
"udah kamu makan dulu, nanti bubur nya keburu dingin. " titah Sinta
"emmm... yaudah ini bubur nya aku makan yahh, " ucapku pelan.
lalu mereka berdua menganggukkan kepala. dan duduk di sofa yang ada di pojok ruangan, aku mulai menyuapkannya ke dalam mulutku.. hingga bubur itu habis tak tersisa.
"apa kamu mau aku naikkan sedikit supaya kamu tidur dengan nyaman, " Sinta bertanya padaku.
"iya boleh kak, maaf merepotkan. aku sangat tidak nyaman sehingga leherku sangat sakit.. " tutur ku .
Sinta pun membungkukkan badan untuk memutar nya, agar brankar bisa lebih tinggi sedikit.
"apa segini ra, " tanya Sinta
"aku menganggukkan kepala, " iya kak segini cukup, supaya aku bangun lebih leluasa. " tutur ku.
tiba tiba pintu di ketuk dari luar.
tok tok tok,, "permisi saya mau periksa keadaan nona zahra, " tutur suster yang baru saja masuk dengan membawa alat untuk mengecek tensi tubuh.
"loh Sinta ngapain kamu disini, " ucap sang suster. sepertinya kenal dengan Sinta.
"ohh rupanya kamu lili, ini aku lagi menjenguk temanku Li. " ucapnya tersenyum ramah dan menepuk bahu temannya itu.
"yasudah aku mau periksa keadaan temanmu dulu, " suster yang bernama Liana itu mendekat ke arahku dan tersenyum manis.
"selamat siang nona zahra, " mohon maaf saya ingin memeriksa tensi anda dulu. "lalu ia membalutkannya ke tanganku dan dia mengecek tensi tubuhku.
" oke, tensi baik . "ucapnya ramah sembari membereskan alat-alatnya .
dan dia juga menyodorkanku sejumlah obat, seperti obat anti mual, obat penghilang pusing dan lain sebagainya.
" Terima kasih Sus, " ucapku sopan.
"sama-sama zahra, semoga lekas sembuh yahh. " tutur suster Liana
"aku pamit dulu sin, mau periksa yang lain dulu. "lili menepuk bahu Sinta dan keluar dari ruang rawat ku.
" kamu kenal dengan suster itu kak sin, "tanya Mia penasaran.
"iyah, dulu aku pernah jadi suster terus di pindah tugaskan di bagian farmasi obat. " ucap Sinta membenarkan.
"ohh pantas kamu kenal dengan dia," desis Mia.
Mia melirik jam di pergelangan tangannya, ternyata waktu istirahat bentar lagi mau berakhir.
"ra, sepertinya kita harus balik ke ruanganku, kamu tau sendiri kerjaan kita setiap hari menggunung." ucap Mia lalu ia bangkit dari sofa.
"aku juga sama ra, hari ini ada meeting kepala bagian, " Sinta pun berpamitan
aku menganggukkan kepala, lalu mereka berdua pun bergegas keluar menuju ruangannya masing-masing.
"huft sendirian lagi, " keluh zahra.
aku melirik amplop yang terbungkus rapih, yang di berikan oleh asisten jo. karena aku belum membukanya sama sekali. dan betapa terkejut nya aku melihat angka nominal di dalam isi cek itu.
"hah A-apa aku gak salah baca, ini gak salah aku dikasih uang 100 juta oleh tuan muda itu. " ucapku pelan.
"ehh tapi ada surat nya, " lalu aku membuka surat itu dan mulai membacanya.
__ADS_1
(to: nona zahra)
(uang ini sebagai kompensasi atas kecelakaan yang menimpa nona, ini juga bentuk tanggung jawab dari tuan muda karena telah menabrak nona.) " begitulah isi surat itu.
aku menghela nafas, segampang itu memberikan uang yang segitu banyaknya agar aku tidak menuntut dia . ada rasa kesal di hati ini, tapi bisa apa aku. kalau aku nuntut dia balik pasti aku akan terkena masalah lagi. "ucapku dalam hati .
di sisi lain,"di ruangan yang begitu besar.
nampak seorang pria yang sedang duduk di kursi kebesarannya sedang fokus dengan kertas kertas yang ada di depannya itu.
tok tok tok,,, "
"masuk" titahnya
"maaf tuan, sesuai yang Anda perintahkan. sudah saya kerjakan, tutur sang asisten.
" kerja bagus, sekarang kamu lanjutkan pekerjaanmu. "titahnya lagi tanpa menoleh ataupun menatap lawan bicaranya.
" baik tuan, " ucap sang asisten membungkukkan badannya dan segera keluar dari ruangan tuan muda nya itu.
triing,,triing,, " ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk. lalu ia menekan tombol warna hijau dan menempelkan nya di daun telinga.
"iya halo ada apa??? " ucapnya dingin.
"sayang ini aku istri tercinta mu, kamu kok jawabnya dingin gitu sih. " rajuk sang istri .
"apa kamu gak kangen padaku hmmm, " ucapnya dengan nada menggoda.
