
mobil yang di tumpangi axel dan amara telah sampai di mansion milik mereka.
lalu mereka membuka pintu mobil, dan axel keluar terlebih dahulu dan menggengam tangan sang istri untuk turun.
baru saja mereka melangkahkan kaki nya menuju mansion, mereka telah di sambut hangat oleh semua para pelayan.
"selamat datang, tuan dan nyonya. " ucap para pelayan kompak..
axel hanya menganggukkan kepala, dan menggandeng tangan istrinya itu dengan mesra.. mereka pun masuk ke dalamnya.
"tuan, nyonya, makan siang sudah siap. " ucap salah satu pelayan. dan pergi dari sana.
"ayo sayang kita masuk," ucap amara manja.
sesampainya di meja makan. mereka berdua duduk di kursi masing-masing.
"wahh sudah lama sekali aku gak makan masakan Indonesia , " ucap amara antusias.
"kamu makan yang banyak, biar kamu ada tenaga untuk malam ini. " bisik axel.
membuat amara bersemu merah mendengar sang suami menggoda nya..
"ishh apa sih kamu, gak jelas deh. " ucap amara salah tingkah..
axel terkekeh,merasa gemas dengan tingkah istrinya itu. membuat nya ingin langsung menggendong istrinya itu ke kamar.
"A-ayo kita makan dulu sayang, " amara berkata dengan gugup.
"kamu sangat menggemaskan sayang, apalagi kalau di ranjang. " bisik axel dengan nada menggoda.
membuat degup jantung amara berdetak lebih cepat.. hingga dia meremas jari-jarinya, saking gugupnya di tatap begitu.
ya Tuhan bisa copot jantung ini melihat senyuman yang sangat aku rindukan ini, "tuturnya dalam hati.
amara menggenggam tangan axel, " sayang aku sangat merindukanmu sungguh. "ucapnya lembut.
axel menaikan satu alisnya,, " ohh iya, kamu sungguh-sungguh merindukanku hmmm. "
amara buru buru menganggukkan kepala dengan cepat, membuat axel bertambah gemas melihat tingkah istrinya itu.
mereka pun menikmati makan siang dengan bergandengan tangan, dan saling suap-suapan. membuat siapa saja menjadi iri. melihat sepasang suami-istri ini melakukan hal yang romantis .
setelah selesai makan mereka mengelap sudut bibirnya dengan tisu.
"apa kamu masih jet lag sayang, " tutur axel lembut.
"sedikit sayang, " ucap amara pelan.
tanpa aba-aba, axel menggendong istrinya itu ala bridal style. takut istrinya kelelahan berjalan ke atas,menuju kamar mereka.
__ADS_1
"sayang, ihh aku bisa berjalan sendiri gak usah di gendong. aku tuh malu tau. " amara menelusupkan kepala nya di dada bidang sang suami, ia menghirup aroma yang sangat di rindukan nya itu. sesampainya di kamar mereka, di baringkannya tubuh amara. dan axel pun merebahkan tubuh Nya di samping sang istri.
"tidurlah, kau pasti lelah. " tutur axel mengusap-usap kepala amara lembut.
amara menganggukkan kepala, dan memeluk suaminya itu dengan erat dan mulai memejamkan kedua matanya yang lelah itu. dan tanpa terasa mereka pun tidur sambil berpelukan satu sama lain.
di sisi lain.. "
di rumah sakit, "akhirnya zahra sudah merasa lebih baik. dan tidak merasakan pusing, ya walaupun masih terasa ngilu di dahinya tapi itu tidak masalah.
" ahh aku gak betah banget tinggal disini, " ucapnya lirih
"disini aku merasa sendirian kalau setiap malam, seandainya mereka masih ada. akan sangat bahagia rasanya, " ucap zahra lirih tanpa terasa air matanya jatuh di pipi.. ia pun mengusapnya dengan kasar. dia sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia harus kuat gak boleh cengeng. " ucapnya dalam hati.
tok tok tok
"iya masuk, " ucap zahra
tak lama pintu terbuka menampilkan sosok dua sahabatnya, yaitu Sinta dan Mia.
