sudah penuh . " sewot Sinta.


"loh ada kamu sin, " ketus Della.


ishh menyebalkan sekali, kenapa sih harus ada si Sinta yang nyebelin. "gerutu Della dalam hati.


" emm gimana yahh, " kelvin tampak berpikir. dan menganggukkan kepala membolehkan Della ikut dengan mereka bertiga, toh tidak masalah lagian jarak dari sini menuju kampus tidak lah jauh.


dengan tersenyum bahagia, Della mengucapkan terimakasih. "


baru saja Della membuka pintu mobil di bagian depan, Sinta menyenggol lengannya dan menyuruh zahra yang masuk.


"udah ra, kamu di depan aja yahh. " tutur Sinta.


"T-tapi kak sin, " ucap zahra gak enak.


"ishh Sinta rusuh banget deh, kan aku duluan yang buka pintu mobil depan.. " gerutu Della.


"yeee.. situ Siapa nya kelvin, main duduk di depan saja. kan kamu numpang juga, " ucap Sinta sengit.


"A-apa kamu bilang, numpang???."heh ngaca kamu juga sama seperti aku, " ucap Della tak kalah sengit.


kelvin memijit pelipisnya yang tak pusing, melihat Sinta dan Della seperti kucing dan anjing yang selalu bertengkar dimana-mana. "


"sudah sudah biar aku yang memutuskan, " ucap kelvin tegas.


dan mereka pun masuk ke dalam mobil. tentu yang di bagian depan adalah zahra akan tetapi ia menolak, tapi Sinta kukuh ingin zahra yang di depan bukan Della.


"udah ra, kamu di depan aja yah. " Sinta tetap Bersikukuh.


Tiba-tiba kelvin menarik lengan zahra dan menyuruhnya masuk,


"loh vin, kok dia sih. " Della tidak Terima .


"lebih baik kamu di belakang gih sama Sinta, " Della menyuruhku untuk duduk di belakang.


baru saja Sinta membuka pintu mobil dan menarik lengan zahra untuk di depan, Della langsung menyerobot masuk ke dalamnya.


"Terima kasih sin, sudah membukakan pintunya buat aku, " tutur Della tersenyum manis.


lalu Della duduk di depan di dekat kursi pengemudi , sedangkan Sinta, zahra dan Mia duduk di belakang .


"ishh nenek sihir ini gak mau ngalah aja, " cibir Mia pelan.


"emang gatau diri banget ya mi dia, " sindir Sinta pelan.


aku hanya menyimak, melihat kedua sahabat ku yang geram dengan yang ada di depan.


"ahh beruntung nya aku bisa duduk di depan dengan kelvin, " ucapnya dalam hati. dengan hatinya yang berbunga-bunga. senyuman cantiknya tidak pernah luntur . saking bahagianya sampai seperti mimpi. kelvin pun segera masuk ke dalam mobilnya, menyalahkan mesin nya. mobil pun bergerak meninggalkan parkiran rumah sakit, setelah membayar karcis pintu keluar, mobil pun mulai berjalan menuju jalan raya yang penuh dengan kendaraan .


setelah beberapa menit kemudian, mobil yang di kendarai kelvin sudah sampai di kampus. kami bertiga pun segera keluar dari mobil secara gantian.


"Terima kasih vin, sudah kasih kita tumpangan. " ucap kami bertiga kompak.


kelvin menganggukkan kepala, lalu ia memandang wajah cantik zahra tanpa berkedip.

__ADS_1


"yaudah yuk vin kita jalan, " ucap Della dan membuyarkan lamunan kelvin setelah melihat punggung mereka bertiga sudah menjauh .


buru buru kelvin menyalakan mesin mobilnya dan segera pergi dari sana.


__ADS_2