"ada perlu apa kamu menelponku, aku lagi sibuk. " ucap sang suami ketus..
di seberang telepon sana, sang istri hanya terkekeh melihat suaminya merajuk,
"berita bagus apa yang kamu bicarakan, " jawabnya makin ketus.
"aku akan kembali ke negara kita sayang,iya negara Indonesia. karena pekerjaanku disini sudah selesai. "ucap amara dengan tersenyum bahagia.
"ohh, hmmm baiklah. apa kamu mau di jemput di bandara, " ucap sang suami melunak.
"aku mau sekali, kalau suamiku sendiri yang akan menjemputku di bandara. " ucap amara tersenyum manis.
"baiklah jam berapa dan hari apa kamu akan pulang, " cecar axel .
"hari ini sayang, aku lagi menunggu pesawat nya delay dulu.." tutur amara lembut.
"okay, kabari aku jika kamu sudah sampai bandara ." ucap axel lembut.
"see you sayang, aku merindukanmu. i love you " tutur amara.
lalu percakapan telepon pun berakhir romantis.
axel pun menelpon jo melalui interkom,untuk datang ke ruangannya.
tok tok tok ... "
"masuk" titahnya
jo pun masuk keruangan sang presdir..
"ada apa tuan memanggil saya. " ucap jo
__ADS_1
"begini jo, istriku sebentar lagi akan pulang. tolong siapkan mobil untuk menjemputnya di bandara, " titah sang tuan muda
"ada lagi tuan, " tanya jo
"ohh iya tolong handle semua pekerjaanku yahh, batalkan semua meeting hari ini dan rubah semua jadwalnya. karena hari ini aku mau menjemput istriku. karena sebentar lagi dia akan landing. " tutur axel berjalan keluar tanpa menunggu jawaban dari asisten nya itu.
jo pun mengikuti langkah kaki tuan muda nya itu, "
tiingg,,, "
pintu lift pun terbuka, mereka masuk ke dalamnya dan jo menekan tombol menuju ke area basement.
tiing..." setelah 5 menit , pintu lift pun terbuka.
mereka bergegas keluar dari lift menuju mobil yang sudah siapkan untuk nya. lalu jo dengan sigap membuka pintu mobil untuk tuan muda nya itu. dan axel segera masuk dengan ekpresi muka datarnya.
lalu jo segera membuka pintu masuk didepan dekat kursi sang sopir.
sang sopir pun menyalakan mobilnya dan bergerak keluar dari area basement menuju jalan raya.
"ohh iya jo, jam berapa istriku akan sampai?? " tanya axel pada asisten nya.
jo melirik jam di pergelangan tangannya, "paling sebentar lagi tuan. " ucapnya pada tuannya itu.
"yasudah bangunkan aku, jika sudah sampai bandara. " titah axel.
"baik tuan akan saya bangunkan anda. " ucap jo
mobil pun bergerak menuju bandara. setelah lebih dari 20 menit mobil yang di tumpangi axel pun telah sampai bandara .
"tuan, tuan muda axel, kita sudah sampai" tutir jo sembari berusaha membangunkan tuannya itu.
"emmm, " axel mengerjapkan kedua matanya dan melihat ternyata sudah sampai bandara.
lalu jo membuka sabuk pengaman yang melekat di tubuhnya lalu ia membuka pintu mobil dan bergegas untuk membukakan pintu tuannya itu.
lalu axel segera turun dari mobil, dan bergegas masuk ke dalam bandara. axel berjalan sembari tangannya masuk ke dalam saku celananya. menambah kesan cool dan ketampanannya semakin meningkat. semua mata tertuju pada mereka berdua yang berjalan beriringan.
sampai-sampai para wanita berbisik-bisik melihat mereka berjalan di depannya.
"ckk,, dasar betina tidak bisa melihat yang tampan, sudah heboh." amara mencebik kesal, ia bersidekap dada melihat semua wanita tertuju pada suaminya itu.
amara melihat sang suami berjalan mendekat ke arahnya, ia lalu berlari mendekati sang suami dan memeluk tubuh suami yang sangat di rindukannya itu..
"sayang aku kangen, " rengek amara dan mengeratkan pelukannya di tubuh sang suami.
axel mengecup pucuk kepala istrinya itu dengan lembut.
"kenapa kamu gak kasih tau aku kalau sudah sampai sini, " rajuk amara.
axel terkekeh melihat amara merajuk, membuatnya gemas sendiri dan mendekap istrinya dengan begitu erat.
"ayo kita pulang, pasti kamu lelah dengan perjalanan yang cukup panjang. " tutur axel lembut menggenggam tangan sang istri.
"jo, tolong bawakan koper nya. " titah axel.
"baik tuan muda, " jo pun membawa koper milik istri tuannya itu.
"sayang aku rindu padamu, " rengek amara lagi.
__ADS_1
"aku juga rindu padamu, " ucap axel mencium punggung tangan istri nya dengan mesra. hingga membuat seisi bandara menjadi iri melihat perlakuan manis axel terhadap istrinya itu .