"Hai ra, gimana kondisi kamu. sudah enakan belum, " tutur Sinta
"sudah lebih baik kok kak, kan aku tidur seharian. ucapku tersenyum
" enak sekali tidur seharian, "keluh Mia berjalan menuju sofa untuk merebahkan tubuh nya yang lelah .
aku terkekeh melihat Mia yang selalu mengeluh bila kerjaan nya menumpuk seperti gunung.
" sudah sudah, ini aku bawakan makanan untuk kita bertiga, "ucap Sinta.
" wah kok tumben sih baik, "Mia bertanya dengan penuh selidik.
" Sinta menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "hehehe sebenarnya ini makanan dari kelvin untuk kita. " tutur Sinta
aku mengerutkan keningku bingung. "maksudnya apa kak, " cicit ku bingung.
"iya tadi aku cerita sama dia, kalau kamu abis kecelakaan. " imbuh Sinta menjelaskan
"ciie ciie ciie, sepertinya akan ada kabar baik nih." sindir Mia santai
"kabar baik apaan yak, kami ini hanya sebatas teman . gak lebih, " sanggah Sinta
"halah persetanan dengan kata sebatas teman atau sahabat lah, kalau ujung-ujungnya dari satu di antara kalian berdua pasti ada yang suka. " Kata-kata Mia sangat menohok hati Sinta, hingga dia gelisah." membuat Mia menaikan satu alisnya melihat Sinta gelisah begitu.
"jujur aja sih elah, benarkan ucapanku. " desak Mia
membuat Sinta menundukkan kepala nya, "emmm.. anu.. emm.. " Sinta tidak tahu harus bicara yang mana dulu, karena otaknya buntu kalau bahas cinta-cintaan.
"apa sih kak sin, jujur aja deh. " tekan Mia
__ADS_1
Sinta menghela nafas, beberapa detik kemudian dia menganggukkan kepala membenarkan ucapan Mia yang barusan.
"wah benarkah kamu suka sama kak kelvin, " desak Mia.
Sinta hanya mampu menganggukkan kepala saja..
"ishh ngomong kek kak, jangan anggukan kepala aja. " cibir Mia
"iya kamu benar mi, sebenarnya aku hanya mengagumi kelvin saja. " tutut Sinta menyembunyikan wajahnya yang memerah seperti udang rebus.
"yakin itu mengagumi, tapi kayanya lebih dari itu dah, " ucap Mia skakmat.
"ishh Mia jangan ngeledek ahh, nanti kelvin bisa bisa tau kalau aku suka sama dia. " Sinta menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
"ya gpp atuh, tapi kamu harus sabar yahh dengan rival mu itu. " Mia menepuk bahu Sinta .
Sinta mengernyit maksud dari perkataannya, dan di detik selanjutnya ia baru mengerti ucapan Mia.
"kamu tenang saja, aku akan berusaha kok. " ucap Sinta semangat.
"nah gitu dong, " Mia menepuk-nepuk bahu Sinta dengan keras. sampai dia mendapat pukulan di lengan nya.
"bisa gak sih sifat bar bar nya di kurangin dulu, " Mia mendengus kesal.
"hehehe, sorry gak bisa. itu namanya reflek, " cicit Sinta.
"ckk.. apanya yang reflek, " gerutu Mia.
"sudah sudah tiada hari tanpa bertengkar, " aku menengahi mereka berdua dengan terkekeh.
"ayo ahh kita makan, laper. " rengek Mia manja.
dan mereka pun menikmati makanan mereka masing-masing, tanpa terasa makanan mereka sudah habis tak tersisa. aku buru buru mengambil tisu dan mengelapnya dengan kasar.
"kamu yakin ra, mau pulang hari ini. " tutur Sinta khawatir.
"aku sudah gpp kok kak , sungguh. " tutur ku lembut
"Sinta menghela nafas frustasi, melihat zahra yang begitu kekeh ingin segera pulang..
" apa gak bisa di tunda dulu, sampai besok ra. "sinta memberi ide.
" tapi aku sudah gak betah kak, " keluh ku pada kak Sinta.
"yaudah nanti aku yang urus oke , udah kamu istirahat aja dulu. " tutur Sinta
"tapi kamu yakin, kamu kuat ra. " timpal Mia
"yakin 100% mi, ya cuma masih ngilu sedikit tapi lama-lama juga sembuh kok. " ucapku tersenyum tipis.
__ADS_1