
axel melepaskan jas yang melekat di tubuhnya dan melemparnya di sofa, ia mengendurkan dasi yang membuat sesak itu. ia berjalan menuju ranjang yang tersedia untuknya, di saat dirinya merasa lelah . ia pun menjatuhkan tubuhnya dengan kasar di ranjang, ia menarik nafas dan membuangnya secara perlahan agar rasa sesak dan kecewa itu ikut luruh. axel mencoba memejamkan matanya tapi tetap tidak bisa, ucapan sang istri serta penolakan yang di lontarkan dari mulutnya masih terngiang-ngiang di dalam pikirannya, ia mengepalkan tangannya kuat kuat, menahan amarah dan emosi yang ada di dadanya . ia sudah mencoba menuruti semua keinginan sang istri, tetapi apa...!!!"sedangkan axel sendiri ingin meminta satu permintaan saja, langsung di tolak mentah-mentah oleh istrinya itu. hatinya begitu sakit dan terluka tapi sebisa mungkin ia menepisnya, itu karena apa!!"dia begitu mencintai istrinya itu. ia sangat tau sebelum menikahi sang istri, keluarganya sangat menentang pernikahan mereka. tapi axel tetap lah axel, dia sangatlah keras kepala, dingin, dan tidak bisa di bantahkan. walaupun ia mengganti namanya dan tetap memakai nama tengah dari marga keluarganya itu, tetapi dia tidak pernah kembali ke keluarga besarnya yang ada di London itu. walaupun disini dia ada om nya yang memiliki rumah sakit terbesar dan terkenal di kota ini, tapi dia sangat tidak dekat dengan uncle nya itu. iya membangun perusahaannya sendiri dari nol, ia berusaha mati-matian mengembangkan perusahaannya sendiri hingga sukses sampai sekarang, ia juga memiliki cabang perusahaan di mana-mana, hingga sampai mancanegara. itulah kenapa ia tidak pernah menyentuh sepersen pun harta dari keluarganya itu. istrinya itu tidak pernah tau kalau axel sebenarnya anak konglomerat dari Inggris, ia masih ada ikatan darah dengan keluarga kerajaan Inggris. ia menyembunyikan identitas asli nya itu rapat-rapat. agar orang lain tidak tau jati dirinya. ia mencoba memejamkan matanya lagi perlahan dan mengalihkan rasa sesak itu dan membuangnya perlahan-lahan supaya tidak di ingat, ia pun perlahan mulai terlelap .
"ia melihat sesosok bayangan wanita cantik yang berlari-lari di hamparan bunga bunga dengan senyum yang sangat cerah seperti cahaya matahari pagi yang sangat indah. rambutnya yang tertiup angin membuatnya semakin cantik, axel penasaran dengan sosok wanita cantik itu. ia lalu menghampirinya, sesampainya di belakang wanita cantik itu, ia memegang bahunya dan mencoba membalikkan badannya, betapa terkejutnya ia melihat wajah yang sangat tidak asing itu. seperti pernah lihat tapi dimana, ia mencoba berpikir namun nyatanya nihil. ia tidak ingat dimana bertemu wanita itu. axel seperti mendengar ada seseorang memanggil-manggil namanya, itu seperti suara jo. "batin axel berucap. tak berselang lama axel mengerjapkan kedua matanya, ternyata itu hanya mimpi. tapi kenapa seperti nyata.
" tuan muda, akhirnya tuan muda bangun juga. " ucap jo.
"emmm kenapa kamu membangunkan ku jo, " ucap axel dengan suara serak khas ia bangun tidur.
"emmm anu, maaf tuan muda di luar ada nyonya amara. " tutur jo menundukkan wajahnya.
axel terkesiap mendengarnya, "mau ngapain dia kesini. " ucap axel menahan kesal.
"saya tidak tau, tuan muda. " tutur jo hati hati.
axel merapikan bajunya dan bersiap untuk bertemu sang istri, sebisa mungkin ia harus mengontrol emosi nya itu.
ia dan jo berjalan untuk bertemu dengan istri sekaligus nyonya muda.
amara yang sedang duduk di sofa pun menoleh setelah mendengar suara langkah kaki, dia pun tersenyum bahagia melihat suaminya itu menghampiri dirinya. dia langsung bangkit dari duduknya dan berlari menuju suaminya itu ,dan berhambur memeluk suami yang sangat di rindukannya itu. axel terkejut melihat amara memeluk dirinya begitu erat.
"sayang aku kangen, kenapa kamu gak bangunkan aku tadi pagi. " amara mengerucutkan bibirnya
"aku ada rapat pagi ini, " ucap axel datar.
__ADS_1
"tapi kenapa kamu gak balas pesanku, " cebik amara
"ohh aku sibuk dan tidak tahu kalau kamu mengirim pesan, maaf. " tutur axel dingin.
axel mencoba melepaskan pelukan istrinya itu tapi amara memeluknya begitu erat hingga ia tidak bisa bernafas.
"emmm bisa tolong lepaskan pelukannya, aku tidak bisa bernafas, " pinta axel datar
amara menghela nafas dan mengendurkan pelukannya di tubuh sang suami, ia mencoba menatap netra biru laut itu.
"apakah kamu masih marah padaku, " ucap amara pelan dan hati hati, dia masih menatap lekat mata suaminya itu.
"menurutmu, " ucap axel dingin
axel tidak menjawab pertanyaan dari istrinya itu, ia mencoba mengalihkan pembicaraan yang lain. agar istrinya itu tidak banyak bertanya lagi.
"untuk apa kamu kemari, " ucap axel lagi.
amara mengerutkan keningnya, kenapa axel bertanya seperti itu. apa dia tidak boleh datang ke kantor suaminya sendiri.
