
"ayo ra, kita berangkat sekarang, " Sinta melirik jam di pergelangan tangannya.
"bentar kak, aku mau ngunci pintu kosan takut lupa. " tutur ku
aku dan kak Sinta berjalan menuju depan gang dekat dengan jalan raya, kami pun menyetop taksi dan masuk ke dalamnya.
"ke rumah sakit x ya pak, " tutur Sinta .
"baik neng, " ucap sang supir taksi
taksi pun melaju ke jalan dan menuju ke arah tujuan kami, setelah 15 menit kami telah sampai..buru buru kami pun bergegas keluar dari pintu mobil taksi, dan menyodorkan uang lembaran berwarna merah..
"neng, ini kembaliannya?? " tutur sang supir
"kembaliannya buat bapak aja, " ucap kami kompak.
"alhamdulillah, makasih neng" ucap supir taksi tersenyum senang. taksi pun mulai pergi menjauh..
"Hai, " ucap seorang pria tampan yang memakai setelan semi formal, yang terlihat gagah rupawan.
"Hai juga vin, " Sinta menyapa
aku menundukkan kepala malu, karena gak berani bertegur sapa. mungkin karena gak dekat jadi ya agak canggung.
"loh kalian berdua aja, biasa nya bertiga?? " kelvin keheranan..
"Mia kemana, " ucap kelvin lagi.
"kan aku dan zahra gak searah sama dia, gimana sih vin. " cebiknya menahan kesal.
kelvin terkekeh melihat Sinta yang merajuk,,
"ohh iya kalian masuk shift sore, " ucapnya lagi.
"iya lah atuh, gimana sih. " desis Sinta sewot
"wihh santai dong, gak usah nge' gas dong, " kelvin mengacak-acak rambut Sinta hingga dia menepis tangannya dan mata nya melotot tajam..
"ishh bisa gak sih, gak usah ngacak-ngacak rambut. kan udah rapih gini " Sinta memalingkan mukanya ke samping.
"wow wow ada adegan drakor nih di depan mata, " ejek Mia.
"yang sabar ya ra, kamu jadi nyamuk di antar mereka berdua. " timpal Mia tersenyum mengejek, menarik tanganku dan bergegas menuju ke lobby rumah sakit.
"MIA, " awas kamu ya. "geram Sinta
" kelvin, woy kelvin. " Sinta setengah berteriak
"mohon maaf volume suaranya bisa di kecilin gak, budek ini kuping. " desis kelvin.
"lagian di panggil-panggil gak denger . " sindir Sinta.
__ADS_1
"kamu kok ngelihatin zahra terus, jangan jangan. " tebak Sinta
"Jangan-jangan apa, mulai deh ngaco nya kumat.. " sanggah kelvin.
"kalau suka ngaku aja sih gpp, " goda Sinta
"apaan sih, udah sana masuk bu ketua " ejek kelvin . pergi menuju ke dalam rumah sakit, karena dia juga masuk shift sore.
gadis itu kok makin lama makin manis yahh, enak di pandang. " ucapnya dalam hati. kelvin berjalan menuju ruangan nya yang ada di lantai 2 , dia menekan tombol lift menuju atas. sembari menunggu liftnya datang, ia selalu mengecek ponsel nya apakah ada info penting dari grup nya. biasanya kalau ada info buat operasi dan sebagainya selalu di kasih tau lewat chat pribadi.
tiiingg.... " pintu lift pun terbuka
"loh kamu?? " tunjuk kelvin
aku hanya mampu menundukkan kepala, tidak berani menatap nya.
ya ampun kenapa sih setiap ketemu kamu, bikin aku gemas sendiri. "ucapnya dalam hati
" bisa gak sih kalau orang ngomong di tatap, jangan nunduk aja. nanti kamu kesandung " sindir kelvin.
sontak aku terkesiap mendengar penuturannya, " emmm.. maaf aku memang seperti ini kalau bertemu orang, " ucapku jujur.
"ohh oke, " kelvin terdiam dan bergegas keluar dari lift . karena sudah sampai di lantai dua dekat dengan ruangan nya.
