
zahra yang masih kesal dengan suaminya itu memilih mengabaikan telepon yang bergetar di sebelahnya di dalam tas miliknya, dia lebih memilih fokus mengendarai motor miliknya. karena tadi dia ke kampus hanya untuk mengumpulkan tugas setelah itu, zahra melajukan motornya ke jalan raya untuk sampai ke rumah sakit. zahra melirik jam di pergelangan tangannya masih ada waktu untuk sampai ke rumah sakit. dia melirik kedai toast yang baru saja buka dan tentu saja tak jauh dari tempat nya bekerja. motor pun dia belokkan ke kedai itu dan memberi lampu sen kiri , dia pun segera berbelok ke lajur kiri dan berhenti tepat di kedai itu. tak lupa mematikan motor itu dan mengunci stang agar motor nya tak di curi. yahh walaupun suasana di jalan cukup ramai. namun kasus pencurian sedang marak di sekitarnya. zahra pun segera turun dari motornya dan berjalan menuju kedai yang baru buka. dia pun mendongakkan kepalanya untuk melihat berbagai macam makanan di papan menu. setelah itu dia menghampiri petugas kasir dan memesan sebanyak 10 buah, karena dirinya merasa lapar akibat emosi di sepanjang perjalanan. petugas kasirnya pun menghitung jumlah totalnya dan menyebutkan angka nominal untuk semua pesanan zahra. lalu zahra menyodorkan kartu ATM miliknya. karena dia lupa untuk menarik tunai. di dompet nya hanya ada beberapa lembar uang saja. petugas kasir itu menyodorkan mesin debit di hadapan zahra dan dia pun mulai mengetik pinnya. setelah itu menunggu pesanannya siap. hanya sekitar 20 menit pesanan zahra pun telah siap. dan tak lupa zahra mengucapkan Terima kasih dan berjalan menuju motor miliknya yang terparkir disana. zahra melajukan motornya lagi menuju rumah sakit yang tak jauh dari sini. sekitar 15 menit akhirnya zahra sampai. dan memarkirkan motornya di area parkir. selepas itu dia pun berjalan menuju lift dan segera masuk ke dalamnya. pintu lift pun terbuka dan dia bergegas menuju ruangan nya dan mendorong pintu itu, terlihat di ruangannya sepi. ahh mungkin Mia di kantin, dia malas sekali ke bawah. lebih baik makan disini aja. dari tadi perutnya meronta-ronta minta di isi makanan. akhirnya zahra membuka bungkusan itu, lalu ia melahap nya dengan sangat cepat. karena saking laparnya, jadi seperti orang yang tak makan beberapa hari.
"ahh menyebalkan, si rese itu selalu saja nyari gara-gara dan membuat moodku jadi ancur seperti ini, padahal tadi aku kepingin sekali nyicip masakan bi sum. tapi karena dia, nafsu makanku jadi hilang." zahra menepuk jidat karena dia lupa membeli minum dan terpaksa dia mengambil beberapa bungkus toast itu dan menaruhnya di kantong plastik transparan. sisanya dia taruh di meja kecil di sebelah meja kerjanya..
dengan terpaksa dia pun, keluar lagi dan menuju kantin untuk membeli minum saja.
zahra bergegas menuju kantin dengan jalan yang sangat cepat. dia bisa melihat kedua sahabatnya sedang sarapan. dan tentu saja zahra pesan minum dulu baru kesana. setelah membeli minum, zahra menghampiri kak Sinta dan Mia.
Sinta yang melihat zahra pun melambaikan tangannya dan menyuruh zahra untuk bergabung dengannya.
"akhirnya kamu udah dateng ra, kalau engga lama-lama aku jadi nyamuk di antara mereka." celetuk Sinta.
__ADS_1
aku menahan tawa melihat kak Sinta menyidir Mia dan kak Bima.
Mia melirik yang di bawa zahra, dengan binar di matanya.
"ra kamu beli apa??? pasti toast yahh, aku boleh minta gak. please.." pinta Mia memelas.
tentu saja aku sengaja membeli banyak untuk mereka juga dan kak Bima dapat satu.
"gpp kak, santai aja." jawabku dan mulai melahap roti isi itu dan mengunyah nya dengan terburu-buru. Sinta yang melihat ku makan secara brutal menggelengkan kepalanya.
"emang kamu gak sarapan ra." celetuk Sinta.
__ADS_1
"engga kak, gak sempat. keburu gak mood." jawabku sambil memakan roti isi itu.
aku dan Mia sangat suka makanan ini, tak jarang kami suka delivery order kalau lagi bosen dengan makanan kantin..
"apa kamu bertengkar lagi dengan dia." tebak Sinta.
aku yang sedang mengunyah makanan sontak saja tenggorokan ku seketika tersedak, buru-buru aku merampas minumanku dan meneguknya hingga abis. dan aku segera bangkit dan mengabaikan pertanyaan kak Sinta. dan terus berjalan menuju tempat penjual minuman.
Sinta yang tau gelagat dari zahra hanya mampu menghela nafas, dia sangat tau sifat zahra yang takkan ngomong di depan orang lain. begitupun Mia yang sangat hapal dengan sifat zahra yang satu ini yaitu mengalihkan pembicaraan atau kabur dengan alasan membeli minum contohnya.
semenjak zahra menikah dengan axel, zahra seperti menyembunyikan sesuatu dari Sinta dan Mia. dan kadang-kadang juga kalau suasana hatinya lagi kacau atau gak mood pasti dia akan membeli banyak makanan dan minuman untuk meredakan emosi yang bergejolak di hatinya. kadang Sinta merasa gemas dengan sifat zahra yang tertutup satu ini. dia gak akan cerita, kalau Sinta mendesaknya baru zahra akan menceritakan semuanya. tapi sayangnya itu dulu, sebelum dia menikah. sekarang zahra ikut axel, tinggal di rumahnya itu. yang lumayan jauh dari rumah sakit. sebenarnya awal dia sudah menjadi istri dari axel itu menolak untuk ikut tapi axel tetap memaksa zahra untuk ikut dan harus tinggal bersamanya. tapi untungnya zahra sekarang sudah lihai membawa motor, jadi Sinta takkan khawatir bila zahra kenapa-napa.
__ADS_1