"A-apa aku tidak boleh kemari, hanya untuk bertemu suamiku. " ucap amara lirih
"ciihh.. suami katamu??? " sejak kapan kamu menganggap aku suamimu hah. " bentak axel.
__ADS_1
"jo tolong bawa amara keluar dari ruanganku dan antar kan dia pulang, " titah axel membalikkan badannya , tanpa menoleh dan terus berjalan menuju meja kerjanya.
hati amara tercelos, dia mendapatkan penolakan dari suaminya itu dan dia di usir dari ruangan suaminya . amara menahan sesak di dada dan mencoba untuk tidak menangis di hadapan suami dan asistennya itu. dia mengepalkan tangannya kuat kuat menahan sesak di dada. dan terus berjalan keluar dari ruangan suaminya itu, amara mengikuti langkah kaki sang asisten suaminya itu dan berjalan menuju lift setelah pintunya terbuka dan masuk ke dalamnya, sesampainya di basement. jo membukakan pintu mobil dan menyuruh istri tuan mudanya itu, dengan berat hati amara masuk ke dalam mobil dan memerintahkan sang sopir untuk mengantar nya ke mansion . sang sopir pun menganggukkan kepala dan mulai menjalankan mobilnya, dan bergerak keluar dari gedung itu, mobil pun melaju ke jalan raya. amara membuang muka ke samping, ia melihat jalanan yang begitu padat dan di penuhi banyak kendaraan yang berlalu lalang.
di perusahaan... "
axel menghembuskan nafas kasar, dan mencoba memejamkan matanya supaya emosinya cepat mereda. jo yang baru saja sampai di ruangan milik tuan muda nya itu hanya diam dan terus berjalan menuju ke arah tuan muda nya itu.
"nyonya amara sudah di antarkan supir kantor, tuan muda. " ucap jo datar.
"bagus, kamu boleh keluar jo. " titah axel.
jo pun tanpa banyak bicara, ia pun pergi dari ruangan itu.
axel menyandarkan punggung nya di sandaran kursi kebesarannya.
ia mencoba memejamkan matanya lagi, dan menyalakan AC agar tubuhnya menjadi sejuk . karena rasa emosi masih menggelora di dadanya.
ia jadi malas pulang, apa dia harus lembur. untuk mencoba menghindar dari istrinya itu. "ucap nya dalam hati.
amara baru saja sampai dan membuka pintu mobil dan bergegas turun dan berjalan masuk ke arah mansion, amara terus berjalan dan menaiki anak tangga dan terus berjalan menuju kamar mereka. ia berlari ke arah ranjang dan menjatuhkan tubuhnya itu dan tanpa terasa air mata yang dia tahan dari tadi akhirnya jatuh juga. amara terisak, dan menangis sesegukan. ia menelusupkan wajahnya di kedua kakinya dan terus menangis sesegukan. hatinya sangat sakit ketika bayangan penolakan sang suami, dan untuk pertama kalinya suaminya itu membentak dirinya. amara semakin terisak, padahal dia tau suaminya itu sangat mencintai dirinya tapi karena satu kesalahan itu membuat suaminya itu kembali berubah jadi dingin seperti dulu, padahal dulu sebelum menikah dengan suaminya itu, ia selalu berusaha keras untuk meluluhkan hati axel yang keras seperti batu. setelah berhasil mendapatkan cinta dan kasih sayang yang berlimpah dari axel akhirnya harus pupus setelah lontaran kata yang di ucapkan oleh dirinya sendiri. dia merutuki dirinya sendiri, kenapa dia begitu bodoh mengucapkan kata-kata itu, Kata-kata yang sudah menyakiti hati sang suami. hingga dia harus menerima kenyataan pahit bahwa sang suami berubah kembali dingin. amara terus menangis sesegukan dan tanpa terasa dia kelelahan akhirnya tertidur dengan linangan air mata yang masih menetes di pipinya yang mulus.
suara langkah kaki seseorang yang terus berjalan menuju kamarnya, ia juga menyalakan lampu yang ada di kamarnya itu dan betapa terkejutnya ia melihat amara tertidur dengan wajah yang di tekuk dengan kedua kakinya. seseorang itu adalah axel yang baru saja pulang lembur. axel menghembuskan nafas berat dan berjalan menghampiri istrinya itu dan menggendongnya ala bridal style menuju ranjang milik mereka. dan dibaringkannya tubuh ringkih itu ke ranjang, axel mematung ketika melihat ada jejak air mata yang ada di pipi mulus sang istri. ia menebak-nebak pasti istrinya itu habis menangis seharian hingga matanya bengkak. ia merasa bersalah ketika melihat istrinya menangis tapi sebisa mungkin ia menepisnya. axel berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang begitu gerah dan lengket dan berjalan menuju bak mandi dan mengisi air itu dengan air dingin. setelah airnya terisi penuh, ia lalu menceburkan diri ke dalam bak, memejamkan matanya. untuk mendinginkan hati dan pikiran nya yang sedang kesal dan emosi. setelah dirasa sudah mereda emosi itu, axel bangkit dan menyambar handuk yang di gantung di dinding. dan melilitkannya di pinggangnya.
__ADS_1
axel berjalan dengan santai menuju walk in closet dan membuka lemari. ia memakai kaos polos yang di gulung, hingga memperlihatkan bentuk badannya yang sixpack dan kekar di kedua lengannya yang berotot. ia membaringkan tubuhnya di samping sang istrinya dan memejamkan matanya. dan tak butuh waktu lama, axel terlelap dengan dengkuran halus . mereka berdua sama-sama terlelap dengan membelakangi tubuh masing-masing.