"oke next time ra, " ucap kelvin tanpa menoleh dan berjalan semakin jauh. aku memberanikan diri menatap punggung lelaki tampan itu.
ya Tuhan, kalau dekat dia kenapa aku gemetaran. gak berani menatap wajahnya, "tutur ku dalam hati.
tiiing..." pintu lift pun terbuka, buru buru aku segera keluar dan menuju ke ruangan ku berada.
"ada apa mi, " jawabku padanya.
"ini kita di suruh buketu alias ibu ketua, di suruh ngecek data data pasien. " tutur Mia.
lalu ia menarik tanganku dan Mia menekan tombol lift, lalu kami berdua bergegas masuk ke dalamnya..
"ini laporan kamu ra, " Mia menyodorkan kertas laporan.
"makasih ya mi, " ucapku
"sama sama, " timpal Mia
"nah liftnya ke buka, ayo ra. " Mia menarik tanganku lagi .
kami masuk ke ruangan dan berjalan menuju bilik masing-masing, mengerjakan laporan dan memeriksa apa ada yang kurang dengan isi laporan itu.
tak terasa sudah 2 jam aku berkutat di layar komputer, aku merenggangkan kedua tangan di udara. rasanya pundakku seperti mau patah, saking sibuknya sampai lupa waktu.
"ahh laper banget nih, " gerutu Mia.
"ra laper banget ini", rengeknya lagi.
__ADS_1
" mau ke kantin, " aku memberi usul.
"ahh mager, gimana kalau kita delivery order?? " ide Mia
aku menganggukkan kepala, "yaudah kamu pesan atuh. " kataku
Mia merogoh saku celana Nya, untuk mengambil benda pipih sejuta umat dan mulai mengetik ingin order apaan.
"kamu pengin apa ra, " tanya Mia sambil fokus dengan ponselnya.
"aku mah terserah, ngikut kamu aja. " ucapku
"yaudah gimana kalau pizza sama paket burger combo, kamu mau. " tanya Mia lagi
"aku mah samain aja mi, " ucapku tanpa menoleh saking fokusnya ke layar monitor.
"okay, " imbuh Mia.
Mia dan aku kembali fokus ke layar monitor masing-masing, sambil nunggu pesanan kami datang..
tiingg... ponsel Mia berbunyi. "
Mia melirik ponselnya, dan tiba-tiba kurir delivery sudah di bawah. lalu ia minta tolong ke security untuk bawa ke lantai 3 . nanti mungkin akan di kasih tip oleh Mia dan aku.
"makanan kita lagi otw kesini ra, " tutur Mia
"kok cepat sekali yak, " aku mengernyitkan dahi bingung .
tok tok tok
"masuk" titahnya
"ini mba, orderan punya mba Mia. " security menyodorkan makanan yang kami pesan di atas meja. lalu Mia membuka dompetnya untuk mengambil uang satu lembar berwarna merah dan menyodorkan nya ke security yang bawa makanan kita. security itu pun mengucapkan terimakasih. dan bergegas pergi keluar dari ruangan.
"nih ra, punya kamu. " Mia menyodorkan makanan punyaku di atas meja ku.
"iya bentar mi, nanggung nih. " ucapku tanpa menoleh..
"udah makan dulu, nanti keburu dingin jadinya gak enak makanan nya kalau udah dingin. " tuturnya..
"kerjaan mah skip dulu, sekarang kita makan..!!! ".
Mia membuka kertas yang membalut burgernya dan mulai memasukannya ke dalam mulut nya . dan melahap nya dengan brutal, seperti tidak pernah makan aja . " ucapku terkekeh
"pelan pelan atuh mi, kalau makan nanti tersedak. " tutur ku lembut
"hehehe sampai lupa aku, " Mia tersenyum tanpa dosa .
"yaudah ayo kita makan, " titah Mia
"oke" ucapku padanya.
__ADS_1
aku memasukkan burger ke dalam mulutku, rasanya enak sekali . aku memakan sedikit demi sedikit supaya bisa berlama-lama menikmati memakan roti isi daging itu . " ucapku dalam hati.
"ahh enak sekali yahh, " Mia menepuk-nepuk perutnya.